Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Mindfulness: Ketika Puan Belajar Hadir Sepenuhnya

 Puan pernah gak sih, merasa hari-hari padat, tapi di penghujung hari rasanya tetap hampa? Semua dikerjakan, tapi rasanya autopilot. Makan sambil scroll, ngobrol sambil mikirin kerjaan, istirahat pun masih kepikiran to-do list. 

Nah, itu mungkin pertanda bahwa Puan kehilangan satu hal penting, yaitu kehadiran diri. Dan di sinilah mindfulness bisa jadi jawabannya.

Apa itu Mindfulness?

Mindfulness adalah kemampuan untuk sadar penuh pada momen saat ini, tanpa menghakimi. Bukan soal meditasi di pegunungan atau duduk berjam-jam. Namun, tentang hadir di tengah rutinitas, benar-benar merasakan, bukan sekadar menjalani. 

Menurut Jon Kabat-Zinn, pelopor mindfulness modern dan pendiri program Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), mindfulness adalah:

“Kesadaran yang muncul dari memberi perhatian, dengan sengaja, pada saat ini, tanpa menghakimi.”

Kenapa Puan Kehilangan Kehadiran?

Dengan kehidupan modern yang penuh distraksi: notifikasi, target, ekspektasi sosial, dan tekanan waktu. Puan jadi jago multitasking, tapi gagal untuk benar-benar merasakan satu hal secara utuh. 

Padahal, riset dari Harvard menunjukkan bahwa pikiran yang mengembara atau mind-wandering dapat membuat seseorang kurang bahagia, bahkan ketika sedang melakukan hal menyenangkan. 

Manfaat  Mindfulness dalam Hidup Puan

Ada banyak manfaat dari mindfulness, di antaranya  adalah:

  • Mengurangi stress  dan burnout

  • Meningkatkan fokus dan produktivitas 

  • Memperbaiki hubungan dan empati

  • Mengenal emosi diri tanpa tenggelam di dalamnya

Cara Memulai Mindfulness 

Berikut ini adalah cara praktis yang dapat Puan terapkan untuk memulai mindfulness, yaitu:

  1. Rasakan napas selama 1 menit tanpa perlu mengatur apa-apa.

  2. Makan tanpa distraksi untuk merasakan tekstur, rasa, dan aroma makanan. 

  3. Mindful break dengan cara mengalihkan perhatian ke tubuh dan pernapasan saat jeda kuliah/kerja.

  4. Menulis perasaan tanpa sensor untuk menyadari, bukan menganalisis.

  5. Menyadari tubuh saat jalan, duduk, atau cuci tangan. Momen kecil bisa menjadi latihan sadar. 

Pada Akhirnya,

Mindfulness bukan tentang menjadi tenang terus. Akan tetapi, tentang bertemu diri sendiri apa adanya, di tengah kesibukan dan suara bising dunia. Karena seringkali kita lupa hadir untuk menyadari.


Referensi:
  • Kabat-Zinn, J. (1994). Wherever You Go, There You Are.

  • Killingsworth, M. A., & Gilbert, D. T. (2010). “A Wandering Mind Is an Unhappy Mind.” Science, 330(6006), 932.

  • Creswell, J. D. (2017). “Mindfulness Interventions.” Annual Review of Psychology, 68, 491–516.

  • American Psychological Association. (2019). “Mindfulness Meditation: A Research-Proven Way to Reduce Stress.”


Author & Editor: Daru Sekar Arum

Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...