Langsung ke konten utama

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?


Puan Bisa - Learning Space Puan Bisa : Kenapa Banyak Perempuan Muda Susah Keluar Dari Problematika Karir?


Jakarta, 7 Februari 2026 - Puan Bisa, komunitas berbasis pemberdayaan perempuan muda Indonesia, memetakan permasalahan terkait dengan dinamika psikologi perempuan muda dalam menghadapi crisis identity khususnya berkaitan dengan arah karir. Hal ini mengakibatkan lebih dari 80% perempuan muda Indonesia mengalami demotivated, overthinking, resah, tidak percaya diri, dan dampak buruk lainnya. Berangkat dari pemetaan permasalahan tersebut, Puan Bisa mengadakan acara Learning Space Puan Bisa 2026 berkolaborasi dengan awardee Puan Bisa Festival 2025 dengan tema "Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers" yang dihadiri oleh dari 10 perempuan muda.


Puan Bisa merupakan komunitas pemberdayaan perempuan muda Indonesia yang berdiri sejak 1 Oktober 2020. Puan Bisa memiliki fokus pada self-improvement, career, dan mental health. Melalui berbagai program pemberdayaan, Puan Bisa hadir memiliki tujuan untuk menginspirasi dan mengedukasi perempuan muda Indonesia agar memiliki keterampilan, keberanian, serta kesadaran diri dalam menghadapi tantangan baik di lingkup personal maupun profesional.


Dalam data dari riset oleh Tallo & Morning Consult menunjukkan bahwa 43% dari 2000 young professionals merasa terisolasi dan kurang support, atau tidak yakin di mana bisa mencari support. Sedangkan data dari survey yang dilakukan oleh awardee Puan Bisa Festival mengungkap bahwa 74,2% takut mengambil resiko atau gagal, 45,2% mengaku kurang percaya diri, 41,9% merasa tidak tahu arah karier yang jelas, 35,5% merasa kurang kesempatan pelatihan atau promosi.


Baca juga: PRESS RELEASE Learning Space: DIY Cushion/Two-Way-Cake & MakeUp Workshop “In Your True Colors: Discover, Define, and Glow with Personalized Beauty”


Career stagnation yang dialami bukan semata karena kurang kompeten, tetapi kombinasi antara rendahnya kepercayaan diri, ketidakjelasan arah karier, dan minimnya dukungan baik struktural maupun emosional. Melalui survei ini, Puan Bisa bersama dengan awardee Puan Bisa Festival melaksanakan kegiatan Learning Space Puan Bisa 2026 dengan tema “Gap Between Hustle & Reality: Why Young Professionals Feels Stucks in Their Careers” yang diadakan pada tanggal 7 Februari 2026 di Nutrihub Jakarta.



Acara ini diisi oleh narasumber yakni kak Kak Salma Kyana yang mana beliau seorang Dokter, Content Creator, dan Founder Mengenaldiri.id. Dalam paparannya mengenai arah karier, beliau menyampaikan bahwa penting untuk membangun koneksi dengan diri sendiri dalam mengatasi keraguan dan menentukan arah karier secara lebih terarah.


“let your vision be shaped by who you are, not who you think should be” ucap Kak Salma Kyana pada tanggal 7 Februari 2026


Tidak hanya berhenti pada sesi talkshow, peserta juga diajak untuk melakukan challenge session untuk mendokumentasikan kegiatan dan mengunggahnya di instastory. Learning Space Puan Bisa 2026 ini akan berlanjut selama tiga bulan kedepan yang diisi dengan sesi mentoring antara mentor dan mentee acara ini.


Learning Space Puan Bisa 2026 ini berkolaborasi dengan beberapa community partner dan juga media yang telah bekerjasama dengan Puan Bisa seperti, Oh Be Shine, Teman Bicaraku, Life at FMCG, Temanmu Curhat, Menjadi Tangguh, Ousean, Kejar Mimpi Palembang, Berbagi Cerita, Kelana Jiwa, HOPE, Ruang Eksplorasi, IELS, How’s Life, Divija, Hellocation ID, Aiesec UI, Now JKT, Scarf Media, Wewaw. Selain itu, program ini juga didukung oleh beberapa sponsor yaitu, Yoona, Eudora, Love by Nature, dan Elska.


Melalui acara Learning Space Puan Bisa 2026 ini, peserta diharapkan mampu menemukan kembali arah karir yang selaras dengan nilai dan tujuan hidupnya. Tidak berhenti pada perenungan, program ini juga mendorong peserta untuk membangun konsistensi dan mengambil langkah nyata dalam pengembangan diri maupun profesional. Pada akhirnya, ruang ini menjadi tempat untuk merefleksikan perjalanan, memahami pertumbuhan yang telah dicapai, serta menyadari bahwa perkembangan karier berjalan beriringan dengan pertumbuhan pribadi.



Author    : Lasalina Zahira Rahadian
Editor     : Putri Audia Divayanti

Puan Bisa merupakan komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dengan fokus: Mental Health, Karier, dan Self-Improvement.

Komentar

Rubik Puan Popular

How Slowing Down Brings Connection Back to Life

  Why are we always in such a rush? Why couldn't we slow a little bit down? Di lingkungan yang serba cepat sekarang ini, slowing down menjadi hal yang terasa tidak produktif dan membuat gerak kita terasa lebih lambat dibandingkan orang lain. Mengapa bisa begitu, ya, Puan? Karena, kita hidup di mana deadlines selalu mengejar, media sosial selalu menemani dan memperlihatkan seseorang di luar sana jauh lebih baik, lebih produktif, dan lebih banyak pencapaian; membuat kita merasa tak seharusnya slowing down di saat orang lain berusaha lebih keras untuk mendapat apa yang mereka inginkan, dengan kata lain, membuat kita merasa tertinggal jika slowing down . Either way, what if all of that is just our worrying mind? what if reality presents its opposite? What if it's literally okay to just try to slow down; to have the ability in living life more fully and peacefully. Why Slowing Down Matters Seperti yang dikatakan Edward Yu (2010, p.7) dalam bukunya The Art of Slowing Down : "W...

The Worst Thing about Empathy is Losing Self-respect

Ilustrasi seseorang berempati dengan sesama. “When Im mad from my perspective but I can also see their perspective, so now Im carrying double emotional weight and being eaten away by my anger and empathy” Adakah Puan yang pernah merasa marah akan suatu keadaan, tetapi mencoba untuk mencari alasan lain untuk memahami permasalahan tersebut? Kalimat di atas adalah kalimat yang dapat menggambarkan situasi yang Puan alami.  Empathy Without Boundaries is a Self-destruction Empati adalah sikap memahami seseorang baik secara emosional maupun kondisional. Berempati kepada seseorang memang hal yang baik karena dapat mengurangi risiko gangguan kecemasan. Namun, bagaimana jika berempati tidak memiliki batasan? Jika berempati secara berlebihan, Puan akan terus mencoba untuk memahami dan menyenangkan orang lain tanpa peduli apa yang sebenarnya Puan inginkan. Lama-lama, Puan akan mulai kehilangan kemampuan untuk berempati kepada diri sendiri. Tindakan mengabaikan kebutuhan emosional Puan sendiri ...

Siaran Pers From Visible to Stand Out: Cara bikin HR “Ngeh” sama Profilmu di Puan Bisa Learning Space

28 Maret 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Early Career Branding: Crafting Your CV & LinkedIn for Visibility and Opportunity ” yang mengundang Kak Maria Qibtiyah, Human Capital Consultant dari PT Bitama sebagai pembicara. Program ini berhasil menjangkau puluhan peserta dari seluruh Indonesia melalui Online Zoom . Puan Bisa juga menggaet komunitas Grow Bareng sebagai kolaborator. Learning Space ini menjadi cara meningkatkan kemampuan personal branding , khususnya dalam pembuatan CV dan optimalisasi LinkedIn agar dapat membantu mahasiswa maupun pekerja muda untuk siap bekerja. Learning Space dihadirkan sebagai respons dari kebutuhan untuk meningkatkan personal branding di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Sebanyak 50 perempuan muda menerima dampak acara ini dan memberikan banyak feedback positif “ Dampak yang saya rasakan adalah dengan lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan diri sendiri, yang memungkinkan peningkatan kualitas hidup ”,  ucap Ka...

Satu Buket, Banyak Cerita : Puan Bisa Hadirkan Pengalaman Kreatif untuk Perempuan Muda

Keseruan Learning Space bersama Kak Azza pada Minggu (24/5) 24 Mei 2026 - Puan Bisa kembali hadirkan Learning Space bertema “ Artificial Flower Market & Self - Workshop : Arrange Your Own Growth ” pada Minggu (24/5) di Kopi Lupi. Mengundang Kak Azza, Owner dari BQ Florist sebagai pembicara, workshop ini berhasil menjangkau 24 peserta dari kawasan Jabodetabek. Menggaet BQ Florist sebagai kolaborator, Learning Space kali ini memberikan pengalaman kreatif dengan merangkai bunga secara mandiri.  Mengusung tema Bloom Your Story , peserta diajak memilih sendiri bunga yang ingin dirangkai sesuai dengan karakter dan preferensi masing - masing individu. Sebelum sesi dimulai, peserta mendapatkan tutorial langsung dari Kak Azza agar dapat memahami teknik dasar merangkai bunga sebelum menciptakan karya mereka sendiri. Salah satu peserta, Kak Friska, membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti workshop ini, “First time, aku bikin bunga buket dan tentunya disini banyak pilihannya. dan...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...