Langsung ke konten utama

Katanya Harus Cari Passion, Tapi Kok Malah Makin Bingung?

 " Cari passion dulu, baru cari kerja.” Kalimat itu mungkin sering Puan dengar. Dari dosen, orang tua, sampai konten di media sosial. Tapi bukannya merasa tercerahkan, banyak dari kita justru jadi bertanya-tanya, “Kalau aku belum tahu passion-ku, berarti aku belum siap memulai karier?” Kalau Puan pernah berpikir seperti itu, tenang. Puan nggak sendirian. Faktanya, membangun karier nggak selalu dimulai dengan menemukan passion. Justru, banyak orang baru benar-benar menemukan apa yang mereka sukai setelah berani mencoba berbagai pengalaman. Passion Nggak Selalu Datang di Awal Belakangan, topik tentang passion dan karier semakin sering dibahas, terutama oleh Gen Z. Namun, menurut Kompas.com, memilih karier bukan hanya soal mengikuti passion , tetapi juga mempertimbangkan peluang berkembang, kondisi finansial, dan tujuan hidup.   Artinya, nggak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang. Kalau hari ini Puan masih bingung menentukan arah, itu bukan berarti Puan tertinggal....

Clean Eating: Rahasia Tubuh & Pikiran Tangguh


Contoh clean eating

Image by: RSUD Meuraxa

Puan, pernah nggak sih merasa harimu kayak roller coaster? Pagi semangat banget, tapi pas jam 2 siang tiba-tiba energi drop drastis, dan rasanya pengen rebahan aja padahal tugas atau kerjaan lagi numpuk. Kita seringkali menyalahkan beban kerja yang berat atau kurang tidur, tapi pernah nggak Puan mengecek kembali apa yang Puan makan sehari-hari?

Banyak dari kita di usia 18-23 tahun terjebak dalam pola makan "yang penting kenyang." Padahal, apa yang Puan makan bukan sekadar asal kenyang, melainkan bahan bakar utama bagi otak dan emosi Puan. Inilah mengapa clean eating hadir bukan sebagai diet ketat yang menyiksa, tapi sebagai bentuk apresiasi diri (self-respect) agar Puan bisa tampil maksimal setiap hari.

Clean Eating untuk Tubuh yang Powerful

Saat kita bicara soal clean eating, kita bicara soal memilih real food yang diproses seminimal mungkin. Bayangkan sayuran segar, buah-buahan, protein berkualitas, dan karbohidrat kompleks sebagai energi untuk mencapai ambisi Puan. Mengapa ini penting bagi karir dan studi Puan? Karena makanan sehat memberikan energi yang stabil.

Puan nggak akan lagi merasakan sugar crash, kondisi di mana energi tiba-tiba hilang setelah makan makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan. Dengan energi yang terjaga, Puan bisa tetap fokus saat rapat penting, sanggup berpikir kritis saat kuliah, dan tetap bertenaga bahkan sampai sore hari. Kondisi Tubuh yang prima adalah kendaraan utama bagi mimpi-mimpi besar Puan. Saat tubuh terasa ringan dan berenergi, kepercayaan diri Puan pun akan terpancar dengan sendirinya.

Hubungan Rahasia Antara Perut dan Pikiran

Menariknya, manfaat clean eating nggak berhenti di fisik saja. Puan tahu nggak kalau ada koneksi kuat antara perut dan otak kita? Apa yang Puan makan sangat mempengaruhi produksi hormon kebahagiaan, seperti serotonin.

Ketika Puan memberikan nutrisi yang baik, mood Puan cenderung lebih stabil. Puan nggak akan gampang merasa cranky, cemas yang berlebihan, atau mudah stres saat menghadapi tantangan. Selain itu, kebiasaan memilih makanan sehat secara sadar membangun disiplin diri yang luar biasa. Rasa memegang kendali atas apa yang masuk ke tubuh inilah yang akan merambat ke aspek hidup lainnya, membuat Puan merasa lebih siap menghadapi dunia.

Bukan Tentang Larangan, Tapi Tentang Keseimbangan

Seringkali, kita malas memulai clean eating karena mikir nggak bisa lagi jajan kopi susu atau makan gorengan favorit bareng teman-teman. Padahal, clean eating yang sehat justru nggak menuntut kesempurnaan. Puan bisa menerapkan aturan 80/20 yang sangat terkenal di dunia kesehatan.

Artinya, Puan fokus makan makanan utuh dan bergizi sebanyak 80% dari porsi makan sehari-hari, dan sisa 20% Puan tetap bebas menikmati camilan atau makanan favorit sebagai bentuk enjoyment. Dengan begini, Puan nggak akan merasa tertekan atau bersalah setelah makan. Mindset yang sehat adalah tentang kelimpahan nutrisi, bukan tentang membatasi diri sampai merasa menderita.

Saatnya Memulai Clean Eating 

Untuk mencapai mimpi-mimpi besar di usia 20-an, Puan butuh pikiran yang jernih dan tubuh yang tangguh. Clean eating adalah cara paling nyata untuk mengatakan pada dirimu sendiri bahwa kamu berharga.

Yuk, kita mulai langkah kecil hari ini. Puan nggak perlu langsung mengubah seluruh isi dapur. Coba mulai dengan menambah satu porsi sayur di setiap makan siang, atau mengganti minuman manis dengan air putih lebih sering. Jadi, perubahan kecil apa yang mau Puan mulai hari ini?


Referensi: 

Selhub, E. (2022, September 18). Nutritional psychiatry: Your brain on food. Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/nutritional-psychiatry-your-brain-on-food-201511168626

World Health Organization. (2020, April 29). Healthy diet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet


Author & Editor: Cut Desyanti

Sekilas tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Komentar

Rubik Puan Popular

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Katanya Harus Cari Passion, Tapi Kok Malah Makin Bingung?

 " Cari passion dulu, baru cari kerja.” Kalimat itu mungkin sering Puan dengar. Dari dosen, orang tua, sampai konten di media sosial. Tapi bukannya merasa tercerahkan, banyak dari kita justru jadi bertanya-tanya, “Kalau aku belum tahu passion-ku, berarti aku belum siap memulai karier?” Kalau Puan pernah berpikir seperti itu, tenang. Puan nggak sendirian. Faktanya, membangun karier nggak selalu dimulai dengan menemukan passion. Justru, banyak orang baru benar-benar menemukan apa yang mereka sukai setelah berani mencoba berbagai pengalaman. Passion Nggak Selalu Datang di Awal Belakangan, topik tentang passion dan karier semakin sering dibahas, terutama oleh Gen Z. Namun, menurut Kompas.com, memilih karier bukan hanya soal mengikuti passion , tetapi juga mempertimbangkan peluang berkembang, kondisi finansial, dan tujuan hidup.   Artinya, nggak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang. Kalau hari ini Puan masih bingung menentukan arah, itu bukan berarti Puan tertinggal....

When Your Brain Says “Enough”: Mengenal Overstimulation dan Penyebabnya

Pernah nggak, Puan merasa lelah dengan aktivitas sekitar? Merasa energi terkuras oleh hal-hal yang telah Puan lakukan? Bisa jadi, Puan mengalami overstimulation : suatu kondisi ketika seseorang merasa terlalu lelah akibat banyaknya interaksi sekitar. Ibarat gelas yang terus dituangi air sampai tumpah, kita juga bisa merasa kewalahan. Kondisi ini biasanya dapat membuat seseorang merasa lelah secara emosi maupun fisik, mudah marah, sulit fokus, hingga merasa ingin menjauh sejenak dari keadaan sekitar yang menunjukkan bahwa diri sudah melebihi batas energi. Apa yang menjadi pemicu overstimulation ? Social Media yang Berlebihan Di era sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari hidup layaknya makanan yang harus dikonsumsi setiap waktunya. Bo Han (2018), menunjukkan kondisi media burn-out , dimana seseorang merasa lelah dan terputus dari lingkungan sekitarnya secara daring maupun luring. Banyaknya Tekanan Deadlines , ekspektasi, hingga tekanan emosi yang menumpuk dan menjadi cemas, st...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...