Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...
Terkadang ekspektasi tak sejalan dengan realita yang diperoleh. Ekspektasi yang ada dalam diri seseorang bisa dipengaruhi banyak hal, sehingga dampak yang ditimbulkan juga beragam. Mengontrol ekspektasi diperlukan agar harapan yang tinggi tidak menjadi bumerang bagi Puan. Pernahkan Puan mendengar kalimat “No expectation, no disappointments”. Ekspektasi sering menjadi hal yang membuat orang mudah kecewa, sedih, dan menjadi tidak bersemangat. Meskipun begitu, ekspektasi bisa menjadi sumber motivasi loh, Puan! Apalagi bila diimbangi rencana yang matang untuk mewujudkannya. Apakah Puan termasuk orang yang sering berekspektasi tinggi? Berekspektasi adalah hal yang sulit untuk dihilangkan karena setiap orang pasti menginginkan hal yang terbaik bagi dirinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar Puan bisa mengontrol ekspektasi di dalam diri. Berikut Puan Bisa akan memberikan tips cara menjaga ekspektasi agar tidak terlalu tinggi: 1. Menyeimbangkan antara logika dan perasaan Saat Puan mem...