Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...
Pernahkah Puan merawat seseorang terdekat Puan dengan membantu menyediakan kebutuhan medis dan pribadi orang yang sedang sakit? Orang tersebut disebut pula caregiver . Nah, Disini Puan Bisa akan menjelaskan terkait dengan Caregiver. Caregiver merupakan pengasuh yang merawat orang lain ketika orang tersebut sakit sehingga tidak mampu merawat dirinya sendiri. Memang sih, di awal-awal mungkin akan merasa baik-baik saja ketika membantu mereka yang sedang sakit, namun tidak jarang jika dalam kurun waktu yang lama seringkali seorang caregiver kewalahan dan sering kehabisan tenaga yang menguras emosi, fisik, dan mental. Kalau sudah merasakan stres dan lelah yang mempengaruhi kehidupan kesehatan Puan secara negatif, maka fenomena ini disebut sebagai caregiver burnout. Teman-teman Puan Bisa disini sudah tahu belum tanda-tanda caregiver burnout? Tidak melakukan aktivitas selama beberapa waktu alias cenderung menarik diri dari teman-teman dan keluarga Kehilangan minat pada aktivitas yang bia...