Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Menerapkan Stoicism dalam Bermedia Sosial: Mau Upload Sesuatu tapi Malu? Tenang, Orang-Orang Nggak Se-Peduli Itu Kok!



Image by www.socialmediae.com


        Pernah nggak sih, Puan merasa ragu untuk posting sesuatu di media sosial? Misalnya, takut dibilang nggak produktif atau dianggap nggak ada kerjaan. Banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk membangun personal branding di Instagram, LinkedIn, atau media sosial lainnya. Mulai dari upload berbagai pencapaian, pengalaman di organisasi, hingga kegiatan volunteer yang kelihatannya asik dan keren banget. Nggak sedikit juga yang update hal-hal tersebut bahkan di akun kedua atau second account mereka.

        Nggak ada yang salah dengan hal itu. Namun, di sisi lain, banyak juga yang akhirnya jadi minder. "Duh, kalau gue cuma upload foto kopi doang, kelihatan nggak produktif banget, nggak, sih?" atau "Mau post selfie aja kok jadi mikir-mikir, takut dikira nggak ada kerjaan."

Pernah merasa begitu? Yuk, baca artikel ini sampai selesai!

Pahami Fungsi Media Sosial yang Berbeda-beda

        Media sosial memang memiliki banyak fungsi. Ada yang menjadikannya sebagai tempat berbagi informasi, ada yang menggunakannya sebagai platform untuk bekerja, berekspresi, atau sekadar mengabadikan momen berharga. Artinya, media sosial memiliki peran dan fungsi yang bisa saja berbeda-beda bagi tiap individu. Jadi, nggak ada aturan baku yang mengharuskan Puan untuk terus-menerus posting hal-hal produktif atau inspiratif.

Mau upload pencapaian? Silakan.

Mau upload foto anabul? Boleh banget.

Mau curhat random di story? Nggak ada yang melarang!

Intinya, kita bebas melakukan apa pun, selama hal-hal yang kita posting nggak merugikan orang lain.

"Tapi, Priska, Aku Takut Dibilang Nggak Produktif"

Santai aja, orang-orang nggak akan sepeduli itu kok!

        Satu di antara alasan mengapa banyak orang ragu untuk update di media sosial adalah karena takut dinilai kurang produktif. Tapi coba kamu pikirin lagi: "Emang orang lain bakal peduli banget sama postingan kita?" Jawabannya: "Nggak juga!" Kebanyakan orang cuma scrolling sebentar, kasih like kalau sempat, atau bahkan langsung skip aja. Mereka lebih sibuk mikirin hidup mereka sendiri daripada mikirin kita. Jadi, kalau Puan pengen upload sesuatu, kenapa harus takut?

Belajar Stoicism: Santai Aja, Fokus Sama Apa yang Bisa Kamu Kendalikan

     Nah, kalau puan masih suka overthinking, mungkin Puan bisa coba menerapkan Stoicism. Ini adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan cuek sama hal-hal yang nggak bisa kita kontrol. Dalam konteks bermedia sosial, artinya Puan harus bisa menerapkan prinsip di bawah ini:

1. Kita nggak bisa mengontrol opini orang lain, jadi untuk apa dipikirkan?

Mau kamu upload sebagus apa pun, pasti ada aja yang nggak suka atau punya opini sendiri. Jadi, daripada pusing mikirin itu, lebih baik upload aja sesuai keinginan sendiri.

2. Stop bandingin diri sendiri dengan orang lain

Ingat, yang kamu lihat di media sosial itu hanya highlight reel, bukan kehidupan mereka yang sebenarnya secara keseluruhan. Nggak semua orang mau update pas lagi struggling, jadi jangan langsung merasa "kurang" dibanding mereka.

3. Jangan terbawa arus, Jadilah Diri Sendiri

Saat ini, mungkin banyak orang yang sibuk banget untuk membuat personal branding, entah itu post pencapaian, atau upload segala hal yang kelihatannya keren. Tapi jangan sampai kamu ikut-ikutan cuma karena FOMO (Fear of Missing Out). Puan nggak perlu ikut-ikutan hanya karena tren yang lagi viral atau karena semua orang kelihatan sukses di media sosial. Jangan sampai kamu posting hal yang sebenarnya nggak dibutuhkan, hanya karena takut dianggap ketinggalan zaman atau nggak cukup "keren." Jadi, silakan posting apa pun dan tetaplah menjadi diri sendiri.

Gimana, Sampai Sini Udah Mulai Tenang?

Puan, media sosial itu tempat untuk kita having fun, bukan untuk bikin diri sendiri jadi stres. Kalau kamu mau post sesuatu, ya post aja. Jangan terlalu memikirkan omongan orang lain, karena pada akhirnya, mereka nggak akan peduli-peduli banget kok.

Jadi, mulai sekarang, berhenti ragu atau malu-malu!

Upload aja, ekspresikan diri kamu, dan ingat: hidup ini bukan untuk bikin semua orang suka sama kita, tapi buatlah kebahagiaan untuk diri kita sendiri!




REFERENSI:

Untuk Kamu yang Suka Insecure, Ini 7 Cara Menghadapi Rasa Takut Ketika Posting di Media Sosial!

Apa Itu Filosofi Stoicism? Ini Arti dan Penerapannya di Dunia Kerja

Menerapkan Stoikisme di Tengah Stres Kehidupan Modern: Temukan Ketenangan dalam Filosofi Kuno



Author & Editor : Sarah Ardelia

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...