Langsung ke konten utama

Pressure to Survive in This Economy: Membedah Hustle Culture dalam Gaya Hidup, Puan!

Belakangan ini ramai dibicarakan dalam media sosial terkait perdebatan penurunan gaya hidup in this economy . Katanya, gaya hidup masyarakat saat ini sangat tinggi, sampai akhirnya berada di fase kesulitan secara finansial. Namun, bagaimana jika sebenarnya Puan telah bekerja keras dan terus-menerus mencari cuan? Fase apa yang sebenarnya sedang Puan tempuh saat ini? Sumber: Magnific.com Realitas Ekonomi Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat media sosial menjadi salah satu media untuk bertransaksi secara digital dan menjadi salah satu media yang memengaruhi perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Hal tersebut dapat dikatakan positif untuk membantu perekonomian, tetapi jika Puan tidak dapat mengontrol penggunaan media sosial sebagai alat transaksi dengan baik, maka Puan dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dan dapat memengaruhi keuangan individu. Namun, apakah kesulitan secara finansial yang Puan hadapi saat ini hanya dipengaruhi oleh fakto...

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if, Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan? 

Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri?

Sumber: Magnific.com

Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan. 

Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju.

Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan. 

Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memberikan afirmasi kepada orang lain?” 

Baca Juga: Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri dari Drama Our Unwritten Seoul

Apa itu Self Compassion?

Self Compassion adalah rasa belas kasih, empati, dan rasa peduli terhadap diri sendiri apa adanya. Melalui hal ini, Puan perlu untuk bersikap lembut, baik, dan penuh kasih sayang kepada diri sendiri, selayaknya diri Puan adalah teman Puan. 

Self Compassion hampir mirip dengan Self Love, bedanya jika Self Love adalah bentuk mencintai dan menghargai diri sendiri, maka Self Compassion adalah cara dan sikap Puan untuk dapat memeluk diri sendiri apa adanya, terutama saat diri Puan sedang terpuruk dan membutuhkan pengertian.

Mengapa Self Compassion itu Penting?

Self Compassion mengajari Puan untuk tidak menghakimi diri sendiri atas kesalahan maupun kegagalan yang terjadi. Lalu, apa sih pentingnya menerapkan Self Compassion untuk kehidupan, Puan? Sini Priska kasih tau!

  1. Memiliki Healthy Relationship dengan Diri Sendiri.

Penerapan Self Compassion dalam aktivitas sehari-hari dapat membantu Puan untuk menurunkan tingkat stres, depresi, gangguan kecemasan, ataupun frustasi. Memperlakukan diri dengan penuh kasih, membuat Puan akan lebih mudah untuk menerima kekurangan maupun kesalahan yang Puan miliki. Hal ini akan membuat Puan lebih bisa membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

  1. Melihat Hidup dengan Perspektif yang Lebih Positif

Memperlakukan diri dengan sikap positif yang penuh cinta, akan membuat tubuh Puan menjadi lebih tenang dan memiliki pikiran yang lebih positif. Dengan hal ini, Puan jadi lebih bisa melihat sesuatu dari perspektif lain, instead of memikirkan penyebab kegagalan dan menghakimi diri sendiri, Puan akan lebih memikirkan bagaimana solusi yang harus Puan ambil untuk menghadapi masalah maupun kegagalan yang ada.

  1. Meningkatkan Kebahagiaan Hidup

Self Compassion juga bisa membuat seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati hidup. Dengan menerapkan Self Compassion, Puan nggak perlu membuang-buang waktu untuk menyalahkan diri sendiri terhadap kesalahan yang sudah terjadi.

Tanda-tanda Puan Kurang Self-Compassion

Sayangnya, Self Compassion ini seringkali tidak Puan sadari karena menganggap itu adalah perasaan yang normal dirasakan. Justru pemikiran seperti itulah yang menunjukkan bahwa Puan kurang berbelas kasih terhadap diri Puan sendiri. 

Berikut beberapa tanda kurangnya Self Compassion yang bisa Puan ketahui:

  1. Mengkritik Diri Sendiri Lebih Keras dari Apapun

Saat Puan memberikan kritik kepada diri Puan sendiri ialah tanda Puan tidak berbelas kasih kepada diri Puan. Puan akan selalu mengingat hal-hal buruk yang terjadi kepada diri Puan, tanpa coba memahami diri Puan seperti apa yang Puan lakukan kepada orang lain.

  1. Memprioritaskan Orang Lain

Saat Puan selalu berusaha untuk membantu dan memenuhi kebutuhan orang lain, tanpa disadari kebiasaan ini akan membuat Puan mengabaikan batasan yang Puan miliki dan terus memaksakan untuk memprioritaskan orang lain. Padahal, hal seperti inilah yang menyebabkan Puan menjadi kurang berbelas kasih terhadap diri sendiri dan akan berdampak pada mental maupun fisik, Puan. Dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini akan dapat memicu stress, burnout, hingga perasaan tertekan pada diri Puan sendiri.

  1. Sulit untuk Memaafkan

Puan yang kesulitan untuk berbelas kasih terhadap diri sendiri, cenderung akan sangat susah untuk memaafkan, khususnya memaafkan diri sendiri. Saat terjadi kesalahan di orang lain, Puan dengan mudahnya akan mengabaikan dan langsung memaafkan orang tersebut, tetapi saat diri Puan yang melakukan kesalahan, Puan akan terus-menerus mengingat kesalahan Puan dan mengkritik diri Puan atas kesalahan yang terjadi. Standar ganda yang Puan terapkan pada diri Puan sendirilah yang menunjukkan bagaimana rendahnya rasa berbelas kasih Puan terhadap diri Puan sendiri.

  1. Sulit untuk Menerima Afirmasi

Puan selalu memberikan afirmasi, validasi, dan dukungan kepada teman-teman, Puan. Namun, bagaimana sebaliknya? Jika Puan kurang memiliki Self Compassion terhadap diri Puan sendiri, Puan akan merasa tidak pantas untuk menerima kebaikan dari orang lain, Puan akan sulit percaya bahwa diri Puan layak untuk menerima kebaikan itu karena Puan hanya berfokus pada kekurangan yang Puan miliki. Padahal, menerima kebaikan orang lain adalah salah satu bentuk belas kasih dan penghargaan yang dapat Puan berikan untuk diri Puan sendiri.

Baca Juga: 3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Cara Melatih Self-Compassion dalam Aktivitas Sehari-hari

Menurut Neff (2011) dalam Buku Self Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself terdapat tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam penerapan Self Compassion:

  1. Self Kindness: Self Compassion mengajarkan Puan untuk bersikap hangat kepada diri sendiri ketika dihadapkan dengan ketidaksempurnaan hidup. Puan harus membantu dan memberi semangat kepada diri Puan sendiri, selayaknya seorang teman yang baik. Sikap hangat yang Puan berikan terhadap diri sendiri akan membuat Puan merasa lebih nyaman.

  2. Common Humanity: Jika Puan memiliki rasa kemanusiaan untuk selalu bersimpati kepada orang lain, maka Puan juga harus memiliki simpati terhadap diri Puan sendiri karena diri Puan juga bagian dari kemanusiaan. Hal ini akan membuat Puan sadar bahwa Puan tidak sendirian dalam menjadi yang tidak sempurna dan orang lain pun juga pernah memiliki rasa yang sama dengan Puan.

  3. Mindfulness: Untuk menerapkan Self Compassion juga diperlukan pemikiran yang terbuka untuk memahami bahwa diri Puan harus diperlakukan sebagaimana Puan memberikan dukungan kepada orang lain. Sikap mindfulness akan membentuk Puan untuk menghadapi rasa sakit dengan menerima realitas yang ada bahwa diri Puan juga bagian dari Common Humanity dan Puan harus menerapkan Self Kindness pada diri Puan sendiri.

So, bagaimana cara untuk menerapkan Self Compassion, selain peka dan peduli akan keberadaan diri sendiri?

  • Journaling

Cara pertama untuk menerapkan Self Compassion adalah dengan cara Journaling! Puan bisa menuangkan segala perasaan ataupun emosi yang Puan miliki ke dalam sebuah jurnal untuk mengetahui apa yang sedang Puan rasakan. Jika nyaman, Puan juga bisa memberikan detail kejadian yang mengganggu dan bagaimana respons Puan saat menghadapi masalah tersebut.

  • Self-Talk

Berbicara dengan diri sendiri, baik di dalam hati, melalui bayangan cermin, atau cara lain yang dapat membuat Puan nyaman dapat menjadi cara penerapan Self Compassion. Cara ini dapat membantu Puan untuk meningkatkan rasa menerima diri sendiri dan berbelas kasih atas apa yang sudah terjadi dalam hidup Puan.

  • Meditasi

Melakukan meditasi dengan teknik pernapasan dan afirmasi positif dapat membantu diri Puan untuk lebih tenang, dengan hal ini Puan jadi lebih bisa menerima dan berpikir positif terhadap diri Puan sendiri.

Baca Juga: Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Menjadi seseorang pada usia muda, bukan berarti harus selalu menjadi yang terbaik dan memiliki pencapaian. Namun, menjadi seseorang pada usia muda adalah tentang bagaimana Puan bisa mengenali dan menghargai diri sendiri atas apa yang sedang atau sudah Puan jalani. 

Self Compassion bukan hanya tentang bagaimana Puan menjadi sempurna untuk menerima diri Puan sendiri, tetapi bagaimana Puan bisa untuk tetap memeluk diri sendiri, bahkan di saat-saat yang paling tidak mengenakkan untuk Puan. 

Jadi, Puan mau mulai kapan untuk menerapkan Self Compassion? Jangan lupa untuk menjadi teman bagi diri Puan sendiri ya!

Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.

Referensi:

Amelia, R. & dkk. (2024). Psikoedukasi Self Love dan Self Compassion Pada Remaja di MTS Tawang Rejosari Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(6).

Neff, Kristin. Self Compassion by Kristin Neff. Self-Compassion. https://self-compassion.org/what-is-self-compassion/

Tim Medis Siloam Hospital. (2024, Agustus 22). Memahami Self-Compassion, Manfaat, dan Cara Melakukannya. Siloamhospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-self-compassion

Travers, Mark. (2026, Januari 01). 4 Signs of Struggling With Self-Compassion. Psychologytoday. https://www.psychologytoday.com/us/blog/social-instincts/202512/4-signs-you-struggle-with-self-compassion


Author & Editor: Nurriska Aura Zahra

Komentar

Rubik Puan Popular

“Aku Gak Kayak Cewek Lain…” Saatnya Kita Ngobrolin Tren Pick-Me Girl Tanpa Judging!

  Image by :  Ultimagz Kalau Puan sering scroll TikTok atau X, pasti Puan pernah dengar istilah “ pick me girl ” cewek yang seolah-olah bilang, “Aku beda dari cewek lain, lho.” Biasanya, ini untuk dapat perhatian cowok dengan cara menjelekkan sisi feminin, seperti bilang “Aku nggak suka dandan karena cewek itu ribet.” Apa Sih Pick‑Me Girl Itu? Menurut psikolog dari Universitas Airlangga, Dr. Ike Herdiana: Mengaku “aku berbeda dari cewek kebanyakan.” Sering merendahkan perempuan lain. Memperlihatkan sisi yang dianggap menarik bagi cowok   Kenapa Bisa Terjadi? Internalized Misogyny ! Tren ini bukan cuma gaya bicara. Ini soal patriarki dan misogini yang sudah tertanam , hingga perempuan juga menjelekkan sesamanya demi validasi laki-laki. Studi akademis juga mendukung bahwa tren TikTok tersebut memperkuat stereotip gender, rivalry,  dan memperlemah solidaritas antar perempuan. Dampak Negatifnya Lingkungan jadi gak nyaman Kalau perempuan saling merendah dan bersaing, nantinya...

The Lipstick Effect in the Age of Bad News

Puan pernah ngalamin nggak, sudah berniat untuk menabung, tapi beberapa jam kemudian sudah ada kopi di tangan Puan? Kopi tersebut sebetulnya lagi nggak Puan perluin sih… tapi Puan pengen beli aja. Mungkin Puan berpikir “Ah cuma 20 ribu, kok” dan merasa aman setelah spend uang akan hal tersebut, tapi nyatanya ini adalah suatu fenomena yang terjadi dalam dunia ekonomi, yaitu kebiasaan membeli barang-barang kecil sebagai bentuk self-reward yang dikenal dengan istilah Lipstick Effect .  Sumber: Magnific.com A. What is the Lipstick Effect? Saat kondisi ekonomi sedang kacau, harga kebutuhan pokok sedang naik-naiknya, banyak konsumen yang mulai menahan diri untuk melakukan pengeluaran besar, mungkin salah satunya adalah Puan. Namun sebagai gantinya, anggaran tersebut malah dialihkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis yang lebih terjangkau. Lipstick Effect adalah suatu fenomena yang terjadi saat kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, tetapi para konsumen tetap membeli suatu produk ...

2026 The New 2016: Apa itu Nostalgia?

(Gambar: Lemon 8) Apakah Puan saat ini familiar dengan pembahasan 2026 adalah  the new 2016 ?  Banyak orang yang kembali membahas trend yang beredar di tahun 2016 mulai dari fashion hingga aplikasi Tumblr. Istilah ini mengacu kepada budaya digital dan pop culture 2016 yang kembali populer di awal tahun 2026.  Puan mungkin bertanya-tanya, mengapa spesifik tren di 2016. Menurut Ibcomagazine, tren biasanya menjalankan sistem aturan 20 tahun sekali.Maksudnya adalah setiap 20 tahun sekali tren yang ada pada generasi sebelumnya akan muncul pada generasi baru. Contohnya seperti anak-anak di tahun 2000-an yang suka dengan gaya hidup ( lifestyle ) remaja di era tahun 80-han.  Tapi itu dulu. Dulu tren membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali. Sekarang? Peran media sosial memangkasnya menjadi 10 tahun jadinya kita memandang 2026 dan 2016 sebagai era yang berbeda, dan didorong rasa nostalgia kita semakin ingin kembali ke kehidupan dan lifestyle di 2016.  Selain itu, dilan...

Pressure to Survive in This Economy: Membedah Hustle Culture dalam Gaya Hidup, Puan!

Belakangan ini ramai dibicarakan dalam media sosial terkait perdebatan penurunan gaya hidup in this economy . Katanya, gaya hidup masyarakat saat ini sangat tinggi, sampai akhirnya berada di fase kesulitan secara finansial. Namun, bagaimana jika sebenarnya Puan telah bekerja keras dan terus-menerus mencari cuan? Fase apa yang sebenarnya sedang Puan tempuh saat ini? Sumber: Magnific.com Realitas Ekonomi Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini, membuat media sosial menjadi salah satu media untuk bertransaksi secara digital dan menjadi salah satu media yang memengaruhi perekonomian masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Hal tersebut dapat dikatakan positif untuk membantu perekonomian, tetapi jika Puan tidak dapat mengontrol penggunaan media sosial sebagai alat transaksi dengan baik, maka Puan dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dan dapat memengaruhi keuangan individu. Namun, apakah kesulitan secara finansial yang Puan hadapi saat ini hanya dipengaruhi oleh fakto...

Mengeluh: Cara Bijak Mengambil Manfaat Tanpa Terperangkap

Image by Greatmind   Puan, Siapa di dunia ini yang tidak pernah mengeluh? Tentunya kita semua pernah. Konon katanya, mengeluh adalah hobi dari kebanyakan orang. Dengan mengeluh, rasa stres memang bisa berkurang, tetapi apabila dilakukan terus-menerus, mengeluh bisa berubah menjadi kebiasaan marah yang serius. Kebiasaan mengeluh terus-menerus dapat mengubah cara kerja otak Puan dalam merespon hal-hal negatif. Keluhan-keluhan yang awalnya kecil bisa menjadi pembentuk kepribadian Puan. Jadi, boleh nggak sih kita ngeluh?  Nggak ada yang salah dengan mengekspresikan apa yang Puan rasakan, tentunya Puan tidak ingin mengubur perasaan Puan. Jika ada sesuatu yang pantas Puan keluhkan, lakukanlah. Namun, harus terus memantau perasaan Puan mengenai hal yang Puan keluhkan, apakah itu pantas untuk dikeluhkan atau hanya perasaan Puan saja? Menjaga sikap mengeluh pada batas wajar juga sangat penting agar Puan bisa tetap maju. Tahukah Puan, orang mengeluh juga ada macamnya loh, sini Priska ka...