Langsung ke konten utama

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Puan Bisa Ciptakan Ruang Bersuara Untuk Generasi Perempuan Muda yang Menginspirasi




Jakarta, 20 Oktober 2024 – Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi fase quarter life crisis. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Puan Bisa Festival 2024 dengan tema “Bright Minds, Bold Voices: Nurturing the Next Generation of Inspirational Women dengan rangkaian acara dimulai tanggal 7 hingga 20 Oktober 2024 sebagai hari peringatan ulang tahun Puan Bisa yang ke-4 yang dihadiri total lebih dari 65 perempuan muda. 

Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan dengan gerakan penyampaian pesan positif mengenai self- improvement, career serta mental health sehingga para perempuan muda dapat melewati masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan terarah. Sesuai dengan apa yang menjadi cita-citanya, Puan Bisa mengadakan Puan Bisa Festival sebagai perayaan hari ulang tahun Puan Bisa yang ke-4 tahun.

Selama dua pekan, peserta dimanjakan dengan berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari sesi sharing di Instagram Live Puan Bisa Bersama para tokoh Perempuan inspiratif yaitu Fidias Danaswati  dengan topik “Behind the Screen: Inspirational Woman, Social Media, and Emotional Challenges”, dan Dea Rachma dengan topik “The Ripple Effect: Inspiring Social Impact Through Career”. Acara ini pun dilanjutkan dengan sesi webinar Bersama Salsabila Nuurhafizha dengan topik yang tidak kalah menarik yaitu “Developing Your Career and Yourself Through Design Thinking Approach”. 

Acara ini membahas berbagai topik inspiratif yang relevan dengan kehidupan perempuan muda, mulai dari pengembangan diri, karir, hingga isu-isu sosial yang tengah menjadi perhatian. Melalui festival ini, Puan Bisa berharap dapat melahirkan generasi Perempuan muda Indonesia yang cerdas, berani, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Keunikan dari Puan Bisa Festival tahun ini terletak pada salah satu rangkaiannya yang berkolaborasi dengan Rame-Rame Jakarta menyusuri Kampung Poncol yakni walking trip dengan tema yang diangkat yakni “Exploring the Footsteps of Inspiring Figures” 

Selama acara, peserta diajak untuk menyusuri setiap sudut Kampung Poncol, berinteraksi langsung dengan warga setempat, dan mendengarkan kisah inspiratif dari para tokoh perempuan yang telah berkontribusi besar bagi kampung mereka. Ibu Murni, seorang pengusaha UMKM nanas, dan Teh Ima, seorang MUA profesional, menjadi dua sosok yang paling banyak menginspirasi peserta dengan semangat kewirausahaan dan kegigihan mereka.

Melalui film pendek “Maskumambang”, peserta diajak untuk merenung lebih dalam tentang makna kehidupan dan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur. Film ini juga menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh Kampung Poncol sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik.

Kegiatan Puan Bisa Festival 2024 ditutup pada tanggal 20 Oktober 2024 yang dilaksanakan di Perpusnas. Guest star yang hadir pun tidak kalah menarik dan membawakan banyak sekali topik yang sangat bermanfaat untuk kalangan perempuan muda Indonesia di generasi ini. Beberapa guest star yang hadir yakni Enggit Glory, seorang content creator dengan membawakan tema mengenai self improvement. 

Demotivasi itu sebenarnya normal, tapi ketika kita melakukan sesuatu itu udah jadi lebih pada disiplin, yang artinya memang sudah harus dilakukan. insecure dengan pencapaian seseorang, tapi balik lagi terlepas dari ada privilege atau engga, liat kapasitas diri kita yang sekarang (aku yang dulu bangga dengan aku yang sekarang), jangan kita banding orang lain tapi kita banding diri kita sendiri (bertahun tahun yang lalu).” Ucap Enggit Glory (20/10), memberikan kita sebuah reminder baru untuk para peserta terapkan kedepannya.

Guest star selanjutnya adalah Kak Mira yang turut memberikan insight baru mengenai mental health, Kak Mira membagikan banyak sekali informasi yang sangat bermanfaat mengenai Journaling, meditasi, cara reconnect dengan diri kita sendiri. 

Pikiran itu ga ada yang negatif dan positif, itu balik lagi ke bagaimana kita memaknai pikiran pikiran yang kita miliki itu. Jangan menolak pikiran negatif, karena itu akan mengajak pikiran negatif yang lain. Terima pikiran yang ada, bisa diucapkan secara lantang agar bisa mengurangi sensasinya.” Ucap Kak Mira (20/10), mengingatkan para peserta cara untuk menanggapi sebuah pikiran negatif.

Yang tak kalah menarik berikutnya adalah Kak Baby seorang founder dari Renjana Camp yang kali ini membagikan informasi menarik mengenai karir. Kak Baby berbagi pengalamannya dalam membangun karier yang sukses di dunia media. Dimulai dari pengalaman magang di berbagai media ternama seperti CNN Indonesia dan Kompas TV, Kak Baby menunjukkan bagaimana ia berhasil menemukan passion dan terus berkembang dalam industri yang dinamis.

 "Kuncinya adalah menemukan apa yang benar-benar kita sukai dan terus belajar serta beradaptasi." ujar Kak Baby (20/10). Tutur Kak Baby dalam sesi talkshownya. Selain berbagi pengalaman pribadi, Kak Baby juga memberikan tips-tips praktis untuk membangun karier yang memuaskan yaitu dengan mengenali diri sendiri, tidak takut untuk mencoba hal baru, fokus pada kualitas diri sendiri, dan bangun kepercayaan diri.

Melalui acara Puan Bisa Festival ini diharapkan seluruh perempuan muda dapat mengeksplorasi potensi inspirasional mereka dengan cara mendapatkan ilmu praktikal untuk 'mempersiapkan' diri serta mendorong pola pikir agar menjadi pribadi yang menginspirasi untuk lingkungan sekitarnya. 

 

Author: Putri Audia

Editor: Diinaar F. Berlian


Komentar

Rubik Puan Popular

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Membaca Buku: Cara Mudah dan Murah untuk Menjaga Mental Health

Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku (unsplash.com) Hai Puan! Akhir-akhir ini, kegiatan membaca buku jadi tren yang dinikmati oleh berbagai kalangan. Banyak orang yang mulai tertarik dengan tren literasi di media sosial. Apalagi saat ini banyak sekali akun influencer pecinta buku yang aktif mengunggah konten terkait ulasan buku di media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan X.  Hal ini menyebabkan seseorang yang awalnya belum suka atau belum tertarik membaca buku dapat terpengaruh. Tak jarang, beberapa orang hanya membaca karena ikut-ikutan dan takut tertinggal tren. Padahal, meneruskan kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga bisa bermanfaat untuk kesehatan, khususnya kesehatan mental. Beberapa manfaat membaca buku bagi kesehatan mental yang harus Puan ketahui: 1. Membaca buku dapat mengurangi stres.   Penelitian menunjukkan bahwa membaca hanya enam menit dalam sehari dapat mengurangi tingkat stres hingga 60% dengan menurunkan detak jantun...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...