Langsung ke konten utama

Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself

Ada fase dalam hidup ketika Puan gak lagi gagal, tetapi juga belum ngerasa benar-benar ‘sampai’. Hidup berjalan seperti biasanya, rutinitas tetap dilakukan, tanggung jawab tetap dilaksanakan, namun di dalam diri muncul rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Bukan karena hidup berantakan, melainkan karena Puan mulai mempertanyakan hal-hal yang dulu masih terasa pasti. Fase ini sering kali gak disadari sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Ia datang tanpa tanda dramatis, tanpa perubahan besar, namun pelan-pelan menggeser cara Puan memandang diri sendiri dan arah hidup. Feeling lost in the process of finding yourself , proses menjadi diri sendiri yang berjalan perlahan, namun membentuk fondasi yang kuat. Dalam proses ini, ada beberapa pengalaman yang kerap dirasakan banyak orang, dan kemungkinan besar juga dirasakan oleh Puan. • Muncul dorongan untuk mempertanyakan jati diri Puan mulai bertanya tentang siapa diri Puan sebenarnya, bukan berdasarkan peran atau ekspektasi, tetapi berda...

Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself



Ada fase dalam hidup ketika Puan gak lagi gagal, tetapi juga belum ngerasa benar-benar ‘sampai’. Hidup berjalan seperti biasanya, rutinitas tetap dilakukan, tanggung jawab tetap dilaksanakan, namun di dalam diri muncul rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Bukan karena hidup berantakan, melainkan karena Puan mulai mempertanyakan hal-hal yang dulu masih terasa pasti.

Fase ini sering kali gak disadari sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Ia datang tanpa tanda dramatis, tanpa perubahan besar, namun pelan-pelan menggeser cara Puan memandang diri sendiri dan arah hidup. Feeling lost in the process of finding yourself, proses menjadi diri sendiri yang berjalan perlahan, namun membentuk fondasi yang kuat.

Dalam proses ini, ada beberapa pengalaman yang kerap dirasakan banyak orang, dan kemungkinan besar juga dirasakan oleh Puan.

• Muncul dorongan untuk mempertanyakan jati diri

Puan mulai bertanya tentang siapa diri Puan sebenarnya, bukan berdasarkan peran atau ekspektasi, tetapi berdasarkan apa yang rasanya selaras. Pertanyaan ini gak selalu menghasilkan jawaban cepat, namun kehadirannya itu menandakan kesadaran Puan yang semakin matang.

• Hidup terasa berjalan, tapi arah belum sepenuhnya jelas

Puan tetap ngejalanin hari, tetap produktif, namun ada perasaan seperti berjalan tanpa peta. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai tersesat, padahal justru menunjukkan bahwa Puan tidak lagi hidup secara otomatis.

Muncul rasa gak nyaman terhadap definisi sukses yang lama

Hal-hal yang dulu kita kejar mulai terasa hambar. Puan mungkin mulai menyadari bahwa standar keberhasilan yang selama ini dipegang gak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan batin.

Feeling lost dalam proses menemukan diri sendiri bukan tentang berhenti untuk nunggu jawaban, melainkan tentang tetap bergerak di tengah ketidak pastian. Proses ini mengajarkan bahwa hidup gak harus selalu dipahami sepenuhnya untuk bisa kita jalani.

Puan tetap bisa melangkah meski belum yakin

Keyakinan gak selalu hadir di awal. Dalam banyak kasus, ia justru terbentuk setelah Puan berani menjalani pilihan-pilihan kecil dengan sadar.


Baca juga: Mindfulness Ketika Puan Belajar Hadir


• Identitas tidak harus dikunci terlalu cepat

Jati diri bukan sesuatu yang harus ditentukan sekali seumur hidup. Ia berkembang seiring pengalaman, refleksi, dan perubahan nilai.

• Kebingungan bukan tanda kegagalan

Kebingungan sering kali muncul ketika Puan sedang berada di titik transisi. Ia menandakan bahwa ada proses evaluasi yang sedang berlangsung, bukan kemunduran.

Dalam konteks self development, fase ini justru yang sangat krusial. Tanpa proses pelan ini, banyak orang membangun hidup di atas arah yang gak pernah benar-benar mereka pilih sendiri. The slow burn of feeling lost memberi ruang bagi Puan untuk membangun arah hidup yang lebih autentik, meski membutuhkan waktu lebih lama.

• Makna sering terbentuk setelah dijalani, bukan sebelum

Puan gak perlu memahami seluruh rencana hidup sekarang. Cukup hadir, jalani, dan biarkan pengalaman membentuk pemahaman secara bertahap.

• Pertumbuhan yang pelan sering kali lebih tahan lama

Karena gak dibangun dari impuls atau tekanan, tetapi dari kesadaran dan penerimaan diri.

Pada akhirnya, Feeling lost dalam proses menemukan diri sendiri adalah tentang keberanian untuk tetap hidup secara penuh, bahkan ketika gak semua hal bisa kita jelaskan. Tentang menerima bahwa gak tahu adalah bagian dari perjalanan. Dan tentang percaya bahwa selama Puan terus bergerak dengan sadar, arah itu sedang dibentuk secara perlahan, tapi nyata.


Referensi:




Author & Editor: Irda Adelina Dalimunthe


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self- Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Ben Franklin Effect: Tips Buat Kamu yang Segan Minta Bantuan

  Puan, pernah nggak sih merasa sungkan untuk meminta atau bahkan menerima pertolongan dari orang lain? Mungkin ada segelintir alasan dibaliknya seperti, anggapan Puan bahwa setiap orang punya kesibukan masing-masing, mungkin juga karena sudah terbiasa untuk melakukan segala sesuatu sendiri, atau malu untuk menerima maupun meminta pertolongan. Namun Puan, menurut Gregg Levoy melalui tulisannya di laman  Psychology Today, ketika seseorang menolak bantuan dari orang lain itu adalah sebuah bentuk dari kesombongan . Mengapa demikian? Karena seseorang itu enggan menerima maupun meminta pertolongan ketika dirinya sedang kesusahan. Padahal, dengan meminta bantuan seseorang bisa dengan lebih mudah menyelesaikan masalahnya. Dalam kata lain, menolak pertolongan dapat terlihat arogan karena Puan bisa saja dianggap terlalu menutup diri. Tipsnya adalah untuk memberanikan diri . Ketika kita dapat membuka diri, kita dapat secara leluasa meminta pertolongan. Bahkan ada satu teori yang membuk...

DIGITAL ANXIETY & KELELAHAN MENTAL di Dunia yang Serba “MENUNTUT”

  Image by: Lucca “It’s not the load that breaks you down, it’s the way you carry it”  - Lou Holtz- Puan pernah nggak sih merasa mudah lelah padahal nggak lagi beraktivitas berat? Secara fisik mungkin baik-baik saja, namun isi pikiran rasanya penuh hingga membuat dada sesak. Banyak hal yang harus dipikirkan, dilakukan, dan dikejar untuk masa depan. Rasanya selalu ada yang tertinggal, selalu ada yang kurang. Dunia yang serba “menuntut” akan segalanya ini seringkali tuntutan itu hadir melewati layar ponsel yang sehari-hari Puan gunakan. Dari sinilah digital anxiety dan kelelahan mental mulai mengambil ruang satu persatu dalam kehidupan banyak orang.  Apa itu Digital Anxiety?  Digital anxiety adalah kondisi ketika seseorang mengalami kecemasan, ketegangan, atau rasa gelisah akibat paparan digital yang berlebihan dan berkelanjutan. Bukan hanya karena media sosial, melainkan karena tuntutan untuk selalu responsif, selalu update, dan selalu siap secara real life.  M...

The Art of Saying “No”: Cara Menolak Tanpa Perlu Merasa Bersalah

  Ilustrasi Perempuan Mengatakan Tidak (huffpost.com) Pernah nggak sih, Puan merasa jadwal harian tuh penuh bukan karena kegiatan sendiri, melainkan karena banyaknya nongkrong ? Mau menolak ajakan nongkrong padahal lagi capek, tapi nggak enak. Mau nolak tambahan kerjaan padahal tugas sendiri masih numpuk, tapi takut dibilang nggak loyal. Kalau iya, Puan mungkin sedang terjebak dalam sindrom people pleaser. Priska kasih tau ya, jadi orang "nggak enakan" itu capeknya luar biasa. Kabar baiknya, Puan bisa kok belajar berkata tidak tanpa harus merasa jadi orang jahat. Yuk, kita bahas cara membangun boundaries atau batasan diri! Kenapa Kita Susah Banget Bilang "Nggak"? Akar masalahnya biasanya satu nih, takut nggak disukai atau takut mengecewakan orang lain. Mungkin bagi Puan, mengatakan “iya” identik dengan menjadi orang baik, sedangkan “tidak” sering ngerasa kayak sikap egois. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Saat Puan selalu bilang "iya" ke orang...

Mengenali Kepribadian Ganda lewat Drakor Can This Love Be Translated

Image by: Netflix Puan, tau nggak sih kalau ada drama korea bergenre romance comedy , tapi uniknya diselipkan isu mental health ? Dari cerita yang bikin baper, drakor berjudul “Can This Love Be Translated” justru mengajak penonton masuk ke konflik batin dari tokoh utama yang baru menyadari bahwa dirinya memiliki kepribadian ganda, atau dalam istilah psikologi disebut Dissociative Identity Disorder (DID) . Di drama ini, kepribadian ganda dijadikan sebagai “Defense mechanism ” yang bikin otak punya cara sendiri buat melindungi dari rasa sakit yang terlalu berat untuk ditanggung. Sampai akhirnya pikiran punya mekanisme sendiri buat melindungi diri. Eits, tapi perlu dicatat ya, Puan, kalo kondisi ini bukan asumsi sembarangan, tapi didiagnosis oleh profesional. Apa sih penyebab kepribadian ganda pada Tokoh Utamanya? 1. Trauma Masa Kecil Adanya trauma berat dan berulang saat kecil bisa membuat otak mencari cara agar bisa tetap “bertahan.” Salah satunya, dengan memisahkan pengalaman dan e...

7 Minutes Rule: Tips Biar CV-mu Dilirik Recruiter!

  Gambar: Freepik  Pertama kali mau melamar pekerjaan mungkin banyak dari Puan yang bertanya-tanya, "Gimana ya caranya nyusun CV supaya bisa dilirik sama recruiter atau HRD perusahan?"  Tenang aja Puan nggak sendiri kok. Ternyata dibalik pertanyaan ini ada satu metode yang disebut 7 seconds rule . Yaitu bagaimana cara CV (Curriculum Vitae)  yang Puan miliki dapat membuat impresi yang baik ketika dibaca hanya dalam waktu 7 detik.  Kuncinya terletak pada bagaimana caranya CV yang kita buat dapat dengan cepat menyita perhatian. Pada tahun 2018 TheLadders perusahaan yang bergerak pada bidang  layanan pencarian kerja daring dan rekrutmen profesional menemukan fakta bahwa kebanyakan recruiter hanya menghabiskan waktu sebanyak 7 detik dalam proses screening CV dari kandidat yang mengajukan lamaran pekerjaan. Mengapa demikian? Karena Recruiter tidak akan membaca semua tulisan yang tertera pada CV-mu fokus mereka adalah mencari kata kunci yang umumnya berhubungan d...