Langsung ke konten utama

Portfolio 101: Mulai Dari Mana, Ya?

source: https://pin.it/30ORZCIja Puan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah portofolio . Namun, pernahkah Puan bertanya-tanya, mengapa portofolio menjadi salah satu hal yang hampir selalu diminta dalam proses rekrutmen? Sederhananya, portofolio adalah kumpulan pengalaman, karya, dan pencapaian yang disusun secara menarik agar orang lain dapat melihat kemampuan yang Puan miliki. Melalui portofolio, recruiter tidak hanya membaca apa yang Puan tuliskan di CV, tetapi juga dapat melihat bukti nyata dari apa yang pernah Puan kerjakan. Inilah mengapa portofolio menjadi begitu penting. Portofolio membantu recruiter menilai sejauh mana kemampuan, pengalaman, dan potensi Puan sesuai dengan posisi yang dilamar. Semakin relevan pengalaman yang ditampilkan, semakin besar pula kesempatan Puan untuk meninggalkan kesan yang baik. Jadi, bagaimana membuat portofolio Puan tampak berkesan dan valuable ? Tenang, Puan, bikin portofolio sekarang nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Bahkan, kalau belum...

Portfolio 101: Mulai Dari Mana, Ya?

source: https://pin.it/30ORZCIja

Puan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah portofolio. Namun, pernahkah Puan bertanya-tanya, mengapa portofolio menjadi salah satu hal yang hampir selalu diminta dalam proses rekrutmen?

Sederhananya, portofolio adalah kumpulan pengalaman, karya, dan pencapaian yang disusun secara menarik agar orang lain dapat melihat kemampuan yang Puan miliki. Melalui portofolio, recruiter tidak hanya membaca apa yang Puan tuliskan di CV, tetapi juga dapat melihat bukti nyata dari apa yang pernah Puan kerjakan.


Inilah mengapa portofolio menjadi begitu penting. Portofolio membantu recruiter menilai sejauh mana kemampuan, pengalaman, dan potensi Puan sesuai dengan posisi yang dilamar. Semakin relevan pengalaman yang ditampilkan, semakin besar pula kesempatan Puan untuk meninggalkan kesan yang baik.


Jadi, bagaimana membuat portofolio Puan tampak berkesan dan valuable?

Tenang, Puan, bikin portofolio sekarang nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Bahkan, kalau belum pernah bikin sebelumnya, Puan tetap bisa mulai dari hal-hal sederhana. Yang terpenting bukan seberapa banyak pengalaman yang dimiliki, tapi bagaimana pengalaman itu Puan susun sehingga mudah dipahami oleh orang yang melihatnya.


Ini dia beberapa langkah yang bisa Puan lakukan!

  1. Tentukan tujuan portofolio

Sebelum mulai mendesain, langkah yang paling awal adalah Puan tanya dulu ke diri Puan sendiri, "Portofolio ini mau dipakai untuk apa?" Apakah untuk daftar magang? Organisasi? Volunteer? Atau kerja?

Tujuan ini penting karena akan menentukan dan menyesuaikan isi portofolio Puan. Misalnya, kalau ingin melamar sebagai content writer, tentu pengalaman menulis, membuat artikel, atau konten media sosial akan lebih relevan. Karena portofolio adalah tempat untuk memasukkan semua pengalaman yang paling sesuai dengan posisi yang dituju.


  1. Tampilkan hanya karya terbaik Puan

Sering kali kita merasa semakin banyak isi portofolio, semakin bagus. Padahal, belum tentu. Puan bisa pilih beberapa karya yang paling mencerminkan kemampuan Puan. Lebih baik menampilkan lima hasil yang benar-benar kuat daripada lima belas hasil yang membuat perekrut bingung menilai fokus kemampuan Puan. Puan juga bisa tambahkan sedikit penjelasan di setiap karya. Misalnya:

  • Apa tujuan proyek tersebut?

  • Apa peran Puan di dalamnya?

  • Apa hasil atau pencapaiannya?

Dengan begitu, orang yang membaca tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses dan kontribusi Puan.


  1. Buat tampilannya rapi dan nyaman dilihat

Percayalah, Puan, tampilan sangat bisa memengaruhi kesan pertama. Puan bisa pilih desain yang menyesuaikan posisi yang Puan tuju, bisa kreatif ataupun profesional, gunakan juga color palette yang konsisten dan menarik. Portofolio yang bersih dan rapi juga akan membuat perekrut lebih mudah menemukan informasi penting.

Kabar baiknya, sekarang membuat portofolio sudah jauh lebih mudah. Banyak platform seperti Canva, Figma, bahkan Google Slides yang menyediakan berbagai template gratis dengan desain profesional.

Jadi, Puan tidak perlu jago desain untuk bisa membuat portofolio yang menarik. Tinggal pilih template yang sesuai dengan gaya Puan, lalu sesuaikan isinya.


  1. Detail-kan pengalaman, bukan hanya tempel hasilnya

Ingat, Puan, portofolio bukan hanya sekadar kumpulan sertifikat atau foto kegiatan. Puan bisa menginfokan real impact di balik setiap pengalaman. Misalnya, target yang tercapai maupun impact lainnya.

Detail seperti ini dapat menunjukkan nilai plus dalam setiap kemampuan Puan. Nilai-nilai seperti ini sering kali menjadi pertimbangan penting bagi recruiter.


  1. Selalu update portofolio

Portofolio bukan dokumen yang selesai dalam sekali buat. Setiap kali Puan mengikuti lomba, organisasi, magang, volunteer, atau berhasil menyelesaikan proyek baru, jangan lupa update pengalaman tersebut ke dalam portofolio Puan. Dengan begitu, portofolio Puan akan terus berkembang seiring bertambahnya pengalaman.

Tidak perlu menunggu “pengalaman bermutu” untuk mulai membuat portofolio. Justru dengan mulai dari sekarang, Puan punya kesempatan untuk terus memperbaiki dan melengkapinya sedikit demi sedikit.


Portofolio adalah cerita tentang diri Puan

Pada akhirnya, portofolio bukan tentang siapa yang punya pengalaman paling banyak, melainkan siapa yang mampu menunjukkan potensi dan perjalanan pengalamannya dengan baik.


Setiap kepanitiaan, tugas kuliah, organisasi, proyek kecil, hingga pengalaman volunteer bisa menjadi nilai tambah jika dikemas dengan tepat. Jadi, jangan ragu untuk mulai menyusun portofolio dari sekarang. Siapa tahu, pengalaman yang selama ini Puan anggap "biasa saja" justru menjadi alasan seseorang memilih Puan untuk kesempatan berikutnya.


Karena setiap pengalaman punya cerita, dan portofolio adalah tempat terbaik untuk menceritakannya.




Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Linda. (2022, February 19). Gini, loh, cara menyusun portofolio untuk copywriter. Medium. https://ersuerwa.medium.com/gini-loh-cara-menyusun-portofolio-untuk-copywriter-56f1fab5372f

Kwik Kian Gie School of Business. (2021, October 4). Tips membuat portofolio kamu menjadi menarik. https://kwikkiangie.ac.id/2021/10/04/tips-membuat-portofolio-kamu-menjadi-menarik/


Author & Editor: Lilis Fadilah

Komentar

Rubik Puan Popular

Masih Kuliah Tapi Wajib Punya LinkedIn? Here’s Why You Should Care

  Kalau denger kata LinkedIn, mungkin yang terbayang di pikiran Puan sebuah platform yang hanya digunakan oleh para profesional atau orang yang sudah bekerja. Padahal, mahasiswa juga bisa mendapatkan banyak manfaat dari LinkedIn, lho Puan! Di era digital seperti sekarang, membangun personal branding dan memperluas koneksi bisa dimulai sejak kuliah. Nah, LinkedIn bisa menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Kenapa Mahasiswa Perlu LinkedIn? Membangun personal branding LinkedIn bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan diri secara profesional. Puan bisa menampilkan pengalaman organisasi, kepanitiaan, sertifikat, hingga proyek yang pernah dikerjakan. Profil yang lengkap akan membantu orang lain mengenal kemampuan dan minat Puan. Memperluas Koneksi Salah satu keunggulan LinkedIn adalah memudahkan kita terhubung dengan dosen, alumni, recruiter, maupun profesional dari berbagai bidang. Dari koneksi tersebut, Puan mendapatkan wawasan baru, kesempatan b...

Katanya Harus Cari Passion, Tapi Kok Malah Makin Bingung?

 " Cari passion dulu, baru cari kerja.” Kalimat itu mungkin sering Puan dengar. Dari dosen, orang tua, sampai konten di media sosial. Tapi bukannya merasa tercerahkan, banyak dari kita justru jadi bertanya-tanya, “Kalau aku belum tahu passion-ku, berarti aku belum siap memulai karier?” Kalau Puan pernah berpikir seperti itu, tenang. Puan nggak sendirian. Faktanya, membangun karier nggak selalu dimulai dengan menemukan passion. Justru, banyak orang baru benar-benar menemukan apa yang mereka sukai setelah berani mencoba berbagai pengalaman. Passion Nggak Selalu Datang di Awal Belakangan, topik tentang passion dan karier semakin sering dibahas, terutama oleh Gen Z. Namun, menurut Kompas.com, memilih karier bukan hanya soal mengikuti passion , tetapi juga mempertimbangkan peluang berkembang, kondisi finansial, dan tujuan hidup.   Artinya, nggak ada satu rumus yang berlaku untuk semua orang. Kalau hari ini Puan masih bingung menentukan arah, itu bukan berarti Puan tertinggal....

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...