Langsung ke konten utama

When Your Brain Says “Enough”: Mengenal Overstimulation dan Penyebabnya

Pernah nggak, Puan merasa lelah dengan aktivitas sekitar? Merasa energi terkuras oleh hal-hal yang telah Puan lakukan? Bisa jadi, Puan mengalami overstimulation : suatu kondisi ketika seseorang merasa terlalu lelah akibat banyaknya interaksi sekitar. Ibarat gelas yang terus dituangi air sampai tumpah, kita juga bisa merasa kewalahan. Kondisi ini biasanya dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosi maupun fisik, mudah marah, sulit fokus, hingga merasa ingin menjauh sejenak dari keadaan sekitar yang menunjukkan bahwa diri sudah melebihi batas energi. Apa yang menjadi pemicu overstimulation ? Social Media yang Berlebihan Di era sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari hidup layaknya makanan yang harus dikonsumsi setiap waktunya. Bo Han (2018), menunjukkan kondisi media burn-out , dimana seseorang merasa lelah dan terputus dari lingkungan sekitarnya secara daring maupun luring. Banyaknya Tekanan Deadlines , ekspektasi, hingga tekanan emosi yang menumpuk dan menjadi cemas, st...

7 Minutes Rule: Tips Biar CV-mu Dilirik Recruiter!

 

Gambar: Freepik 

Pertama kali mau melamar pekerjaan mungkin banyak dari Puan yang bertanya-tanya, "Gimana ya caranya nyusun CV supaya bisa dilirik sama recruiter atau HRD perusahan?" 

Tenang aja Puan nggak sendiri kok. Ternyata dibalik pertanyaan ini ada satu metode yang disebut 7 seconds rule. Yaitu bagaimana cara CV (Curriculum Vitae)  yang Puan miliki dapat membuat impresi yang baik ketika dibaca hanya dalam waktu 7 detik.  Kuncinya terletak pada bagaimana caranya CV yang kita buat dapat dengan cepat menyita perhatian.

Pada tahun 2018 TheLadders perusahaan yang bergerak pada bidang  layanan pencarian kerja daring dan rekrutmen profesional menemukan fakta bahwa kebanyakan recruiter hanya menghabiskan waktu sebanyak 7 detik dalam proses screening CV dari kandidat yang mengajukan lamaran pekerjaan. Mengapa demikian? Karena Recruiter tidak akan membaca semua tulisan yang tertera pada CV-mu fokus mereka adalah mencari kata kunci yang umumnya berhubungan dengan:

1. Current Role and Company: Berhubungan dengan  peran dan jabatan Puan saat ini, lebih baik jika jabatan tersebut memiliki keterkaitan dengan posisi yang akan dilamar.

2. Previous Role:  Volunteering, organisasi, magang, atau kerja part time. Pada bagian ini pastikan pengalaman yang ditulis sejalan dengan posisi yang ingin dilamar. Puan juga bisa menuliskan impact yang dapat Puan berikan selama menjalankan peran tersebut secara signifikan pada bagian ini. 

3. Start and End Date: Catat tanggal periode atau tanggal mulai dan tanggal selesai dari setiap institusi yang pernah Puan masuki.

4.  Edukasi: Cantumkan edukasi terakhir Puan.

Udah dapat  informasi tentang apa aja yang harus ditulis, sekarang gimana sih tips untuk nyusunnya?  Yuk sekarang Priska ajarin Puan gimana cara nyusunnya! 

Pada baris awal CV pastikan Puan langsung mencantumkan posisi kerja saat ini yang secara langsung berhubungan dengan pekerjaan yang ingin dilamar. Puan dapat menyebutkan hal penting yang menjadi poin plus dari Puan juga pada barisan atas ini. 

Dalam menjelaskan tanggung jawab dari setiap pekerjaan yang pernah Puan ambil baiknya meminimalisir penggunaan kata "bertanggung jawab atas", "bekerja pada", "terlibat dalam". Sebagai penggantinya Puan dapat menyebutkan hasil yang lebih konkret, seperti mencantumkan hasil yang telah dicapai dan perubahan yang tercipta yaitu keduanya berbicara tentang impact apa yang telah Puan bawa. 

Tips lainnya untuk melibatkan impact yang konkret adalah mencantumkan perubahan yang diperoleh dengan persenan.  Selanjutnya, Puan dapat mengonsistenkan format penulisan yang sama terhadap tanggal, judul, dan nama institusi pada deretan kolom dan pada font huruf yang sama. 

Berikut ini beberapa poin penyusunan CV yang dapat Puan hindari:

1. Membuat judul yang terlalu umum atau terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan cakupan tanggung jawabnya

2. Minim meng-highlight detail mengenai hasil dan dampak

3. Mengandung terlalu banyak gambar visual yang mendistraksi

Gimana nih Puan? Itulah beberapa informasi menarik soal 7 second rules beserta cara menyusun CV dengan format yang dapat membuat CV-mu lebih unggul dan mudah untuk di-review.  Selain cara-cara di atas ketika Puan telah menyelesaikan CV Puan dapat meminta bantuan kepada teman, kenalan, maupun keluarga untuk proofreading hingga mereka mengerti profile-mu dalam sekali baca. Tetap semangat untuk Puan yang sedang mencari lowongan! 

Lebih Banyak Tentang Puan Bisa 

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi:

Sorensen, T., 2024. I only looked at your resume for 7 seconds. [online] Tomsorensen.in.th.Dari: https://www.tomsorensen.in.th/blog/i-only-looked-at-your-resume-for-7-seconds/ [cDiakses pada  23 Jan. 2026]. (Tom Sorensen)

Abraham, V., 2025. Lesson 3: The 7-Second Test – Your Resume Has One Job:GetRead.[online]LinkedIn.Dari: https://www.linkedin.com/pulse/lesson-3-7-second-test-your-resume-has-one-job-get-read-vimal-abraham-gu91c/ [Diakses pada 23 Jan. 2026]

Expert360, n.d. 7 Rules of the Modern CV: How To Impress In 7.4 Seconds. [online]Expert360.dari: https://expert360.com/articles/7-cv-tips-how-to-impress-in-seconds#:~:text=You%20have%207.4%20seconds%20to,make%20it%20easier%20to%20read. [Diakses pada 23 Jan. 2026]


Ditulis dan diedit oleh: Dhia Nisrina 


Komentar

Rubik Puan Popular

Belajar Mendefinisikan Arti Sukses dan Bahagia Melalui Kisah "Little Women"

  Sering gak sih Puan ngerasa lelah sama standar dunia yang menuntut kita harus selalu kelihatan menonjol dan punya pencapaian besar? Standar ini kadang malah bikin kita cemas dan asing sama diri sendiri. Kalau Puan lagi ada di fase penuh tekanan itu, yuk coba intip sudut pandang dari kisah klasik Little Women lewat karakter yang paling berkesan. Antara Ambisi dan Rasa Sepi Jo adalah cerminan perempuan mandiri yang fokus mengejar mimpi tanpa peduli aturan di zaman itu. Tapi, ada momen disaat Jo menangis dan bilang “"Women, they have minds, and they have souls, as well as just hearts. And they’ve got ambition, and they’ve got talent, as well as just beauty. And I’m so sick of people saying that love is all a woman is fit for. But I’m so lonely.” Dari Jo kita belajar, jadi perempuan kuat bukan berarti gak boleh ngerasa rapuh. Wajar banget kalau di tengah kesibukan mengejar mimpi, Puan tiba-tiba merasa sepi. Mengakui rasa sepi bukan berarti lemah, melainkan tanda kita jujur pada diri...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

When Your Brain Says “Enough”: Mengenal Overstimulation dan Penyebabnya

Pernah nggak, Puan merasa lelah dengan aktivitas sekitar? Merasa energi terkuras oleh hal-hal yang telah Puan lakukan? Bisa jadi, Puan mengalami overstimulation : suatu kondisi ketika seseorang merasa terlalu lelah akibat banyaknya interaksi sekitar. Ibarat gelas yang terus dituangi air sampai tumpah, kita juga bisa merasa kewalahan. Kondisi ini biasanya dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosi maupun fisik, mudah marah, sulit fokus, hingga merasa ingin menjauh sejenak dari keadaan sekitar yang menunjukkan bahwa diri sudah melebihi batas energi. Apa yang menjadi pemicu overstimulation ? Social Media yang Berlebihan Di era sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari hidup layaknya makanan yang harus dikonsumsi setiap waktunya. Bo Han (2018), menunjukkan kondisi media burn-out , dimana seseorang merasa lelah dan terputus dari lingkungan sekitarnya secara daring maupun luring. Banyaknya Tekanan Deadlines , ekspektasi, hingga tekanan emosi yang menumpuk dan menjadi cemas, st...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4

Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health , Career , dan Self Improvement . Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Pu...