Langsung ke konten utama

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if , Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan?  Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri? Sumber: Magnific.com Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan.  Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju. Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan.  Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memb...

Memberi Pelukan untuk Diri Sendiri dengan Self Compassion

What if, Puan coba flashback apa yang sudah Puan lakukan untuk diri, Puan? 

Apakah Puan sudah memberikan pelukan untuk diri sendiri?

Sumber: Magnific.com

Masa muda adalah masa di mana Puan memasuki era golden age, masa di mana ketika Puan bisa memiliki banyak kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengikuti berbagai hal yang menjadi impian, Puan. 

Namun, dibalik banyaknya kesempatan yang ada, hidup Puan juga akan diikuti dengan banyaknya tekanan dan tuntutan. Pada usia golden age, Puan seringkali dituntut untuk selalu memiliki pencapaian, selalu produktif, dan harus memiliki tujuan dari setiap langkah yang akan Puan tuju.

Dalam setiap tekanan dan tuntutan yang Puan alami, seringkali Puan lupa untuk memberikan space kepada diri Puan sendiri. Puan sering mengabaikan istirahat dan emosi yang ada di dalam diri, Puan. 

Pada masa seperti ini, pernahkah Puan berhenti sejenak dan mempertanyakan kepada diri, Puan, “Sudahkah Puan memperlakukan diri Puan seperti saat Puan memberikan afirmasi kepada orang lain?” 

Baca Juga: Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri dari Drama Our Unwritten Seoul

Apa itu Self Compassion?

Self Compassion adalah rasa belas kasih, empati, dan rasa peduli terhadap diri sendiri apa adanya. Melalui hal ini, Puan perlu untuk bersikap lembut, baik, dan penuh kasih sayang kepada diri sendiri, selayaknya diri Puan adalah teman Puan. 

Self Compassion hampir mirip dengan Self Love, bedanya jika Self Love adalah bentuk mencintai dan menghargai diri sendiri, maka Self Compassion adalah cara dan sikap Puan untuk dapat memeluk diri sendiri apa adanya, terutama saat diri Puan sedang terpuruk dan membutuhkan pengertian.

Mengapa Self Compassion itu Penting?

Self Compassion mengajari Puan untuk tidak menghakimi diri sendiri atas kesalahan maupun kegagalan yang terjadi. Lalu, apa sih pentingnya menerapkan Self Compassion untuk kehidupan, Puan? Sini Priska kasih tau!

  1. Memiliki Healthy Relationship dengan Diri Sendiri.

Penerapan Self Compassion dalam aktivitas sehari-hari dapat membantu Puan untuk menurunkan tingkat stres, depresi, gangguan kecemasan, ataupun frustasi. Memperlakukan diri dengan penuh kasih, membuat Puan akan lebih mudah untuk menerima kekurangan maupun kesalahan yang Puan miliki. Hal ini akan membuat Puan lebih bisa membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

  1. Melihat Hidup dengan Perspektif yang Lebih Positif

Memperlakukan diri dengan sikap positif yang penuh cinta, akan membuat tubuh Puan menjadi lebih tenang dan memiliki pikiran yang lebih positif. Dengan hal ini, Puan jadi lebih bisa melihat sesuatu dari perspektif lain, instead of memikirkan penyebab kegagalan dan menghakimi diri sendiri, Puan akan lebih memikirkan bagaimana solusi yang harus Puan ambil untuk menghadapi masalah maupun kegagalan yang ada.

  1. Meningkatkan Kebahagiaan Hidup

Self Compassion juga bisa membuat seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati hidup. Dengan menerapkan Self Compassion, Puan nggak perlu membuang-buang waktu untuk menyalahkan diri sendiri terhadap kesalahan yang sudah terjadi.

Tanda-tanda Puan Kurang Self-Compassion

Sayangnya, Self Compassion ini seringkali tidak Puan sadari karena menganggap itu adalah perasaan yang normal dirasakan. Justru pemikiran seperti itulah yang menunjukkan bahwa Puan kurang berbelas kasih terhadap diri Puan sendiri. 

Berikut beberapa tanda kurangnya Self Compassion yang bisa Puan ketahui:

  1. Mengkritik Diri Sendiri Lebih Keras dari Apapun

Saat Puan memberikan kritik kepada diri Puan sendiri ialah tanda Puan tidak berbelas kasih kepada diri Puan. Puan akan selalu mengingat hal-hal buruk yang terjadi kepada diri Puan, tanpa coba memahami diri Puan seperti apa yang Puan lakukan kepada orang lain.

  1. Memprioritaskan Orang Lain

Saat Puan selalu berusaha untuk membantu dan memenuhi kebutuhan orang lain, tanpa disadari kebiasaan ini akan membuat Puan mengabaikan batasan yang Puan miliki dan terus memaksakan untuk memprioritaskan orang lain. Padahal, hal seperti inilah yang menyebabkan Puan menjadi kurang berbelas kasih terhadap diri sendiri dan akan berdampak pada mental maupun fisik, Puan. Dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini akan dapat memicu stress, burnout, hingga perasaan tertekan pada diri Puan sendiri.

  1. Sulit untuk Memaafkan

Puan yang kesulitan untuk berbelas kasih terhadap diri sendiri, cenderung akan sangat susah untuk memaafkan, khususnya memaafkan diri sendiri. Saat terjadi kesalahan di orang lain, Puan dengan mudahnya akan mengabaikan dan langsung memaafkan orang tersebut, tetapi saat diri Puan yang melakukan kesalahan, Puan akan terus-menerus mengingat kesalahan Puan dan mengkritik diri Puan atas kesalahan yang terjadi. Standar ganda yang Puan terapkan pada diri Puan sendirilah yang menunjukkan bagaimana rendahnya rasa berbelas kasih Puan terhadap diri Puan sendiri.

  1. Sulit untuk Menerima Afirmasi

Puan selalu memberikan afirmasi, validasi, dan dukungan kepada teman-teman, Puan. Namun, bagaimana sebaliknya? Jika Puan kurang memiliki Self Compassion terhadap diri Puan sendiri, Puan akan merasa tidak pantas untuk menerima kebaikan dari orang lain, Puan akan sulit percaya bahwa diri Puan layak untuk menerima kebaikan itu karena Puan hanya berfokus pada kekurangan yang Puan miliki. Padahal, menerima kebaikan orang lain adalah salah satu bentuk belas kasih dan penghargaan yang dapat Puan berikan untuk diri Puan sendiri.

Baca Juga: 3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Cara Melatih Self-Compassion dalam Aktivitas Sehari-hari

Menurut Neff (2011) dalam Buku Self Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself terdapat tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam penerapan Self Compassion:

  1. Self Kindness: Self Compassion mengajarkan Puan untuk bersikap hangat kepada diri sendiri ketika dihadapkan dengan ketidaksempurnaan hidup. Puan harus membantu dan memberi semangat kepada diri Puan sendiri, selayaknya seorang teman yang baik. Sikap hangat yang Puan berikan terhadap diri sendiri akan membuat Puan merasa lebih nyaman.

  2. Common Humanity: Jika Puan memiliki rasa kemanusiaan untuk selalu bersimpati kepada orang lain, maka Puan juga harus memiliki simpati terhadap diri Puan sendiri karena diri Puan juga bagian dari kemanusiaan. Hal ini akan membuat Puan sadar bahwa Puan tidak sendirian dalam menjadi yang tidak sempurna dan orang lain pun juga pernah memiliki rasa yang sama dengan Puan.

  3. Mindfulness: Untuk menerapkan Self Compassion juga diperlukan pemikiran yang terbuka untuk memahami bahwa diri Puan harus diperlakukan sebagaimana Puan memberikan dukungan kepada orang lain. Sikap mindfulness akan membentuk Puan untuk menghadapi rasa sakit dengan menerima realitas yang ada bahwa diri Puan juga bagian dari Common Humanity dan Puan harus menerapkan Self Kindness pada diri Puan sendiri.

So, bagaimana cara untuk menerapkan Self Compassion, selain peka dan peduli akan keberadaan diri sendiri?

  • Journaling

Cara pertama untuk menerapkan Self Compassion adalah dengan cara Journaling! Puan bisa menuangkan segala perasaan ataupun emosi yang Puan miliki ke dalam sebuah jurnal untuk mengetahui apa yang sedang Puan rasakan. Jika nyaman, Puan juga bisa memberikan detail kejadian yang mengganggu dan bagaimana respons Puan saat menghadapi masalah tersebut.

  • Self-Talk

Berbicara dengan diri sendiri, baik di dalam hati, melalui bayangan cermin, atau cara lain yang dapat membuat Puan nyaman dapat menjadi cara penerapan Self Compassion. Cara ini dapat membantu Puan untuk meningkatkan rasa menerima diri sendiri dan berbelas kasih atas apa yang sudah terjadi dalam hidup Puan.

  • Meditasi

Melakukan meditasi dengan teknik pernapasan dan afirmasi positif dapat membantu diri Puan untuk lebih tenang, dengan hal ini Puan jadi lebih bisa menerima dan berpikir positif terhadap diri Puan sendiri.

Baca Juga: Dari “Am I good enough to be here?” Coba Ubah Menjadi “What can I learn from being here?”

Menjadi seseorang pada usia muda, bukan berarti harus selalu menjadi yang terbaik dan memiliki pencapaian. Namun, menjadi seseorang pada usia muda adalah tentang bagaimana Puan bisa mengenali dan menghargai diri sendiri atas apa yang sedang atau sudah Puan jalani. 

Self Compassion bukan hanya tentang bagaimana Puan menjadi sempurna untuk menerima diri Puan sendiri, tetapi bagaimana Puan bisa untuk tetap memeluk diri sendiri, bahkan di saat-saat yang paling tidak mengenakkan untuk Puan. 

Jadi, Puan mau mulai kapan untuk menerapkan Self Compassion? Jangan lupa untuk menjadi teman bagi diri Puan sendiri ya!

Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.

Referensi:

Amelia, R. & dkk. (2024). Psikoedukasi Self Love dan Self Compassion Pada Remaja di MTS Tawang Rejosari Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(6).

Neff, Kristin. Self Compassion by Kristin Neff. Self-Compassion. https://self-compassion.org/what-is-self-compassion/

Tim Medis Siloam Hospital. (2024, Agustus 22). Memahami Self-Compassion, Manfaat, dan Cara Melakukannya. Siloamhospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-self-compassion

Travers, Mark. (2026, Januari 01). 4 Signs of Struggling With Self-Compassion. Psychologytoday. https://www.psychologytoday.com/us/blog/social-instincts/202512/4-signs-you-struggle-with-self-compassion


Author & Editor: Nurriska Aura Zahra

Komentar

Rubik Puan Popular

Lebih dari Sekedar Musik: Intip Pesan Harapan di Balik Lagu "1–800–273–8255"

  Image by @LinesofLogic ( https://x.com/LinesofLogic) Halo, Puan! Ada nggak nih dari kamu yang merupakan penikmat musik? Sini-sini, Priska mau kasih tahu kamu tentang satu lagu yang bukan sekedar lagu, tapi ada pesan harapan dan makna mendalam, lho! Lagu berjudul  “1–800–273–8255” merupakan sebuah lagu yang di populerkan oleh rapper logic dan berkolaborasi dengan penyanyi  Alessia Cara dan Khalid. Pastinya Puan udah nggak asing lagi kan dengan nama-nama musisi diatas? Menariknya, lagu ini dinamakan  berdasarkan nomor telepon untuk American National Suicide Prevention Lifeline (NSPL).  Logic memilih judul ini agar mudah diingat dan dihubungi oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan.  Lagu ini dimulai dari perspektif seseorang yang memanggil nomor National Suicide Prevention Lifeline dan memberi tahu bahwa mereka tidak ingin hidup lagi. Berikut beberapa liriknya:  I don’t wanna be alive, I don’t wanna be alive I just wanna die And let me tell yo...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect

source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect K ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu  Dunning-Kruger Effect .  Dunning-Kruger Effect  adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami  Dunning-Kruger Effect  akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya ti...

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Kesal Punya Teman Suka Ikut-Ikutan? Yuk, kenali Istilah Copy Cat Behavior!

Image by Entrepreneurship Compass   “Aku beli ini dia beli juga, aku ngelakuin ini dia juga ikut-ikutan, ih nyebelin dah!” Hai Puan! Siapa yang di sini pernah ngomel-ngomel karena merasa kesal ditiru oleh teman atau orang di sekitar Puan? Hm, memang sih memiliki tindakan, perilaku, hingga  style  yang serupa bisa saja terjadi dikarenakan memang produk-produk yang kamu pakai sedang  best seller  atau  trend  sehingga teman kamu pun juga tak sengaja membeli produk yang sama seperti kamu. Mungkin Puan cenderung merasa senang ataupun biasa saja ketika mengetahui orang terdekat Puan memiliki barang yang sama dengan kamu. Namun, bagaimana jadinya jika “persamaan” tersebut terjadi berkali-kali dan orang terdekat kamu terus menerus meniru kamu? Tentu kamu akan merasa tidak nyaman. Nah, perilaku tersebut disebut sebagai  copycat behaviour .  Copycat behaviour  merupakan perilaku menyalin atau meniru seseorang. Banyak alasan-alasan kenapa pelaku ...