Langsung ke konten utama

Postingan

Clean Eating: Rahasia Tubuh & Pikiran Tangguh

Image by: RSUD Meuraxa Puan, pernah nggak sih merasa harimu kayak roller coaster ? Pagi semangat banget, tapi pas jam 2 siang tiba-tiba energi drop drastis, dan rasanya pengen rebahan aja padahal tugas atau kerjaan lagi numpuk. Kita seringkali menyalahkan beban kerja yang berat atau kurang tidur, tapi pernah nggak Puan mengecek kembali apa yang Puan makan sehari-hari? Banyak dari kita di usia 18-23 tahun terjebak dalam pola makan "yang penting kenyang." Padahal, apa yang Puan makan bukan sekadar asal kenyang, melainkan bahan bakar utama bagi otak dan emosi Puan. Inilah mengapa clean eating hadir bukan sebagai diet ketat yang menyiksa, tapi sebagai bentuk apresiasi diri ( self-respect ) agar Puan bisa tampil maksimal setiap hari. Clean Eating untuk Tubuh yang Powerful Saat kita bicara soal clean eating , kita bicara soal memilih real food yang diproses seminimal mungkin. Bayangkan sayuran segar, buah-buahan, protein berkualitas, dan karbohidrat kompleks sebagai energi untuk...
Postingan terbaru

Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself

Ada fase dalam hidup ketika Puan gak lagi gagal, tetapi juga belum ngerasa benar-benar ‘sampai’. Hidup berjalan seperti biasanya, rutinitas tetap dilakukan, tanggung jawab tetap dilaksanakan, namun di dalam diri muncul rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Bukan karena hidup berantakan, melainkan karena Puan mulai mempertanyakan hal-hal yang dulu masih terasa pasti. Fase ini sering kali gak disadari sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Ia datang tanpa tanda dramatis, tanpa perubahan besar, namun pelan-pelan menggeser cara Puan memandang diri sendiri dan arah hidup. Feeling lost in the process of finding yourself , proses menjadi diri sendiri yang berjalan perlahan, namun membentuk fondasi yang kuat. Dalam proses ini, ada beberapa pengalaman yang kerap dirasakan banyak orang, dan kemungkinan besar juga dirasakan oleh Puan. • Muncul dorongan untuk mempertanyakan jati diri Puan mulai bertanya tentang siapa diri Puan sebenarnya, bukan berdasarkan peran atau ekspektasi, tetapi berda...

The Art of Saying “No”: Cara Menolak Tanpa Perlu Merasa Bersalah

  Ilustrasi Perempuan Mengatakan Tidak (huffpost.com) Pernah nggak sih, Puan merasa jadwal harian tuh penuh bukan karena kegiatan sendiri, melainkan karena banyaknya nongkrong ? Mau menolak ajakan nongkrong padahal lagi capek, tapi nggak enak. Mau nolak tambahan kerjaan padahal tugas sendiri masih numpuk, tapi takut dibilang nggak loyal. Kalau iya, Puan mungkin sedang terjebak dalam sindrom people pleaser. Priska kasih tau ya, jadi orang "nggak enakan" itu capeknya luar biasa. Kabar baiknya, Puan bisa kok belajar berkata tidak tanpa harus merasa jadi orang jahat. Yuk, kita bahas cara membangun boundaries atau batasan diri! Kenapa Kita Susah Banget Bilang "Nggak"? Akar masalahnya biasanya satu nih, takut nggak disukai atau takut mengecewakan orang lain. Mungkin bagi Puan, mengatakan “iya” identik dengan menjadi orang baik, sedangkan “tidak” sering ngerasa kayak sikap egois. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Saat Puan selalu bilang "iya" ke orang...

Mengenali Kepribadian Ganda lewat Drakor Can This Love Be Translated

Image by: Netflix Puan, tau nggak sih kalau ada drama korea bergenre romance comedy , tapi uniknya diselipkan isu mental health ? Dari cerita yang bikin baper, drakor berjudul “Can This Love Be Translated” justru mengajak penonton masuk ke konflik batin dari tokoh utama yang baru menyadari bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda, atau dalam istilah psikologi disebut Dissociative Identity Disorder (DID) . Di drama ini, kepribadian ganda dijadikan sebagai “Defense mechanism ” yang bikin otak punya cara sendiri buat melindungi dari rasa sakit yang terlalu berat untuk ditanggung. Sampai akhirnya pikiran punya mekanisme sendiri buat melindungi diri. Eits, tapi perlu dicatat ya, Puan, kalo kondisi ini bukan asumsi sembarangan, tapi didiagnosis oleh profesional. Apa sih penyebab kepribadian ganda pada Tokoh Utamanya? 1. Trauma Masa Kecil Adanya trauma berat dan berulang saat kecil bisa membuat otak mencari cara agar bisa tetap “bertahan.” Salah satunya, dengan memisahkan pengalaman dan e...

DIGITAL ANXIETY & KELELAHAN MENTAL di Dunia yang Serba “MENUNTUT”

  Image by: Lucca “It’s not the load that breaks you down, it’s the way you carry it”  - Lou Holtz- Puan pernah nggak sih merasa mudah lelah padahal nggak lagi beraktivitas berat? Secara fisik mungkin baik-baik saja, namun isi pikiran rasanya penuh hingga membuat dada sesak. Banyak hal yang harus dipikirkan, dilakukan, dan dikejar untuk masa depan. Rasanya selalu ada yang tertinggal, selalu ada yang kurang. Dunia yang serba “menuntut” akan segalanya ini seringkali tuntutan itu hadir melewati layar ponsel yang sehari-hari Puan gunakan. Dari sinilah digital anxiety dan kelelahan mental mulai mengambil ruang satu persatu dalam kehidupan banyak orang.  Apa itu Digital Anxiety?  Digital anxiety adalah kondisi ketika seseorang mengalami kecemasan, ketegangan, atau rasa gelisah akibat paparan digital yang berlebihan dan berkelanjutan. Bukan hanya karena media sosial, melainkan karena tuntutan untuk selalu responsif, selalu update, dan selalu siap secara real life.  M...