Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Afirmasi, mantra positif untuk capai versi terbaik diri sendiri


Image by: Rumah Sakit Jiwa Aceh

Puan, apa rasanya dipuji oleh orang lain? Pasti rasanya senang dan bikin mood bagus seharian. Nah, hubungannya apa sama afirmasi? Afirmasi adalah kata-kata positif seperti pujian yang kita ucapkan kepada diri sendiri, dengan tujuan meningkatkan percaya diri, membentuk pola pikir positif dan menyingkirkan pikiran negatif.

Disampaikan oleh Catherine Moore, psikolog dari Positive Psychology, afirmasi positif adalah pernyataan positif yang digunakan untuk menyingkirkan pikiran negatif. Pernyataan ini ditanamkan oleh diri sendiri kepada diri sendiri.

Manfaat afirmasi positif

1.      Meningkatkan percaya diri

Afirmasi positif dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri yang mungkin sempat menurun.

2.      Mengurangi pikiran negatif

Jika afirmasi dilakukan secara konsisten, Puan menanamkan keyakinan positif terhadap diri sendiri. Akibatnya, pikiran negatif akan semakin berkurang.

3.      Meningkatkan optimisme

Dengan mengucapkan afirmasi positif berulang-ulang, kita bisa meningkatkan sikap optimisme. Sikap optimis memungkinkan Puan untuk lebih baik menghadapi tantangan dan mempertahankan semangat saat menghadapi perubahan atau kesulitan.

4.      Menyehatkan fisik

Pikiran negatif sering menjadi penyebab timbul masalah kesehatan. Sebaliknya, pikiran yang positif bisa membuat kesehatan fisik menjadi lebih baik. Pikiran positif dapat mengurangi stres yang sering menjadi pemicu masalah kesehatan fisik. Dengan begitu, Puan lebih termotivasi untuk memilih pola hidup sehat, seperti berolahraga atau makan makanan bergizi, yang berdampak langsung pada kebugaran tubuh.

Lalu, bagaimana cara untuk melakukan afirmasi positif?

Agar lebih efektif, afirmasi positif perlu dilakukan secara konsisisten setiap hari, waktunya bisa dilakukan pagi sebelum memulai aktivitas atau malam hari sebelum istirahat.

Puan juga bisa menuliskan afirmasi positif dan meletakkannya di beberapa lokasi yang bisa terlihat dengan jelas, seperti di kamar mandi, mobil, atau monitor komputer. Beberapa contoh afirmasi yang bisa puan lakukan setiap hari diantaranya:

-          Aku kuat dan berani menghadapi masalah

-          Aku mencintai diri sendiri

-          Aku bersyukur masih ada kesempatan untuk melakukan hal yang positif

-          Hidup itu indah dan setiap hari dipenuhi dengan kegembiraan

-          Aku percaya pada diriku sendiri dan mampu melakukannya

Saat mempraktekkan afirmasi positif, mulailah dengan mengambil nafas panjang, perlahan dan tenang. Usahakan perasaan negatif tidak mengalihkan konsentrasi Puan. Walaupun saat pertama kali melakukan afirmasi positif terasa aneh, hal ini akan berdampak positif untuk kesehatan fisik dan mental Puan.

Sekarang, sudah tahu kan manfaat dan bagaimana melakukan afirmasi positif? Caranya sangat mudah, tapi akan berdampak positif untuk Puan lho. Yuk, coba melakukan afirmasi positif mulai hari ini!


Referensi:

Aji, P. T., & Rizkasari, E. (2021). Efektifitas terapi afirmasi positif dan relaksasi terhadap penurunan tingkat stres pada siswa Sekolah Dasar. Jurnal Sinektik, 4(2), 196-208.

Klikdokter

Alodokter


Author & Editor: Cut Desyanti


Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...