Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang. Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?” 1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...
freepik.com Siapa di dunia ini yang tidak pernah mengeluh? Tentunya kita semua pernah. Konon katanya, mengeluh adalah hobi dari kebanyakan orang. Dengan mengeluh, rasa stres memang bisa berkurang, tetapi apabila dilakukan terus-menerus, mengeluh bisa berubah menjadi kebiasaan marah yang serius. Kebiasaan mengeluh terus-menerus dapat mengubah cara kerja otak kamu dalam merespons hal-hal negatif. Keluhan-keluhan yang awalnya kecil bisa menjadi pembentuk kepribadianmu. Boleh nggak sih kita ngeluh? Nggak ada yang salah dengan mengekspresikan apa yang kamu rasakan, tentunya kamu tidak ingin mengubur perasaanmu. Jika ada sesuatu yang pantas dikeluhkan, lakukanlah. Namun, harus terus memantau perasaanmu mengenai hal yang kamu keluhkan, apakah itu pantas untuk dikeluhkan atau hanya perasaanmu saja? Menjaga sikap mengeluh pada batas wajar juga sangat penting agar kamu bisa tetap maju. Tahukah Puan, orang mengeluh juga ada macamnya loh Ada yang mengeluh karena ingin diperhatik...