Pernah nggak, Puan ngerasa kalau semakin sore, Puan jadi semakin ceroboh atau malah makin nggak bisa milih sesuatu? Puan sanggup menyelesaikan revisi tugas yang sulit di pagi hari, tapi begitu malam tiba, memilih film di Netflix saja butuh waktu satu jam dan berakhir nggak jadi nonton apa-apa karena bingung.
Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue atau kelelahan mengambil keputusan. Sederhananya, otak Puan memiliki kapasitas terbatas untuk membuat pilihan setiap hari. Setiap keputusan yang diambil, mulai dari memilih pakaian, menentukan menu sarapan, memilih rute perjalanan, hingga membalas pesan penting, sedikit demi sedikit menguras energi mental Puan sendiri.
Kenapa Fenomena Ini Bisa Terjadi?
Ibaratnya, otak Puan seperti baterai HP. Setiap pilihan yang Puan buat, sekecil apa pun, memakan daya baterai tersebut. Masalahnya, pendidikan sampai pekerjaan memaksa Puan mengambil ribuan keputusan kecil setiap harinya.
Ketika baterai mental ini sudah mencapai 5% (biasanya di sore atau malam hari), otak Puan akan mengambil jalan pintas. Pilihannya cuma dua: Puan jadi sangat impulsif (asal pilih yang penting selesai) atau malah mengalami paralysis, yaitu nggak bisa milih sama sekali karena saking capeknya.
Tanda-Tanda Puan Lagi Mengalami Decision Fatigue
Sering Menunda-nunda: Hal sepele pun jadi terasa berat buat diputuskan.
Gampang Marah: Puan jadi sensitif kalau ada orang yang nanya atau minta pendapat Puan.
Mati Rasa: Rasanya setiap momen pengen bilang, "Terserah deh apa aja, yang penting jangan tanya aku."
Cara Menghemat Energi Mental Puan
Kabar baiknya, energi untuk mengambil keputusan bisa dikurangi agar tidak cepat habis. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba dari Priska:
1. Sederhanakan Keputusan Sehari-hari
Pernah kepikiran kenapa beberapa tokoh sukses sering pakai pakaian yang mirip atau bahkan sama setiap harinya? Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi jumlah keputusan kecil yang harus dibuat. Puan juga bisa menerapkan hal serupa, misalnya dengan menyiapkan pakaian sejak malam atau merencanakan menu makan beberapa hari ke depan.
2. Prioritaskan Keputusan Penting di Pagi Hari
Pagi hari biasanya menjadi waktu ketika pikiran masih segar dan fokus masih optimal. Jika ada keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan matang, usahakan selesaikan lebih awal sebelum energi mental terkuras oleh berbagai aktivitas lainnya.
3. Batasi Terlalu Banyak Pilihan
Terlalu banyak opsi justru bisa membuat Puan semakin bingung. Kalau lagi cari sesuatu, cobalah membatasi pilihan sejak awal. Misalnya, daripada membuka sepuluh toko online sekaligus, fokuslah pada satu atau dua toko yang paling sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, proses memilih menjadi lebih gampang dan nggak terlalu menguras pikiran.
Ingat, Puan nggak harus punya kendali penuh atas setiap detail kecil dalam hidup Puan. Ngizinin diri sendiri untuk bilang "Aku nggak mau mikir yang banyak dulu sekarang" adalah salah satu bentuk self-care yang paling nyata.
Jadi, kalau nanti sore Puan merasa pusing cuma gara-gara ditanya mau makan apa, jangan merasa aneh. Otak Puan cuma butuh istirahat dari tugasnya sebagai "pengambil keputusan". Kasih dia waktu buat recharge, ya!
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. Referensi
MSc, N. B. a. B. (2019, November 25). Lelah mengambil keputusan? mungkin Anda alami decision fatigue. KlikDokter. https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/lelah-mengambil-keputusan-mungkin-anda-alami-decision-fatigue?srsltid=AfmBOop_XvFtPrxeaEw6Ki4a_ObicBlp052TA_GCAzT8aYOWOz1y7C3T
Clinic, C. (2023, June 1). 8 Signs of decision fatigue and how to cope. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/decision-fatigue
Author & Editor: Zalfa Zahiyah P.W

Komentar
Posting Komentar