Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...
Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!
Image by www.socialmediae.com Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka. Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder . "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan." Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai! Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda ...