Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Doom Spending: Kebiasaan yang Bikin Dompet Jebol

 

                                                                         sumber: detik.com

Puan pernah nggak merasa belum akhir bulan tapi saldo sudah habis? Atau merasa nggak banyak jajan tapi uang menipis? Jangan-jangan puan terkena fenomena doom spending!

Pernah dengar doom spending? Sebenernya apa itu doom spending?

Pengertian Doom Spending dan Penyebabnya

Melansir dari halaman Finansial Bisnis, Doom Spending adalah pola konsumtif berlebihan yang mendorong seseorang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Pembelian ini sering bersifat receh dan tidak penting, tapi dampaknya bisa bikin uang kita habis.

Mengapa doom spending ini bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah stress akibat tekanan finansial di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Sensasi berbelanja sering kali dianggap bisa meredakan stress ini. Ditambah lagi, diskon dan promosi seperti pay day sale atau tanggal kembar membuat kita tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Dampaknya bisa berakibat buruk, seperti gagal menabung, menyesal setelah belanja, dan terjebak dalam siklus hutang. Apalagi kalau memakai paylater, harus hati-hati ya! Nah, ada beberapa tips agar puan terhindar dari doom spending. Yuk, simak caranya di bawah ini:

Tips Menghindari Doom Spending

1.   Mengenali Pemicu Emosional

Cari tahu dulu, kira-kira apa yang menjadi pemicu perilaku doom spending ini. Apakah karena stress di tempat kerja, kekhawatiran pada masa depan, atau dorongan dari sosial media? Dengan memahami pemicunya, puan bisa lebih cepat sadar ketika dorongan belanja muncul.

2.     Menetapkan Anggaran Belanja

Membuat dan mematuhi anggaran belanja bulanan bisa secara efektif mengontrol pengeluaran. Di awal bulan, tentukan batasan untuk kebutuhan dan keinginan, serta pastikan untuk tetap menyisihkan uang untuk tabungan. Dengan budgeting, puan bisa lebih disiplin dalam berbelanja.

3.       Menggunakan Aplikasi Manajemen Keuangan

Puan bisa menggunakan aplikasi manajemen keuangan untuk melacak pemasukan dan pengeluaran. Aplikasi ini biasanya memberikan laporan keuangan secara berkala, seperti mingguan atau bulanan. Dengan laporan ini, puan bisa mengevaluasi di mana uang puan lebih banyak dihabiskan dan memperbaiki kebiasaan belanja agar lebih baik.

Mengendalikan kebiasaan doom spending memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Dengan mengenali pemicu, membuat anggaran, dan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi keuangan, puan bisa lebih bijak dalam mengelola uang. Ingat, setiap keputusan belanja adalah langkah kecil menuju kebebasan finansial. Yuk, mulai kontrol keuangan dari sekarang!


REFERENSI:

Apa itu doom spending dan bagaimana cara mengatasinya?

Kata pakar soal doom spending yang lagi ngetren di kalangan anak muda

Kenali fenomena doom spending yang bisa bikin miskin gen Z dan milenial


Penulis: Cut Desyanti

Editor: Cut Desyanti

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Membuka Kembali Memori Melalui Pameran ACE 5.0: INNER CHILD

  Masa kecil sering kali menjadi sumber kepolosan, kekreatifan, dan keajaiban yang mungkin telah kita lupakan di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan dewasa. Namun, di tengah gemuruh kota metropolitan, ada suatu perayaan yang mengundang kita untuk merenungkan kembali sisi kecil yang mungkin telah kita lupakan: ACE 5.0: INNER CHILD . Pameran seni tidak selalu hanya tentang memamerkan karya, tetapi juga tentang membuka pintu menuju introspeksi dan penemuan diri. Di tengah sorotan pameran kreatif yang diselenggarakan oleh Klub LSPR Advertising Society , ACE 5.0: INNER CHILD, pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia kepolosan dan kekreatifan masa kecil. Setiap tahun, Klub LSPR Advertising Society menggelar Advertising Creative Exhibition (ACE) , sebuah pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif dari para anggotanya. Setelah suksesnya ACE sebelumnya yang mengangkat tema 'Gender Equality' dengan tajuk SETARA “Setingkat dan Sederajat”, kini ACE kembali hadir dalam ...