Langsung ke konten utama

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

  Pict by: Bustle.com Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai?  Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap. Apa Itu Overachievement Trap ? Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial.  Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada t...

Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

 

Pict by: Bustle.com

Pernahkah Puan merasa sudah berusaha dengan maksimal, tetapi merasa performa yang ditampilkan kurang ataupun berusaha untuk mengejar ekspektasi agar bisa selalu dihargai? 

Alih-alih merasa puas, Puan justru terus mendorong diri untuk melakukan hal-hal diluar batas diri Puan. Hal ini bukan karena tuntutan yang sudah jelas ada, melainkan ada dorongan untuk selalu memenuhi ekspektasi, baik diri sendiri maupun orang lain. Jika kondisi ini terasa familiar, bisa jadi Puan sedang berada dalam overachievement trap.

Apa Itu Overachievement Trap?

Overachievement trap merupakan kondisi ketika seseorang terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi, bukan karena kebutuhannya, melainkan merasa dirinya sebagai perempuan belum cukup layak dan dihargai oleh sekitar. Secara psikologis, kondisi ini berkaitan dengan perfeksionisme, terutama dipengaruhi oleh tekanan sosial. 

Paul L. Hewitt dan Gordon L. Flett menjelaskan bahwa perfeksionisme yang berorientasi pada tuntutan eksternal dapat meningkatkan stress, kecemasan, dan menurunkan kesejahteraan mental. Pada perempuan, tekanan ini sering kali tidak hanya berasal dari diri sendiri, melainkan dari lingkungan sosial yang membentuk standar tertentu sesuai porsinya. 

Mengapa Perempuan Rentan Mengalami Overachievement Trap

Dalam banyak situasi, perempuan dihadapkan pada standar yang tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya dituntut untuk kompeten dalam karier, tetapi juga diharapkan mampu memenuhi ekspektasi sosial lainnya. Kondisi ini menciptakan tekanan ganda yang mendorong perempuan untuk terus membuktikan diri. 

Akibatnya, muncul pola pikir seperti:

“Aku harus melakukan lebih baik lagi”

“Aku tidak boleh terlihat gagal”

“Aku harus memenuhi ekspektasi ini”

Pola pikir ini, jika berlangsung terus menerus, dapat membuat pencapaian terasa tidak pernah cukup.

Tanda-Tanda Overachievement Trap?

Kondisi ini sering kali terlihat seperti ambisi yang positif, tetapi sebenarnya dapat berdampak pada kesehatan mental.

Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain:

  • Sulit merasa puas dengan hasil yang telah dicapai

  • Terus menetapkan standar yang semakin tinggi

  • Merasa bersalah ketika beristirahat

  • Takut dianggap tidak cukup baik

  • Tetap memaksakan diri meskipun sudah lelah

Baca Juga: 

https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/shadow-work-memahami-bagian-dari-diri.html 

Dampak Terhadap Karir dan Kesehatan Mental

Overachievement trap  dapat memberikan dampak yang tidak terlihat secara langsung. Individu mungkin terlihat produktif dan berprestasi. Namun, di sisi lain kondisi ini dapat memicu kelelahan emosional dan tekanan psikologis. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat:

  • Menurunkan kepuasan dalam bekerja

  • Mengganggu keseimbangan kehidupan pribadi dan profesional

  • Memicu stres berkepanjangan

  • Mengurangi kemampuan untuk menikmati pencapaian

Cara Mengelola Overachievement Trap

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menerima bahwa tidak semua hal harus sempurna

  2. Menetapkan standar yang realistis dan berkelanjutan

  3. Menghargai proses, bukan hanya hasil akhir

  4. Memberikan ruang untuk beristirahat tanpa rasa bersalah

  5. Menyadari bahwa nilai diri tidak hanya ditentukan oleh pencapaian

Overachievement trap membuat seseorang terus mengejar lebih, bukan karena ingin berkembang, melainkan karena merasa belum cukup atas apa yang ia pikirkan. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental jika tidak disadari sejak awal. Oleh karena itu, penting untuk memahami batas diri, mengelola ekspektasi, dan membangun cara pandang yang lebih seimbang terhadap pencapaian. Karena pada akhirnya, berkembang tidak harus selalu berarti memaksa diri tanpa henti. 

Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Penulis & Editor: Lilian Deha


Referensi:

Hewitt, P. L., & Flett, G. L. (1991). Perfectionism in the self and social contexts: Conceptualization, assessment, and association with psychopathology. Journal of Personality and Social Psychology, 60(3), 456–470.


Komentar

Rubik Puan Popular

Shadow Work: Memahami Bagian dari Diri yang Sering Ditutupi

(Sumber foto: Pexels) Puan pernah mendengar istilah shadow work ?  Mungkin ada beberapa dari Puan yang melihat  kata-kata ini di beranda sosial media terlebih jika sering mencari topik yang berhubungan dengan self-development.  Shadow work sendiri adalah sebuah teknik yang dikenalkan oleh Carl Jung, dimana kita sebagai individu tidak hanya mengenali bagian positif yang ada di dalam diri tetapi juga mengenali bagian negatifnya.    Dalam hal ini mengenali bagian negatif dari diri memiliki tujuan untuk memahami alasan dibalik mengapa kita bisa merasa emosi, cemburu, dan lainnya.   Tujuan utama dari praktik ini sebenarnya terletak pada penerimaan diri secara keseluruhan, dan untuk menerima kita harus berani untuk melihat sisi yang kurang baik dari diri sendiri. Bukan untuk dikritik tapi untuk dipahami. "The most terrifying thing is to accept oneself completely."- Carl Jung  Pengertian Shadow  Shadow ternyata nggak melulu tentang hal negatif nih Puan. ...

Friendship Break-Up: Putus dalam Hubungan Pertemanan!

Puan pasti sering denger atau ngalamin yang namanya putus cinta. Perihal putus cinta biasanya berkaitan dengan pasangan atau pacar, tapi pernah nggak sih Puan ngalamin atau tahu kalau hubungan pertemanan juga bisa kandas? Hal ini diberi istilah “Friendship Break Up” .  Gimana Sih Hubungan Pertemanan Itu? Sama kayak pasangan dan keluarga,  percaya nggak sih kalau hubungan pertemanan juga membawa sisi emosional?  Kita bisa berkembang di lingkungan tertentu karena pengaruh dari orang-orang yang ada disekitar termasuk teman.  Menurut Kaitlyn Flannery salah satu profesor psikologi dari State University of New York College, sebagai makhluk sosial kita menginginkan validasi selain dari lingkungan rumah yang berasal dari  individu lain yang seumuran dengan diri kita, makanya hubungan pertemanan bisa  menjadi sumber dukungan sosial maupun emosional .  Kita menjalin hubungan persahabatan dengan teman pasti kita akan diajak untuk mengenali satu sama lain. Mulai d...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...