Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

 Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari.

Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh?

Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety. Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee.

  1. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit

Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan kalau pokok masalah itu bukan besar kecilnya, tetapi seberapa beratnya masalah itu bagi Puan sendiri.

Tips untuk Puan: Berhentilah mengecilkan kesedihan sendiri ya! Validasi emosimu bahwa merasa lelah, stres, atau cemas itu sepenuhnya wajar dan manusiawi kok.

  1. Berhentilah Menilai Diri Sendiri dengan Standar Terburuk

Kita sering kali membebaskan orang lain untuk hidup sesuai jalan mereka, tapi anehnya, pas melihat diri sendiri kita malah selalu menilai kehidupan kita dengan pandangan terburuk orang lain. Hal ini bikin kita terus-menerus lelah mencari validasi orang lain.

Tips untuk Puan: Mulailah membuat boundaries yang sehat. Puan harus berani bilang tidak pada tuntutan luar yang melebihi kapasitas mental Puan demi menjaga tubuh dan pikiran.

  1. Belajar Merangkul Kegelapan dan Kekosongan Diri

Merawat diri bukan berarti melarikan diri dari emosi negatif, melainkan berani melihat ke dalam diri dan mengobrol dengan diri sendiri. Puan gak perlu memandang negatif diri sendiri karena Puan juga pasti punya banyak sisi bercahaya kok.

Tips untuk Puan: Saat merasa hampa, jangan langsung kabur ke media sosial yang memicu overthinking. Ambil waktu sejenak untuk digital detox dan isi kembali lubang kekosongan itu dengan hal yang Puan benar-benar nikmati.

Membangun kesehatan mental yang sehat bisa dimulai dari langkah yang kecil. Melepas topeng memang gak mudah, tapi berani jujur pada perasaan sendiri adalah bentuk self love terbaik. Yuk Puan, kia belajar untuk lebih menyayangi dan merangkul diri kita apa adanya!

Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement,dan mental heal. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 


Referensi

Review Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki” (2021, Maret 30) Hi Book Lover. https://hibooklover.wor
dpress.com/2021/03/24/review-buku-i-want-to-die-but-i-want-to-eat-tteokpokki-2-karya-baek-se-hee/
 


Author & Editor: Faisha Aulia Hanafi

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Kenali Machiavellianism: Red Flag yang Sulit Banget Dideteksi

  Image by: WikiHow Pernah nggak sih ketemu orang yang bikin Puan selalu mikir dua kali? Yang di permukaan keliatan baik, supportive , bahkan charming , tapi entah kenapa ada yang terasa aneh. Puan nggak bisa jelasin kenapa, tapi setelah berinteraksi sama mereka, Puan sering merasa lelah, bingung, atau malah meragukan keputusan sendiri. Nah, kemungkinan Puan baru aja ketemu sama orang yang punya sifat Machiavellianism . Ini adalah salah satu red flag paling susah dideteksi karena mereka pandai banget menyamarkannya. Machiavellianism Itu Apa Sih? Istilah ini berasal dari buku Machiavelli , " The Prince" , ia berpendapat bahwa “tidak masalah melakukan apa pun untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh.” Orang dengan kepribadian Machiavellian dapat memahami situasi sosial dan memanipulasinya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, meskipun tidak etis atau tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dalam keseharian, mereka selalu punya agenda tersembunyi dan pandai...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...