Langsung ke konten utama

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Source: https://pin.it/7KvGUIMRo  Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: “ Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini? ” Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang? Mengenal Imposter Syndrome Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome . Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan t...

Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”


Source: https://pin.it/7KvGUIMRo 

Bayangin Puan masuk ke sebuah ruangan dan semua orang terlihat lebih pintar, lebih berpengalaman, lebih percaya diri daripada Puan. Lalu muncul satu pikiran: Aku sebenarnya pantas nggak sih ada di sini?

Puan sering menganggap perasaan itu tanda bahwa Puan salah tempat. Padahal, What if rasa nggak nyaman itu muncul karena Puan sedang berada di tempat yang membuat Puan berkembang?



Mengenal Imposter Syndrome

Perasaan seperti “aku nggak pantas ada di sini” sering dikaitkan dengan Imposter syndrome. Secara sederhana, Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang terus meragukan kemampuan atau pencapaiannya sendiri dan merasa bahwa keberhasilan yang didapat sebenarnya bukan karena kemampuan mereka. Misalnya, Puan berhasil meraih sesuatu. Bukannya merasa bangga, Puan malah berpikir kalau itu cuma keberuntungan. Akhirnya Puan sering membandingkan diri sendiri dengan mereka dan merasa tertinggal. Namun, disinilah Puan perlu melihat perasaan tersebut dari perspektif yang berbeda.



What If You’re Actually in the Right Room?

Puan sering mengira rasa tidak nyaman berarti Puan salah tempat. Padahal, nyaman dan berkembang tidak selalu berjalan beriringan.

Ketika berada di lingkungan yang sudah familiar, Puan tahu apa yang harus dilakukan. Makanya, Puan merasa aman karena kemampuan Puan sudah teruji di sana. 

Namun, ketika masuk ke ruang yang lebih besar, Puan mulai merasa kecil. Puan bertemu orang-orang yang lebih berpengalaman, mencoba hal baru, dan dituntut untuk belajar lebih banyak. Itulah kenapa rasa “I don't belong here” bisa muncul. Hal ini terjadi bukan karena Puan tidak pantas, tetapi Puan sedang bertumbuh. Puan memang belum jadi orang yang paling hebat di ruangan itu, tetapi Puan sedang berada di ruangan itu untuk belajar menjadi lebih hebat.


How to Handle the Feeling?

Ketika Imposter syndrome muncul, bukan berarti Puan harus memaksakan untuk selalu percaya diri yang Puan bisa lakukan adalah:

  1. Belajar membedakan perasaan dan fakta

Puan mungkin merasa tidak pantas, tetapi perasaan itu bukan bukti bahwa Puan memang tidak pantas. Coba ingat kembali 

“kenapa Puan bisa sampai di posisi ini?” 

“Apa yang sudah Puan lakukan untuk mendapatkannya?”

“Pencapaian apa yang pernah Puan raih?”

Kadang, Puan membutuhkan bukti nyata untuk mengingatkan diri bahwa Puan memang punya kemampuan.


  1. Berhenti membandingkan prosesmu dengan hasil orang lain

Puan melihat seseorang yang sudah sangat percaya diri sekarang, tetapi Puan tidak melihat berapa kali mereka gagal, belajar, dan merasa tidak yakin sebelumnya. Puan harus ingat kalau setiap orang punya timeline yang berbeda.


  1. Izinkan diri Puan menjadi pemula

Puan tidak harus langsung jago hanya karena sudah berada di sebuah ruangan. Puan boleh bertanya. Puan boleh melakukan kesalahan. Boleh belum tahu. Berada di tempat yang tepat bukan berarti Puan sudah menjadi orang paling hebat di sana.

Jadi, kalau sekarang Puan sedang berada di sebuah ruangan yang membuat Puan merasa kecil, Puan nggak harus langsung membuktikan bahwa Puan adalah orang paling hebat di sana.

You just need to give yourself permission to learn.



Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Clance, P. R., & Imes, S. A. (1978). The imposter phenomenon in high achieving women: Dynamics and therapeutic intervention. Psychotherapy: Theory, Research & Practice, 15(3), 241–247. https://doi.org/10.1037/h0086006

Wulandari, A. D., & Sia, T. (2007). Impostor phenomenon, self-esteem, dan self-efficacy. ANIMA Indonesian Psychological Journal, 23(1), 63–73. https://doi.org/10.24123/aipj.v23i1.4250



Author & Editor : Farah Arindia Putri




Komentar