Langsung ke konten utama

Self-Love di Era Digital: Mencintai Diri Sendiri di Tengah Gempuran Filter Media Sosial

Ilustrasi perempuan yang menerapkan self-love (talktoangel.com) Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down ? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna. Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?" Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri ( social comparison ) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental. Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah h...

Banyak Tugas Mendesak? Ini Cara Menentukan Prioritasnya!




Puan, pernah nggak sih dapat pertanyaan wawancara kerja atau magang dari HRD kayak gini: "Bagaimana cara kamu mengatur prioritas saat dihadapkan oleh banyak tugas yang mendesak?" Logikanya, kita pasti ngeduluin yang paling penting, tapi kalau semua tugas mendesak itu terasa penting, gimana dong?

Coba deh bayangin skenario ini. Hari ini, Puan harus selesai bikin desain postingan medsos buat event besar organisasi. Di hari yang sama, Puan juga pengen ikutan kursus desain grafis online buat ningkatin skill jangka panjang. Pernah ngalamin hal serupa dan bingung milih mana yang harus diduluin? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!


Apa sih Prioritas Itu?

Prioritas itu sederhananya adalah proses menentukan urutan tugas atau kegiatan berdasarkan seberapa penting, mendesak, dan dampaknya. Dengan prioritasi yang efektif, kita bisa fokus sama tugas yang beneran penting buat diselesaikan terlebih dulu.

Tapi, gimana kalau semuanya terasa penting? Tenang, Puan nggak sendirian kok! Banyak dari kita yang terjebak sama kebiasaan 'jalanin aja dulu' dan lupa kalau punya tujuan itu juga penting. Kita emang gampang sibuk, tapi kita beneran sibuk sama hal yang tepat dan sesuai sama tujuan kita, nggak?

Perlu diingat kalau hidup ini singkat. Menggunakan waktu sebaik mungkin buat ngejar impian dan tujuan kita adalah cara buat hidup lebih bermakna. Nah, biar bisa fokus sama hal-hal yang mendekatkan kita ke tujuan itu, kita wajib banget nentuin prioritas yang jelas. Jadi, prioritas itu harus selaras sama tujuan dan nilai-nilai hidup kita.

 

Biar Gampang, Coba Pakai Matriks Eisenhower!

Kalau Puan masih kesulitan ngebayangin mana yang harus diprioritaskan, Matriks Eisenhower bisa jadi penyelamat! Matriks ini bantu Puan ngeliat tugas-tugas berdasarkan tingkat urgensi (seberapa mendesak) dan kepentingannya:

  • Mendesak dan Penting: Ini prioritas utama yang butuh tindakan segera.
  • Mendesak tapi Tidak Penting: Tugas-tugas ini bisa didelegasikan ke orang lain atau bahkan dihilangkan.
  • Penting tapi Tidak Mendesak: Tugas ini penting buat tujuan jangka panjang dan harus dijadwalkan biar nggak terlewat.
  • Tidak Mendesak maupun Tidak Penting: Tugas ini bisa ditunda atau diabaikan kalau memang nggak ada dampaknya.

 

Sekarang, Saatnya Nentuin Prioritas!

Setelah Puan tahu mana tugas yang lebih mendesak dan penting, sekarang saatnya nentuin apakah tugas itu sesuai sama tujuan dan nilai-nilai yang Puan pegang. Kalau Puan masih ragu, coba deh tanyain pertanyaan ini ke diri sendiri:

  • "Dalam beberapa bulan ke depan, aku pengen hidupku kayak gimana?"
  • "Apa yang paling pengen aku ubah atau capai untuk sekarang ini?"
  • "Tindakan apa yang bakal ngebawa aku ke tujuan itu?"

Nah, sekarang semuanya jadi makin jelas, kan? Puan sebaiknya memprioritaskan tugas yang nggak cuma mendesak dan penting, tapi juga bener-bener selaras sama tujuan yang ingin Puan raih. Setelah nentuin prioritas, langkah selanjutnya adalah berusaha buat tetap fokus sama prioritas itu biar bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

 

Hati-hati, Jangan Lakukan Kesalahan Umum Ini!

  • Dikit-Dikit Cek HP: Kalau Puan gampang banget terdistraksi, tugas atau aktivitas yang dikerjain bakal butuh waktu lebih lama dan hasilnya mungkin kurang maksimal. Jadi, coba hindari kebiasaan ini ya!
  • Daftar Tugas Nggak Ada Habisnya: Ngelakuin terlalu banyak hal dalam sehari dan punya to-do-list yang nggak realistis itu cuma bakal bikin Puan kewalahan dan susah nyelesain satu tugas pun.
  • Nunda Pekerjaan Tersulit di Akhir: Meskipun Puan ngerasa puas karena udah nyelesain banyak tugas kecil, bisa jadi Puan malah ngabaikan prioritas yang lebih tinggi yang sebenarnya butuh perhatian dan waktu lebih banyak.

Itu dia, Puan! Menentukan prioritas memang bukan sekadar menyelesaikan yang penting, tapi juga memastikan setiap langkah kita selaras dengan tujuan dan impian. Dengan memahami konsep prioritas, memanfaatkan Matriks Eisenhower, dan menghindari kesalahan umum, kamu bisa jadi lebih produktif dan fokus pada hal-hal yang benar-benar membawa dampak. Jadi, mulai sekarang, jangan lagi bingung saat dihadapkan banyak tugas mendesak. Ambil kendali atas waktumu dan wujudkan impianmu satu per satu!


Referensi:

Better Up

Driven Woman


Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Self-Love di Era Digital: Mencintai Diri Sendiri di Tengah Gempuran Filter Media Sosial

Ilustrasi perempuan yang menerapkan self-love (talktoangel.com) Pernah nggak sih Puan lagi santai scrolling Instagram atau TikTok, terus tiba-tiba perasaan Puan berubah jadi down ? Buka akun si A, dia baru aja keterima magang di perusahaan multinasional. Geser ke story si B, dia lagi liburan di Bali. Buka TikTok si C, dia lagi share rutinitas glow up yang badannya kelihatan sempurna. Tanpa sadar, jari Puan berhenti bergerak, lalu muncul suara kecil di kepala: "Kok hidup orang lain sempurna banget ya? Kok aku gini-gini aja?" Selamat datang di era digital, di mana membandingkan diri ( social comparison ) bisa dilakukan hanya dalam satu kedipan mata. Di sinilah kenapa self-love atau mencintai diri sendiri bukan lagi sekadar tren atau kutipan keren di Pinterest, tetapi menjadi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup secara mental. Kenapa sih menerapkan self-love di zaman sekarang itu susahnya minta ampun? Karena kita sering lupa kalau apa yang kita lihat di media sosial adalah h...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada penerima beasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan jenjang menengah ata...

Kenapa Kita Sering Bertindak Tanpa Berpikir Panjang? Yuk Kenalan Sama Perilaku Impulsif!

  Image by:  Headspace.com Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun , kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain. Baca Juga:  Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself Apa Itu Perilaku Impulsif? Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya. Kenapa O...