Langsung ke konten utama

Bukan Cuma IPK, What Skills Do You Actually Bring?

  Bayangin Puan lagi lihat lowongan magang. Di bagian persyaratan tertulis: good communication skills, problem solving, teamwork, time management. Lalu Puan langsung berfikir, “Tapi IPK ku cuma segini. Aku bisa apa, ya?” Padahal, ketika berbicara tentang dunia kerja, angka di transkrip nilai bukan satu-satunya hal yang dilihat. Kemampuan yang Puan punya dan bagaimana Puan menggunakannya juga menjadi bagian dalam perjalanan karier Puan, lho. Beyond the GPA IPK memang bisa menjadi salah satu gambaran akademik. Namun, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan mengatur waktu juga nggak kalah penting. Menariknya, trend skills based hiring kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Artinya, proses rekrutmen mulai lebih memperhatikan kemampuan yang dimiliki kandidat, bukan hanya latar belakang pendidikan atau nilai akademiknya. Skill Itu Nggak Harus Didapat dari Magang Kabar baiknya, Puan nggak harus menunggu sampai punya pengalaman kerja un...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space


28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom. Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding, khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja.


Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup”,  ucap Kak Tyas sebagai salah satu peserta yang hadir.


Di masa persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pemahaman mengenai penyusunan CV dan optimalisasi LinkedIn menjadi hal yang penting. Diselenggarakan via Online Zoom, program ini berisikan pemaparan materi; cara perusahaan memilih kandidat pekerja, pembuatan CV efektif, dan penguatan personal branding. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman dasar terkait content marketing dan career strategy untuk meningkatkan peluang di dunia profesional. 


Kak Maria selaku pembicara mengatakan pula bahwa kita perlu menggali lebih jauh pengalaman - pengalaman yang kita miliki untuk bisa bekerja, pengalaman yang relevan pun tidak harus pengalaman bekerja sehingga dapat menjadi nilai untuk diri sendiri.


Pengalaman pengalaman itu kadang kadang  tidak harus berupa pekerjaan yang lain, tapi hal hal yang relevan”. Ucap kak Maria, Sabtu 28 Maret 2026.

Kak Maria juga menambahkan untuk menunjukkan kemampuan dengan dampak yang kita hasilkan sebagai individu, hal ini bisa berupa kerelawanan dan sejenisnya, “Kita harus juga menuliskan bukti atau dampak yang sudah kita berikan, misalnya di Puan Bisa dapat membuat program setiap bulan”. 


Melalui program ini, Puan Bisa berharap para peserta tidak hanya memahami konsep personal branding, tetapi juga mampu menerapkan secara nyata. Peserta diharapkan memiliki profil LinkedIn yang lebih optimal—mulai dari headline, ringkasan, hingga pengalaman yang ditampilkan secara sesuai dengan kebutuhan —serta dapat menyusun CV yang relevan dan kompetitif sesuai dengan posisi yang dituju. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu peserta menyusun langkah tepat dalam pengembangan karier, meningkatkan kepercayaan diri dalam mempresentasikan pengalaman dan pencapaian, serta memperluas jejaring profesional sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.



Narasumber

Maria Qibtiyah, HC Consultant, PT Bitama

Kontak:https://www.instagram.com/maria.qibtiyah


Narahubung

Cheryl Trivera, Project Manager Learning Space, Puan Bisa

Kontak: https://www.instagram.com/cherylltrivera



Tentang Puan Bisa:

Puan Bisa merupakan komunitas pemberdaya perempuan yang dibangun sejak 1 Oktober 2020 dengan misi untuk membantu perempuan menemukan arah karir, mengembangkan potensi diri dan menyadari kesehatan mental diri sendiri. 

https://instagram.com/puanbisa


Foto: 

https://drive.google.com/drive/folders/1E4JSz2MZxdIjz2pv4ubzu07ilNofTENg




Author: Zahara Nur’ain Fathin Bahiyati

Editor : Putri Audia Divayanti






Komentar

Rubik Puan Popular

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Takut Ditolak Orang Lain Sampai Takut dengan Diri Sendiri? Yuk, Pahami Respons Fawn

Source: Magnific Apakah Puan pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain, meski sebenarnya sedang lelah? Atau lebih memilih mengalah agar tidak cekcok dengan orang lain? Jika iya, mungkin Puan sedang mengalami respons fawn .  Di mata orang lain, selalu mengalah sering dipandang sebagai tanda bahwa seseorang itu baik hati, penyabar, dan sering bisa diandalkan. Padahal, tidak semua sikap tersebut muncul karena keinginan sendiri.  Ada kalanya Puan terus berusaha menyenangkan orang lain karena merasa itu adalah satu-satunya cara agar diterima, disukai, atau dijauhkan dari perselisihan. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda dari respons fawn . Apa Itu Respons Fawn Respons fawn adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain demi menghindari penolakan, konflik, atau kemarahan. Puan dengan respons ini biasanya rela mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri agar tetap...

Bukan Cuma IPK, What Skills Do You Actually Bring?

  Bayangin Puan lagi lihat lowongan magang. Di bagian persyaratan tertulis: good communication skills, problem solving, teamwork, time management. Lalu Puan langsung berfikir, “Tapi IPK ku cuma segini. Aku bisa apa, ya?” Padahal, ketika berbicara tentang dunia kerja, angka di transkrip nilai bukan satu-satunya hal yang dilihat. Kemampuan yang Puan punya dan bagaimana Puan menggunakannya juga menjadi bagian dalam perjalanan karier Puan, lho. Beyond the GPA IPK memang bisa menjadi salah satu gambaran akademik. Namun, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan mengatur waktu juga nggak kalah penting. Menariknya, trend skills based hiring kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Artinya, proses rekrutmen mulai lebih memperhatikan kemampuan yang dimiliki kandidat, bukan hanya latar belakang pendidikan atau nilai akademiknya. Skill Itu Nggak Harus Didapat dari Magang Kabar baiknya, Puan nggak harus menunggu sampai punya pengalaman kerja un...

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...