Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...
Puan, pernah nggak sih dalam sehari kerjaan Puan cuman rebahan sambil doom scrolling, nggak mood melakukan sesuatu, dan capek banget sehingga benar-benar hanya ingin beristirahat? Hal tersebut bisa terjadi karena dua hal. Yang pertama, Puan bisa jadi mengalami burn out, atau yang kedua Puan memang lagi malas aja.
Nah, kedua hal ini sering disalahartikan loh! Jadi, Puan harus lebih berhati-hati lagi! Kita harus bisa membedakan kondisi yang sedang dialami oleh tubuh kita. Sehingga, Puan pun tidak salah dalam menyikapi sikap tersebut.
Apa sih Burn Out itu?
Menurut WHO, burn out adalah suatu kondisi kelelahan fisik dan mental yang dialami seseorang akibat kehidupan profesionalnya. Hal ini bisa jadi karena kerjaan yang menumpuk, atau bisa jadi karena lembur tanpa liburan yang tak kunjung datang. Efek dari burn out ini tidak bisa kita anggap remeh, Puan. Burn out bisa membuat kita susah fokus, kesulitan untuk berpikir jernih, hingga kelelahan fisik.
Nah, apa sih perbedaan burn out dengan malas, Puan? Malas terjadi karena hilangnya motivasi dan ketertarikan akan hal yang Puan kerjakan. Ketika malas, Puan sebenarnya bisa melakukannya dalam jangka waktu yang lama. Hanya saja, Puan kehilangan motivasi. Sedangkan saat burn out, Puan akan kesulitan untuk fokus dan berpikir jernih saat melakukan pekerjaan tersebut.
Yuk intip tanda-tanda kalau Puan sedang mengalami burn out:
1. Sakit kepala dan tegang otot bisa jadi tanda fisik bahwa Puan mengalami burnout
2. Merasa terjebak dan tak berdaya
3. Rasa puas yang menurun saat melihat pencapaian yang Puan miliki
4. Rasa ingin untuk selalu meninggalkan tanggung jawab karena merasa lelah
5. Bolos kerja
6. Puan merasa gagal dan tak yakin dengan kemampuan diri sendir
7. Sulit fokus dan berpikir jernih
Lantas, bagaimana cara mengatasinya ketika Puan lagi burnout?
Langkah-langkah yang dapat Puan lakukan antara lain:
1. Buat batasan waktu kerja, hindari lembur. Bila memungkinkan, lakukan liburan singkat
2. Buatlah healthy boundaries untuk pekerjaanmu. Katakan tidak pada pekerjaan yang seharusnya tidak Puan kerjakan, lembur yang tak sesuai dengan kontrak kerja, hingga rekan kerja yang mungkin toxic.
Yuk, jangan sampai burnout ini Puan alami yaa. Sehabis melakukan pekerjaan, Puan boleh banget melakukan self reward atau refreshing. Jangan lupa istirahat dan bahagia, Puan! ❤
REFERENSI:https://inwomendaily.com/power/article/psst-ternyata-ini-dia-5-perbedaan-antara-burnout-dan-malashttps://matabandung.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-1822539444/jangan-salah-malas-atau-burnout-itu-beda-loh-begini-penjelasannyahttps://www.idntimes.com/life/career/nurul-meidah-rahmah/ternyata-bukan-malas-inilah-6-tanda-jika-kamu-sedang-burnout-c1c2/6
3. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, jangan menyalahkan diri sendiri karena merasa burn out.
Yuk, jangan sampai burnout ini Puan alami yaa. Sehabis melakukan pekerjaan, Puan boleh banget melakukan self reward atau refreshing. Jangan lupa istirahat dan bahagia, Puan! ❤
Author: Annisa Zahwatul Ummi

Komentar
Posting Komentar