Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang. Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?” 1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...
Image by Baylor Lariat Di tengah era digital yang berkembang pesat dengan mobilitas serba cepat, generasi kita dihadapkan pada tantangan baru dalam mengelola stres yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari tuntutan akademik, tekanan media sosial, urusan pekerjaan hingga overthinking soal masa depan, semua bisa membuat pikiran terasa penuh dan melelahkan. Nah, disinilah peran coping mechanisms menjadi sangat penting. Namun, Puan tahu nggak sih, coping mechanisms itu apa? Secara sederhana, coping mechanisms adalah cara atau strategi yang dilakukan seseorang untuk menghadapi dan mengelola stres atau tekanan emosional dalam hidupnya. Umumnya, strategi ini terbagi menjadi dua jenis utama: Adaptive Coping Strategi ini merupakan cara yang sehat dan positif dalam menghadapi stres seperti olahraga ringan, journaling , atau praktik mindfulness . Tujuannya bukan hanya untuk meredakan stres sesaat tidak juga membantu kita tumbuh dan berkembang...