Langsung ke konten utama

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?


Puan Bisa - Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?


Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda.


Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan muda Indonesia agar memiliki keterampilan, keberanian, serta kesadaran diri dalam menghadapi tantangan baik di lingkup personal maupun profesional.


Dalam data dari riset oleh Tallo & Morning Consult menunjukkan bahwa 43% dari 2000 young professionals merasa terisolasi dan kurang support, atau tidak yakin di mana bisa mencari support. Sedangkan data dari survey yang dilakukan oleh awardee Puan Bisa Festival mengungkap bahwa 74,2% takut mengambil resiko atau gagal, 45,2% mengaku kurang percaya diri, 41,9% merasa tidak tahu arah karier yang jelas, 35,5% merasa kurang kesempatan pelatihan atau promosi.


Baca juga: PRESS RELEASE Learning Space: DIY Cushion/Two-Way-Cake & MakeUp Workshop “In Your True Colors: Discover, Define, and Glow with Personalized Beauty”


Career stagnation yang dialami bukan semata karena kurang kompeten, tetapi kombinasi antara rendahnya kepercayaan diri, ketidakjelasan arah karier, dan minimnya dukungan baik struktural maupun emosional. Melalui survei ini, Puan Bisa bersama dengan awardee Puan Bisa Festival melaksanakan kegiatan Learning Space Puan Bisa 2026 dengan tema “Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers” yang diadakan pada tanggal 7 Februari 2026 di Nutrihub Jakarta.



Acara ini diisi oleh narasumber yakni kak Kak Salma Kyana yang mana beliau seorang Dokter, Content Creator, dan Founder Mengenaldiri.id. Dalam paparannya mengenai arah karier, beliau menyampaikan bahwa penting untuk membangun koneksi dengan diri sendiri dalam mengatasi keraguan dan menentukan arah karier secara lebih terarah.


“let your vision be shaped by who you are, not who you think should be” ucap Kak Salma Kyana pada tanggal 7 Februari 2026


Tidak hanya berhenti pada sesi talkshow, peserta juga diajak untuk melakukan challenge session untuk mendokumentasikan kegiatan dan mengunggahnya di instastory. Learning Space Puan Bisa 2026 ini akan berlanjut selama tiga bulan kedepan yang diisi dengan sesi mentoring antara mentor dan mentee acara ini.


Learning Space Puan Bisa 2026 ini berkolaborasi dengan beberapa community partner dan juga media yang telah bekerjasama dengan Puan Bisa seperti, Oh Be Shine, Teman Bicaraku, Life at FMCG, Temanmu Curhat, Menjadi Tangguh, Ousean, Kejar Mimpi Palembang, Berbagi Cerita, Kelana Jiwa, HOPE, Ruang Eksplorasi, IELS, How’s Life, Divija, Hellocation ID, Aiesec UI, Now JKT, Scarf Media, Wewaw. Selain itu, program ini juga didukung oleh beberapa sponsor yaitu, Yoona, Eudora, Love by Nature, dan Elska.


Melalui acara Learning Space Puan Bisa 2026 ini, peserta diharapkan mampu menemukan kembali arah karir yang selaras dengan nilai dan tujuan hidupnya. Tidak berhenti pada perenungan, program ini juga mendorong peserta untuk membangun konsistensi dan mengambil langkah nyata dalam pengembangan diri maupun profesional. Pada akhirnya, ruang ini menjadi tempat untuk merefleksikan perjalanan, memahami pertumbuhan yang telah dicapai, serta menyadari bahwa perkembangan karier berjalan beriringan dengan pertumbuhan pribadi.



Author    : Lasalina Zahira Rahadian
Editor     : Putri Audia Divayanti

Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Lazy Ambitious: Melihat Ketakutan dalam Perencanaan

Apakah Puan pernah merasa stuck pada tahap perencanaan dan selalu merasa belum cukup maupun ragu untuk memulai rencana? Nah, fenomena ini disebut dengan Lazy Ambitious. Istilah Lazy Ambitious akhir-akhir ini ramai dibicarakan di media sosial karena menggambarkan fenomena anak muda yang terjebak dalam perencanaan yang telah dibuat, tetapi nggak mencoba untuk merealisasikan rencananya tersebut. Istilah Lazy Ambitious juga erat kaitannya dengan pembahasan psikologi procrastination yakni perilaku yang nggak bisa memanajemen waktu dan perasaan takut untuk gagal saat ingin melakukan sesuatu. Baca juga: "I Wish I Knew When I Was 20" Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun Mengapa demikian? Yuk Priska kupas penyebab dari Lazy Ambitious ! Overthinking Dalam tahap perencanaan, jika Puan terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi dari rencana Puan akan mengurangi waktu yang Puan miliki dan energi Puan akan habis untuk berpikir serta menganalisis segala kemungkinan tanpa ad...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Takut Gagal? Justru Itu Jalan Awal Tumbuh, Puan!

Photo by Eva Bronzini Pernah nggak sih, Puan ngerasa jantung berdebar tiap mau ambil keputusan besar? Misalnya, daftar beasiswa ke luar negeri, apply kerjaan impian, atau berani presentasi di depan banyak orang. Sering kali pikiran seperti, “Kalau gagal gimana ya? Malu banget, semua orang pasti ngelihat aku nggak mampu,” muncul lebih dulu daripada semangat mencoba. Kalau iya, Puan nggak sendirian. Banyak perempuan muda juga ngalamin hal yang sama. Itu namanya fear of failure alias rasa takut gagal. Puan, tahu nggak? Rasa takut gagal itu sebenarnya sinyal. Artinya, Puan lagi menghadapi sesuatu yang penting dan bermakna. Kalau sesuatu nggak penting, kita biasanya santai aja, kan? Justru karena itu penting, makanya muncul rasa takut. Dan kabar baiknya: rasa takut itu bukan musuh. Ia bisa jadi titik awal pertumbuhan kalau kita berani melangkah melewatinya. Growth Mindset: Cara Melihat Gagal Sebagai Jalan Belajar Psikolog Carol Dweck ngenalin konsep growth mindset , yaitu pola pikir bah...