Langsung ke konten utama

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

LinkedIn dan Ilusi 'Semua Orang Sudah Lebih Maju'

 LinkedIn dan Ilusi 'Semua Orang Sudah Lebih Maju'


Image by: Pinterest

Di LinkedIn, Puan hampir setiap hari melihat kabar baik: diterima kerja, naik jabatan, lolos program bergengsi, atau menyelesaikan sertifikasi. Sekilas, semuanya tampak berjalan cepat dan terarah. Tanpa disadari, muncul perasaan bahwa orang lain sudah melangkah, sementara Puan masih di tempat yang sama. Padahal, yang ditampilkan sering kali hanyalah bagian terbaik dari perjalanan seseorang, bukan keseluruhan prosesnya.

Ketika Timeline Jadi Tolok Ukur yang Tidak Adil

Masalah mulai muncu ketika Puan menjadikan apa yang dilihat sebagai standar. Puan membandingkan proses yang masih berjalan dengan hasil akhir orang lain yang sudah dipoles rapi. Perbandingan ini tidak seimbang sejak awal. Akibatnya, rasa tertinggal itu bukan karena Puan benar-benar tidak berkembang, tetapi karena standar yang digunakan memang tidak realistis.

Apa yang tampil di LinkedIn adalah "highlight", sementara yang Puan rasakan adalah "behind the scene". Puan melihat pencapaian orang lain tanpa melihat kegagalan, penolakan, atau kebingungan yang mereka alami sebelumnya. Ketika dua hal ini dibandingkan, wajar jika hasilnya membuat Puan merasa kurang. Bukan karena Puan tidak cukup, tetapi karena informasi yang Puan terima memang tidak utuh.

Baca juga: Perempuan dan Overachievement Trap: Sisi Lain Produktivitas

Ambisi yang Pelan-Pelan Berubah Jadi Tekanan

Awalnya, melihat pencapaian orang lain bisa terasa motivasi. Namun jika terjadi terus-menerus tanpa filter, motivasi itu bisa berubah menjadi tekanan. Puan mulai merasa harus mengejar lebih banyak, lebih cepat, dan lebih tinggi, bukan karena kebutuhan pribadi, tetapi karena takut tertinggal. Di titik ini, batas antara ambisi dan kecemasan menjadi semakin tipis.

Penting untuk diingat bahwa setiap orang berada di fase yang berbeda. Ada yang sedang memulai, ada yang sedang mencoba ulang, dan ada yang memang sedang berada di puncak. Apa yang terlihat sebagai "lebih maju" belum tentu lebih sesuai dengan jalan Puan. Tanpa perspektif ini, Puan akan terus merasa tertinggal dalam perlombaan yang sebenarnya tidak pernah Puan pilih.

Mengembalikan Arah ke Diri Sendiri

Daripada menjadikan LinkedIn sebagai alat ukut nilai diri, akan lebih sehat jika Puan melihatnya sebagai sumber referensi. Tidak semua pencapaian orang lain harus diikuti, dan tidak semua jalur karier cocok untuk Puan. Saat Puan mulai fokus pada ritme dan arah sendiri, ilusi bahwa "semua orang sudah lebih maju" perlahan akan melemah. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa cepat Puan melangkah, tetapi apakah Puan benar-benar tahu ke mana ingin pergi

Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 


Referensi

Roberts, L. M., & David, M. E. (2020). The social media party: Fear of missing out (FoMO), social media intensity, connection, and well-being. International Journal of Human-Computer Interaction, 36(4), 386–392. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10447318.2019.1646517

Komentar

Rubik Puan Popular

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

Puan Bisa Dukung Perempuan Muda Di Indonesia Untuk Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Puan Bisa Festival 2023

Jakarta, 15 Oktober 2023 -  Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, membuahkan kajian cepat pada Juli - September 2023 bahwa perempuan muda Indonesia rentan terhadap budaya hustle culture. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami stres, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari kajian tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Puan Bisa Festival 2023 dengan tema “Girls Day Out : Unlock Your Inspirational Potential to Empower Women” dengan rangkaian acara dimulai tanggal 6 hingga 15 Oktober 2023 sebagai hari peringatan ulang tahun Puan Bisa yang ke-3 yang dihadiri total lebih dari 55 perempuan muda.  Puan Bisa merupakan organisasi pemberdayaan perempuan dengan gerakan penyampaian pesan positif mengenai self-improvement, career serta mental health sehingga para perempuan muda dapat melewati masa mudanya dengan kegiatan yang positif dan terarah. Sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

PRESS RELEASE Town Hall Puan Bisa 2025: Merayakan Kebersamaan dalam Balutan Fairytale Pastel

  DOKUMENTASI TOWN HALL OFFLINE 13 Juli 2025 - Komunitas perempuan muda Puan Bisa kembali menghadirkan Town Hall secara luring ( offline) dan daring (online) di Jakarta Selatan pada Sabtu (13/12/2025). Mengusung tema “ A Magical Town Hall” , acara ini diselenggarakan bukan hanya sebagai ajang pertemuan, melainkan sebagai ruang yang dibentuk untuk memberikan jeda dari rutinitas sehari-hari. Town Hall bertujuan untuk saling menumbuhkan rasa kebersamaan anggota Puan Bisa. Melalui berbagai aktivitas interaktif dan permainan yang membangun kerja sama, anggota didorong untuk semakin kompak dan saling mendukung. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi pondasi penting dalam membangun hubungan yang solid dan berkelanjutan di antara anggota Puan Bisa. Acara ini dimulai dengan pemaparan materi dari C-Level yang membahas tentang Impact Report 2025, yaitu laporan berbasis data yang merangkum dampak sosial dan media yang dihasilkan oleh Puan Bisa sepanjang 2025. Dimulai dari Instagram Gr...