Langsung ke konten utama

Takut Ditolak Orang Lain Sampai Takut dengan Diri Sendiri? Yuk, Pahami Respons Fawn

Source: Magnific Apakah Puan pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain, meski sebenarnya sedang lelah? Atau lebih memilih mengalah agar tidak cekcok dengan orang lain? Jika iya, mungkin Puan sedang mengalami respons fawn .  Di mata orang lain, selalu mengalah sering dipandang sebagai tanda bahwa seseorang itu baik hati, penyabar, dan sering bisa diandalkan. Padahal, tidak semua sikap tersebut muncul karena keinginan sendiri.  Ada kalanya Puan terus berusaha menyenangkan orang lain karena merasa itu adalah satu-satunya cara agar diterima, disukai, atau dijauhkan dari perselisihan. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda dari respons fawn . Apa Itu Respons Fawn Respons fawn adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain demi menghindari penolakan, konflik, atau kemarahan. Puan dengan respons ini biasanya rela mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri agar tetap...

Why Feeling Lost Can Be Part of Finding Yourself



Ada fase dalam hidup ketika Puan gak lagi gagal, tetapi juga belum ngerasa benar-benar ‘sampai’. Hidup berjalan seperti biasanya, rutinitas tetap dilakukan, tanggung jawab tetap dilaksanakan, namun di dalam diri muncul rasa gelisah yang sulit dijelaskan. Bukan karena hidup berantakan, melainkan karena Puan mulai mempertanyakan hal-hal yang dulu masih terasa pasti.

Fase ini sering kali gak disadari sebagai bagian penting dari pengembangan diri. Ia datang tanpa tanda dramatis, tanpa perubahan besar, namun pelan-pelan menggeser cara Puan memandang diri sendiri dan arah hidup. Feeling lost in the process of finding yourself, proses menjadi diri sendiri yang berjalan perlahan, namun membentuk fondasi yang kuat.

Dalam proses ini, ada beberapa pengalaman yang kerap dirasakan banyak orang, dan kemungkinan besar juga dirasakan oleh Puan.

• Muncul dorongan untuk mempertanyakan jati diri

Puan mulai bertanya tentang siapa diri Puan sebenarnya, bukan berdasarkan peran atau ekspektasi, tetapi berdasarkan apa yang rasanya selaras. Pertanyaan ini gak selalu menghasilkan jawaban cepat, namun kehadirannya itu menandakan kesadaran Puan yang semakin matang.

• Hidup terasa berjalan, tapi arah belum sepenuhnya jelas

Puan tetap ngejalanin hari, tetap produktif, namun ada perasaan seperti berjalan tanpa peta. Kondisi ini sering disalah artikan sebagai tersesat, padahal justru menunjukkan bahwa Puan tidak lagi hidup secara otomatis.

Muncul rasa gak nyaman terhadap definisi sukses yang lama

Hal-hal yang dulu kita kejar mulai terasa hambar. Puan mungkin mulai menyadari bahwa standar keberhasilan yang selama ini dipegang gak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan batin.

Feeling lost dalam proses menemukan diri sendiri bukan tentang berhenti untuk nunggu jawaban, melainkan tentang tetap bergerak di tengah ketidak pastian. Proses ini mengajarkan bahwa hidup gak harus selalu dipahami sepenuhnya untuk bisa kita jalani.

Puan tetap bisa melangkah meski belum yakin

Keyakinan gak selalu hadir di awal. Dalam banyak kasus, ia justru terbentuk setelah Puan berani menjalani pilihan-pilihan kecil dengan sadar.


Baca juga: Mindfulness Ketika Puan Belajar Hadir


• Identitas tidak harus dikunci terlalu cepat

Jati diri bukan sesuatu yang harus ditentukan sekali seumur hidup. Ia berkembang seiring pengalaman, refleksi, dan perubahan nilai.

• Kebingungan bukan tanda kegagalan

Kebingungan sering kali muncul ketika Puan sedang berada di titik transisi. Ia menandakan bahwa ada proses evaluasi yang sedang berlangsung, bukan kemunduran.

Dalam konteks self development, fase ini justru yang sangat krusial. Tanpa proses pelan ini, banyak orang membangun hidup di atas arah yang gak pernah benar-benar mereka pilih sendiri. The slow burn of feeling lost memberi ruang bagi Puan untuk membangun arah hidup yang lebih autentik, meski membutuhkan waktu lebih lama.

• Makna sering terbentuk setelah dijalani, bukan sebelum

Puan gak perlu memahami seluruh rencana hidup sekarang. Cukup hadir, jalani, dan biarkan pengalaman membentuk pemahaman secara bertahap.

• Pertumbuhan yang pelan sering kali lebih tahan lama

Karena gak dibangun dari impuls atau tekanan, tetapi dari kesadaran dan penerimaan diri.

Pada akhirnya, Feeling lost dalam proses menemukan diri sendiri adalah tentang keberanian untuk tetap hidup secara penuh, bahkan ketika gak semua hal bisa kita jelaskan. Tentang menerima bahwa gak tahu adalah bagian dari perjalanan. Dan tentang percaya bahwa selama Puan terus bergerak dengan sadar, arah itu sedang dibentuk secara perlahan, tapi nyata.


Referensi:




Author & Editor: Irda Adelina Dalimunthe


Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self- Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Portfolio 101: Mulai Dari Mana, Ya?

source: https://pin.it/30ORZCIja Puan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah portofolio . Namun, pernahkah Puan bertanya-tanya, mengapa portofolio menjadi salah satu hal yang hampir selalu diminta dalam proses rekrutmen? Sederhananya, portofolio adalah kumpulan pengalaman, karya, dan pencapaian yang disusun secara menarik agar orang lain dapat melihat kemampuan yang Puan miliki. Melalui portofolio, recruiter tidak hanya membaca apa yang Puan tuliskan di CV, tetapi juga dapat melihat bukti nyata dari apa yang pernah Puan kerjakan. Inilah mengapa portofolio menjadi begitu penting. Portofolio membantu recruiter menilai sejauh mana kemampuan, pengalaman, dan potensi Puan sesuai dengan posisi yang dilamar. Semakin relevan pengalaman yang ditampilkan, semakin besar pula kesempatan Puan untuk meninggalkan kesan yang baik. Jadi, bagaimana membuat portofolio Puan tampak berkesan dan valuable ? Tenang, Puan, bikin portofolio sekarang nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Bahkan, kalau belum...

Takut Ditolak Orang Lain Sampai Takut dengan Diri Sendiri? Yuk, Pahami Respons Fawn

Source: Magnific Apakah Puan pernah merasa sulit menolak permintaan orang lain, meski sebenarnya sedang lelah? Atau lebih memilih mengalah agar tidak cekcok dengan orang lain? Jika iya, mungkin Puan sedang mengalami respons fawn .  Di mata orang lain, selalu mengalah sering dipandang sebagai tanda bahwa seseorang itu baik hati, penyabar, dan sering bisa diandalkan. Padahal, tidak semua sikap tersebut muncul karena keinginan sendiri.  Ada kalanya Puan terus berusaha menyenangkan orang lain karena merasa itu adalah satu-satunya cara agar diterima, disukai, atau dijauhkan dari perselisihan. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus hingga mengabaikan kebutuhan diri sendiri, bisa jadi itu merupakan salah satu tanda dari respons fawn . Apa Itu Respons Fawn Respons fawn adalah kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain demi menghindari penolakan, konflik, atau kemarahan. Puan dengan respons ini biasanya rela mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri agar tetap...

Masih Kuliah Tapi Wajib Punya LinkedIn? Here’s Why You Should Care

  Kalau denger kata LinkedIn, mungkin yang terbayang di pikiran Puan sebuah platform yang hanya digunakan oleh para profesional atau orang yang sudah bekerja. Padahal, mahasiswa juga bisa mendapatkan banyak manfaat dari LinkedIn, lho Puan! Di era digital seperti sekarang, membangun personal branding dan memperluas koneksi bisa dimulai sejak kuliah. Nah, LinkedIn bisa menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Kenapa Mahasiswa Perlu LinkedIn? Membangun personal branding LinkedIn bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan diri secara profesional. Puan bisa menampilkan pengalaman organisasi, kepanitiaan, sertifikat, hingga proyek yang pernah dikerjakan. Profil yang lengkap akan membantu orang lain mengenal kemampuan dan minat Puan. Memperluas Koneksi Salah satu keunggulan LinkedIn adalah memudahkan kita terhubung dengan dosen, alumni, recruiter, maupun profesional dari berbagai bidang. Dari koneksi tersebut, Puan mendapatkan wawasan baru, kesempatan b...

Phubbing: Kebiasaan Buruk yang Menurunkan Kualitas Interaksi dengan Lawan Bicara

Ilustrasi seseorang yang merasakan phubbing. (halodoc.com) Di era digital seperti sekarang, HP telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir sepanjang waktu tangan kita tidak terlepas dari HP. Meski memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, penggunaan HP yang berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas interaksi dengan orang di sekitar.  Salah satu perilaku yang semakin sering ditemui adalah phubbing , yaitu kebiasaan lebih fokus pada smartphone daripada orang yang sedang diajak berbicara secara langsung. Apa Itu Phubbing? Sederhananya, phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara yang sedang berada di hadapan kita dengan sibuk menyibukkan perhatian pada HP. Perilaku ini tentunya tidak mencerminkan etika berkomunikasi yang baik, loh Puan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perilaku phubbing tidak hanya digambarkan dengan seseorang yang sibuk membalas chat . Adapun kebiasaan lainnya, seperti membuka media sosia...

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...