Puan, pernah nggak sih ngerasa sibuk dan banyak ikut kegiatan, tapi ujung-ujungnya masih ngerasa ‘what am I really building?’
Di dunia bisnis ada yang namanya Business Mindset. Dalam mindset ini tuh nggak cuma soal target, profit, atau strategi perusahaan. Intinya, ini tentang cara berpikir yang terarah, proaktif, dan adaptif.
Baca juga Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata
Prinsip-prinsip ini nggak cuma berlaku untuk perusahaan, tapi juga bisa langsung diterapin di kehidupan sehari-hari. Misalnya, supaya Puan bisa:
Nggak cuma sibuk, tapi tahu prioritas dan arah.
Berpikir analitis sebelum mengambil keputusan.
Mengelola hidup dan tujuan seperti proyek nyata.
Tetap fleksibel dan komunikatif di tengah perubahan.
Nah, supaya nggak cuma teori aja, kita langsung masuk ke beberapa mindset kunci yang bisa Puan terapkan mulai sekarang.
Proaktif: Jangan Cuma Nunggu Kesempatan
Menurut Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan itu analytical thinking dan active learning.
Artinya, dunia nggak lagi cuma butuh orang yang nurut instruksi, tapi mereka yang berani bergerak duluan. Dalam praktiknya: mengajukan ide tanpa harus diminta, cari feedback untuk belajar lebih cepat, dan belajar skill baru sebelum benar-benar dibutuhkan.
Proaktif bukan cuma “sibuk aja,” tapi menciptakan peluang bagi diri sendiri.
Analytical dan Strategic Thinking: Nggak Asal Jalan
Puan, dalam Business Mindset kita diajarin buat nggak cuma ngejalanin hidup. Strategic thinking itu kayak peta yang membantu kita mengerti kemana langkah kita selanjutnya.
Menurut Harvard Business Review, strategic thinking atau berpikir strategis itu bukan sekadar melakukan pekerjaan sehari-hari, tapi melihat gambaran besar terlebih dahulu, menentukan mana yang prioritas, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap keputusan.
Contohnya:
Sebelum mengambil keputusan, tanyain ke diri sendiri: Ini bakal bawa aku ke mana satu sampai tiga tahun ke depan?
Analisis opsi dengan mempertimbangkan pro dan kontra, jangan asal ikut arus.
Hal ini membuat kita nggak cuma bergerak, tapi bergerak dengan arah.
Mengelola Hidup Seperti Proyek
Di dunia bisnis, tiap proyek pasti ada perencanaan, eksekusi, dan evaluasi. Project Management Institute (PMI) menyatakan hal ini penting supaya tujuan tercapai.
Di hidup kita, hal ini bisa diterjemahkan menjadi:
Target karir yang dibagi menjadi skill yang perlu dipelajari.
Target belajar dicapai dengan menyusun timeline dan melewati milestone
Target pribadi dapat dicek progresnya secara berkala.
Dengan cara ini, niat nggak cuma berhenti di motivasi sesaat. Semua langkah jadi lebih terstruktur.
Komunikatif dan Adaptif: Bertumbuh di Dunia yang Berubah
McKinsey & Company menekankan bahwa kemampuan komunikasi dan adaptabilitas penting banget di dunia yang cepat berubah.
Di kehidupan sehari-hari:
Komunikasi bukan cuma ngomong, tapi mengerti orang lain juga.
Adaptasi bukan berarti kehilangan prinsip, tapi bisa fleksibel ketika situasi berubah.
Kolaborasi itu tentang saling mendukung dan pertumbuhan.
Jadi, bukan cuma sibuk sendiri. Kita tumbuh bareng lingkungan.
Business Mindset dalam daily life bukan soal jadi robot produktif dan bukan soal menjadikan hidup kompetitif atau transaksional. Ini soal: lebih sadar dalam mengambil keputusan, lebih terarah dalam bertumbuh, dan lebih adaptif dalam menghadapi perubahan.
Puan, hidup yang berkembang bukan yang paling sibuk, tapi yang paling terarah dan bermakna.
Referensi:
World Economic Forum — The Future of Jobs Report 2023
McKinsey & Company — Defining the Skills Citizens Will Need in the Future World of Work
Project Management Institute (PMI) — PMBOK Guide
Harvard Business Review — HBR Guide to Thinking Strategically
Author & Editor: Daru Sekar Arum
Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self- Improvement.

Komentar
Posting Komentar