Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...
Image by: Pinterest Pernah nggak sih Puan ngerasa kayak, “kok hidup aku stuck di sini-sini aja ya?” Padahal di dalam hati, Puan punya banyak banget keinginan, mimpi, bahkan goals yang pengen banget diwujudkan. Tapi di sisi lain, ngerasa semua hal itu nggak pernah jadi kenyataan dan bikin diri sendiri jadi ragu kalau mimpi yang pengen dicapai mungkin ketinggian? Nah, kalau Puan lagi ada di fase ini, coba pause sebentar deh. Mungkin, bukan Puan yang mimpinya ketinggian, tapi cara Puan ngeliat dan ngejalanin mimpi itu yang perlu diubah. Yup, di sinilah manifesting mulai punya peran penting. Apa Sih Maksud dari “ Manifesting ” Itu? M anifesting adalah proses untuk mewujudkan apa yang Puan inginkan jadi kenyataan. Melewati pikiran, perasaan, dan tindakan. Di dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dijelaskan bahwa apa yang Puan fokuskan secara konsisten itu bisa loh memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidu...