Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...
Image by: Netflix Puan, tau nggak sih kalau ada drama korea bergenre romance comedy , tapi uniknya diselipkan isu mental health ? Dari cerita yang bikin baper, drakor berjudul “Can This Love Be Translated” justru mengajak penonton masuk ke konflik batin dari tokoh utama yang baru menyadari bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda, atau dalam istilah psikologi disebut Dissociative Identity Disorder (DID) . Di drama ini, kepribadian ganda dijadikan sebagai “Defense mechanism ” yang bikin otak punya cara sendiri buat melindungi dari rasa sakit yang terlalu berat untuk ditanggung. Sampai akhirnya pikiran punya mekanisme sendiri buat melindungi diri. Eits, tapi perlu dicatat ya, Puan, kalo kondisi ini bukan asumsi sembarangan, tapi didiagnosis oleh profesional. Apa sih penyebab kepribadian ganda pada Tokoh Utamanya? 1. Trauma Masa Kecil Adanya trauma berat dan berulang saat kecil bisa membuat otak mencari cara agar bisa tetap “bertahan.” Salah satunya, dengan memisahkan pengalaman dan e...