Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Mengulas Serba-Serbi Bisnis Florist Melalui Learning Space Artificial Flower Bouquet Bersama Puan Bisa


Puan Bisa merupakan sebuah organisasi pemberdayaan perempuan dengan gerakan penyampaian pesan positif mengenai self-improvement, career, serta mental health sehingga para perempuan muda dapat melewati masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan terarah. Sesuai dengan apa yang menjadi cita-citanya dan goals nya, Puan Bisa pun mengadakan Learning Space Offline yang ke-2 pada tahun 2024 ini.

Melalui survei mengenai kegiatan disukai perempuan muda untuk mengasah kreativitas, didapati hasil sebanyak 47% memilih tema Crafting and DIY projects, setelah adanya hasil pertimbangan dari audiens yang diharapkan semuanya dapat menikmati kegiatan tersebut. Sesuai dengan tema dari kajian tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Group Workshop Artificial Flower Bouquet 2024 dengan tema “Artificial Flower Bouquet : Learn How To Make Flower Bouquet For Beginner dengan dihadiri lebih dari 20 perempuan muda yang ingin mengasah kreativitas dan keterampilan baru khususnya dalam seni merangkai bunga artifisial. Tidak hanya itu, dari kreativitas ini dapat dijadikan peluang bisnis yang bisa dijalani oleh peserta kedepannya.

Rangkaian Puan Bisa Learning Space Offline 2024 dimulai dengan kegiatan talkshow secara langsung di Nutrihub Jakarta (Apartemen Menteng Square, Tower A) yang diselenggarakan pada tanggal 27 Juli 2024 oleh sosok perempuan muda inspiratif yakni Cinthia Tyana Azzahrah atau yang akrab dipanggil kak Azza. Talkshow berisikan pengantar mengenai bagaimana bisnis florist dapat berkembang di masa sekarang dengan perkembangan demand yang tidak hanya dalam bentuk bunga asli, tetapi juga demand yang tinggi terhadap artificial flower. 

“Kalau punya buket florist tuh bakal selalu berkembang dan bagi kalian yang mau buka mending buka dari sekarang daripada nanti keburu ketutup sama florist lain. Kalau bisnis flower bouquet itu kan banyak, jadi harus bisa cari ciri khas sendiri di bisnisnya. Nah caranya dengan learning by doing gitu,” ucap kak Azza selaku narasumber dan pembisnis florist.

Workshop diadakan setelah sesi talkshow dengan memberikan kesempatan pada peserta mengkreasikan sendiri hasil mereka. Peserta sangat antusias dengan workshop ini karena memberikan ruang yang luas kepada peserta untuk menuangkan isi dari kreativitas mereka dan belajar bagaimana menghargai setiap proses pembuatan buket bunga.

“Bikin kaya gini itu kelihatannya sederhana banget kayak belajar menghargai sesuatu yang sederhana jadi lebih bermanfaat,” ucap Agnes sebagai salah satu peserta dari Tangerang.

Tidak hanya itu, Kak Azza juga menekankan pentingnya memiliki keterampilan dan semangat dalam menjalankan bisnis dengan mencontoh perempuan muda Indonesia yang memiliki rasa bisnis yang tinggi untuk dijadikan panutan. “Untuk memulai bisnis, kita harus berani, jangan terlalu takut,” tambahnya.



Dian Yunita Fadilla, Founder Puan Bisa berharap melalui kegiatan ini peserta mampu memperoleh keterampilan baru dalam kreativitas terutama pada seni merangkai bunga artifisial dan ilmu dalam mendirikan bisnis flower bouquet dari seorang yang telah berpengalaman. 

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menyalurkan energi positif, meningkatkan keterampilan praktis, dan memperluas jaringan yang akan mendukung pengembangan diri serta karier kita ke depan. Semoga setiap buket yang nantinya dibuat tidak hanya menjadi karya seni yang indah, tetapi juga simbol dari perjalanan dan keberhasilan yang akan kita capai. Selamat berkreasi dan semoga pengalaman ini membawa inspirasi dan kesempatan baru bagi kita semua!” ucap Yunita Fadilla atau yang akrab dipanggil kak Fadil selaku pendiri Puan Bisa.

Dengan demikian, Learning Space Offline ini bukan hanya sekedar merangkai Flower Bouquet dan Talkshow saja dari Puan Bisa, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat perempuan muda Indonesia untuk menjadi individu yang lebih kuat dan penuh inspirasi dalam hal bisnis.


Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...