Puan, pernah nggak sih merasa harimu kayak roller coaster? Pagi semangat banget, tapi pas jam 2 siang tiba-tiba energi drop drastis, dan rasanya pengen rebahan aja padahal tugas atau kerjaan lagi numpuk. Kita seringkali menyalahkan beban kerja yang berat atau kurang tidur, tapi pernah nggak Puan mengecek kembali apa yang Puan makan sehari-hari?
Banyak dari kita di usia 18-23 tahun terjebak dalam pola makan "yang penting kenyang." Padahal, apa yang Puan makan bukan sekadar asal kenyang, melainkan bahan bakar utama bagi otak dan emosi Puan. Inilah mengapa clean eating hadir bukan sebagai diet ketat yang menyiksa, tapi sebagai bentuk apresiasi diri (self-respect) agar Puan bisa tampil maksimal setiap hari.
Clean Eating untuk Tubuh yang Powerful
Saat kita bicara soal clean eating, kita bicara soal memilih real food yang diproses seminimal mungkin. Bayangkan sayuran segar, buah-buahan, protein berkualitas, dan karbohidrat kompleks sebagai energi untuk mencapai ambisi Puan. Mengapa ini penting bagi karir dan studi Puan? Karena makanan sehat memberikan energi yang stabil.
Puan nggak akan lagi merasakan sugar crash, kondisi di mana energi tiba-tiba hilang setelah makan makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan. Dengan energi yang terjaga, Puan bisa tetap fokus saat rapat penting, sanggup berpikir kritis saat kuliah, dan tetap bertenaga bahkan sampai sore hari. Kondisi Tubuh yang prima adalah kendaraan utama bagi mimpi-mimpi besar Puan. Saat tubuh terasa ringan dan berenergi, kepercayaan diri Puan pun akan terpancar dengan sendirinya.
Hubungan Rahasia Antara Perut dan Pikiran
Menariknya, manfaat clean eating nggak berhenti di fisik saja. Puan tahu nggak kalau ada koneksi kuat antara perut dan otak kita? Apa yang Puan makan sangat mempengaruhi produksi hormon kebahagiaan, seperti serotonin.
Ketika Puan memberikan nutrisi yang baik, mood Puan cenderung lebih stabil. Puan nggak akan gampang merasa cranky, cemas yang berlebihan, atau mudah stres saat menghadapi tantangan. Selain itu, kebiasaan memilih makanan sehat secara sadar membangun disiplin diri yang luar biasa. Rasa memegang kendali atas apa yang masuk ke tubuh inilah yang akan merambat ke aspek hidup lainnya, membuat Puan merasa lebih siap menghadapi dunia.
Bukan Tentang Larangan, Tapi Tentang Keseimbangan
Seringkali, kita malas memulai clean eating karena mikir nggak bisa lagi jajan kopi susu atau makan gorengan favorit bareng teman-teman. Padahal, clean eating yang sehat justru nggak menuntut kesempurnaan. Puan bisa menerapkan aturan 80/20 yang sangat terkenal di dunia kesehatan.
Artinya, Puan fokus makan makanan utuh dan bergizi sebanyak 80% dari porsi makan sehari-hari, dan sisa 20% Puan tetap bebas menikmati camilan atau makanan favorit sebagai bentuk enjoyment. Dengan begini, Puan nggak akan merasa tertekan atau bersalah setelah makan. Mindset yang sehat adalah tentang kelimpahan nutrisi, bukan tentang membatasi diri sampai merasa menderita.
Saatnya Memulai Clean Eating
Untuk mencapai mimpi-mimpi besar di usia 20-an, Puan butuh pikiran yang jernih dan tubuh yang tangguh. Clean eating adalah cara paling nyata untuk mengatakan pada dirimu sendiri bahwa kamu berharga.
Yuk, kita mulai langkah kecil hari ini. Puan nggak perlu langsung mengubah seluruh isi dapur. Coba mulai dengan menambah satu porsi sayur di setiap makan siang, atau mengganti minuman manis dengan air putih lebih sering. Jadi, perubahan kecil apa yang mau Puan mulai hari ini?
Referensi:
Selhub, E. (2022, September 18). Nutritional psychiatry: Your brain on food. Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/nutritional-psychiatry-your-brain-on-food-201511168626
World Health Organization. (2020, April 29). Healthy diet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet
Author & Editor: Cut Desyanti
Sekilas tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar