Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!



Image by www.socialmediae.com


        Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka.

        Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder. "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan."

Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda

        Media sosial memang memiliki banyak fungsi. Ada yang menjadikannya sebagai tempat berbagi informasi, ada yang menggunakannya sebagai platform untuk bekerja, berekspresi, atau sekadar mengabadikan momen berharga. Artinya, media sosial memiliki peran dan fungsi yang bisa saja berbeda-beda bagi tiap individu. Jadi, nggak ada aturan baku yang mengharuskan Puan untuk terus-menerus posting hal-hal produktif atau inspiratif.

Mau upload pencapaian? Silakan.

Mau upload foto anabul? Boleh banget.

Mau curhat random di story? Nggak ada yang melarang!

Intinya, kita bebas melakukan apa pun, selama hal-hal yang kita posting nggak merugikan orang lain.

"Tapi, Priska, Aku Takut Dibilang Nggak Produktif"

Santai aja, orang-orang nggak akan sepeduli itu kok!

        Satu di antara alasan mengapa banyak orang ragu untuk update di media sosial adalah karena takut dinilai kurang produktif. Tapi coba kamu pikirin lagi: "Emang orang lain bakal peduli banget sama postingan kita?" Jawabannya: "Nggak juga!" Kebanyakan orang cuma scrolling sebentar, kasih like kalau sempat, atau bahkan langsung skip aja. Mereka lebih sibuk mikirin hidup mereka sendiri daripada mikirin kita. Jadi, kalau Puan pengen upload sesuatu, kenapa harus takut?

Belajar Stoicism: Santai Aja, Fokus Sama Apa yang Bisa Kamu Kendalikan

     Nah, kalau puan masih suka overthinking, mungkin Puan bisa coba menerapkan Stoicism. Ini adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan cuek sama hal-hal yang nggak bisa kita kontrol. Dalam konteks bermedia sosial, artinya Puan harus bisa menerapkan prinsip di bawah ini:

1. Kita nggak bisa mengontrol opini orang lain, jadi untuk apa dipikirkan?

Mau kamu upload sebagus apa pun, pasti ada aja yang nggak suka atau punya opini sendiri. Jadi, daripada pusing mikirin itu, lebih baik upload aja sesuai keinginan sendiri.

2. Stop bandingin diri sendiri dengan orang lain

Ingat, yang kamu lihat di media sosial itu hanya highlight reel, bukan kehidupan mereka yang sebenarnya secara keseluruhan. Nggak semua orang mau update pas lagi struggling, jadi jangan langsung merasa "kurang" dibanding mereka.

3. Jangan terbawa arus, Jadilah Diri Sendiri

Saat ini, mungkin banyak orang yang sibuk banget untuk membuat personal branding, entah itu post pencapaian, atau upload segala hal yang kelihatannya keren. Tapi jangan sampai kamu ikut-ikutan cuma karena FOMO (Fear of Missing Out). Puan nggak perlu ikut-ikutan hanya karena tren yang lagi viral atau karena semua orang kelihatan sukses di media sosial. Jangan sampai kamu posting hal yang sebenarnya nggak dibutuhkan, hanya karena takut dianggap ketinggalan zaman atau nggak cukup "keren." Jadi, silakan posting apa pun dan tetaplah menjadi diri sendiri.

Gimana, Sampai Sini Udah Mulai Tenang?

Puan, media sosial itu tempat untuk kita having fun, bukan untuk bikin diri sendiri jadi stres. Kalau kamu mau post sesuatu, ya post aja. Jangan terlalu memikirkan omongan orang lain, karena pada akhirnya, mereka nggak akan peduli-peduli banget kok.

Jadi, mulai sekarang, berhenti ragu atau malu-malu!

Upload aja, ekspresikan diri kamu, dan ingat: hidup ini bukan untuk bikin semua orang suka sama kita, tapi buatlah kebahagiaan untuk diri kita sendiri!




REFERENSI:

Untuk Kamu yang Suka Insecure, Ini 7 Cara Menghadapi Rasa Takut Ketika Posting di Media Sosial!

Apa Itu Filosofi Stoicism? Ini Arti dan Penerapannya di Dunia Kerja

Menerapkan Stoikisme di Tengah Stres Kehidupan Modern: Temukan Ketenangan dalam Filosofi Kuno



Author & Editor : Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...