Langsung ke konten utama

Postingan

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...
Postingan terbaru

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if , Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan?  Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri? Sumber: Magnific.com Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan.  Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju. Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan.  Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memb...

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri dari Drama Our Unwritten Seoul

Ilustrasi: magnific.com Puan pernah gak, merasa teman-teman lain sudah mencapai banyak goals hidup mereka, sedangkan Puan justru merasa hilang arah dan masih mencari tahu ingin mencapai hal apa? Semua perasaan itu mungkin terasa familiar bagi banyak anak muda. Kita hidup di tengah masyarakat dengan harapan atau ekspektasi yang tinggi. Tanpa kita sadari, pencapaian orang lain justru bisa menjadi standar untuk mengukur diri sendiri. Padahal, setiap orang punya waktu dan potensinya masing-masing. Our Unwritten Seoul , sebuah drama korea yang ceritanya sangat relate dengan anak muda saat ini, bisa jadi tontonan ringan yang pastinya meninggalkan kesan mendalam bagi Puan. Kisah dua saudara kembar, yaitu Yoo Mi-ji dan Yoo Mi-rae dalam drama ini mengajarkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah proses panjang yang butuh keberanian.  Berhenti Membandingkan Diri Drama ini menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak selalu baik seperti apa yang terlihat dari luar. Seseorang yang terlihat ...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...