Sumber: Magnific Ada masa ketika hal-hal yang dulu membuat kita bersemangat perlahan kehilangan daya tariknya. Rencana yang menyenangkan dan sangat Puan tunggu-tunggu untuk segera diwujudkan kini seperti beban, sementara menjalani rutinitas sederhana saja membutuhkan energi lebih. Puan tetap menjalani hari dengan rutinitas normal, tetapi rasanya tidak lagi memiliki antusiasme yang sama. Namun, kehilangan semangat bukan berarti kehilangan seluruh bagian dari diri sendiri. Mungkin, saat ini kita hanya sedang berada di fase yang berbeda dan perlu belajar menerima perubahan tersebut. Sering kali Puan tetap memaksa untuk beraktivitas, namun diri Puan merasa hampa atau numb , seakan-akan hal tersebut dilakukan atas nama formalitas. Mungkin, kalimat “ I lost my spark, but I’m still here ” cukup menggambarkan keadaan tersebut. Puan tidak sekadar kehilangan semangat, namun juga kehilangan kesediaan untuk melakukan hal kecil yang sekiranya mudah dilakukan. BACA JUGA: Pressure...
Salah satu adegan dari Barbie: A Fairy Secret (www.primevideo.com) Waktu kecil, Puan mungkin mengenal Barbie hanya sebagai boneka berambut pirang dengan baju serba pink dan rumah impian yang estetik. Tapi kalau Puan lihat lebih dalam, terutama lewat pesan yang disampaikan dalam film Barbie, ada banyak banget pelajaran hidup dan self-improvement yang relatable buat kehidupan Puan sekarang. Barbie bukan lagi sekadar simbol kecantikan ideal yang bikin orang insecure . Justru, dunia Barbie bisa mengajarkan Puan tentang penerimaan diri, keberanian mendefinisikan sukses versi sendiri, dan pentingnya merangkul segala ketidaksempurnaan sebagai manusia. Baca juga: Cara Baru Jadi Soft & Powerful: Mengulik Tren Hyper Femininity! Yuk, Priska bedah pelajaran apa saja yang bisa Puan ambil dari karakter Barbie! " You Can Be Anything " Itu Nyata, Tapi Nggak Harus Sempurna Slogan klasik Barbie, " You Can Be Anything ", mengajarkan bahwa perempuan berhak bercita-cita setinggi mu...