Langsung ke konten utama

Postingan

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...
Postingan terbaru

Bukan Cuma IPK, What Skills Do You Actually Bring?

  Bayangin Puan lagi lihat lowongan magang. Di bagian persyaratan tertulis: good communication skills, problem solving, teamwork, time management. Lalu Puan langsung berfikir, “Tapi IPK ku cuma segini. Aku bisa apa, ya?” Padahal, ketika berbicara tentang dunia kerja, angka di transkrip nilai bukan satu-satunya hal yang dilihat. Kemampuan yang Puan punya dan bagaimana Puan menggunakannya juga menjadi bagian dalam perjalanan karier Puan, lho. Beyond the GPA IPK memang bisa menjadi salah satu gambaran akademik. Namun, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan mengatur waktu juga nggak kalah penting. Menariknya, trend skills based hiring kini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Artinya, proses rekrutmen mulai lebih memperhatikan kemampuan yang dimiliki kandidat, bukan hanya latar belakang pendidikan atau nilai akademiknya. Skill Itu Nggak Harus Didapat dari Magang Kabar baiknya, Puan nggak harus menunggu sampai punya pengalaman kerja un...

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...

Takut Ditolak Orang Lain Sampai Takut dengan Diri Sendiri? Yuk, Pahami Respons Fawn

Source: Magnific Apakah Puan pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain, meski sebenarnya sedang lelah? Atau lebih memilih mengalah agar tidak cekcok dengan orang lain? Jika iya, mungkin Puan sedang mengalami respons fawn .  Di mata orang lain, selalu mengalah sering dipandang sebagai tanda bahwa seseorang itu baik hati, penyabar, dan sering bisa diandalkan. Padahal, tidak semua sikap tersebut muncul karena keinginan sendiri.  Ada kalanya Puan terus berusaha menyenangkan orang lain karena merasa itu adalah satu-satunya cara agar diterima, disukai, atau dijauhkan dari perselisihan. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda dari respons fawn . Apa Itu Respons Fawn Respons fawn adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain demi menghindari penolakan, konflik, atau kemarahan. Puan dengan respons ini biasanya rela mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri agar tetap...