Puan, pernah nggak sih, ngerasa kayak lagi di persimpangan hidup?
Di satu sisi, Puan ingin fokus kuliah, ngerjain tugas, dan jaga IP biar tetap aman, tapi di sisi lain, teman-teman Puan udah banyak yang sibuk update LinkedIn atau magang di perusahaan keren? Sementara kita baru ngerjain makalah tiga bab aja udah ngos-ngosan.
Lalu muncul pertanyaan “Aku harus fokus kuliah dulu, atau mulai magang biar nggak ketinggalan ya?”
Tenang, Puanners. Kalau kamu lagi ada di fase itu, kamu nggak sendirian, dan jawabannya adalah nggak harus pilih salah satu. Kuncinya bukan di urutannya, melainkan di bagaimana Puan menemukan keseimbangan dan arah dari keduanya.
Kuliah Adalah Fondasi, Magang Adalah Jembatannya
Kuliah itu bukan cuma tentang IP dan SKS, melainkan juga waktu untuk membentuk cara berpikir dan mengenali diri.
Sementara magang jadi tempat untuk menerapkan semua teori yang udah Puan pelajari di kelas.
Keduanya penting, tapi porsinya bisa beda-beda tergantung Puan lagi di tahap mana.
Menurut penelitian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2022), program magang terbukti berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja mahasiswa, karena memberi pengalaman nyata, kemampuan adaptasi, dan pemahaman tentang dunia profesional yang sesungguhnya.
Namun, penelitian itu juga menekankan pentingnya kesiapan akademik sebelum magang, karena tanpa dasar teori yang kuat, pengalaman kerja pun bisa lewat begitu saja tanpa benar-benar dipahami.
Jangan Ikut-Ikutan, Pahami Tujuanmu
Sebelum buru-buru daftar magang, coba tanya ke diri sendiri:
“Aku magang karena pengen belajar, atau karena takut ketinggalan?”
Kalau jawabannya yang kedua, coba untuk pelan-pelan dulu. Dunia kerja nggak ke mana-mana, kok. Yang penting Puan tahu arah dan alasan untuk terjun ke sana.
Magang bisa jadi sarana eksplorasi, tapi kalau dilakukan cuma karena ikut tren, hasilnya malah bisa bikin stres.
Tips Biar Tetap On Track di Dunia Kampus dan Karier
Kenali kapasitasmu.
Kalau semester awal masih adaptasi kuliah, nggak apa-apa buat fokus dulu ke akademik.
Mulai dari hal kecil.
Magang nggak harus langsung di perusahaan besar. Ikut kepanitiaan, volunteer, atau proyek kecil juga bisa melatih tanggung jawab dan komunikasi, Puan!
Bangun koneksi.
Banyak peluang datang dari jaringan pertemanan dan organisasi kampus. Jadi jangan remehkan kegiatan non-akademik!
Refleksi setelah magang.
Bukan cuma soal dapat sertifikat, melainkan juga pelajaran tentang "apakah bidang ini cocok untukku?" Atau "apa yang bisa aku tingkatkan setelah magang?" Puan bisa mulai menjawab pertanyaan ini sebelum mulai mendaftar sebuah program magang.
Sebuah penelitian dari Universitas Negeri Jakarta (2023) juga menegaskan bahwa pengalaman magang dan soft skill seperti komunikasi dan kerja tim punya pengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa.
Artinya, bahkan hal-hal kecil seperti belajar ngomong di depan umum atau menyelesaikan konflik kelompok bisa jadi modal besar buat dunia kerja nanti.
Jadi, Harus Magang Sekarang?
Jawabannya adalah nggak harus sekarang, tapi harus siap. Puan boleh banget fokus kuliah dulu, tapi jangan menutup diri dari kesempatan yang bisa bantu Puan untuk berkembang.
Yang penting bukan siapa yang duluan magang, melainkan siapa yang benar-benar belajar dari prosesnya.
Karena pada akhirnya, karier yang kokoh dibangun bukan dari seberapa cepat Puan mulai, melainkan seberapa bijak Puan melangkah
Referensi:
Penulis dan Editor: Sarah Ardelia
Komentar
Posting Komentar