Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Present to Impress: Learning Space Puan Bisa Bekali Anak Muda Tampil Profesional dan Autentik - PRESS RELEASE LEARNING SPACE

Jakarta, 14 Desember 2025 — Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan yang berfokus pada pilar mental health, self improvement, dan career menyelenggarakan Learning Space secara online bertajuk “Present to Impress: Crafting a Professional Image Through Color, Style, and Grooming”. Acara tersebut diadakan pada hari Minggu, 14 Desember 2025 pukul 13.00 WIB melalui platform zoom. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dan ditujukan bagi anak muda khususnya perempuan yang ingin membangun citra dan penampilan yang lebih profesional serta autentik.

Di tengah dinamika dunia professional yang semakin kompetitif, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Penampilan, cara membawa diri, serta visual menjadi bagian penting sebagai komunikasi non-verbal yang membentuk persepsi mengenai kesiapan, karier, bahkan kredibilitas seseorang. Namun, masih banyak anak muda yang kebingungan dalam menentukan gaya personal, memilih warna yang sesuai, serta memahami standar grooming yang mendukung citra. Hal ini dapat berdampak pada tingkat kepercayaan diri, terutama saat wawancara kerja, presentasi, dan interaksi formal lainnya.


Melihat urgensi tersebut, Puan Bisa menghadirkan Anindhita Indira, seorang Certified Image Consultant dari Academy of Image Mastery, Singapore, sebagai narasumber utama. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di industri FMCG, Anindhita membagikan pemahaman praktis mengenai pembentukan personal image yang profesional dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.


Dalam sesi materinya, Anindhita menjelaskan bahwa appearance merupakan keseluruhan hal yang terlihat dari seseorang.

“Appearance itu mencakup semua yang kita lihat, mulai dari look, walk, dan talk,” jelasnya.


Ia menekankan bahwa penampilan profesional tidak harus berlebihan, melainkan ditampilkan secara sederhana namun tetap tertata. Ia menegaskan bahwa dengan menjaga kesederhanaan, kebersihan, dan kerapian, penampilan profesional dapat tetap terlihat menarik tanpa terkesan berlebihan. “Usahakan terlihat natural, tapi rapi,” ujarnya.


Lebih lanjut, Anindhita menggarisbawahi pentingnya pemilihan warna dalam membangun kesan visual.“Penggunaan colour yang kurang cocok membuat warna muka lebih gelap dan abu-abu, sedangkan colour yang cocok akan membuat lebih cerah,” ungkapnya.


Menurutnya, perubahan kecil pun dapat memberikan dampak signifikan pada penampilan.

“Satu lipstik saja, bisa ada perubahan,” tambah Anindhita.


Untuk membantu peserta mengenali warna terbaik bagi diri mereka, Anindhita menyarankan eksplorasi personal color secara langsung. “Untuk melihat personal colour, dapat mencoba dengan berbagai warna atau padu padan warna,” jelasnya.


Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki karakter warna kulit yang berbeda, sehingga warna yang cocok pada satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain, dan proses mencoba menjadi kunci untuk menemukan warna yang paling membuat wajah terlihat cerah dan segar.


Ia juga membagikan tips sederhana dengan memanfaatkan warna berlawanan sebagai trik untuk menonjolkan tampilan secara natural dan tidak berlebihan. “Coba gunakan warna berlawanan, seperti orange dan biru,” tutupnya.



Rangkaian Learning Space berlangsung secara interaktif, dimulai dari sesi pembukaan, materi, tanya jawab, hingga sesi praktik langsung yang memungkinkan peserta menerapkan materi secara nyata. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyerahan sertifikat, games interaktif, serta pengisian post-test dan form umpan balik peserta.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya personal branding dan peran penampilan dalam membentuk citra profesional, membekali peserta dengan wawasan praktis terkait pemilihan warna, gaya busana, dan grooming, serta meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menampilkan diri di berbagai konteks profesional maupun sosial.


Melalui Learning Space “Present to Impress”, Puan Bisa berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar yang relevan dan berdampak, serta mendorong perempuan muda untuk tampil lebih percaya diri, berdaya, dan meninggalkan kesan profesional yang kuat sejak kesan pertama.


Author: Ighra Amalia

Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...