Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

 

It Girl Mindset


Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya?

Well, jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘It Girl Mindset’.

Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini!

Pengertian It Girl Mindset

Melansir dari halaman Plum Healthy Fine, It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya.

Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk orang lain.

Pada intinya, seorang It Girl tahu betul kapan harus memprioritaskan diri dan meraih goals yang mereka tetapkan. Kedengarannya cukup mengagumkan, bukan?

Puan juga bisa loh, untuk menjadi seorang It Girl! Ayo simak caranya di bawah ini.

5 Langkah Ampuh untuk Menjadi Seorang It Girl

Menjadi seorang It Girl bukan soal mengikuti tren semata, tetapi tentang membangun pola pikir dan kebiasaan yang membuatmu bersinar. Berikut lima langkah praktis yang bisa kamu terapkan untuk menjadi versi terbaik dirimu dan memancarkan It Girl energy setiap hari.

1. Membangun Mindset Positif

Mindset atau pola pikir adalah dasar utama yang memengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Mereka yang memiliki pola pikir positif cenderung melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih baik.

2. Menghargai Diri Sendiri

Menghargai diri sendiri berarti memiliki kepercayaan pada kemampuan dan nilai diri. Selain itu, seseorang yang menghargai dirinya cenderung memiliki prinsip yang kokoh sehingga tidak mudah dipengaruhi atau dikendalikan oleh orang lain.

3. Seimbangkan antara Kesehatan dan Kesenangan

Perempuan biasanya gagal menjalankan gaya hidup sehat karena pola pikir “semua atau tidak sama sekali”. Puan bisa, loh untuk menikmati makanan lezat di akhir pekan, tetapi cobalah untuk lebih sehat di hari kerja dengan tetap aktif dan berolahraga.

4. Bangun Koneksi

Dewasa ini, membangun jaringan menjadi cara yang ampuh untuk meraih kesuksesan. Puan bisa menghadiri acara sosial dan pesta yang dihadiri oleh orang-orang di berbagai bidang. Jangan lupa untuk bertukar kontak dengan orang-orang yang telah ditemui dan beri tahu bahwa mereka dapat menghubungi Puan ketika mereka membutuhkan.

5. Be Well-Spoken

Dalam setiap bidang kehidupan, memiliki keterampilan komunikasi yang baik dapat membantu kamu mengartikulasikan pikiran dengan jelas. Perempuan yang pandai berbicara biasanya tidak takut untuk mengungkapkan pikiran mereka, tetapi tetap tahu cara bersikap sopan pada saat yang sama. Puan bisa membaca buku untuk meningkatkan kosakata dan mempelajari frasa baru untuk meningkatkan kemampuan berbicara.

Menjadi seorang It Girl bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang bagaimana kamu membangun mindset yang kuat, mencintai diri sendiri, dan konsisten menjalani kebiasaan positif. Lima langkah di atas adalah awal yang bisa kamu praktikkan untuk mulai bersinar dengan caramu sendiri. Ingat, It Girl energy datang dari dalam diri—percaya, lakukan, dan biarkan versi terbaikmu bersinar.


REFERENSI:

It Girl: Pengertian dan Cara Membangun Kepribadian Positif

Mengenal It Girl ala Alpha Female, Tren untuk Perempuan yang Viral di Instagram

How To Become An It Girl – 12 Magical Habits


Penulis: Clarisa Amelia Putri

Editor: Clarisa Amelia Putri

Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...