Sumber: Magnific Ada masa ketika hal-hal yang dulu membuat kita bersemangat perlahan kehilangan daya tariknya. Rencana yang menyenangkan dan sangat Puan tunggu-tunggu untuk segera diwujudkan kini seperti beban, sementara menjalani rutinitas sederhana saja membutuhkan energi lebih. Puan tetap menjalani hari dengan rutinitas normal, tetapi rasanya tidak lagi memiliki antusiasme yang sama. Namun, kehilangan semangat bukan berarti kehilangan seluruh bagian dari diri sendiri. Mungkin, saat ini kita hanya sedang berada di fase yang berbeda dan perlu belajar menerima perubahan tersebut. Sering kali Puan tetap memaksa untuk beraktivitas, namun diri Puan merasa hampa atau numb , seakan-akan hal tersebut dilakukan atas nama formalitas. Mungkin, kalimat “ I lost my spark, but I’m still here ” cukup menggambarkan keadaan tersebut. Puan tidak sekadar kehilangan semangat, namun juga kehilangan kesediaan untuk melakukan hal kecil yang sekiranya mudah dilakukan. BACA JUGA: Pressure...
Source: Bookshop.org Hai Puan! Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya. Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...