Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...
Image by : Grasindo Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja? Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini. Pengertian Demotivasi Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri. Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupny...