Langsung ke konten utama

Postingan

I Lost My Spark, But I’m Still Here: Belajar Menjalani Hidup Meski Tidak Lagi Merasa Seperti Diri Sendiri

  Sumber: Magnific Ada masa ketika hal-hal yang dulu membuat kita bersemangat perlahan kehilangan daya tariknya. Rencana yang menyenangkan dan sangat Puan tunggu-tunggu untuk segera diwujudkan kini seperti beban, sementara menjalani rutinitas sederhana saja membutuhkan energi lebih.  Puan tetap menjalani hari dengan rutinitas normal, tetapi rasanya tidak lagi memiliki antusiasme yang sama. Namun, kehilangan semangat bukan berarti kehilangan seluruh bagian dari diri sendiri. Mungkin, saat ini kita hanya sedang berada di fase yang berbeda dan perlu belajar menerima perubahan tersebut. Sering kali Puan tetap memaksa untuk beraktivitas, namun diri Puan merasa hampa atau numb , seakan-akan hal tersebut dilakukan atas nama formalitas. Mungkin, kalimat “ I lost my spark, but I’m still here ” cukup menggambarkan keadaan tersebut. Puan tidak sekadar kehilangan semangat, namun juga kehilangan kesediaan untuk melakukan hal kecil yang sekiranya mudah dilakukan.  BACA JUGA: Pressure...
Postingan terbaru

Lebih dari Sekadar Boneka Cantik: What Can We Learn from Barbies

Salah satu adegan dari Barbie: A Fairy Secret (www.primevideo.com) Waktu kecil, Puan mungkin mengenal Barbie hanya sebagai boneka berambut pirang dengan baju serba pink dan rumah impian yang estetik. Tapi kalau Puan lihat lebih dalam, terutama lewat pesan yang disampaikan dalam film Barbie, ada banyak banget pelajaran hidup dan self-improvement yang relatable buat kehidupan Puan sekarang. Barbie bukan lagi sekadar simbol kecantikan ideal yang bikin orang insecure . Justru, dunia Barbie bisa mengajarkan Puan tentang penerimaan diri, keberanian mendefinisikan sukses versi sendiri, dan pentingnya merangkul segala ketidaksempurnaan sebagai manusia. Baca juga: Cara Baru Jadi Soft & Powerful: Mengulik Tren Hyper Femininity! Yuk, Priska bedah pelajaran apa saja yang bisa Puan ambil dari karakter Barbie! " You Can Be Anything " Itu Nyata, Tapi Nggak Harus Sempurna Slogan klasik Barbie, " You Can Be Anything ", mengajarkan bahwa perempuan berhak bercita-cita setinggi mu...

Manifestasi Saja Nggak Cukup, Yuk Kenali Cara Kerja Law of Attraction!

Sumber: pexels.com Coba buka TikTok, Instagram, atau X terus perhatikan konten yang muncul di beranda Puan. Mungkin Puan akan menemukan berbagai video tarot, ramalan masa depan, atau kalimat seperti " claim this energy " dan " the universe has something planned for you ". Konten-konten seperti ini semakin akrab di media sosial dan sering dikaitkan dengan law of attraction (LOA) atau hukum tarik-menarik, yang kini lebih populer kini lebih populer dengan sebutan manifestasi. Apa Itu Law of Attraction ? Secara sederhana, law of attraction merupakan gagasan bahwa pikiran dan perasaan seseorang dapat menarik pengalaman yang serupa ke dalam kehidupannya. Jika Puan semakin sering memiliki pikiran positif, maka semakin terbuka pula jalan bagi berbagai hal positif untuk hadir di Puan. Sebaliknya, semakin sering Puan berpikir negatif atau berburuk sangka, maka Puan akan lebih sering menarik pengalaman yang kurang menyenangkan. Konsep ini bukan hal baru. Gagasannya telah lam...

Pressure to Survive in This Economy: Membedah Hustle Culture dalam Gaya Hidup, Puan!

Belakangan ini ramai dibicarakan dalam media sosial terkait perdebatan penurunan gaya hidup in this economy . Katanya, gaya hidup masyarakat saat ini sangat tinggi, sampai akhirnya berada di fase kesulitan secara finansial. Namun, bagaimana jika sebenarnya Puan telah bekerja keras dan terus-menerus mencari cuan? Fase apa yang sebenarnya sedang Puan tempuh saat ini? Sumber: Magnific.com Realitas Ekonomi Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat media sosial menjadi salah satu media untuk bertransaksi secara digital dan menjadi salah satu media yang memengaruhi perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Hal tersebut dapat dikatakan positif untuk membantu perekonomian, tetapi jika Puan tidak dapat mengontrol penggunaan media sosial sebagai alat transaksi dengan baik, maka Puan dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dan dapat memengaruhi keuangan individu. Namun, apakah kesulitan secara finansial yang Puan hadapi saat ini hanya dipengaruhi oleh fakto...