Langsung ke konten utama

Postingan

Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran

  Image by: Metro.UK Puan pernah ga sih lagi scroll Instagram atau TikTok saat Lebaran, terus ngeliat postingan temen-temen yang kelihatan sempurna banget? Baju lebaran yang kece, THR gede, liburan ke luar negeri, atau kumpul keluarga yang harmonis. Terus Puan ngeliat kehidupan Puan sendiri dan mikir, "Kok aku doang yang begini?" Nah, perasaan kayak gini namanya comparison trap atau jebakan perbandingan. Dan percaya deh, Puan nggak sendiri yang ngalamin ini. Baca Juga: Saat Amarah Terasa Penuh, Bergerak Bisa Membantu Apa Itu Comparison Trap? Social comparison atau perbandingan sosial adalah kondisi di mana kita sering membandingkan diri dengan orang-orang terdekat seperti saudara, teman sekolah, tetangga, atau yang lain. Menurut Majalah Sunday, hal ini sebenarnya wajar dan bisa jadi acuan untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Tapi sebaliknya, perbandingan ini bisa menjadi masalah ketika iri dengan pencapaian orang lain.  Saat Lebaran, comparison trap ini makin parah kare...
Postingan terbaru

850 Beauty Enthusiasts Ramaikan Glow Fest 2.0 by Geng Glowing

  Keseruan Glow Fest 2.0 mempertemukan beauty enthusiasts, creators, dan brand Jakarta, 8 Maret 2026 – Geng Glowing, komunitas beauty enthusiast yang aktif menghadirkan ruang berbagi seputar skincare dan kecantikan, kembali sukses menyelenggarakan Glow Fest 2.0. Bertempat di The Hub Sinarmas Land Kuningan, acara ini berhasil menarik antusiasme lebih dari 850 partisipan yang terdiri dari anggota komunitas, beauty enthusiasts, serta content creators. Selama satu hari penuh, para pengunjung yang dikenal sebagai Glowers menikmati berbagai aktivitas menarik. Mulai dari eksplorasi booth brand, talkshow inspiratif, hingga pengalaman mencoba produk kecantikan secara langsung bersama brand-brand ternama. Pengalaman Interaktif Bersama Berbagai Brand Glow Fest 2.0 dibuka dengan sambutan dan penyampaian apresiasi kepada seluruh peserta, brand sponsor, partner, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Setelah pembukaan, para pengunjung langsung memadati berbagai booth brand...

Saat Amarah Terasa Penuh, Bergerak Bisa Membantu

Marah adalah emosi yang sangat manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, entah karena kekecewaan, tekanan, atau hal-hal kecil yang menumpuk dalam keseharian. Seringkali kita berusaha menahan amarah dan mencoba tetap terlihat tenang atau bahkan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Akan tetapi, ketika emosi dipendam, hal itu justru bisa membuat perasaan jadi lebih berat dan memenuhi pikiran.  Baca Juga: Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi  Di saat seperti itu, bergerak atau berolahraga mungkin dapat membantu menenangkan diri.  Mengapa Bergerak Bisa Membantu?  Aktivitas fisik nggak cuma bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tapi juga berpengaruh pada kondisi mental dan emosional. Ketika Puan berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati dan membuat tubuh merasa lebih rileks. karena Olahraga dapat menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, sehingga aktivitas fisik sering dikaitkan dengan berkura...

Kenali Decluttering, Aktivitas Merapikan Ruangan Serta Pikiran

Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk) Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan. Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan. Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering , Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...