Langsung ke konten utama

The Art of Saying “No”: Cara Menolak Tanpa Perlu Merasa Bersalah

  Ilustrasi Perempuan Mengatakan Tidak (huffpost.com) Pernah nggak sih, Puan merasa jadwal harian tuh penuh bukan karena kegiatan sendiri, melainkan karena banyaknya nongkrong ? Mau menolak ajakan nongkrong padahal lagi capek, tapi nggak enak. Mau nolak tambahan kerjaan padahal tugas sendiri masih numpuk, tapi takut dibilang nggak loyal. Kalau iya, Puan mungkin sedang terjebak dalam sindrom people pleaser. Priska kasih tau ya, jadi orang "nggak enakan" itu capeknya luar biasa. Kabar baiknya, Puan bisa kok belajar berkata tidak tanpa harus merasa jadi orang jahat. Yuk, kita bahas cara membangun boundaries atau batasan diri! Kenapa Kita Susah Banget Bilang "Nggak"? Akar masalahnya biasanya satu nih, takut nggak disukai atau takut mengecewakan orang lain. Mungkin bagi Puan, mengatakan “iya” identik dengan menjadi orang baik, sedangkan “tidak” sering ngerasa kayak sikap egois. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Saat Puan selalu bilang "iya" ke orang...

7 Minutes Rule: Tips Biar CV-mu Dilirik Recruiter!

 

Gambar: Freepik 

Pertama kali mau melamar pekerjaan mungkin banyak dari Puan yang bertanya-tanya, "Gimana ya caranya nyusun CV supaya bisa dilirik sama recruiter atau HRD perusahan?" 

Tenang aja Puan nggak sendiri kok. Ternyata dibalik pertanyaan ini ada satu metode yang disebut 7 seconds rule. Yaitu bagaimana cara CV (Curriculum Vitae)  yang Puan miliki dapat membuat impresi yang baik ketika dibaca hanya dalam waktu 7 detik.  Kuncinya terletak pada bagaimana caranya CV yang kita buat dapat dengan cepat menyita perhatian.

Pada tahun 2018 TheLadders perusahaan yang bergerak pada bidang  layanan pencarian kerja daring dan rekrutmen profesional menemukan fakta bahwa kebanyakan recruiter hanya menghabiskan waktu sebanyak 7 detik dalam proses screening CV dari kandidat yang mengajukan lamaran pekerjaan. Mengapa demikian? Karena Recruiter tidak akan membaca semua tulisan yang tertera pada CV-mu fokus mereka adalah mencari kata kunci yang umumnya berhubungan dengan:

1. Current Role and Company: Berhubungan dengan  peran dan jabatan Puan saat ini, lebih baik jika jabatan tersebut memiliki keterkaitan dengan posisi yang akan dilamar.

2. Previous Role:  Volunteering, organisasi, magang, atau kerja part time. Pada bagian ini pastikan pengalaman yang ditulis sejalan dengan posisi yang ingin dilamar. Puan juga bisa menuliskan impact yang dapat Puan berikan selama menjalankan peran tersebut secara signifikan pada bagian ini. 

3. Start and End Date: Catat tanggal periode atau tanggal mulai dan tanggal selesai dari setiap institusi yang pernah Puan masuki.

4.  Edukasi: Cantumkan edukasi terakhir Puan.

Udah dapat  informasi tentang apa aja yang harus ditulis, sekarang gimana sih tips untuk nyusunnya?  Yuk sekarang Priska ajarin Puan gimana cara nyusunnya! 

Pada baris awal CV pastikan Puan langsung mencantumkan posisi kerja saat ini yang secara langsung berhubungan dengan pekerjaan yang ingin dilamar. Puan dapat menyebutkan hal penting yang menjadi poin plus dari Puan juga pada barisan atas ini. 

Dalam menjelaskan tanggung jawab dari setiap pekerjaan yang pernah Puan ambil baiknya meminimalisir penggunaan kata "bertanggung jawab atas", "bekerja pada", "terlibat dalam". Sebagai penggantinya Puan dapat menyebutkan hasil yang lebih konkret, seperti mencantumkan hasil yang telah dicapai dan perubahan yang tercipta yaitu keduanya berbicara tentang impact apa yang telah Puan bawa. 

Tips lainnya untuk melibatkan impact yang konkret adalah mencantumkan perubahan yang diperoleh dengan persenan.  Selanjutnya, Puan dapat mengonsistenkan format penulisan yang sama terhadap tanggal, judul, dan nama institusi pada deretan kolom dan pada font huruf yang sama. 

Berikut ini beberapa poin penyusunan CV yang dapat Puan hindari:

1. Membuat judul yang terlalu umum atau terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan cakupan tanggung jawabnya

2. Minim meng-highlight detail mengenai hasil dan dampak

3. Mengandung terlalu banyak gambar visual yang mendistraksi

Gimana nih Puan? Itulah beberapa informasi menarik soal 7 second rules beserta cara menyusun CV dengan format yang dapat membuat CV-mu lebih unggul dan mudah untuk di-review.  Selain cara-cara di atas ketika Puan telah menyelesaikan CV Puan dapat meminta bantuan kepada teman, kenalan, maupun keluarga untuk proofreading hingga mereka mengerti profile-mu dalam sekali baca. Tetap semangat untuk Puan yang sedang mencari lowongan! 

Lebih Banyak Tentang Puan Bisa 

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi:

Sorensen, T., 2024. I only looked at your resume for 7 seconds. [online] Tomsorensen.in.th.Dari: https://www.tomsorensen.in.th/blog/i-only-looked-at-your-resume-for-7-seconds/ [cDiakses pada  23 Jan. 2026]. (Tom Sorensen)

Abraham, V., 2025. Lesson 3: The 7-Second Test – Your Resume Has One Job:GetRead.[online]LinkedIn.Dari: https://www.linkedin.com/pulse/lesson-3-7-second-test-your-resume-has-one-job-get-read-vimal-abraham-gu91c/ [Diakses pada 23 Jan. 2026]

Expert360, n.d. 7 Rules of the Modern CV: How To Impress In 7.4 Seconds. [online]Expert360.dari: https://expert360.com/articles/7-cv-tips-how-to-impress-in-seconds#:~:text=You%20have%207.4%20seconds%20to,make%20it%20easier%20to%20read. [Diakses pada 23 Jan. 2026]


Ditulis dan diedit oleh: Dhia Nisrina 


Komentar

Rubik Puan Popular

Mengenali Kepribadian Ganda lewat Drakor Can This Love Be Translated

Image by: Netflix Puan, tau nggak sih kalau ada drama korea bergenre romance comedy , tapi uniknya diselipkan isu mental health ? Dari cerita yang bikin baper, drakor berjudul “Can This Love Be Translated” justru mengajak penonton masuk ke konflik batin dari tokoh utama yang baru menyadari bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda, atau dalam istilah psikologi disebut Dissociative Identity Disorder (DID) . Di drama ini, kepribadian ganda dijadikan sebagai “Defense mechanism ” yang bikin otak punya cara sendiri buat melindungi dari rasa sakit yang terlalu berat untuk ditanggung. Sampai akhirnya pikiran punya mekanisme sendiri buat melindungi diri. Eits, tapi perlu dicatat ya, Puan, kalo kondisi ini bukan asumsi sembarangan, tapi didiagnosis oleh profesional. Apa sih penyebab kepribadian ganda pada Tokoh Utamanya? 1. Trauma Masa Kecil Adanya trauma berat dan berulang saat kecil bisa membuat otak mencari cara agar bisa tetap “bertahan.” Salah satunya, dengan memisahkan pengalaman dan e...

Ben Franklin Effect: Tips Buat Kamu yang Segan Minta Bantuan

  Puan, pernah nggak sih merasa sungkan untuk meminta atau bahkan menerima pertolongan dari orang lain? Mungkin ada segelintir alasan dibaliknya seperti, anggapan Puan bahwa setiap orang punya kesibukan masing-masing, mungkin juga karena sudah terbiasa untuk melakukan segala sesuatu sendiri, atau malu untuk menerima maupun meminta pertolongan. Namun Puan, menurut Gregg Levoy melalui tulisannya di laman  Psychology Today, ketika seseorang menolak bantuan dari orang lain itu adalah sebuah bentuk dari kesombongan . Mengapa demikian? Karena seseorang itu enggan menerima maupun meminta pertolongan ketika dirinya sedang kesusahan. Padahal, dengan meminta bantuan seseorang bisa dengan lebih mudah menyelesaikan masalahnya. Dalam kata lain, menolak pertolongan dapat terlihat arogan karena Puan bisa saja dianggap terlalu menutup diri. Tipsnya adalah untuk memberanikan diri . Ketika kita dapat membuka diri, kita dapat secara leluasa meminta pertolongan. Bahkan ada satu teori yang membuk...

The Art of Saying “No”: Cara Menolak Tanpa Perlu Merasa Bersalah

  Ilustrasi Perempuan Mengatakan Tidak (huffpost.com) Pernah nggak sih, Puan merasa jadwal harian tuh penuh bukan karena kegiatan sendiri, melainkan karena banyaknya nongkrong ? Mau menolak ajakan nongkrong padahal lagi capek, tapi nggak enak. Mau nolak tambahan kerjaan padahal tugas sendiri masih numpuk, tapi takut dibilang nggak loyal. Kalau iya, Puan mungkin sedang terjebak dalam sindrom people pleaser. Priska kasih tau ya, jadi orang "nggak enakan" itu capeknya luar biasa. Kabar baiknya, Puan bisa kok belajar berkata tidak tanpa harus merasa jadi orang jahat. Yuk, kita bahas cara membangun boundaries atau batasan diri! Kenapa Kita Susah Banget Bilang "Nggak"? Akar masalahnya biasanya satu nih, takut nggak disukai atau takut mengecewakan orang lain. Mungkin bagi Puan, mengatakan “iya” identik dengan menjadi orang baik, sedangkan “tidak” sering ngerasa kayak sikap egois. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Saat Puan selalu bilang "iya" ke orang...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

DIGITAL ANXIETY & KELELAHAN MENTAL di Dunia yang Serba “MENUNTUT”

  Image by: Lucca “It’s not the load that breaks you down, it’s the way you carry it”  - Lou Holtz- Puan pernah nggak sih merasa mudah lelah padahal nggak lagi beraktivitas berat? Secara fisik mungkin baik-baik saja, namun isi pikiran rasanya penuh hingga membuat dada sesak. Banyak hal yang harus dipikirkan, dilakukan, dan dikejar untuk masa depan. Rasanya selalu ada yang tertinggal, selalu ada yang kurang. Dunia yang serba “menuntut” akan segalanya ini seringkali tuntutan itu hadir melewati layar ponsel yang sehari-hari Puan gunakan. Dari sinilah digital anxiety dan kelelahan mental mulai mengambil ruang satu persatu dalam kehidupan banyak orang.  Apa itu Digital Anxiety?  Digital anxiety adalah kondisi ketika seseorang mengalami kecemasan, ketegangan, atau rasa gelisah akibat paparan digital yang berlebihan dan berkelanjutan. Bukan hanya karena media sosial, melainkan karena tuntutan untuk selalu responsif, selalu update, dan selalu siap secara real life.  M...