Langsung ke konten utama

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if , Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan?  Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri? Sumber: Magnific.com Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan.  Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju. Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan.  Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memb...

Bukan Digital Detox, Yuk Kenali Konsep Digital Minimalism!

 

Sampul buku Digital Minimalism oleh Cal Newport (penguinrandomhouse.com)

Hai Puan! Pernah gak sih cuma mau buka Instagram lima menit, tapi ternyata satu jam sudah berlalu? Atau Puan tanpa sadar mengecek ponsel setiap kali ada waktu luang? Kebiasaan ini mungkin terasa normal, tetapi bisa membuat kita kehilangan fokus, waktu, bahkan ketenangan. 

Digital minimalism merupakan salah satu strategi yang membantu kita untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan menggunakan teknologi secara lebih sadar. Intinya, kita hanya fokus pada aplikasi atau aktivitas digital yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan nilai atau tujuan hidup. Sementara itu, hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan agar waktu dan perhatian tidak terkuras sia-sia. 

Baca juga: Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Digital minimalism melibatkan peninjauan kembali waktu yang dihabiskan pada perangkat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pribadi. Tidak seperti tindakan pembatasan yang sementara memblokir akses aplikasi atau jaringan, digital minimalism mendorong pendekatan yang stabil dan jangka panjang terhadap penggunaan gadget. 

Digital minimalism didasarkan pada tiga prinsip sederhana. Pertama, terlalu banyak distraksi digital justru lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Semakin banyak aplikasi, notifikasi, dan platform yang digunakan, semakin besar pula kemungkinan waktu dan fokus kita terkuras. Kedua, teknologi perlu digunakan dengan bijak. Tidak cukup hanya menganggap suatu aplikasi bermanfaat, tetapi kita juga perlu menentukan bagaimana cara menggunakannya agar benar-benar memberikan dampak positif. Ketiga, menggunakan teknologi secara sadar dan penuh tujuan dapat memberikan kepuasan tersendiri. Dengan memilih teknologi yang benar-benar dibutuhkan, kita bisa merasa lebih fokus, tenang, dan memiliki kendali atas waktu serta perhatian kita.

Penerapan digital minimalism memang tidak selalu mudah. Banyak orang berpikir bahwa mengurangi penggunaan teknologi sedikit demi sedikit adalah cara terbaik. Namun, pada kenyataannya, kebiasaan ini terkadang sulit untuk dipertahankan. Notifikasi yang terus bermunculan, media sosial yang dirancang agar kita terus membuka aplikasi, hingga kemudahan mengakses berbagai platform membuat kita mudah kembali ke kebiasaan lama. 

Oleh karena itu, ada pendekatan lain yang bisa dicoba, yaitu melakukan digital declutter atau "bersih-bersih digital". Dibandingkan dengan mengurangi penggunaan gadget secara perlahan, metode ini lebih mengajak kita untuk mengambil jeda sejenak dari teknologi yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tujuannya adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali menyadari aktivitas apa yang benar-benar membawa manfaat dan kebahagiaan.


Secara sederhana, langkah-langkah yang Puan bisa lakukan adalah:

1. Luangkan waktu selama 30 hari untuk berhenti menggunakan teknologi atau aplikasi yang sifatnya tidak esensial.

2. Selama masa tersebut, isi waktu dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku, berolahraga, menulis jurnal, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

3. Setelah 30 hari berlalu, gunakan kembali teknologi yang memang dibutuhkan. Namun, sebelum menginstal atau menggunakannya lagi, tanyakan pada diri Puan: Apakah aplikasi ini benar-benar memberi manfaat? Jika iya, tentukan juga bagaimana cara menggunakannya agar tetap memberikan nilai positif tanpa kembali menjadi distraksi.


Digital minimalism bukan tentang menjauh dari teknologi, melainkan tentang menggunakan teknologi dengan lebih bijak. Ketika Puan mulai memilih apa yang benar-benar penting, kita memberi lebih banyak ruang untuk fokus, hubungan yang lebih bermakna, dan kesehatan mental yang lebih baik.


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Newport, C. (2019). Digital minimalism: Choosing a focused life in a noisy world.

Schraggeová, M., & Bisaha, D. (2025). The effect of digital detox through digital minimalism using the MinimalistPhone app on the behavior of young users and their emotional experience. Computers in Human Behavior Reports, 18, 100699. https://doi.org/10.1016/j.chbr.2025.100699


Author & Editor: Maryam

Komentar

Rubik Puan Popular

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if , Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan?  Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri? Sumber: Magnific.com Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan.  Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju. Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan.  Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memb...

Lebih dari Sekedar Musik: Intip Pesan Harapan di Balik Lagu "1–800–273–8255"

  Image by @LinesofLogic ( https://x.com/LinesofLogic) Halo, Puan! Ada nggak nih dari kamu yang merupakan penikmat musik? Sini-sini, Priska mau kasih tahu kamu tentang satu lagu yang bukan sekedar lagu, tapi ada pesan harapan dan makna mendalam, lho! Lagu berjudul  “1–800–273–8255” merupakan sebuah lagu yang di populerkan oleh rapper logic dan berkolaborasi dengan penyanyi  Alessia Cara dan Khalid. Pastinya Puan udah nggak asing lagi kan dengan nama-nama musisi diatas? Menariknya, lagu ini dinamakan  berdasarkan nomor telepon untuk American National Suicide Prevention Lifeline (NSPL).  Logic memilih judul ini agar mudah diingat dan dihubungi oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan.  Lagu ini dimulai dari perspektif seseorang yang memanggil nomor National Suicide Prevention Lifeline dan memberi tahu bahwa mereka tidak ingin hidup lagi. Berikut beberapa liriknya:  I don’t wanna be alive, I don’t wanna be alive I just wanna die And let me tell yo...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect

source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect K ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu  Dunning-Kruger Effect .  Dunning-Kruger Effect  adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami  Dunning-Kruger Effect  akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya ti...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Kesal Punya Teman Suka Ikut-Ikutan? Yuk, kenali Istilah Copy Cat Behavior!

Image by Entrepreneurship Compass   “Aku beli ini dia beli juga, aku ngelakuin ini dia juga ikut-ikutan, ih nyebelin dah!” Hai Puan! Siapa yang di sini pernah ngomel-ngomel karena merasa kesal ditiru oleh teman atau orang di sekitar Puan? Hm, memang sih memiliki tindakan, perilaku, hingga  style  yang serupa bisa saja terjadi dikarenakan memang produk-produk yang kamu pakai sedang  best seller  atau  trend  sehingga teman kamu pun juga tak sengaja membeli produk yang sama seperti kamu. Mungkin Puan cenderung merasa senang ataupun biasa saja ketika mengetahui orang terdekat Puan memiliki barang yang sama dengan kamu. Namun, bagaimana jadinya jika “persamaan” tersebut terjadi berkali-kali dan orang terdekat kamu terus menerus meniru kamu? Tentu kamu akan merasa tidak nyaman. Nah, perilaku tersebut disebut sebagai  copycat behaviour .  Copycat behaviour  merupakan perilaku menyalin atau meniru seseorang. Banyak alasan-alasan kenapa pelaku ...