Marah adalah emosi yang sangat manusiawi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, entah karena kekecewaan, tekanan, atau hal-hal kecil yang menumpuk dalam keseharian. Seringkali kita berusaha menahan amarah dan mencoba tetap terlihat tenang atau bahkan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Akan tetapi, ketika emosi dipendam, hal itu justru bisa membuat perasaan jadi lebih berat dan memenuhi pikiran. Baca Juga: Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi Di saat seperti itu, bergerak atau berolahraga mungkin dapat membantu menenangkan diri. Mengapa Bergerak Bisa Membantu? Aktivitas fisik nggak cuma bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tapi juga berpengaruh pada kondisi mental dan emosional. Ketika Puan berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati dan membuat tubuh merasa lebih rileks. karena Olahraga dapat menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, sehingga aktivitas fisik sering dikaitkan dengan berkura...
Ilustrasi seseorang yang melakukan Decluttering (thelifestyleconcept.co.uk) Pernah nggak, Puan ngerasa sulit berkonsentrasi atau tiba-tiba ngerasa pusing hanya karena ngeliat tumpukan baju di atas kursi atau meja yang dipenuhi kertas nggak dipakai? Kalo iya, Puan nggak sendirian. Fenomena ini adalah cerminan dari kondisi mental Puan. Hal ini disebut Decluttering, yang artinya seni memilah dan membuang barang yang nggak lagi dibutuhkan. Sekarang bukan lagi sekadar tren gaya hidup minimalis, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Yuk! Priska bedah mengapa merapikan barang bisa berdampak besar bagi kedamaian batin Puan. Secara psikologis, otak Puan pasti suka sama kerapihan. Lingkungan yang berantakan sering kali menciptakan apa yang disebut dengan Visual Noise atau kebisingan visual. Hasilnya? Puan jadi lebih mudah stres, sulit fokus, dan merasa cepat lelah secara mental. Dengan melakukan decluttering , Puan sebenarnya lagi ngasih nafas bagi otak agar bisa berpikir...