Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Coping Mechanism: Strategi Menghadapi Tantangan Hidup

Puan tentunya pernah bukan, merasakan stress? Misal, merasa stress karena pendidikan, pekerjaan, keluarga, hingga masalah percintaan. Ketika merasa stress, dapat dipastikan bahwa Puan akan melakukan suatu tindakan sebagai strategi dalam menghadapi situasi yang menghadapi situasi tersebut. Tindakan tersebut disebut pula sebagai  Coping Mechanism . Bagaimana menerapkan  "Coping Mechanism"  yang tepat?  Walaupun merupakan tindakan pelepasan stres namun nyatanya tak semua tindakan coping mechanism itu positif. Mungkin saja Puan melakukan mekanisme koping hanya untuk mengalihkan Puan dari perasaan stres tanpa menyelesaikan masalah Puan sendiri dan tentunya dapat mengarahkan Puan ke kebiasaan yang tidak sehat. Seperti menyakiti diri sendiri, meminum minuman keras, memakan makanan yang tidak sehat secara berlebihan, menghindari aktivitas sosial dalam jangka waktu yang panjang. Lalu bagaimanakah melakukan coping mechanism secara benar dan tepat? Menurut Lazarus dan Susan...

Membangun Kepercayaan Diri: Menerima Diri Sendiri di Luar Society's Standards

“Society’s Standards”, pernahkah Puan mendengar istilah ini? Gampangnya, society’s standards adalah suatu standar yang dijadikan sebagai suatu acuan. Society’s standards biasanya memegang prinsip kesempurnaan. Oleh karena itu, sebagian besar dari Puan mungkin saja pernah merasakan tekanan dari society‘s standards. Tekanan yang kita rasakan akibat society‘s standards sudah sering kita rasakan bahkan sebelum kita mengenal kata “sempurna”. Banyak dari Puan mungkin pernah didorong untuk menjadi seseorang yang bukan sosok diri Puan hanya untuk bisa masuk dalam society. Society menginginkan Puan untuk menjadi sempurna. Seperti, harus menjadi pintar, lucu, cantik, berbakat, dan masih banyak lagi terkadang hanya untuk bisa diterima di suatu lingkungan. Percayalah Puan, lingkungan seperti sangat tidak sehat untuk ditinggali. Banyak orang diluar sana melakukan hal yang tidak mereka ingin lakukan agar bisa diterima dalam society. Mengubah opini, gaya rambut, fitur wajah, dan lain sebagain...