Langsung ke konten utama

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

7 Minutes Rule: Tips Biar CV-mu Dilirik Recruiter!

 

Gambar: Freepik 

Pertama kali mau melamar pekerjaan mungkin banyak dari Puan yang bertanya-tanya, "Gimana ya caranya nyusun CV supaya bisa dilirik sama recruiter atau HRD perusahan?" 

Tenang aja Puan nggak sendiri kok. Ternyata dibalik pertanyaan ini ada satu metode yang disebut 7 seconds rule. Yaitu bagaimana cara CV (Curriculum Vitae)  yang Puan miliki dapat membuat impresi yang baik ketika dibaca hanya dalam waktu 7 detik.  Kuncinya terletak pada bagaimana caranya CV yang kita buat dapat dengan cepat menyita perhatian.

Pada tahun 2018 TheLadders perusahaan yang bergerak pada bidang  layanan pencarian kerja daring dan rekrutmen profesional menemukan fakta bahwa kebanyakan recruiter hanya menghabiskan waktu sebanyak 7 detik dalam proses screening CV dari kandidat yang mengajukan lamaran pekerjaan. Mengapa demikian? Karena Recruiter tidak akan membaca semua tulisan yang tertera pada CV-mu fokus mereka adalah mencari kata kunci yang umumnya berhubungan dengan:

1. Current Role and Company: Berhubungan dengan  peran dan jabatan Puan saat ini, lebih baik jika jabatan tersebut memiliki keterkaitan dengan posisi yang akan dilamar.

2. Previous Role:  Volunteering, organisasi, magang, atau kerja part time. Pada bagian ini pastikan pengalaman yang ditulis sejalan dengan posisi yang ingin dilamar. Puan juga bisa menuliskan impact yang dapat Puan berikan selama menjalankan peran tersebut secara signifikan pada bagian ini. 

3. Start and End Date: Catat tanggal periode atau tanggal mulai dan tanggal selesai dari setiap institusi yang pernah Puan masuki.

4.  Edukasi: Cantumkan edukasi terakhir Puan.

Udah dapat  informasi tentang apa aja yang harus ditulis, sekarang gimana sih tips untuk nyusunnya?  Yuk sekarang Priska ajarin Puan gimana cara nyusunnya! 

Pada baris awal CV pastikan Puan langsung mencantumkan posisi kerja saat ini yang secara langsung berhubungan dengan pekerjaan yang ingin dilamar. Puan dapat menyebutkan hal penting yang menjadi poin plus dari Puan juga pada barisan atas ini. 

Dalam menjelaskan tanggung jawab dari setiap pekerjaan yang pernah Puan ambil baiknya meminimalisir penggunaan kata "bertanggung jawab atas", "bekerja pada", "terlibat dalam". Sebagai penggantinya Puan dapat menyebutkan hasil yang lebih konkret, seperti mencantumkan hasil yang telah dicapai dan perubahan yang tercipta yaitu keduanya berbicara tentang impact apa yang telah Puan bawa. 

Tips lainnya untuk melibatkan impact yang konkret adalah mencantumkan perubahan yang diperoleh dengan persenan.  Selanjutnya, Puan dapat mengonsistenkan format penulisan yang sama terhadap tanggal, judul, dan nama institusi pada deretan kolom dan pada font huruf yang sama. 

Berikut ini beberapa poin penyusunan CV yang dapat Puan hindari:

1. Membuat judul yang terlalu umum atau terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan cakupan tanggung jawabnya

2. Minim meng-highlight detail mengenai hasil dan dampak

3. Mengandung terlalu banyak gambar visual yang mendistraksi

Gimana nih Puan? Itulah beberapa informasi menarik soal 7 second rules beserta cara menyusun CV dengan format yang dapat membuat CV-mu lebih unggul dan mudah untuk di-review.  Selain cara-cara di atas ketika Puan telah menyelesaikan CV Puan dapat meminta bantuan kepada teman, kenalan, maupun keluarga untuk proofreading hingga mereka mengerti profile-mu dalam sekali baca. Tetap semangat untuk Puan yang sedang mencari lowongan! 

Lebih Banyak Tentang Puan Bisa 

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi:

Sorensen, T., 2024. I only looked at your resume for 7 seconds. [online] Tomsorensen.in.th.Dari: https://www.tomsorensen.in.th/blog/i-only-looked-at-your-resume-for-7-seconds/ [cDiakses pada  23 Jan. 2026]. (Tom Sorensen)

Abraham, V., 2025. Lesson 3: The 7-Second Test – Your Resume Has One Job:GetRead.[online]LinkedIn.Dari: https://www.linkedin.com/pulse/lesson-3-7-second-test-your-resume-has-one-job-get-read-vimal-abraham-gu91c/ [Diakses pada 23 Jan. 2026]

Expert360, n.d. 7 Rules of the Modern CV: How To Impress In 7.4 Seconds. [online]Expert360.dari: https://expert360.com/articles/7-cv-tips-how-to-impress-in-seconds#:~:text=You%20have%207.4%20seconds%20to,make%20it%20easier%20to%20read. [Diakses pada 23 Jan. 2026]


Ditulis dan diedit oleh: Dhia Nisrina 


Komentar

Rubik Puan Popular

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Bukan Digital Detox, Yuk Kenali Konsep Digital Minimalism!

  Sampul buku Digital Minimalism oleh Cal Newport (penguinrandomhouse.com) Hai Puan! Pernah gak sih cuma mau buka Instagram lima menit, tapi ternyata satu jam sudah berlalu? Atau Puan tanpa sadar mengecek ponsel setiap kali ada waktu luang? Kebiasaan ini mungkin terasa normal, tetapi bisa membuat kita kehilangan fokus, waktu, bahkan ketenangan.  Digital minimalism merupakan salah satu strategi yang membantu kita untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan menggunakan teknologi secara lebih sadar. Intinya, kita hanya fokus pada aplikasi atau aktivitas digital yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan nilai atau tujuan hidup. Sementara itu, hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan agar waktu dan perhatian tidak terkuras sia-sia.  Baca juga: Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Digital minimalism melibatkan peninjauan kembali waktu yang dihabiskan pada perangkat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pri...