Langsung ke konten utama

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...

The Art of Saying “No”: Cara Menolak Tanpa Perlu Merasa Bersalah

 


Ilustrasi Perempuan Mengatakan Tidak (huffpost.com)

Pernah nggak sih, Puan merasa jadwal harian tuh penuh bukan karena kegiatan sendiri, melainkan karena banyaknya nongkrong? Mau menolak ajakan nongkrong padahal lagi capek, tapi nggak enak. Mau nolak tambahan kerjaan padahal tugas sendiri masih numpuk, tapi takut dibilang nggak loyal.

Kalau iya, Puan mungkin sedang terjebak dalam sindrom people pleaser. Priska kasih tau ya, jadi orang "nggak enakan" itu capeknya luar biasa. Kabar baiknya, Puan bisa kok belajar berkata tidak tanpa harus merasa jadi orang jahat.

Yuk, kita bahas cara membangun boundaries atau batasan diri!

Kenapa Kita Susah Banget Bilang "Nggak"?

Akar masalahnya biasanya satu nih, takut nggak disukai atau takut mengecewakan orang lain. Mungkin bagi Puan, mengatakan “iya” identik dengan menjadi orang baik, sedangkan “tidak” sering ngerasa kayak sikap egois. Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Saat Puan selalu bilang "iya" ke orang lain, sebenarnya Puan lagi bilang "tidak" ke diri sendiri, ke waktu istirahat, ke kesehatan mental, dan ke prioritas.

Tips Membangun "Boundaries" Dari Priska!

Nggak perlu langsung jadi orang yang ketus. Puan bisa mulai latihan dengan cara-cara ini:

  1. Jangan Jawab Saat Hati Ragu

Bilang aja: "Aku cek jadwal dulu ya, nanti aku kabarin lagi." Ini kasih Puan ruang untuk menyusun rencana tanpa tekanan dari orang tersebut. Kadang kita takut dibilang nggak asik atau nggak suportif. Padahal, ngasih “iya” yang terpaksa seringkali berujung pada hasil yang nggak maksimal atau malah bikin burnout.

  1. Berhenti Memberi Alasan Kepanjangan 

Salah satu kesalahan terbesar people pleaser adalah kalau nolak, alasannya panjang banget sampai ke akar-akarnya. Semakin panjang alasan Puan, semakin besar celah orang lain buat merayu atau mendebat alasan itu. Cukup bilang: "Maaf ya, kali ini aku nggak bisa karena ada urusan lain.”

  1.  Tawarkan Alternatif 

Kalau Puan memang merasa nggak enak banget, Puan bisa kasih opsi lain. Misalnya: "Aku nggak bisa kalau bantu bikin drafnya sekarang, tapi kalau kamu mau, aku bisa bantu review hasilnya besok sore." Ini menunjukkan Puan tetap peduli, dan tetap punya batas.

  1. Harus Tegas Dengan Pilihan

Puan nggak wajib ngejelasin alasan di balik setiap keputusan untuk beristirahat atau memprioritaskan diri sendiri. Mengatakan tidak adalah bentuk menjaga batas dan energi yang Puan miliki.

"Tapi, Aku Ngerasa Bersalah..."

Rasa bersalah yang muncul diawal itu wajar, apalagi kalau Puan sudah terbiasa mengatakan “ya” kepada ajakan apapun selama bertahun-tahun. Tapi inget deh, orang yang marah saat Puan membuat batasan adalah orang yang paling diuntungkan kalau Puan nggak punya batasan.

Teman atau rekan kerja yang beneran tulus pasti bakal menghargai waktu dan energi Puan. Mereka nggak bakal menjauh cuma karena Puan nolak satu-dua ajakan.

Dengan punya batasan yang jelas, Puan bukan jadi orang jahat, tapi Puan jadi orang yang lebih sehat dan punya prinsip yang kuat. Hidup Puan itu milik Puan, bukan milik orang-orang yang nggak enakan sama Puan.



Referensi

Komentar

Rubik Puan Popular

How I Keep My Schedule On Track; Agar Tetap Produktif!

Hai Puan! Siapa disini yang masih suka kesulitan untuk konsisten produktif dan malas-malasan? Mulai sekarang bangun yuk, karena Priska punya beberapa tips untuk stay on track dan tetap melakukan kegiatan produktif. Simak penjelasannya ya! 1. Be Mindfulness Hal pertama yang harus Puan lakukan pastinya adalah, take a deep breath atau Puan bisa melakukan meditasi untuk mengurangi rasa stres dan malas, menenangkan pikiran, dan meningkatkan fokus. 2. Embrace Continuous Learning Jangan pernah berhenti belajar hal baru. Puan bisa belajar lewat membaca, menonton channel YouTube yang bermanfaat, atau mengikuti kegiatan pelatihan yang bisa menambah pengalaman dan meningkatkan skill Puan! 3. Exercises Regularly Temukan olahraga yang Puan suka dan gemari, lalu lakukan secara konsisten. Olahraga itu sendiri bisa membantu Puan untuk meningkatkan mood , energi, dan juga kesehatan secara sekaligus, lho ! 4. Set Clear Goals by Planning Tentukan tujuan atau apa yang ingin Puan capai sebelum melakukan ...

Menggaet Ribuan Views, Inilah Perjalanan Puan Bisa Ambassador #4

Jakarta, 14 Februari 2026 - Komunitas Puan Bisa resmi membuka program tahunan, Puan Bisa Ambassador #4 melalui acara Warm Greeting yang diselenggarakan pada Kamis, 3 Juli 2025. Kegiatan Puan Bisa Ambassador dilaksanakan full secara daring melalui Zoom yang diikuti oleh lebih dari 100 orang perempuan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan visi dan misi komunitas, rangkaian program, serta sistem seleksi terbaru yang kini terdiri dari dua tahap, termasuk penambahan Group Project sebagai bentuk komitmen terhadap nilai Empowerment yang diusung Puan Bisa. Dalam seleksi Puan Bisa Ambassador, Tahap pertama adalah seleksi administratif, dan tahap kedua adalah penilaian melalui partisipasi dalam tiga sesi bootcamp yang terdiri dari topik Mental Health , Career , dan Self Improvement . Menelisik Rangkaian Puan Bisa Ambassador Program Puan Bisa Ambassador (PBA) menghadirkan tiga bootcamp tematik untuk meningkatkan kapasitas peserta sebagai calon duta Pu...

Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran

  Image by: Metro.UK Puan pernah ga sih lagi scroll Instagram atau TikTok saat Lebaran, terus ngeliat postingan temen-temen yang kelihatan sempurna banget? Baju lebaran yang kece, THR gede, liburan ke luar negeri, atau kumpul keluarga yang harmonis. Terus Puan ngeliat kehidupan Puan sendiri dan mikir, "Kok aku doang yang begini?" Nah, perasaan kayak gini namanya comparison trap atau jebakan perbandingan. Dan percaya deh, Puan nggak sendiri yang ngalamin ini. Baca Juga: Saat Amarah Terasa Penuh, Bergerak Bisa Membantu Apa Itu Comparison Trap? Social comparison atau perbandingan sosial adalah kondisi di mana kita sering membandingkan diri dengan orang-orang terdekat seperti saudara, teman sekolah, tetangga, atau yang lain. Menurut Majalah Sunday, hal ini sebenarnya wajar dan bisa jadi acuan untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Tapi sebaliknya, perbandingan ini bisa menjadi masalah ketika iri dengan pencapaian orang lain.  Saat Lebaran, comparison trap ini makin parah kare...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect

source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect K ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu  Dunning-Kruger Effect .  Dunning-Kruger Effect  adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami  Dunning-Kruger Effect  akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya ti...

Spotlight Effect: Fenomena Psikologis Ketika Seseorang Merasa Diperhatikan Oleh Banyak Mata

Image by  Newristics Puan pernah nggak sih berada di suatu tempat keramaian, misalnya foodcourt dan hendak memesan makanan, tetapi secara tidak sengaja Puan menyenggol gelas di sekitar Puan dan gelas tersebut pecah, lalu ketika sibuk membersihkan gelas tersebut, Puan merasa bahwa sorotan orang-orang di sekitar memperhatikan Puan secara seksama dan seketika Puan mendadak kaku akibat perasaan tersebut. Pernah mengalami hal tersebut? Jika pernah, hal tersebut dinamakan spotlight effect atau efek sorotan. Spotlight effect merupakan suatu fenomena, di mana Puan berpikir bahwa semua orang memperhatikan Puan. Fenomena ini telah dikenal dalam ilmu psikologi sejak tahun 2000, persisnya ketika Thomas Gilovich, Victoria Husted Medvec, dan Kenneth Savitsky meluncurkan studi dengan judul, " The Spotlight Effect in Social Judgment: An Egocentric Bias in Estimates of The Salience of One's Own Actions and Appearanc e". Seorang dosen psikologi di University of California , Berkeley, Ame...