Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Magang atau Kuliah Dulu? Ini Panduan Biar Kamu Tetap On Track di Dunia Kampus & Karier




Puan, pernah nggak sih, ngerasa kayak lagi di persimpangan hidup?

Di satu sisi, Puan ingin fokus kuliah, ngerjain tugas, dan jaga IP biar tetap aman, tapi di sisi lain, teman-teman Puan udah banyak yang sibuk update LinkedIn atau magang di perusahaan keren? Sementara kita baru ngerjain makalah tiga bab aja udah ngos-ngosan.

Lalu muncul pertanyaan “Aku harus fokus kuliah dulu, atau mulai magang biar nggak ketinggalan ya?”


Tenang, Puanners. Kalau kamu lagi ada di fase itu, kamu nggak sendirian, dan jawabannya adalah nggak harus pilih salah satu. Kuncinya bukan di urutannya, melainkan di bagaimana Puan menemukan keseimbangan dan arah dari keduanya.


Kuliah Adalah Fondasi, Magang Adalah Jembatannya


Kuliah itu bukan cuma tentang IP dan SKS, melainkan juga waktu untuk membentuk cara berpikir dan mengenali diri.

Sementara magang jadi tempat untuk menerapkan semua teori yang udah Puan pelajari di kelas.

Keduanya penting, tapi porsinya bisa beda-beda tergantung Puan lagi di tahap mana.


Menurut penelitian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2022), program magang terbukti berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja mahasiswa, karena memberi pengalaman nyata, kemampuan adaptasi, dan pemahaman tentang dunia profesional yang sesungguhnya.

Namun, penelitian itu juga menekankan pentingnya kesiapan akademik sebelum magang, karena tanpa dasar teori yang kuat, pengalaman kerja pun bisa lewat begitu saja tanpa benar-benar dipahami.


Jangan Ikut-Ikutan, Pahami Tujuanmu


Sebelum buru-buru daftar magang, coba tanya ke diri sendiri:

“Aku magang karena pengen belajar, atau karena takut ketinggalan?”


Kalau jawabannya yang kedua, coba untuk pelan-pelan dulu. Dunia kerja nggak ke mana-mana, kok. Yang penting Puan tahu arah dan alasan untuk terjun ke sana.

Magang bisa jadi sarana eksplorasi, tapi kalau dilakukan cuma karena ikut tren, hasilnya malah bisa bikin stres.


Tips Biar Tetap On Track di Dunia Kampus dan Karier

    1. Kenali kapasitasmu. 

    Kalau semester awal masih adaptasi kuliah, nggak apa-apa buat fokus dulu ke akademik.


    1. Mulai dari hal kecil. 

    Magang nggak harus langsung di perusahaan besar. Ikut kepanitiaan, volunteer, atau proyek kecil juga bisa melatih tanggung jawab dan komunikasi, Puan!


    1. Bangun koneksi. 

    Banyak peluang datang dari jaringan pertemanan dan organisasi kampus. Jadi jangan remehkan kegiatan non-akademik!


    1. Refleksi setelah magang. 

    Bukan cuma soal dapat sertifikat, melainkan juga pelajaran tentang "apakah bidang ini cocok untukku?" Atau "apa yang bisa aku tingkatkan setelah magang?" Puan bisa mulai menjawab pertanyaan ini sebelum mulai mendaftar sebuah program magang.


Sebuah penelitian dari Universitas Negeri Jakarta (2023) juga menegaskan bahwa pengalaman magang dan soft skill seperti komunikasi dan kerja tim punya pengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa.

Artinya, bahkan hal-hal kecil seperti belajar ngomong di depan umum atau menyelesaikan konflik kelompok bisa jadi modal besar buat dunia kerja nanti.


Jadi, Harus Magang Sekarang?


Jawabannya adalah nggak harus sekarang, tapi harus siap. Puan boleh banget fokus kuliah dulu, tapi jangan menutup diri dari kesempatan yang bisa bantu Puan untuk berkembang.

Yang penting bukan siapa yang duluan magang, melainkan siapa yang benar-benar belajar dari prosesnya.


Karena pada akhirnya, karier yang kokoh dibangun bukan dari seberapa cepat Puan mulai, melainkan seberapa bijak Puan melangkah



Referensi:

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (2022). Pengaruh program magang terhadap kesiapan kerja mahasiswa manajemen pendidikan. Repository UIN Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/61623/1/11180182000023_LISTRIIA.pdf

Universitas Negeri Jakarta. (2023). Pengaruh pengalaman magang dan soft skill terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Indonesian Economic Journal. https://ojs.indopublishing.or.id/index.php/iej/article/view/135


Penulis dan Editor: Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Kenali Machiavellianism: Red Flag yang Sulit Banget Dideteksi

  Image by: WikiHow Pernah nggak sih ketemu orang yang bikin Puan selalu mikir dua kali? Yang di permukaan keliatan baik, supportive , bahkan charming , tapi entah kenapa ada yang terasa aneh. Puan nggak bisa jelasin kenapa, tapi setelah berinteraksi sama mereka, Puan sering merasa lelah, bingung, atau malah meragukan keputusan sendiri. Nah, kemungkinan Puan baru aja ketemu sama orang yang punya sifat Machiavellianism . Ini adalah salah satu red flag paling susah dideteksi karena mereka pandai banget menyamarkannya. Machiavellianism Itu Apa Sih? Istilah ini berasal dari buku Machiavelli , " The Prince" , ia berpendapat bahwa “tidak masalah melakukan apa pun untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh.” Orang dengan kepribadian Machiavellian dapat memahami situasi sosial dan memanipulasinya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, meskipun tidak etis atau tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dalam keseharian, mereka selalu punya agenda tersembunyi dan pandai...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...