Salah satu adegan dari Barbie: A Fairy Secret (www.primevideo.com) Waktu kecil, Puan mungkin mengenal Barbie hanya sebagai boneka berambut pirang dengan baju serba pink dan rumah impian yang estetik. Tapi kalau Puan lihat lebih dalam, terutama lewat pesan yang disampaikan dalam film Barbie, ada banyak banget pelajaran hidup dan self-improvement yang relatable buat kehidupan Puan sekarang. Barbie bukan lagi sekadar simbol kecantikan ideal yang bikin orang insecure . Justru, dunia Barbie bisa mengajarkan Puan tentang penerimaan diri, keberanian mendefinisikan sukses versi sendiri, dan pentingnya merangkul segala ketidaksempurnaan sebagai manusia. Baca juga: Cara Baru Jadi Soft & Powerful: Mengulik Tren Hyper Femininity! Yuk, Priska bedah pelajaran apa saja yang bisa Puan ambil dari karakter Barbie! " You Can Be Anything " Itu Nyata, Tapi Nggak Harus Sempurna Slogan klasik Barbie, " You Can Be Anything ", mengajarkan bahwa perempuan berhak bercita-cita setinggi mu...
Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan. Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....