Langsung ke konten utama

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Portfolio 101: Mulai Dari Mana, Ya?

source: https://pin.it/30ORZCIja

Puan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah portofolio. Namun, pernahkah Puan bertanya-tanya, mengapa portofolio menjadi salah satu hal yang hampir selalu diminta dalam proses rekrutmen?

Sederhananya, portofolio adalah kumpulan pengalaman, karya, dan pencapaian yang disusun secara menarik agar orang lain dapat melihat kemampuan yang Puan miliki. Melalui portofolio, recruiter tidak hanya membaca apa yang Puan tuliskan di CV, tetapi juga dapat melihat bukti nyata dari apa yang pernah Puan kerjakan.


Inilah mengapa portofolio menjadi begitu penting. Portofolio membantu recruiter menilai sejauh mana kemampuan, pengalaman, dan potensi Puan sesuai dengan posisi yang dilamar. Semakin relevan pengalaman yang ditampilkan, semakin besar pula kesempatan Puan untuk meninggalkan kesan yang baik.


Jadi, bagaimana membuat portofolio Puan tampak berkesan dan valuable?

Tenang, Puan, bikin portofolio sekarang nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Bahkan, kalau belum pernah bikin sebelumnya, Puan tetap bisa mulai dari hal-hal sederhana. Yang terpenting bukan seberapa banyak pengalaman yang dimiliki, tapi bagaimana pengalaman itu Puan susun sehingga mudah dipahami oleh orang yang melihatnya.


Ini dia beberapa langkah yang bisa Puan lakukan!

  1. Tentukan tujuan portofolio

Sebelum mulai mendesain, langkah yang paling awal adalah Puan tanya dulu ke diri Puan sendiri, "Portofolio ini mau dipakai untuk apa?" Apakah untuk daftar magang? Organisasi? Volunteer? Atau kerja?

Tujuan ini penting karena akan menentukan dan menyesuaikan isi portofolio Puan. Misalnya, kalau ingin melamar sebagai content writer, tentu pengalaman menulis, membuat artikel, atau konten media sosial akan lebih relevan. Karena portofolio adalah tempat untuk memasukkan semua pengalaman yang paling sesuai dengan posisi yang dituju.


  1. Tampilkan hanya karya terbaik Puan

Sering kali kita merasa semakin banyak isi portofolio, semakin bagus. Padahal, belum tentu. Puan bisa pilih beberapa karya yang paling mencerminkan kemampuan Puan. Lebih baik menampilkan lima hasil yang benar-benar kuat daripada lima belas hasil yang membuat perekrut bingung menilai fokus kemampuan Puan. Puan juga bisa tambahkan sedikit penjelasan di setiap karya. Misalnya:

  • Apa tujuan proyek tersebut?

  • Apa peran Puan di dalamnya?

  • Apa hasil atau pencapaiannya?

Dengan begitu, orang yang membaca tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses dan kontribusi Puan.


  1. Buat tampilannya rapi dan nyaman dilihat

Percayalah, Puan, tampilan sangat bisa memengaruhi kesan pertama. Puan bisa pilih desain yang menyesuaikan posisi yang Puan tuju, bisa kreatif ataupun profesional, gunakan juga color palette yang konsisten dan menarik. Portofolio yang bersih dan rapi juga akan membuat perekrut lebih mudah menemukan informasi penting.

Kabar baiknya, sekarang membuat portofolio sudah jauh lebih mudah. Banyak platform seperti Canva, Figma, bahkan Google Slides yang menyediakan berbagai template gratis dengan desain profesional.

Jadi, Puan tidak perlu jago desain untuk bisa membuat portofolio yang menarik. Tinggal pilih template yang sesuai dengan gaya Puan, lalu sesuaikan isinya.


  1. Detail-kan pengalaman, bukan hanya tempel hasilnya

Ingat, Puan, portofolio bukan hanya sekadar kumpulan sertifikat atau foto kegiatan. Puan bisa menginfokan real impact di balik setiap pengalaman. Misalnya, target yang tercapai maupun impact lainnya.

Detail seperti ini dapat menunjukkan nilai plus dalam setiap kemampuan Puan. Nilai-nilai seperti ini sering kali menjadi pertimbangan penting bagi recruiter.


  1. Selalu update portofolio

Portofolio bukan dokumen yang selesai dalam sekali buat. Setiap kali Puan mengikuti lomba, organisasi, magang, volunteer, atau berhasil menyelesaikan proyek baru, jangan lupa update pengalaman tersebut ke dalam portofolio Puan. Dengan begitu, portofolio Puan akan terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman.

Tidak perlu menunggu “pengalaman bermutu” untuk mulai membuat portofolio. Justru dengan mulai dari sekarang, Puan punya kesempatan untuk terus memperbaiki dan melengkapinya sedikit demi sedikit.


Portofolio adalah cerita tentang diri Puan

Pada akhirnya, portofolio bukan tentang siapa yang punya pengalaman paling banyak, melainkan siapa yang mampu menunjukkan potensi dan perjalanan pengalamannya dengan baik.


Setiap kepanitiaan, tugas kuliah, organisasi, proyek kecil, hingga pengalaman volunteer bisa menjadi nilai tambah jika dikemas dengan tepat. Jadi, jangan ragu untuk mulai menyusun portofolio dari sekarang. Siapa tahu, pengalaman yang selama ini Puan anggap "biasa saja" justru menjadi alasan seseorang memilih Puan untuk kesempatan berikutnya.


Karena setiap pengalaman punya cerita, dan portofolio adalah tempat terbaik untuk menceritakannya.




Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Linda. (2022, February 19). Gini, loh, cara menyusun portofolio untuk copywriter. Medium. https://ersuerwa.medium.com/gini-loh-cara-menyusun-portofolio-untuk-copywriter-56f1fab5372f

Kwik Kian Gie School of Business. (2021, October 4). Tips membuat portofolio kamu menjadi menarik. https://kwikkiangie.ac.id/2021/10/04/tips-membuat-portofolio-kamu-menjadi-menarik/


Author & Editor: Lilis Fadilah

Komentar

Rubik Puan Popular

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?

Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda. Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan m...

Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Image by : Grasindo Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja? Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini.  Pengertian Demotivasi Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri.   Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupny...

Mengubah Pikiran Negatif Menjadi Positif: Membangun Mindset Penuh Keyakinan dan Optimisme

Apakah Puan sering merasa terjebak dalam pikiran negatif yang menghalangi Puan meraih potensi dan kebahagiaan? Jika iya, maka Puan berada di tempat yang tepat. Artikel ini akan membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi positif dengan membangun mindset yang penuh keyakinan dan optimisme. Mindset, atau pola pikir, merupakan pondasi penting dalam menjalani kehidupan yang sukses dan membangun kebahagiaan. Pikiran negatif seperti keraguan, rasa tidak berharga, dan kecemasan dapat merusak mindset Puan dan menghalangi Puan mencapai potensi terbaik.  Namun, Puan tidak perlu putus asa. Ada beberapa langkah praktis yang dapat Puan lakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif: Kesadaran akan pikiran negatif: Puan perlu mengenali dan menyadari pola pikir negatif yang muncul dalam diri Puan. Coba identifikasi pikiran-pikiran tersebut dan berikan pengertian bahwa Puan memiliki kendali atas pikiran-pikiran itu. Reframing: Saat Puan menghadapi pikiran negatif, coba ubah perspektif...

Bukan Digital Detox, Yuk Kenali Konsep Digital Minimalism!

  Sampul buku Digital Minimalism oleh Cal Newport (penguinrandomhouse.com) Hai Puan! Pernah gak sih cuma mau buka Instagram lima menit, tapi ternyata satu jam sudah berlalu? Atau Puan tanpa sadar mengecek ponsel setiap kali ada waktu luang? Kebiasaan ini mungkin terasa normal, tetapi bisa membuat kita kehilangan fokus, waktu, bahkan ketenangan.  Digital minimalism merupakan salah satu strategi yang membantu kita untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan menggunakan teknologi secara lebih sadar. Intinya, kita hanya fokus pada aplikasi atau aktivitas digital yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan nilai atau tujuan hidup. Sementara itu, hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan agar waktu dan perhatian tidak terkuras sia-sia.  Baca juga: Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Digital minimalism melibatkan peninjauan kembali waktu yang dihabiskan pada perangkat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pri...