Langsung ke konten utama

Let Them Theory: Berhenti Mengejar yang Tidak Meimilih Puan

Image by: KPU KAB-NDUGA  Puan pernah nggak sih merasa sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan seseorang, tapi tetap saja hasilnya mengecewakan? Atau Puan terus memikirkan sikap orang lain, mencoba memahami, bahkan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali? Perasaan seperti ini sering membuat Puan lelah tanpa disadari, karena terlalu fokus pada hal yang tidak bisa diatur. Di sinilah The Let Them Theory mulai terasa relevan. Konsep ini memperkenalkan cara pandang sederhana, bahwa tidak semua hal perlu diperjuangkan mati-matian, terutama jika itu melibatkan kehendak orang lain. Baca Juga:  https://puanbisa.blogspot.com/2026/04/be-of-service-ternyata-kunci-pede.html Apa sih Let Them Theory itu? Sering kali, tanpa disadari, Puan menghabiskan banyak energi untuk mencoba memahami, memperbaiki, atau bahkan mengendalikan orang lain. Padahal, tidak semua hal memang berada dalam kendali Puan. Konsep “ let them ” pada dasarnya mengajak Puan untuk be...

Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran

 



Image by: Metro.UK

Puan pernah ga sih lagi scroll Instagram atau TikTok saat Lebaran, terus ngeliat postingan temen-temen yang kelihatan sempurna banget? Baju lebaran yang kece, THR gede, liburan ke luar negeri, atau kumpul keluarga yang harmonis. Terus Puan ngeliat kehidupan Puan sendiri dan mikir, "Kok aku doang yang begini?" Nah, perasaan kayak gini namanya comparison trap atau jebakan perbandingan. Dan percaya deh, Puan nggak sendiri yang ngalamin ini.


Baca Juga: Saat Amarah Terasa Penuh, Bergerak Bisa Membantu


Apa Itu Comparison Trap?

Social comparison atau perbandingan sosial adalah kondisi di mana kita sering membandingkan diri dengan orang-orang terdekat seperti saudara, teman sekolah, tetangga, atau yang lain. Menurut Majalah Sunday, hal ini sebenarnya wajar dan bisa jadi acuan untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Tapi sebaliknya, perbandingan ini bisa menjadi masalah ketika iri dengan pencapaian orang lain. 

Saat Lebaran, comparison trap ini makin parah karena semua orang posting momen terbaik mereka di media sosial. Feed penuh dengan foto outfit lebaran yang perfect, makanan mewah, THR yang melimpah, dan keluarga yang terlihat bahagia banget. Padahal kita nggak tau apa yang sebenarnya terjadi dibalik foto itu. Yang kita lihat cuma highlight reel, bukan realita sebenarnya.


Kenapa Comparison Trap Sering Terjadi saat Lebaran?

Ada beberapa alasan kenapa kita lebih rentan terjebak comparison saat Lebaran:

  • Media sosial makin aktif: Semua orang posting momen Lebaran, jadi feed kita penuh dengan konten yang bisa bikin insecure
  • Ekspektasi tinggi: Lebaran identik dengan kebahagiaan, jadi ada tekanan untuk "terlihat baik"
  • Silaturahmi yang intens: Ketemu banyak orang dan dengar cerita kesuksesan mereka bisa bikin kita ngerasa tertinggal
  • FOMO (Fear of Missing Out): Takut ketinggalan atau ngerasa hidup kita kurang seru dibanding orang lain

Dampak Comparison Trap
Terjebak dalam comparison trap bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan well-being kita:
  • Menurunkan self-esteem
  • Merusak momen berharga
  • Mendorong perilaku impulsif
  • Mengurangi rasa syukur
Cara Dealing dengan Comparison Trap saat Lebaran:
  1. Good news-nya, kita bisa keluar dari jebakan ini dengan beberapa cara:
  2. Limit social media time: Kurangi waktu scrolling, terutama kalau mulai ngerasa insecure. Set batasan, misalnya cuma buka medsos 30 menit sehari
  3. Ingat bahwa social media bukan realita: Orang cuma posting yang bagus-bagus aja. Nggak ada yang posting pas lagi bertengkar keluarga atau THR-nya kecil
  4. Practice gratitude: Fokus ke apa yang Puan punya, bukan yang nggak punya. Coba bikin gratitude list setiap hari
  5. Celebrate your own wins: Nggak peduli sekecil apapun. Puan masih hidup, sehat, dan bisa merayakan Lebaran itu udah achievement.
Comparison trap saat Lebaran itu real dan banyak orang mengalami nya. Tapi inget, Lebaran bukan tentang siapa yang paling sukses, paling kaya, atau paling perfect. Lebaran adalah tentang bersyukur, memaafkan, dan merayakan dengan cara Puan sendiri.
Hidup Puan punya timeline sendiri, dan itu nggak perlu dibandingkan dengan siapapun. Jadi tahun ini, yuk coba lebih fokus ke kebahagiaan Puan sendiri daripada kesempurnaan yang terlihat di layar. You're doing better than you think!



Author & Editor: Anisa Zahara
Referensi: Aprianti, N. A. (n.d.). Social comparison trap di media sosial! Majalah Sunday. https://majalahsunday.com/scrolling-tanpa-sadar-minder-tanpa-alasan-cara-keluar-dari-social-comparison-trap-di-media-sosial/





Komentar

Rubik Puan Popular

FOBO dalam Karier: Takut Salah Pilih atau Takut Kehilangan Pilihan Karier yang Lebih Baik?

Pict by: Monse Pernahkah Puan berada pada situasi harus memilih, seperti melanjutkan kerja atau studi, berpindah karier atau bertahan, mengambil peluang saat ini atau menunggu kesempatan yang lebih baik, tetapi justru semakin ragu? Alih-alih mengambil keputusan, Puan justru menunda hal tersebut, bukan karena tidak memiliki pilihan, melainkan karena terlalu banyaknya pilihan yang dihadapkan oleh Puan. Kondisi ini dapat dikenal sebagai FOBO (Fear of Better Options) dalam karier.  Apa Itu FOBO? FOBO (Fear of Better Options) merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan mengambilkeputusan karena khawatir terdapat pilihan lain yang lebih baik diluar sana. Istilah ini diperkenalkan oleh Patrick J. McGinnis, yang menjelaskan bahwa individu dengan FOBO cenderung empertahankan semua opsi agar tetap terbuka. Secara psikologis, FOBO berkaitan dengan kecenderungan maximizing , yaitu dorongan untuk selalu mendapatkan hasil terbaik, bukan sekadar hasil yang memadai.  Penelitian oleh Sheena...

Friendship Break-Up: Putus dalam Hubungan Pertemanan!

Puan pasti sering denger atau ngalamin yang namanya putus cinta. Perihal putus cinta biasanya berkaitan dengan pasangan atau pacar, tapi pernah nggak sih Puan ngalamin atau tahu kalau hubungan pertemanan juga bisa kandas? Hal ini diberi istilah “Friendship Break Up” .  Gimana Sih Hubungan Pertemanan Itu? Sama kayak pasangan dan keluarga,  percaya nggak sih kalau hubungan pertemanan juga membawa sisi emosional?  Kita bisa berkembang di lingkungan tertentu karena pengaruh dari orang-orang yang ada disekitar termasuk teman.  Menurut Kaitlyn Flannery salah satu profesor psikologi dari State University of New York College, sebagai makhluk sosial kita menginginkan validasi selain dari lingkungan rumah yang berasal dari  individu lain yang seumuran dengan diri kita, makanya hubungan pertemanan bisa  menjadi sumber dukungan sosial maupun emosional .  Kita menjalin hubungan persahabatan dengan teman pasti kita akan diajak untuk mengenali satu sama lain. Mulai d...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Kesal Punya Teman Suka Ikut-Ikutan? Yuk, kenali Istilah Copy Cat Behavior!

Image by Entrepreneurship Compass   “Aku beli ini dia beli juga, aku ngelakuin ini dia juga ikut-ikutan, ih nyebelin dah!” Hai Puan! Siapa yang di sini pernah ngomel-ngomel karena merasa kesal ditiru oleh teman atau orang di sekitar Puan? Hm, memang sih memiliki tindakan, perilaku, hingga  style  yang serupa bisa saja terjadi dikarenakan memang produk-produk yang kamu pakai sedang  best seller  atau  trend  sehingga teman kamu pun juga tak sengaja membeli produk yang sama seperti kamu. Mungkin Puan cenderung merasa senang ataupun biasa saja ketika mengetahui orang terdekat Puan memiliki barang yang sama dengan kamu. Namun, bagaimana jadinya jika “persamaan” tersebut terjadi berkali-kali dan orang terdekat kamu terus menerus meniru kamu? Tentu kamu akan merasa tidak nyaman. Nah, perilaku tersebut disebut sebagai  copycat behaviour .  Copycat behaviour  merupakan perilaku menyalin atau meniru seseorang. Banyak alasan-alasan kenapa pelaku ...

Malas atau Burn Out? Jangan Sampai Salah Mengartikannya!

  Puan, pernah nggak sih dalam sehari kerjaan Puan cuman rebahan sambil doom scrolling , nggak mood melakukan sesuatu, dan capek banget sehingga benar-benar hanya ingin beristirahat? Hal tersebut bisa terjadi karena dua hal. Yang pertama, Puan bisa jadi mengalami burn out , atau yang kedua Puan memang lagi malas aja. Nah, kedua hal ini sering disalahartikan loh! Jadi, Puan harus lebih berhati-hati lagi! Kita harus bisa membedakan kondisi yang sedang dialami oleh tubuh kita. Sehingga, Puan pun tidak salah dalam menyikapi sikap tersebut.  Apa sih Burn Out itu? Menurut WHO, burn out adalah s uatu kondisi kelelahan fisik dan mental yang dialami seseorang akibat kehidupan profesionalnya. Hal ini bisa jadi karena kerjaan yang menumpuk, atau bisa jadi karena lembur tanpa liburan yang tak kunjung datang. Efek dari burn out ini tidak bisa kita anggap remeh, Puan. Burn out bisa membuat kita susah fokus, kesulitan untuk berpikir jernih, hingga kelelahan fisik. Nah, apa sih perbeda...