Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Coping Mechanism: Strategi Menghadapi Tantangan Hidup

Puan tentunya pernah bukan, merasakan stress? Misal, merasa stress karena pendidikan, pekerjaan, keluarga, hingga masalah percintaan. Ketika merasa stress, dapat dipastikan bahwa Puan akan melakukan suatu tindakan sebagai strategi dalam menghadapi situasi yang menghadapi situasi tersebut. Tindakan tersebut disebut pula sebagai  Coping Mechanism . Bagaimana menerapkan  "Coping Mechanism"  yang tepat?  Walaupun merupakan tindakan pelepasan stres namun nyatanya tak semua tindakan coping mechanism itu positif. Mungkin saja Puan melakukan mekanisme koping hanya untuk mengalihkan Puan dari perasaan stres tanpa menyelesaikan masalah Puan sendiri dan tentunya dapat mengarahkan Puan ke kebiasaan yang tidak sehat. Seperti menyakiti diri sendiri, meminum minuman keras, memakan makanan yang tidak sehat secara berlebihan, menghindari aktivitas sosial dalam jangka waktu yang panjang. Lalu bagaimanakah melakukan coping mechanism secara benar dan tepat? Menurut Lazarus dan Susan...

Membangun Kepercayaan Diri: Menerima Diri Sendiri di Luar Society's Standards

“Society’s Standards”, pernahkah Puan mendengar istilah ini? Gampangnya, society’s standards adalah suatu standar yang dijadikan sebagai suatu acuan. Society’s standards biasanya memegang prinsip kesempurnaan. Oleh karena itu, sebagian besar dari Puan mungkin saja pernah merasakan tekanan dari society‘s standards. Tekanan yang kita rasakan akibat society‘s standards sudah sering kita rasakan bahkan sebelum kita mengenal kata “sempurna”. Banyak dari Puan mungkin pernah didorong untuk menjadi seseorang yang bukan sosok diri Puan hanya untuk bisa masuk dalam society. Society menginginkan Puan untuk menjadi sempurna. Seperti, harus menjadi pintar, lucu, cantik, berbakat, dan masih banyak lagi terkadang hanya untuk bisa diterima di suatu lingkungan. Percayalah Puan, lingkungan seperti sangat tidak sehat untuk ditinggali. Banyak orang diluar sana melakukan hal yang tidak mereka ingin lakukan agar bisa diterima dalam society. Mengubah opini, gaya rambut, fitur wajah, dan lain sebagain...