Langsung ke konten utama

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

Keseruan Learning Space bersama Kak Azza pada Minggu (24/5) 24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborator, Learning Space kali ini memberikan pengalaman kreatif dengan merangkai bunga secara mandiri.  Mengusung tema Bloom Your Story , peserta diajak memilih sendiri bunga yang ingin dirangkai sesuai dengan karakter dan preferensi masing - masing individu. Sebelum sesi dimulai, peserta mendapatkan tutorial langsung dari Kak Azza agar dapat memahami teknik dasar merangkai bunga sebelum menciptakan karya mereka sendiri. Salah satu peserta, Kak Friska, membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti workshop ini, “First time, aku bikin bunga buket dan tentunya disini banyak pilihannya. dan...

The Power of Manifesting: Biarkan Pikiranmu Percaya dan Semesta yang Bekerja

    Image by: Pinterest             


 Pernah nggak sih Puan ngerasa kayak, “kok hidup aku stuck di sini-sini aja ya?”

Padahal di dalam hati, Puan punya banyak banget keinginan, mimpi, bahkan goals yang pengen banget diwujudkan. Tapi di sisi lain, ngerasa semua hal itu nggak pernah jadi kenyataan dan bikin diri sendiri jadi ragu kalau mimpi yang pengen dicapai mungkin ketinggian?

Nah, kalau Puan lagi ada di fase ini, coba pause sebentar deh. Mungkin, bukan Puan yang mimpinya ketinggian, tapi cara Puan ngeliat dan ngejalanin mimpi itu yang perlu diubah. Yup, di sinilah manifesting mulai punya peran penting. 


Apa Sih Maksud dari “Manifesting” Itu?

Manifesting adalah proses untuk mewujudkan apa yang Puan inginkan jadi kenyataan. Melewati pikiran, perasaan, dan tindakan.

Di dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dijelaskan bahwa apa yang Puan fokuskan secara konsisten itu bisa loh memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidup.

Tapi penting banget buat dipahami, kalo manifesting itu bukan sekadar “Berharap doang” atau nunggu keajaiban datang. Karena Manifesting akan bekerja kalau Puan percaya dulu, baru pelan-pelan semesta bekerja mewujudkannya. 


Baca Juga: Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan


Kenapa Manifesting Bisa Terasa Powerful?

Nih, Priska kasih tau ya Puan kalo Pikiran itu punya pengaruh besar ke cara saat Puan bertindak, loh! Contohnya saat apa yang Puan yakini akhirnya “kejadian”, secara nggak sadar Puan bertindak sesuai keyakinan itu.


Makanya sering dibilang, kalo pikiran itu kayak magnet. Kalo Puan mikirnya hal positif pasti peluang buat capai mimpinya lebih terbuka. Tapi, kalo Puan overthinking dan takut, yang kelihatan cuma hambatannya aja. 

Kadang bukan karena hidup yang berbeda loh, Puan! Tapi karena cara kita melihatnya juga beda.

 

Tips Manifesting jadi Kenyataan

Manifesting tanpa aksi itu cuma jadi angan-angan. Biar lebih “Grounded”, coba mulai dari hal kecil ini: 

1. Tulis goals Puan

Menurut penelitian Dr. Gail Matthews dari Dominican University of California, orang yang menuliskan tujuannya punya peluang lebih besar untuk mencapainya dibanding yang cuma dipikirin.  

2. Coba Memvisualisasikan 

Bayangin seolah itu udah kejadian dan sudah tercapai. Puan bisa rasain perasaan senang, serta emosi positif yang muncul.

3. Berikan Afirmasi Positif

Ucapkan hal-hal baik ke diri sendiri. Mungkin kedengaran simple, tapi sangat berpengaruh ke cara berpikir Puan, loh! 

5. Ambil Action Kecil

Coba ambil langkah kecil yang konsisten. Karen, mimpi tanpa langkah itu tetap akan jadi mimpi dan tidak menjadi kenyataan. Makanya, langkah kecil dengan konsisten penuh bisa bantu Puan mewujudkan mimpinya. 

6. Percaya Kemampuan Diri Sendiri

Nggak harus langsung pede banget. Yang penting nggak terus ngejatuhin diri sendiri ya, Puan. Berhenti meragukan diri sendiri, dengan coba percaya kepada kemampuan Puan ya.


Puan, jangan salah paham ya, kalau manifesting itu bukan sulap yang hari ini kepikiran, besok harus langsung kejadian. Karena, manifesting tetap butuh waktu, usaha, dan konsistensi. Semesta memang bisa bisa bantu wujudkan, tapi semua kendalinya ada di diri Puan sendiri ya. 

Semesta mungkin membantu, tetapi kendali utama tetap ada pada diri Puan. Tanpa tindakan, perubahan tidak akan terjadi. Jadi, sekarang mau coba percaya sama “The Power of Manifesting” ini Puan?


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 




Referensi:

Vähäsantanen, K., & Saarinen, J. (2013). The power dance in the research interview: Manifesting power and powerlessness. Qualitative research, 13(5), 493-510.

Topliceanu, Ş. C. (2020, December). The Manifestation of Power: An Analysis. In Organizations and Performance in a Complex World: 26th International Economic Conference of Sibiu (IECS) (p. 345). Springer Nature.

Byrne, R. (2006). The Secret. New York, NY: Atria Books.

https://folkative.com/the-power-of-manifesting-lo-harus-coba-sekarang/

https://www.tempo.co/gaya-hidup/pengertian-manifesting-konsep-manfaat-dan-cara-melakukannya-1195404


Author & Editor: Citra Sofia Virnanda


Baca Juga:

Komentar

Rubik Puan Popular

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Katanya Harus Cari Passion, Tapi Kok Malah Makin Bingung?

 " Cari passion dulu, baru cari kerja.” Kalimat itu mungkin sering Puan dengar. Dari dosen, orang tua, sampai konten di media sosial. Tapi bukannya merasa tercerahkan, banyak dari kita justru jadi bertanya-tanya, “Kalau aku belum tahu passion-ku, berarti aku belum siap memulai karier?” Kalau Puan pernah berpikir seperti itu, tenang. Puan nggak sendirian. Faktanya, membangun karier nggak selalu dimulai dengan menemukan passion. Justru, banyak orang baru benar-benar menemukan apa yang mereka sukai setelah berani mencoba berbagai pengalaman. Passion Nggak Selalu Datang di Awal Belakangan, topik tentang passion dan karier semakin sering dibahas, terutama oleh Gen Z. Namun, menurut Kompas.com, memilih karier bukan hanya soal mengikuti passion , tetapi juga mempertimbangkan peluang berkembang, kondisi finansial, dan tujuan hidup.   Artinya, nggak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang. Kalau hari ini Puan masih bingung menentukan arah, itu bukan berarti Puan tertinggal....

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Bicara pada Diri Sendiri: Bermanfaat atau Berbahaya?

  Photo by Tara Winstead Tanpa sadar, kita terkadang mendapati diri sedang berbicara sendirian. Pernah tiba-tiba bergumam, "Oke, waktunya kita makan," atau bertanya seolah ada orang lain di dalam diri kita, "Eh, ini lokasinya benar gak, ya?" Entah itu bergumam saat kebingungan, memberikan motivasi saat kesulitan, atau menyuarakan isi pikiran seperti sedang berada di acara podcast , semua itu sangat wajar dan normal . Berbicara pada diri sendiri bisa menjadi alat komunikasi internal yang kuat. Kebiasaan ini juga dikenal dengan istilah self-talk dalam psikologi. Menariknya, seiring bertambah dewasa, frekuensi berbicara pada diri sendiri cenderung berkurang, tidak seintens saat kita masih kecil. Apa itu self-talk? Self-talk atau bicara sendirian adalah cara kita berkomunikasi pada diri sendiri, baik itu dalam hati atau diucapkan dengan keras. Kebiasaan ini punya pengaruh besar terhadap cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Oleh karena itu, penting sekali untu...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...