Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Present to Impress: Learning Space Puan Bisa Bekali Anak Muda Tampil Profesional dan Autentik - PRESS RELEASE LEARNING SPACE

Jakarta, 14 Desember 2025 — Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan yang berfokus pada pilar mental health, self improvement, dan career menyelenggarakan Learning Space secara online bertajuk “Present to Impress: Crafting a Professional Image Through Color, Style, and Grooming”. Acara tersebut diadakan pada hari Minggu, 14 Desember 2025 pukul 13.00 WIB melalui platform zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dan ditujukan bagi anak muda khususnya perempuan yang ingin membangun citra dan penampilan yang lebih profesional serta autentik.

Di tengah dinamika dunia professional yang semakin kompetitif, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Penampilan, cara membawa diri, serta visual menjadi bagian penting sebagai komunikasi non-verbal yang membentuk persepsi mengenai kesiapan, karier, bahkan kredibilitas seseorang. Namun, masih banyak anak muda yang kebingungan dalam menentukan gaya personal, memilih warna yang sesuai, serta memahami standar grooming yang mendukung citra. Hal ini dapat berdampak pada tingkat kepercayaan diri, terutama saat wawancara kerja, presentasi, dan interaksi formal lainnya.


Melihat urgensi tersebut, Puan Bisa menghadirkan Anindhita Indira, seorang Certified Image Consultant dari Academy of Image Mastery, Singapore, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di industri FMCG, Anindhita membagikan pemahaman praktis mengenai pembentukan personal image yang profesional dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.


Dalam sesi materinya, Anindhita menjelaskan bahwa appearance merupakan keseluruhan hal yang terlihat dari seseorang.

“Appearance itu mencakup semua yang kita lihat, mulai dari look, walk, dan talk,” jelasnya.


Ia menekankan bahwa penampilan profesional tidak harus berlebihan, melainkan ditampilkan secara sederhana namun tetap tertata. Ia menegaskan bahwa dengan menjaga kesederhanaan, kebersihan, dan kerapian, penampilan profesional dapat tetap terlihat menarik tanpa terkesan berlebihan. “Usahakan terlihat natural, tapi rapi,” ujarnya.


Lebih lanjut, Anindhita menggarisbawahi pentingnya pemilihan warna dalam membangun kesan visual.“Penggunaan colour yang kurang cocok membuat warna muka lebih gelap dan abu-abu, sedangkan colour yang cocok akan membuat lebih cerah,” ungkapnya.


Menurutnya, perubahan kecil pun dapat memberikan dampak signifikan pada penampilan.

“Satu lipstik saja, bisa ada perubahan,” tambah Anindhita.


Untuk membantu peserta mengenali warna terbaik bagi diri mereka, Anindhita menyarankan eksplorasi personal color secara langsung. “Untuk melihat personal colour, dapat mencoba dengan berbagai warna atau padu padan warna,” jelasnya.


Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki karakter warna kulit yang berbeda, sehingga warna yang cocok pada satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain, dan proses mencoba menjadi kunci untuk menemukan warna yang paling membuat wajah terlihat cerah dan segar.


Ia juga membagikan tips sederhana dengan memanfaatkan warna berlawanan sebagai trik untuk menonjolkan tampilan secara natural dan tidak berlebihan. “Coba gunakan warna berlawanan, seperti orange dan biru,” tutupnya.



Rangkaian Learning Space berlangsung secara interaktif, dimulai dari sesi pembukaan, materi, tanya jawab, hingga sesi praktik langsung yang memungkinkan peserta menerapkan materi secara nyata. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyerahan sertifikat, games interaktif, serta pengisian post-test dan form umpan balik peserta.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya personal branding dan peran penampilan dalam membentuk citra profesional, membekali peserta dengan wawasan praktis terkait pemilihan warna, gaya busana, dan grooming, serta meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menampilkan diri di berbagai konteks profesional maupun sosial.


Melalui Learning Space “Present to Impress”, Puan Bisa berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dan berdampak, serta mendorong perempuan muda untuk tampil lebih percaya diri, berdaya, dan meninggalkan kesan profesional yang kuat sejak kesan pertama.


Author: Ighra Amalia

Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...