Langsung ke konten utama

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan


Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious.


Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu.


Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious!

  1. Overthinking

Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa adanya aksi nyata untuk menjalankan rencana Puan.


  1. Perfeksionisme

Keinginan untuk menjalankan semuanya dengan sempurna justru akan membunuh Puan di titik yang sama dan membuat Puan nggak bisa maju karena merasa harus “sempurna”.


  1. Distraksi Digital

Banyaknya paparan informasi dan akses yang masuk di era serba digital ini membuat Puan gampang terdistraksi oleh hal-hal kecil, seperti notifikasi media sosial, game, ataupun pesan dari teman. Distraksi kecil seperti ini sering nggak Puan sadari dan akan membuat Puan tidak bisa fokus pada rencana yang akan Puan jalani.


  1. Takut Gagal

Hidupnya Puan di era serba digital ini, memudahkan Puan untuk mengetahui pencapaian orang setiap hari dan membuat Puan ingin mendapatkan kesuksesan secara instan. Hal inilah yang menyebabkan Puan selalu ingin merasa “sempurna” dan takut gagal untuk menjalankan rencana Puan.

 

Lalu, apakah kondisi ini bisa diubah? Bisa! Puan harus memulainya dengan menjalankan langkah-langkah kecil yang konsisten dan merubah mindset Puan menjadi:


  1. “Aku harus menyelesaikan langkah ini untuk lanjut ke langkah ke dua” 

Pemikiran kecil yang berfokus pada satu tujuan akan lebih memudahkan Puan untuk menuju goals dari rencana yang telah Puan buat daripada memikirkan keseluruhan langkah yang akan dijalani.

  1. “Tugas satu sudah selesai dengan baik!”
    Pikirkan penyelesaian satu tugas dengan baik yang berarti telah berusaha menjalankan setiap proses yang diperlukan dan memberikan usaha terbaik Puan sesuai kemampuan yang Puan miliki tanpa memikirkan hasil akhirnya akan bagaimana.

  2. “Bagian mana ya yang harus kuperbaiki?” 

Setelah Puan menyelesaikan tugas dengan baik dan mendapatkan hasil akhir dari tugas tersebut, Puan bisa mulai menganalisis dan mengevaluasi hasil akhir yang didapat dari tugas sebelumnya dan bisa dijadikan catatan untuk pengerjaan tugas maupun pelaksanaan langkah selanjutnya dari rencana Puan.


Perubahan mindset tersebut akan lebih membantu Puan untuk menjalankan rencana yang telah Puan miliki. Penerapan kebiasaan kecil atau microsteps juga akan lebih membantu dan membuat otak Puan mengambil momentum “langkah satu sudah selesai, langkah selanjutnya akan terasa lebih ringan”.


Puan, jangan pernah takut dalam rencana yang telah Puan buat sendiri. Mimpi yang besar tidak hanya bisa dicapai dengan perencanaan yang dalam, tetapi juga tentang bagaimana Puan bisa menjalankan setiap prosesnya dengan langkah kecil yang pasti dan konsisten.

Jadi, langkah kecil apa yang akan Puan mulai hari ini?


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 


Referensi:

Bahtiar, F. R., Amd.Kep. (2022). Prokastinasi? Bagaimana Hal Tersebut Memengaruhi Kesehatan Mental Seseorang? https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1016/prokastinasi-bagaimana-hal-tersebut-memengaruhi-kesehatan-mental-seseorang


CNN Indonesia. (2026). Mengenal Lazy Ambitious, Punya Mimpi Besar tapi Sulit Memulai. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260730161114-284-1386689/mengenal-lazy-ambitious-punya-mimpi-besar-tapi-sulit-memulai

Universitas Ciputra. (2026). Punya Mimpi Besar, Tapi Sulit Memulai? Kenali Lazy Ambitious. https://www.ciputra.ac.id/punya-mimpi-besar-tapi-sulit-memulai-kenali-lazy-ambitious/


Penulis: Nurriska Aura Zahra


Komentar

Rubik Puan Popular

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...