Langsung ke konten utama

Mengenal Impulsive Buying: Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

  Ilustrasi seseorang yang melakukan impulsive buying (beyondfinance.com) Pernah nggak sih, Puan lagi asyik scrolling media sosial, terus tiba-tiba muncul iklan barang yang menurut Puan lucu banget? Tanpa pikir panjang, Puan langsung masukkin ke keranjang , masukin PIN, dan check out! Transaksi berhasil. Eh, pas barangnya sampai tiga hari setelahnya, Puan malah bingung sendiri, "Kemarin kepikiran apa ya sampai beli ini?" Berarti, Puan baru saja terjebak dalam fenomena impulsive buying . Tenang, Puan nggak sendirian kok. Tapi kalau dibiarin terus, dompet bisa nangis di akhir bulan. Yuk, Priska bedah kenapa ini terjadi dan gimana cara mengatasinya tanpa harus ngerasa tersiksa. Kenapa Kita Suka Banget Belanja Tiba-Tiba? Secara psikologis, belanja itu memicu hormon dopamin alias hormon bahagia di otak Puan. Saat Puan melihat barang baru yang menarik, otak langsung ngebayangin betapa senengnya Puan kalau punya barang itu. Apalagi kalau ada tulisan "Diskon 70%" atau ...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?


Puan Bisa - Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?


Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda.


Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan muda Indonesia agar memiliki keterampilan, keberanian, serta kesadaran diri dalam menghadapi tantangan baik di lingkup personal maupun profesional.


Dalam data dari riset oleh Tallo & Morning Consult menunjukkan bahwa 43% dari 2000 young professionals merasa terisolasi dan kurang support, atau tidak yakin di mana bisa mencari support. Sedangkan data dari survey yang dilakukan oleh awardee Puan Bisa Festival mengungkap bahwa 74,2% takut mengambil resiko atau gagal, 45,2% mengaku kurang percaya diri, 41,9% merasa tidak tahu arah karier yang jelas, 35,5% merasa kurang kesempatan pelatihan atau promosi.


Baca juga: PRESS RELEASE Learning Space: DIY Cushion/Two-Way-Cake & MakeUp Workshop “In Your True Colors: Discover, Define, and Glow with Personalized Beauty”


Career stagnation yang dialami bukan semata karena kurang kompeten, tetapi kombinasi antara rendahnya kepercayaan diri, ketidakjelasan arah karier, dan minimnya dukungan baik struktural maupun emosional. Melalui survei ini, Puan Bisa bersama dengan awardee Puan Bisa Festival melaksanakan kegiatan Learning Space Puan Bisa 2026 dengan tema “Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers” yang diadakan pada tanggal 7 Februari 2026 di Nutrihub Jakarta.



Acara ini diisi oleh narasumber yakni kak Kak Salma Kyana yang mana beliau seorang Dokter, Content Creator, dan Founder Mengenaldiri.id. Dalam paparannya mengenai arah karier, beliau menyampaikan bahwa penting untuk membangun koneksi dengan diri sendiri dalam mengatasi keraguan dan menentukan arah karier secara lebih terarah.


“let your vision be shaped by who you are, not who you think should be” ucap Kak Salma Kyana pada tanggal 7 Februari 2026


Tidak hanya berhenti pada sesi talkshow, peserta juga diajak untuk melakukan challenge session untuk mendokumentasikan kegiatan dan mengunggahnya di instastory. Learning Space Puan Bisa 2026 ini akan berlanjut selama tiga bulan kedepan yang diisi dengan sesi mentoring antara mentor dan mentee acara ini.


Learning Space Puan Bisa 2026 ini berkolaborasi dengan beberapa community partner dan juga media yang telah bekerjasama dengan Puan Bisa seperti, Oh Be Shine, Teman Bicaraku, Life at FMCG, Temanmu Curhat, Menjadi Tangguh, Ousean, Kejar Mimpi Palembang, Berbagi Cerita, Kelana Jiwa, HOPE, Ruang Eksplorasi, IELS, How’s Life, Divija, Hellocation ID, Aiesec UI, Now JKT, Scarf Media, Wewaw. Selain itu, program ini juga didukung oleh beberapa sponsor yaitu, Yoona, Eudora, Love by Nature, dan Elska.


Melalui acara Learning Space Puan Bisa 2026 ini, peserta diharapkan mampu menemukan kembali arah karir yang selaras dengan nilai dan tujuan hidupnya. Tidak berhenti pada perenungan, program ini juga mendorong peserta untuk membangun konsistensi dan mengambil langkah nyata dalam pengembangan diri maupun profesional. Pada akhirnya, ruang ini menjadi tempat untuk merefleksikan perjalanan, memahami pertumbuhan yang telah dicapai, serta menyadari bahwa perkembangan karier berjalan beriringan dengan pertumbuhan pribadi.



Author    : Lasalina Zahira Rahadian
Editor     : Putri Audia Divayanti

Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

The Power of Manifesting: Biarkan Pikiranmu Percaya dan Semesta yang Bekerja

    Image by: Pinterest                Pernah nggak sih Puan ngerasa kayak, “kok hidup aku stuck di sini-sini aja ya?” Padahal di dalam hati, Puan punya banyak banget keinginan, mimpi, bahkan goals yang pengen banget diwujudkan. Tapi di sisi lain, ngerasa semua hal itu nggak pernah jadi kenyataan dan bikin diri sendiri jadi ragu kalau mimpi yang pengen dicapai mungkin ketinggian? Nah, kalau Puan lagi ada di fase ini, coba pause sebentar deh. Mungkin, bukan Puan yang mimpinya ketinggian, tapi cara Puan ngeliat dan ngejalanin mimpi itu yang perlu diubah. Yup, di sinilah manifesting mulai punya peran penting.  Apa Sih Maksud dari “ Manifesting ” Itu? M anifesting adalah proses untuk mewujudkan apa yang Puan inginkan jadi kenyataan. Melewati pikiran, perasaan, dan tindakan. Di dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dijelaskan bahwa apa yang Puan fokuskan secara konsisten itu bisa loh memengaruhi apa yang kita tarik ke dalam hidu...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...

Magang atau Kuliah Dulu? Ini Panduan Biar Kamu Tetap On Track di Dunia Kampus & Karier

Image by: hotcourses.co.id Puan, pernah nggak sih, ngerasa kayak lagi di persimpangan hidup? Di satu sisi, Puan ingin fokus kuliah, ngerjain tugas, dan jaga IP biar tetap aman, tapi di sisi lain, teman-teman Puan udah banyak yang sibuk update LinkedIn atau magang di perusahaan keren? Sementara kita baru ngerjain makalah tiga bab aja udah ngos-ngosan. Lalu muncul pertanyaan “Aku harus fokus kuliah dulu, atau mulai magang biar nggak ketinggalan ya?” Tenang, Puanners. Kalau kamu lagi ada di fase itu, kamu nggak sendirian, dan jawabannya adalah nggak harus pilih salah satu. Kuncinya bukan di urutannya, melainkan di bagaimana Puan menemukan keseimbangan dan arah dari keduanya. Kuliah Adalah Fondasi, Magang Adalah Jembatannya Kuliah itu bukan cuma tentang IP dan SKS, melainkan juga waktu untuk membentuk cara berpikir dan mengenali diri. Sementara magang jadi tempat untuk menerapkan semua teori yang udah Puan pelajari di kelas. Keduanya penting, tapi porsinya bisa beda-beda tergantung Puan la...

Mengatasi Perbandingan Sosial: Menggenggam Self-Acceptance di Era Media Sosial

Pernahkah Puan merasa terjebak dalam erangkap perbandingan tak berujung di era media sosial? Melihat orang lain yang tampak lebih sukses, lebih berprestasi, atau lebih cantik dari Puan dapat membuat Puan merasa minder. Pertanyaan-pertanyaan seperti "Mengapa aku tidak sebaik dia?" atau "Mengapa hidupnya tampak lebih sempurna daripada milikku?" mungkin telah menghantui pikiran Puan. Jangan khawatir, Puan tidak sendirian! Perasaan-perasaan ini adalah hal yang wajar, terutama dalam dunia yang semakin terhubung dan serba kompetitif seperti masa kini. Namun, penting bagi Puan sebagai perempuan masa kini untuk memahami bahwa self-acceptance (penerimaan diri) adalah kunci utama untuk menggenggam kekuatan sejati dan menemukan kedamaian dalam hidup. Self-acceptance bukanlah proses instan, melainkan perjalanan emosional yang membutuhkan waktu dan dedikasi.  Dalam perjalanan ini, penerimaan diri mengajarkan Puan untuk mencintai dan menerima diri sendiri dengan segala kelebiha...