Hai Puan! Pernah gak sih cuma mau buka Instagram lima menit, tapi ternyata satu jam sudah berlalu? Atau Puan tanpa sadar mengecek ponsel setiap kali ada waktu luang? Kebiasaan ini mungkin terasa normal, tetapi bisa membuat kita kehilangan fokus, waktu, bahkan ketenangan.
Digital minimalism merupakan salah satu strategi yang membantu kita untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dan menggunakan teknologi secara lebih sadar. Intinya, kita hanya fokus pada aplikasi atau aktivitas digital yang benar-benar bermanfaat dan sejalan dengan nilai atau tujuan hidup. Sementara itu, hal-hal yang tidak memberi manfaat nyata bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan agar waktu dan perhatian tidak terkuras sia-sia.
Baca juga: Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”
Digital minimalism melibatkan peninjauan kembali waktu yang dihabiskan pada perangkat sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pribadi. Tidak seperti tindakan pembatasan yang sementara memblokir akses aplikasi atau jaringan, digital minimalism mendorong pendekatan yang stabil dan jangka panjang terhadap penggunaan gadget.
Digital minimalism didasarkan pada tiga prinsip sederhana. Pertama, terlalu banyak distraksi digital justru lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Semakin banyak aplikasi, notifikasi, dan platform yang digunakan, semakin besar pula kemungkinan waktu dan fokus kita terkuras. Kedua, teknologi perlu digunakan dengan bijak. Tidak cukup hanya menganggap suatu aplikasi bermanfaat, tetapi kita juga perlu menentukan bagaimana cara menggunakannya agar benar-benar memberikan dampak positif. Ketiga, menggunakan teknologi secara sadar dan penuh tujuan dapat memberikan kepuasan tersendiri. Dengan memilih teknologi yang benar-benar dibutuhkan, kita bisa merasa lebih fokus, tenang, dan memiliki kendali atas waktu serta perhatian kita.
Penerapan digital minimalism memang tidak selalu mudah. Banyak orang berpikir bahwa mengurangi penggunaan teknologi sedikit demi sedikit adalah cara terbaik. Namun, pada kenyataannya, kebiasaan ini terkadang sulit untuk dipertahankan. Notifikasi yang terus bermunculan, media sosial yang dirancang agar kita terus membuka aplikasi, hingga kemudahan mengakses berbagai platform membuat kita mudah kembali ke kebiasaan lama.
Oleh karena itu, ada pendekatan lain yang bisa dicoba, yaitu melakukan digital declutter atau "bersih-bersih digital". Dibandingkan dengan mengurangi penggunaan gadget secara perlahan, metode ini lebih mengajak kita untuk mengambil jeda sejenak dari teknologi yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tujuannya adalah memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali menyadari aktivitas apa yang benar-benar membawa manfaat dan kebahagiaan.
Secara sederhana, langkah-langkah yang Puan bisa lakukan adalah:
1. Luangkan waktu selama 30 hari untuk berhenti menggunakan teknologi atau aplikasi yang sifatnya tidak esensial.
2. Selama masa tersebut, isi waktu dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku, berolahraga, menulis jurnal, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.
3. Setelah 30 hari berlalu, gunakan kembali teknologi yang memang dibutuhkan. Namun, sebelum menginstal atau menggunakannya lagi, tanyakan pada diri Puan: Apakah aplikasi ini benar-benar memberi manfaat? Jika iya, tentukan juga bagaimana cara menggunakannya agar tetap memberikan nilai positif tanpa kembali menjadi distraksi.
Digital minimalism bukan tentang menjauh dari teknologi, melainkan tentang menggunakan teknologi dengan lebih bijak. Ketika Puan mulai memilih apa yang benar-benar penting, kita memberi lebih banyak ruang untuk fokus, hubungan yang lebih bermakna, dan kesehatan mental yang lebih baik.
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi
Newport, C. (2019). Digital minimalism: Choosing a focused life in a noisy world.
Schraggeová, M., & Bisaha, D. (2025). The effect of digital detox through digital minimalism using the MinimalistPhone app on the behavior of young users and their emotional experience. Computers in Human Behavior Reports, 18, 100699. https://doi.org/10.1016/j.chbr.2025.100699

Komentar
Posting Komentar