Image by: Headspace.com Puan pernah nggak sih tiba-tiba beli sesuatu yang sebenernya nggak butuh-butuh amat cuma karena lagi diskon? Atau mungkin langsung nge-reply chat dengan emosi tanpa mikir dulu bakal nyakitin orang atau nggak? Nah, perilaku kayak gini namanya impulsif. Meskipun kadang terlihat spontan dan fun , kalau terlalu sering, impulsif bisa bikin hidup kita berantakan, dari keuangan sampai hubungan dengan orang lain. Baca Juga: Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself Apa Itu Perilaku Impulsif? Menurut Verywell Mind, impulsivitas atau perilaku impulsif didefinisikan secara luas sebagai tindakan tanpa perencanaan yang kurang dipikirkan matang, diekspresikan secara prematur, terlalu berisiko, dan tidak sesuai dengan situasinya. Perilaku impulsif ini dikaitkan dengan hasil yang tidak diinginkan, bukan yang diharapkan. Jadi orang yang impulsif ini sering bertindak berdasarkan keinginan atau emosi sesaat, tanpa jeda untuk mikir konsekuensinya. Kenapa O...
Photo by: Tara Brach Puan ngerasa nggak sih, kalau pengkritik paling kejam dalam hidup itu justru diri kita sendiri? Kita sering banget nuntut diri buat tampil sempurna. Pas gagal sedikit atau bikin salah kecil, langsung deh: “ Duh, kayaknya aku emang nggak bakat deh di sini," atau "Kenapa sih tadi aku ngomong gitu? Malu-maluin banget!" Di sinilah pentingnya Self-Compassion . Puan, self-compassion itu bukan berarti manjain diri atau malas-malasan, ya. Tapi itu adalah keberanian untuk memperlakukan diri sendiri selayaknya memperlakukan sahabat tersayang, dengan lembut, sabar, dan pengertian. Baca juga: Gagal? Nggak Masalah! Waktunya Belajar Sayang Sama Diri Sendiri Seorang psikolog sekaligus guru mindfulness , Tara Brach , memperkenalkan sebuah metode meditasi ringan untuk self-compassion dalam bukunya Radical Compassion . Metode ini disebut RAIN dan ngajak kita buat berhenti perang sama emosi negatif dan mulai memeluknya. Yuk, kita cari tahu langkah-langkah RAIN su...