Langsung ke konten utama

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

Banyak Tugas Mendesak? Ini Cara Menentukan Prioritasnya!




Puan, pernah nggak sih dapat pertanyaan wawancara kerja atau magang dari HRD kayak gini: "Bagaimana cara kamu mengatur prioritas saat dihadapkan oleh banyak tugas yang mendesak?" Logikanya, kita pasti ngeduluin yang paling penting, tapi kalau semua tugas mendesak itu terasa penting, gimana dong?

Coba deh bayangin skenario ini. Hari ini, Puan harus selesai bikin desain postingan medsos buat event besar organisasi. Di hari yang sama, Puan juga pengen ikutan kursus desain grafis online buat ningkatin skill jangka panjang. Pernah ngalamin hal serupa dan bingung milih mana yang harus diduluin? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!


Apa sih Prioritas Itu?

Prioritas itu sederhananya adalah proses menentukan urutan tugas atau kegiatan berdasarkan seberapa penting, mendesak, dan dampaknya. Dengan prioritasi yang efektif, kita bisa fokus sama tugas yang beneran penting buat diselesaikan terlebih dulu.

Tapi, gimana kalau semuanya terasa penting? Tenang, Puan nggak sendirian kok! Banyak dari kita yang terjebak sama kebiasaan 'jalanin aja dulu' dan lupa kalau punya tujuan itu juga penting. Kita emang gampang sibuk, tapi kita beneran sibuk sama hal yang tepat dan sesuai sama tujuan kita, nggak?

Perlu diingat kalau hidup ini singkat. Menggunakan waktu sebaik mungkin buat ngejar impian dan tujuan kita adalah cara buat hidup lebih bermakna. Nah, biar bisa fokus sama hal-hal yang mendekatkan kita ke tujuan itu, kita wajib banget nentuin prioritas yang jelas. Jadi, prioritas itu harus selaras sama tujuan dan nilai-nilai hidup kita.

 

Biar Gampang, Coba Pakai Matriks Eisenhower!

Kalau Puan masih kesulitan ngebayangin mana yang harus diprioritaskan, Matriks Eisenhower bisa jadi penyelamat! Matriks ini bantu Puan ngeliat tugas-tugas berdasarkan tingkat urgensi (seberapa mendesak) dan kepentingannya:

  • Mendesak dan Penting: Ini prioritas utama yang butuh tindakan segera.
  • Mendesak tapi Tidak Penting: Tugas-tugas ini bisa didelegasikan ke orang lain atau bahkan dihilangkan.
  • Penting tapi Tidak Mendesak: Tugas ini penting buat tujuan jangka panjang dan harus dijadwalkan biar nggak terlewat.
  • Tidak Mendesak maupun Tidak Penting: Tugas ini bisa ditunda atau diabaikan kalau memang nggak ada dampaknya.

 

Sekarang, Saatnya Nentuin Prioritas!

Setelah Puan tahu mana tugas yang lebih mendesak dan penting, sekarang saatnya nentuin apakah tugas itu sesuai sama tujuan dan nilai-nilai yang Puan pegang. Kalau Puan masih ragu, coba deh tanyain pertanyaan ini ke diri sendiri:

  • "Dalam beberapa bulan ke depan, aku pengen hidupku kayak gimana?"
  • "Apa yang paling pengen aku ubah atau capai untuk sekarang ini?"
  • "Tindakan apa yang bakal ngebawa aku ke tujuan itu?"

Nah, sekarang semuanya jadi makin jelas, kan? Puan sebaiknya memprioritaskan tugas yang nggak cuma mendesak dan penting, tapi juga bener-bener selaras sama tujuan yang ingin Puan raih. Setelah nentuin prioritas, langkah selanjutnya adalah berusaha buat tetap fokus sama prioritas itu biar bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

 

Hati-hati, Jangan Lakukan Kesalahan Umum Ini!

  • Dikit-Dikit Cek HP: Kalau Puan gampang banget terdistraksi, tugas atau aktivitas yang dikerjain bakal butuh waktu lebih lama dan hasilnya mungkin kurang maksimal. Jadi, coba hindari kebiasaan ini ya!
  • Daftar Tugas Nggak Ada Habisnya: Ngelakuin terlalu banyak hal dalam sehari dan punya to-do-list yang nggak realistis itu cuma bakal bikin Puan kewalahan dan susah nyelesain satu tugas pun.
  • Nunda Pekerjaan Tersulit di Akhir: Meskipun Puan ngerasa puas karena udah nyelesain banyak tugas kecil, bisa jadi Puan malah ngabaikan prioritas yang lebih tinggi yang sebenarnya butuh perhatian dan waktu lebih banyak.

Itu dia, Puan! Menentukan prioritas memang bukan sekadar menyelesaikan yang penting, tapi juga memastikan setiap langkah kita selaras dengan tujuan dan impian. Dengan memahami konsep prioritas, memanfaatkan Matriks Eisenhower, dan menghindari kesalahan umum, kamu bisa jadi lebih produktif dan fokus pada hal-hal yang benar-benar membawa dampak. Jadi, mulai sekarang, jangan lagi bingung saat dihadapkan banyak tugas mendesak. Ambil kendali atas waktumu dan wujudkan impianmu satu per satu!


Referensi:

Better Up

Driven Woman


Author & Editor:

Dwi Khumaeroh Saadah

Komentar

Rubik Puan Popular

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

                                                                                                              24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborat...

Merasa Dipahami, atau Hanya Divalidasi? Fenomena Baru Kesehatan Mental

Sumber: Pinterest Pernah nggak sih, Puan lagi ngerasa capek, overthinking , atau sekadar butuh didenger… terus akhirnya buka media sosial? Scroll bentar, lihat story orang lain, posting sesuatu, nungguin like masuk. Atau mungkin, Puan malah buka chat dan mulai curhat panjang dan yang jawab bukan manusia, tapi AI. Aneh nggak sih? Kita bisa ngerasa lega, walaupun yang “dengerin” bukan orang beneran. Kalau Puan pernah ngerasain itu, tenang… Puan nggak sendirian. Tapi, mungkin tanpa sadar, Puan lagi ada di tengah fenomena yang lebih besar: mencari validasi secara online —baik dari manusia di sosial media, maupun dari teknologi seperti ChatGPT. Yuk, kita bedah pelan-pelan, kenapa ini bisa terjadi dan apa dampaknya ke kesehatan mental Puan. Kenapa Kita Butuh Banget Validasi? Secara dasar, manusia itu memang butuh merasa: didengar, dipahami, dan diterima. Namun, Itu bukan kelemahan, melainkan kebutuhan psikologis. Masalahnya, di era digital, cara kita memenuhi kebutuhan itu jadi berubah. Set...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!

Image by  www.socialmediae.com         Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka.           Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder . "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan." Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai! Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda ...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...