Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu.
Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious!
Overthinking
Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa adanya aksi nyata untuk menjalankan rencana Puan.
Perfeksionisme
Keinginan untuk menjalankan semuanya dengan sempurna justru akan membunuh Puan di titik yang sama dan membuat Puan nggak bisa maju karena merasa harus “sempurna”.
Distraksi Digital
Banyaknya paparan informasi dan akses yang masuk di era serba digital ini membuat Puan gampang terdistraksi oleh hal-hal kecil, seperti notifikasi media sosial, game, ataupun pesan dari teman. Distraksi kecil seperti ini sering nggak Puan sadari dan akan membuat Puan tidak bisa fokus pada rencana yang akan Puan jalani.
Takut Gagal
Hidupnya Puan di era serba digital ini, memudahkan Puan untuk mengetahui pencapaian orang setiap hari dan membuat Puan ingin mendapatkan kesuksesan secara instan. Hal inilah yang menyebabkan Puan selalu ingin merasa “sempurna” dan takut gagal untuk menjalankan rencana Puan.
Lalu, apakah kondisi ini bisa diubah? Bisa! Puan harus memulainya dengan menjalankan langkah-langkah kecil yang konsisten dan merubah mindset Puan menjadi:
“Aku harus menyelesaikan langkah ini untuk lanjut ke langkah ke dua”
Pemikiran kecil yang berfokus pada satu tujuan akan lebih memudahkan Puan untuk menuju goals dari rencana yang telah Puan buat daripada memikirkan keseluruhan langkah yang akan dijalani.
“Tugas satu sudah selesai dengan baik!”
Pikirkan penyelesaian satu tugas dengan baik yang berarti telah berusaha menjalankan setiap proses yang diperlukan dan memberikan usaha terbaik Puan sesuai kemampuan yang Puan miliki tanpa memikirkan hasil akhirnya akan bagaimana.“Bagian mana ya yang harus kuperbaiki?”
Setelah Puan menyelesaikan tugas dengan baik dan mendapatkan hasil akhir dari tugas tersebut, Puan bisa mulai menganalisis dan mengevaluasi hasil akhir yang didapat dari tugas sebelumnya dan bisa dijadikan catatan untuk pengerjaan tugas maupun pelaksanaan langkah selanjutnya dari rencana Puan.
Perubahan mindset tersebut akan lebih membantu Puan untuk menjalankan rencana yang telah Puan miliki. Penerapan kebiasaan kecil atau microsteps juga akan lebih membantu dan membuat otak Puan mengambil momentum “langkah satu sudah selesai, langkah selanjutnya akan terasa lebih ringan”.
Puan, jangan pernah takut dalam rencana yang telah Puan buat sendiri. Mimpi yang besar tidak hanya bisa dicapai dengan perencanaan yang dalam, tetapi juga tentang bagaimana Puan bisa menjalankan setiap prosesnya dengan langkah kecil yang pasti dan konsisten.
Jadi, langkah kecil apa yang akan Puan mulai hari ini?
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi:
Bahtiar, F. R., Amd.Kep. (2022). Prokastinasi? Bagaimana Hal Tersebut Memengaruhi Kesehatan Mental Seseorang? https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1016/prokastinasi-bagaimana-hal-tersebut-memengaruhi-kesehatan-mental-seseorang
CNN Indonesia. (2026). Mengenal Lazy Ambitious, Punya Mimpi Besar tapi Sulit Memulai. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260730161114-284-1386689/mengenal-lazy-ambitious-punya-mimpi-besar-tapi-sulit-memulai
Universitas Ciputra. (2026). Punya Mimpi Besar, Tapi Sulit Memulai? Kenali Lazy Ambitious. https://www.ciputra.ac.id/punya-mimpi-besar-tapi-sulit-memulai-kenali-lazy-ambitious/
Penulis: Nurriska Aura Zahra

Komentar
Posting Komentar