Langsung ke konten utama

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

 


"Scroll bentar deh.."

Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling.

Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary, kata "Doomscroll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot. 

Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling, istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone

Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,  seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka layar. Berangkat dari rasa cemas inilah  yang perlahan membentuk ketergantungan dan membuat Puan kembali mengulangi kebiasaan scrolling

Kenapa bisa?

Karena internet memberikan dopamin rasa senang berjangka pendek atau bersifat sementara yang muncul dari konten-konten baru melalui algoritma. Setiap kali Puan mulai bosan, selalu ada konten lain yang lebih menarik untuk dilihat. 

Masalahnya, konten yang tersaji bukan soal konten bermanfaat aja. Nggak jarang juga dari kita yang sering terpapar konten kurang berbobot . Kalau Puan perhatikan lebih dalam, yang sering viral justru adalah konten kontroversial yang memicu emosi, khususnya kemarahan.

Kebiasaan ini bukan cuma menghabiskan energi aja, tapi juga membawa dampak nyata bagi kehidupan Puan:

  • Produktivitas 

Paparan rasa cemas secara terus-menerus dapat mengikis motivasi dan keaktifan individu.

  • Gangguan Tidur

Informasi yang negatif dapat membuat otak sulit rileks sebelum tidur, sehingga tidur tidak nyenyak dan menyebabkan kelelahan mental.

  • Informasi yang Berlebih 

Ketika otak mencerna informasi berlebih dalam satu waktu dan akhirnya menurunkan konsentrasi.

  • Attention Span 

Sulit fokus pada hal yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih lama karena sering melihat konten instan, mudah dimengerti, berdurasi pendek, dan menarik.

Tenang Puan, nggak semua hal dilihat dari kacamata negatif, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kebiasaan menjadi lebih positif. Kalau Puan ingin merubah kebiasaan, Puan bisa mulai dari merubah aktivitas yang dilakukan.

Karena sering ngecek media sosial dan doom scroll udah jadi bagian dari kebiasaan Puan yang ngebuat senang, Puan harus cari aktivitas lain yang sama-sama ngebuat Puan senang. Seperti: 

  • Mendalami hobi yang udah lama ditinggal misalnya fotografi, menggambar, atau memasak.

  • Mencoba aktivitas baru yang menantang rasa penasaran mungkin Puan bisa belajar skill baru lewat kursus atau belajar bahasa baru.

  • Social media detox lewat hangout, olahraga, atau kegiatan offline lainnya.

Untuk berhenti dari kebiasaan kurang baik memang nggak mudah, kuncinya bukan "stop scrolling" tapi tahu porsi masing-masing. Ini penting untuk Puan karena  kebiasaan dan konsumsi informasi sehari-hari  dapat memengaruhi hidup Puan kedepannya. 

Referensi:

Why Can't We Stop Scrolling?

Drowning In Entertainment: The Age of Distraction

Doom Scrolling dan Bahaya yang Mengintai

Ketika Berita Negatif Merusak Mental


Author & Editor: 

Dhia Nisrina




Komentar

Rubik Puan Popular

Dua Peran, Satu Energi: Memahami ROLE STRAIN pada Mahasiswa Profesional

Image by: Marketivate “You can do anything, but not everything” - David Allen Puan pernah nggak sih merasa seperti hidup dalam dua mode aktif sekaligus? Siang sampai sore harus mode profesional dan dituntut untuk akademik, malam mode ambis yang harus nyelesaiin semua deadline kerjaan.  Terkadang rasanya bukan soal capek secara fisik, melainkan malah kelelahan secara pikiran dan batin yang terus memikikirkan “mau ngejar apa sih di dunia ini?” “mau jadi siapa sih?” Inilah yang dinamakan role strain. Apa Itu Role Strain? Psikologi sosial menjelaskan bahwa kondisi ini dikenal sebagai role strain atau ketegangan peran. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiolog Willian J. Goode (1960), yang menjelaskan bahwa setiap individu memiliki berbagai peran sosial, dan setiap peran membawa tuntutan yang bisa saling bertabrakan. Role strain terjadi ketika tuntutan dari satu peran melebihi kapasitas individu untuk memenuhinya, atau ketika dua peran berbeda menuntut energi pada waktu yang bersamaan....

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Detox Pikiran di Bulan Ramadhan: Stop Comparing, Start Reflecting!

Image by: Pinterest Puan, kalau dengar kata Ramadhan, biasanya yang langsung kepikiran apa? Kata sahur, buka, nahan lapar, nahan haus, dan nahan amarah ya?  Tapi pernah nggak kepikiran kalau Ramadhan itu sebenarnya lagi ngajarin kita tentang detox diri? Yup, nggak cuma detoks fisik aja, tapi juga detox pikiran. Karena kalau mau jujur, yang bikin capek di bulan puasa itu kadang bukan aktivitasnya. Bukan juga jadwal yang padat. Tapi isi kepala kita sendiri. Contohnya buka media sosial sebentar, tau-tau langsung insecure terus bilang “Kok dia udah sejauh itu ya?” Atau waktu lihat teman yang aktif, Puan malah mikir “Kenapa hidup aku kayaknya stuck ?”, “Orang lain keliatan produktif banget, aku kok gini-gini aja ya?”  Tanpa sadar, kita lebih sering membandingkan daripada menikmati proses. Padahal Ramadhan datang buat ngajarin kita hal penting: tentang pelan-pelan, sadar, dan kembali ke diri sendiri. Apa Sih Maksudnya “ Detox Pi...

Selalu Menunda Pekerjaan? Hati-hati Prokrastinasi!

  Image by:  Psychological Science Tugas deadline besok tapi Puan malah scroll TikTok? Sudah tahu harus mulai mengerjakan proyek penting tapi malah bersih-bersih kamar dulu? Tenang, Puan tidak sendirian. Prokrastinasi adalah musuh bersama hampir semua orang. Apa Itu Prokrastinasi? Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang seharusnya dikerjakan, meskipun Puan tahu akan ada konsekuensi negatifnya. Menurut Johns Hopkins University Academic Support (n.d.), semua orang pernah menunda tugas penting sesekali waktu. Masalah muncul ketika kita terus-menerus menunda dan tidak menyadari bahwa hal ini sudah menjadi kebiasaan buruk. Kenapa Puan Suka Menunda? Meskipun ada konsekuensi negatif jika tidak menyelesaikan suatu tugas, ada banyak alasan mengapa kita menunda-nunda, termasuk: Takut gagal atau tidak sempurna Puan menunda karena takut hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Daripada mengerjakan dan hasilnya mengecewakan, lebih baik tidak mulai sama sekali. Tugas...

Fashion Designer Bukan Sekedar Mendesain Baju, Yuk Ketahui Tanggung Jawab dari Profesi Ini!

  Source: Freepik Siapakah di antara Puan yang pecinta fashion ? Tentunya pakaian indah yang Puan kenakan nggak asal jadi, pastinya ada proses pembuatan dan campur tangan seorang fashion designer . Tahukah Puan seorang fashion designer bukan cuma mendesain aja, lho !  Banyak keahlian yang harus dimiliki seorang fashion designer demi menciptakan suatu pakaian. Fashion designer adalah seseorang yang menciptakan suatu pakaian dari nol . Seorang fashion designer biasanya mempunyai kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi. Meskipun banyak yang bilang seorang fashion designer semata-mata hanya menciptakan “busana”, tetapi seiring berjalannya waktu seorang fashion designer akan berpengaruh terhadap dunia mode. Jadi, fashion designer adalah profesi yang sangat berpengaruh loh, Puan. Seorang fashion designer juga harus memiliki pengetahuan yang tinggi tentang sejarah fashion . Dengan begitu, seorang fashion designer bisa memahami fashion cycle dari waktu ke waktu. Namun, itu...