Langsung ke konten utama

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Lelah yang Gak Hilang? Yuk, Kenalan sama Burnout dan Cara Mengatasinya!


Puan, pernah merasa capek banget, tapi gak tahu kenapa? Tidur sudah cukup, makan teratur, tapi badan dan pikiran tetap terasa berat. Susah fokus, gampang marah, pekerjaan sederhana jadi terkesan bikin mood jelek, bahkan waktu libur pun gak nambah tenaga. Kalau Puan mengalami ini berkepanjangan, bisa jadi Puan lagi burnout. 

Burnout itu Apa, Sih?

Burnout itu kondisi di mana energi fisik, mental, dan emosional Puan benar-benar terkuras habis karena stres berkepanjangan, biasanya akibat pekerjaaan atau tekanan hidup yang gak ada habisnya. Beda dengan capek biasa, burnout bikin Puan ngerasa kosong, kehilangan semangat, atau bahkan sampai malas melakukan hal-hal yang dulu Puan suka. 

Ciri-ciri utama burnout menurut WHO dan praktisi psikologi, antara lain:

  • Kelelahan ekstrim, baik secara fisik, mental, maupun emosional, yang gak hilang meskipun sudah istirahat. 

  • Terbentuknya jarak emosional atau rasa jauh dari pekerjaan, sehingga Puan merasa apatis dan gak peduli terhadap tugas yang biasanya terasa penting. 

  • Penurunan motivasi dan performa kerja, produktivitas menurut, dan sulit untuk fokus. 

Kadang orang salah paham dan menyangka burnout itu cuma “malas,” padahal ini merupakan kondisi serius yang bisa terjadi pada siapa saja, bahkan yang terlihat kuat sekalipun. 

Puan, Berikut adalah Tanda-Tanda Burnout yang Biasanya Diabaikan. 

  • Suka menunda pekerjaan tanpa alasan yang jelas. 

  • Gak tertarik sama hal-hal yang dulu bikin happy.

  • Konsentrasi jadi kacau dan gampang lupa.

  • Berasa kayak lagi jalan otomatis, hidup sebatas rutinitas.

  • Capek yang berlebihan, tidur cukup pun gak bikin segar. 

  • Mood naik turun, gampang kesal atau sedih.

Kalau Puan mulai merasakan beberapa tanda di atas, jangan diabaikan, ya. Selain itu, perlu diingat juga untuk tidak melakukan self-diagnosis ya, Puan!

Kenapa Burnout Bisa Terjadi?

Faktor-faktor umum penyebab burnout di antaranya adalah beban kerja dan target yang terlalu berat, minimnya kontrol dan dukungan di lingkungan kerja atau studi, tekanan sosial dan budaya ‘harus selalu kuat,’ lingkungan yang toxic atau penuh hal negatif, perfeksionisme dan sulit untuk bilang “tidak,” serta tekanan ekonomi dan gaya hidup zaman sekarang. Burnout bukan cuma masalah karyawan kantoran, tapi bisa dialami mahasiswa, orang tua, hingga pengusaha. 

Apa Akibat kalau Burnout Dibiarkan?

Kalau burnout dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa gede banget, lho, Puan. Pertama, Puan mungkin akan merasakan penurunan kualitas dan kuantitas kerja dan belajar secara drastis, jadi sulit fokus dan hasil kerja jadi gak maksimal. Selain itu, mood yang jelek jadi sering muncul, bikin Puan jadi gampang tersulut emosi dan akhirnya konflik dengan orang sekitar sering terjadi. 

Cara Sederhana Mengatasi dan Mencegah Burnout yang Bisa Puan Lakukan. 

  1. Kenali dan terima perasaan. 

Gapapa kalau Puan lagi capek dan gak baik-baik saja. 

  1. Ambil waktu istirahat yang sadar (mindful).

Walau cuma beberapa menit untuk bernapas dan melepaskan pikiran.

  1. Cerita ke orang yang Puan percaya. 

Curhat dapat membantu meringankan beban pikiran. 

  1. Turunkan ekspektasi pada diri sendiri.

Kadang, bangun dan sarapan saja sudah merupakan pencapaian luar biasa, lho, Puan. 

  1. Lakukan aktivitas yang menenangkan. 

Misalnya, jalan-jalan ringan, hobi lama, meditasi, atau journaling

  1. Evaluasi dan atur ulang prioritas. 

Berani untuk bilang “tidak” pada hal yang mungkin bikin Puan makin stres. 

  1. Cari bantuan profesional jika perlu. 

Psikolog atau konselor pasti bisa memberi solusi yang lebih tepat. 


Lelah bukan tanda kelemahan.
Kita semua butuh jeda dan perlu menjaga diri supaya tetap sehat secara fisik dan mental. Yang terpenting bukanlah terus push diri sampai habis, tapi tahu kapan harus berhenti dan rawat diri sedikit demi sedikit.


Referensi:


Author & Editor: Daru Sekar Arum



Komentar

Rubik Puan Popular

Tanpa Validasi Sana-Sini, 'Be of Service' Ternyata Kunci Pede yang Paling Slay!

Image by: Roxie Nafousi Pernah nggak sih, Puan ngerasa insecure gara-gara kelamaan scrolling TikTok? Lihat si A glow up maksimal, si B punya bisnis sendiri, sementara kita? Masih sibuk berantem sama jerawat atau pusing mikirin tugas kuliah yang nggak habis-habis. Rasanya pengen banget punya rasa pede buat tampil atau mulai sesuatu, tapi kok susah ya?  Baca juga: https://puanbisa.blogspot.com/2025/10/cara-membangun-kepercayaan-diri-untuk.html   Nah, kalau Puan terus-terusan fokus pada diri sendiri, ending -nya malah makin insecure karena manusia cenderung lebih mampu melihat kekurangannya sendiri dibanding kelebihannya. Menurut buku Confidence karya manifesting queen Roxie Nafousi, rahasia buat tampil pede itu justru adalah dengan mengalihkan fokus kita keluar, yaitu dengan membantu orang lain. Iya, Roxie bilang salah satu cara paling ampuh buat bangun rasa pede adalah dengan being of service alias jadi sosok yang bermanfaat buat orang lain. Kedengarannya berat ya, Puan? Pa...

Sering Blank Saat Presentasi? Yuk, Kenali Gangguan Stage Fright!

  Ilustrasi Seseorang yang mengalami stage fright. (i nfinumgrowth.com ) Pernah nggak, Puan udah nyiapin materi presentasi lengkap, tapi begitu berdiri di depan banyak orang, tiba-tiba pikiran mendadak blank? Jantung berdegup kencang kayak habis lari maraton, tangan berkeringat dingin, bahkan suara mendadak jadi cempreng atau gemetar. Kalau pernah, berarti Puan sedang mengalami apa yang disebut stage fright alias demam panggung. Tenang kok, Puan nggak sendirian. Bahkan artis papan atas atau pembicara profesional pun sering ngerasain. Bedanya, mereka udah tau cara "berdamai" dengan rasa gugup tersebut. Yuk, Priska bahas kenapa ini bisa terjadi dan gimana cara menaklukkannya! Baca juga: Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan! Secara ilmiah, demam panggung adalah respon alami tubuh yang disebut fight-or-flight . Otak Puan, khususnya bagian amigdala, mendeteksi "ancaman". Masalahnya, otak kadang nggak bisa membedakan antara ancaman dikejar h...

Cara Membangun Kepercayaan Diri untuk Tumbuh dan Berkembang, Puan!

Kenapa Sih Penting untuk Percaya Diri? Self development atau pengembangan diri adalah proses sadar untuk terus memperbaiki diri, baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, maupun keahlian. Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan diri adalah percaya diri. Tanpa kepercayaan diri, semua potensi yang Puan miliki bisa “terkunci”. Padahal, percaya diri bukan bawaan lahir, tapi ia bisa dilatih lewat pengalaman dan pola pikir yang tepat. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), orang yang memiliki self-confidence tinggi lebih mudah mengambil keputusan, berani mencoba hal baru, dan punya tingkat stres lebih rendah. Kenapa Perempuan Muda Masih Sering Ragu? Puan, nggak sedikit perempuan muda yang merasa “nggak cukup baik”. Apalagi di era media sosial, di mana kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai “comparison trap” dan sering jadi penghalang utama kepercayaan diri. Kabar baiknya, dengan growth mindset, rasa ragu itu bisa beru...

Hidup Tanpa FOPO: Rahasia Menjadi Lebih Percaya Diri

      Image by  pngtree.com Puan pernah enggak sih saat ketika sudah rapi lalu berdiri di depan cermin sambil bertanya ke diri sendiri, seperti “Penampilan aku udah OK belum ya?”, “Make up aku berlebihan enggak ya?”, atau “Aku kelihatan aneh enggak ya pakai baju ini?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena Puan khawatir dengan pandangan orang lain? Kalau iya, bisa saja Puan sedang mengalami FOPO atau Fear of Other People’s Opinions. Apa itu FOPO? Mengutip dari laman Harvard Business Review , Fear of Other People’s Opinions atau FOPO merupakan istilah yang mengarah pada perasaan cemas yang berlebihan terhadap pandangan orang lain. Alasan timbulnya perasaan cemas, takut, atau tegang ketika akan melakukan suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang ialah karena khawatir terhadap ketidaksetujuan sosial pada diri sendiri. Istilah FOPO dicetuskan oleh Michael Gervais, PhD - seorang psikolog sekaligus penulis, yang memiliki pandangan bahwa rasa ketakutan ini merupa...

Hasty Generalization: Kesalahan Berpikir yang Sering Kita Lakukan

Image by: Grammarly.com Pernahkah Puan langsung bilang "Semua produk merek ini jelek," cuma gara-gara beli satu barang yang rusak? Atau mungkin Puan pernah denger temen cerita, "Nggak usah ke resto itu deh, pelayanannya buruk banget!" Padahal dia cuma sekali ke sana? Nah, ini dia yang namanya hasty generalization atau kesimpulan terburu-buru. Apa Sih Hasty Generalization Itu? Menurut Detik.com , Hasty Generalization adalah kekeliruan yang terjadi ketika seseorang menarik kesimpulan yang luas berdasarkan bukti yang tidak mampu atau tidak cukup. Dengan kata lain, kesimpulan tentang suatu hal terlalu terburu-buru diambil dan hanya didukung beberapa atau tidak cukup bukti yang jelas. Jadi, Hasty generalization adalah kesalahan logika yang terjadi ketika Puan mengambil kesimpulan umum dari sampel yang terlalu kecil atau tidak cukup mewakili. Bayangin gini, Puan cuma ketemu dua kucing yang galak, terus langsung bilang, "semua kucing itu galak!" Padahal di lu...