Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Mengenal Coping Mechanisms, Strategi Mengatasi Stres yang Umum ala Gen Z!

 

Image by Baylor Lariat

Di tengah era digital yang berkembang pesat dengan mobilitas serba cepat, generasi kita dihadapkan pada tantangan baru dalam mengelola stres yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari tuntutan akademik, tekanan media sosial, urusan pekerjaan hingga overthinking soal masa depan, semua bisa membuat pikiran terasa penuh dan melelahkan. Nah, disinilah peran coping mechanisms menjadi sangat penting. Namun, Puan tahu nggak sih, coping mechanisms itu apa?

Secara sederhana, coping mechanisms adalah cara atau strategi yang dilakukan seseorang untuk menghadapi dan mengelola stres atau tekanan emosional dalam hidupnya. Umumnya, strategi ini terbagi menjadi dua jenis utama:

  • Adaptive Coping
    Strategi ini merupakan cara yang sehat dan positif dalam menghadapi stres seperti olahraga ringan, journaling, atau praktik mindfulness. Tujuannya bukan hanya untuk meredakan stres sesaat tidak juga membantu kita tumbuh dan berkembang secara emosional.

  • Maladaptive Coping
    Meski terasa melegakan sesaat, strategi ini justru bisa berdampak negatif dalam jangka panjang. Contohnya seperti emotional eating, menghindari masalah, atau menarik diri dari lingkungan sosial.

Jadi, meskipun coping mechanisms bisa menjadi cara yang efektif untuk  mengatasi stres, nggak semua strategi cocok dan sehat untuk dijalani. Kalau dilakukan hanya untuk "lari sejenak", tanpa menyentuh akar masalah, justru bisa memperburuk kondisi mental kita, lho!

Puan bisa tenang, Priska punya beberapa rekomendasi coping mechanisms sehat yang bisa Puan coba untuk mulai mengenal dan mengelola stres dengan lebih bijak. Siap, ya?

1. Journaling
Menulis isi hati atau kegelisahan Puan di buku catatan bisa sangat melegakan. Selain itu, journaling juga membantu Puan lebih mengenal diri sendiri dan melacak pola emosional yang muncul.

2. Olahraga Ringan
Jalan santai saat weekend atau stretching di  pagi hari sambil dengar lagu favorit bisa bantu tubuh terasa segar dan pikiran lebih rileks. Bonusnya: lebih dekat ke gaya hidup sehat!

3. Self-Care Routine
Maskeran, skincare-an atau rebahan sambil baca buku semua itu melainkan  sekadar kemewahan melainkan bentuk self-love yang bisa Puan berikan untuk diri sendiri. Merawat diri secara fisik bisa berdampak positif ke emosional juga.

4. Cari Support System yang Positif
Kadang, kita hanya butuh didengar. Puan bisa ngobrol dengan sahabat, keluarga, atau bergabung di komunitas online yang mendukung hobi dan value Puan.

5. Konsumsi Konten Positif
Apa yang kita konsumsi dari media juga berpengaruh ke suasana hati. Pilihlah konten yang uplifting seperti podcast inspiratif, video edukatif, atau akun media sosial yang menyebarkan semangat positif.

Meski niatnya ingin mengurangi stres, ada beberapa coping yang justru bisa berdampak buruk jika tidak dikendalikan, seperti:

  • Oversharing di Media Sosial
    Mungkin terasa melegakan, tapi bisa memicu penyesalan atau komentar negatif dari orang lain.

  • Emotional Eating atau Binge-Watching
    Kadang kita “mengisi” kekosongan emosi dengan makanan atau tayangan hiburan, tapi jika berlebihan bisa menimbulkan rasa bersalah atau kehilangan waktu produktif.

  • Prokrastinasi atau Menghindari Masalah
    Bukannya menyelesaikan, malah membuat beban menumpuk dan pikiran makin penuh.

Terus, ada ngga sih cara yang bisa kita ambil untuk menemukan coping yang cocok dengan pribadi kita? Ada dong! Puan bisa melakukan tips ini untuk menemukan coping yang cocok buat Puan : 

  • Tanyakan ke diri sendiri:
    “Apa sih yang bikin aku stres akhir-akhir ini?”
    Pertanyaan ini bisa bantu Puan lebih sadar terhadap sumber stres dan cara terbaik menghadapinya.

  • Coba beberapa coping yang berbeda
    Mulai dari journaling, olahraga, hingga self-care. Sesuaikan dengan kepribadian dan hobi Puan!

  • Lakukan secara konsisten
    Coping yang sehat bukan solusi instan, tetapi  proses yang bertahap. Kuncinya: kesabaran dan konsistensi.

Stres itu reaksi yang manusiawi. Namun kabar baiknya, Puan nggak pernah sendirian, di sekeliling Puan ada orang terdekat yang mendukung dan Puan pasti bisa menghadapinya. Yuk, mulai kenali dan terapkan coping mechanism yang cocok untuk Puan. Karena Puan layak hidup dengan lebih damai, bahagia dan utuh luar maupun dalam. 



Referensi :

National Libarary of Medicine

https://positivepsychology.com/coping/

https://health.clevelandclinic.org/coping-mechanism

Author & Editor : Keisha Najwa Dwi Anggraeni 

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...