Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

 


Puan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata?

Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill.

Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu?

Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi.

Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill.

Beberapa contoh soft skill yang sering kali dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja adalah:

  • Kemampuan komunikasi yang jelas dan efektif, supaya ide Puan bisa diterima orang lain dengan baik.

  • Kerja sama tim, karena nggak semua hal bisa diselesaikan sendirian.

  • Manajemen waktu, supaya Puan bisa produktif tanpa burnout.

  • Berpikir kritis dan problem solving, untuk ngambil keputusan secara rasional, apalagi pas situasi mendesak.

  • Leadership, bisa mengarahkan dan mengayomi teman satu tim.

  • Adaptasi dan fleksibilitas, karena dunia terus berubah Puan harus bisa menyesuaikan diri.

  • Empati dan kecerdasan emosional. Bisa mengerti perasaan orang lain itu penting banget biar nggak bikin suasana jadi tegang terus.

Skill-skill ini termasuk yang paling dicari sama perusahaan, bahkan sering kali dianggap lebih penting dibanding nilai akademik atau kemampuan teknis. Karena sejago apapun, kalau nggak bisa kerja sama tim atau nggak paham cara komunikasi yang baik, hasil kerjanya bisa jadi nggak maksimal.

Kalau Nggak Dilatih, Apa Dampaknya?

Ketika soft skill nggak jadi bagian dari proses belajar, banyak dari kita akhirnya merasa kurang siap menghadapi dunia nyata. Jadi gampang kewalahan saat harus kerja bareng orang lain, kesulitan menyampaikan ide, atau bingung mengatur waktu antara tanggung jawab dan istirahat. Kita bisa saja terlihat pintar diatas kertas, tapi sulit diterima di lingkungan kerja atau komunitas karena kurang fleksibel atau nggak peka secara emosional.

Lalu, Gimana Cara Belajar Soft Skill?

Tapi tenang, belajar soft skill nggak harus nunggu diajarin, kok. Puan bisa mulai dari hal-hal sederhana. 

  • Terlibat di kegiatan sosial atau komunitas. Entah itu jadi panitia, volunteer, atau proyek bareng teman, disanalah skill seperti kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan bisa diasah.

  • Belajar mendengar dan memberi feedback. Diskusi yang sehat membuat Puan lebih terbuka, empati, dan nggak cepat defensif.

  • Latih diri mengatur waktu. Gunakan catatan harian, to-do list, atau teknik Pomodoro buat mengatur fokus dan energi.

  • Cari ilmu dari mana saja. Banyak konten berkualitas di YouTube, podcast, atau kelas online yang bantu Puan belajar komunikasi, problem solving, sampai self-awareness.

  • Berani ambil tantangan kecil. Semakin sering keluar dari zona nyaman, semakin cepat juga Puan berkembang.

Kadang, hidup nggak cuma soal nilai bagus atau seberapa banyak yang Puan tahu, tapi Puan butuh lebih dari itu, bagaimana bisa kerja bareng orang lain, berani bicara, sabar mendengarkan, dan tetap tenang waktu segalanya nggak berjalan sesuai rencana.

Puan bisa mempelajari soft skill dari pengalaman sehari-hari. Dari ngobrol sama orang baru, ikut kegiatan, sampai berani ambil peran kecil yang membuat Puan berkembang. Karena pada akhirnya, yang buat bertahan dan bersinar bukan cuma kepintaran, tapi sikap, empati, dan keberanian untuk terus belajar jadi versi terbaik dari diri sendiri.


Sumber

Developing Soft Skills

'Soft skills': The intangible qualities companies crave

Author & Editor 

Diinaar F. Berian


Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...