Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk) Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan. Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan. Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering , Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir...
Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya? Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?” Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...