Langsung ke konten utama

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect






source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect

K

ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu Dunning-Kruger EffectDunning-Kruger Effect adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami Dunning-Kruger Effect akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri.

Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya tidak terlihat.

Orang dengan Dunning-Kruger Effect cenderung enggan dianggap tidak memiliki kemampuan, sehingga mereka meningkatkan penilaian terhadap dirinya dan mengabaikan kelemahan, Hal ini disebabkan karena ego. Mereka tidak menyadari bahwa kemampuan yang dimiliki masih kurang dibandingkan orang lain karena merasa sudah cukup banyak mempelajari sesuatu dan berhasil bertahan dalam suatu kejadian. Karena tidak menyadari sepenuhnya, akhirnya mereka memiliki titik buta. Dalam kata lain, mereka tidak dapat melihat bahwa mereka salah, dan menganggap dirinya telah melakukan yang terbaik.

Siapa saja yang bisa terkena efek ini, Puan? Kenyataannya adalah bahwa efek Dunning-Kruger mempengaruhi semua orang. Tidak ada yang bisa mengklaim suatu keahlian. Selain itu, efek Dunning-Kruger bukanlah pertanda kecerdasan rendah. Orang pintar juga mengalami fenomena ini.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari efek Dunning-Kruger?
Yuk, pelajari tips berikut ini:

Perkaya wawasan dan pengetahuan dengan terus belajar
source: nugasin.com

Alih-alih merasa tahu segalanya tentang suatu topik, teruslah menggali lebih dalam. Setelah Puan mendapatkan pengetahuan yang lebih besar, maka semakin besar pula kemungkinan Puan untuk mengenali banyaknya hal yang masih harus dipelajari.

Minta pendapat orang lain
source: dailysia.com

Tidak ada yang salah dari meminta pendapat dan kritik dari orang lain ya, puan! kritik dan saran yang membangun dari orang lain dapat dijadikan evaluasi untuk Puan. Meskipun, terkadang sulit untuk mendengarnya, namun umpan balik tersebut dapat membantu Puan mengetahui bagaimana orang lain memandang kemampuan diri Puan sendiri. Jadi, jangan merasa paling benar sendiri ya Puan. Terkadang pendapat orang lain sangat perlu untuk kita pertimbangkan

Mengenali Kekurangan Diri Sendiri
source: https://shorturl.at/XIt06
            
Mengenali kekurangan diri sendiri adalah perjalanan penting menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita. Ketika kita berani menghadapi dan mengakui kelemahan yang ada dalam diri, itu bukanlah tanda kelemahan, tetapi sebuah tindakan keberanian yang membuka pintu menuju pertumbuhan pribadi. Dalam konteks Dunning-Kruger Effect, kesadaran akan kekurangan diri adalah perisai terhadap jebakan kesombongan intelektual yang sering kali menghalangi kita dari pembelajaran yang lebih baik.

Dengan kesadaran akan efek ini dan usaha yang konsisten untuk terus belajar dan berkembang, kita dapat mengurangi risiko terjebak dalam perangkap Dunning-Kruger dan menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan dan meningkatkan kemampuan kita.


Referensi:

Pasha, D. (2024). Malang Inspirasi. Dunning-Kruger Effect, Perilaku Sok Tahu Sok Hebat yang Menyebalkan. Diakses pada 27 Mei 2024 dari https://malanginspirasi.com/2024/03/29/dunning-kruger-effect-perilaku-sok-tahu-sok-hebat-yang-menyebalkan

Horo, T.B. (2022). Ruangguru. Efek Dunning-Kruger: Alasan Mengapa Orang Merasa Paling Baik. Diakses pada 27 Mei 2024 dari https://www.ruangguru.com/blog/dunning-kruger-effect

Sastika, S.P.N. (2022). Satu Persen. Dunning-Kruger Effect: Alasan Orang Merasa Lebih Pintar dari Kenyataannya. Diakses pada 27 Mei 2024 dari https://satupersen.net/blog/dunning-kruger-effect


Author: Maya Zahwa Aulia

Editor: Maya Zahwa Aulia

Komentar

Rubik Puan Popular

Soft Skill dan Hard Skill yang Wajib Dipelajari Untuk Bekal Penting Karir Impian!

Kenapa Kita Harus Belajar Skill Sebelum Masuk Dunia Kerja? Masuk dunia kerja itu beda banget dengan dunia kuliah, Puan. Kalau di kampus yang dinilai adalah tugas, maka di pekerjaan yang dinilai adalah output , attitude , kemampuan bekerja sama , dan keahlian yang bisa memberikan dampak nyata . Itulah kenapa “bekal” sebelum masuk dunia kerja itu penting, dan bekalnya bukan cuma ilmu teori, tapi juga soft skill dan hard skill . Menurut laporan dari World Economic Forum (Future of Jobs Report 2024), kandidat yang punya kombinasi soft skill dan hard skill yang kuat punya peluang lebih cepat diterima kerja dan lebih cepat naik posisi , lho! Apa Itu Hard Skill ? Hard skill adalah kemampuan teknis yang biasanya bisa diukur, dipelajari, dan diuji, contohnya: belajar software tertentu, kemampuan analisis data, atau membuat presentasi profesional. Hard skill biasanya dicantumkan dalam CV karena sifatnya jelas dan spesifik. Hard Skill yang Lagi Banyak Dicari Saat Ini: Microsoft Office ...

Teknik Tiga Skenario, Cara untuk Mengurangi Planning Fallacy

  Ilustrasi Perencanaan. Photo by cottonbro (Sumber:  Pexels.com ) Puan, pernah nggak sih bikin rencana dengan penuh keyakinan, tapi ujung-ujungnya molor, capek sendiri, atau malah nggak selesai? Tenang, Puan nggak sendirian. Bisa jadi Puan lagi kena planning fallacy . Apa itu Planning Fallacy ?  Planning fallacy adalah bias kognitif yang membuat kita cenderung terlalu optimis saat merencanakan sesuatu. Kita sering meremehkan waktu, tenaga, biaya, dan risiko, sambil meyakini semuanya akan berjalan lancar. Padahal, pengalaman sebelumnya sudah berkali-kali membuktikan: hidup jarang seideal rencana di kepala. Bias ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky lewat pengamatan sederhana dari rekan kerjanya yang sering salah memperkirakan durasi proyeknya sendiri. Meski pernah telat atau gagal sebelumnya, kita tetap merasa, “Kali ini pasti beda.” Inilah jebakan planning fallacy .  Teknik Tiga Skenario sebagai Alternatif Untuk mengurangi bias ini, P...

Soft Skill, Kunci Bertahan Puan di Dunia Nyata

  Sumber:  istockphoto.com P uan, coba deh jujur, apakah Puan pernah merasa gugup waktu disuruh presentasi? Atau bingung harus gimana saat ada konflik di kelompok tugas? Padahal nilai Puan bagus, tugas selalu selesai tepat waktu, tapi kok tetap merasa kurang siap masuk dunia nyata? Nah, bisa jadi Puan belum banyak dapet bekal soft skill. Apa Sih Sebenarnya Soft Skill Itu? Soft skill itu bukan soal pintar matematika, jago coding, atau hapal teori. Soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berpikir, berkomunikasi, dan mengelola diri sendiri dalam berbagai situasi. Bayangin deh, Puan kerja di sebuah tim. Tugasnya nggak terlalu sulit, tapi ternyata lebih susah kerja bareng orang yang beda gaya, beda opini, bahkan kadang nggak enakan. Nah, disinilah soft skill mulai terasa penting. Gimana cara menyampaikan ide dengan jelas, cara berkompromi, mendengar, dan menyelesaikan konflik, semua itu termasuk soft skill. B...

Menemukan Ide dan Makna di Balik Rasa Bosan

      Photo by Kathy Jones Pernah gak Puan merasa sangat gatal ingin merogoh tas dan mencari ponsel padahal cuma sedang mengantre kasir selama satu menit? Atau mungkin saat lampu merah, tangan otomatis mencari ponsel seolah-olah menunggu 30 detik tanpa melakukan apa-apa itu sangat menyiksa?   Di zaman sekarang, rasanya aneh ya kalau kita tidak memegang ponsel meski hanya sebentar. Namun, tahukah Puan? Ternyata rasa bosan yang selama ini kita hindari habis-habisan itu adalah hal yang justru kita butuhkan.   Apakah Lebih Baik Kesetrum daripada Bosan? Ada eksperimen unik dari Harvard, Puan. Orang-orang diminta duduk diam di ruangan kosong selama 15 menit tanpa alat komunikasi. Pilihannya cuma dua, duduk diam dengan pikirannya sendiri, atau menekan tombol yang akan memberikan sengatan listrik kecil yang menyakitkan. Hasilnya mengejutkan! Mayoritas orang lebih memilih untuk menyengat diri sendiri dengan listrik daripada harus berlama-lama dengan kebosanan mereka. Bay...

Unlocking the It Girl Mindset: Rahasia Menjadi Versi Terbaik Dirimu

  Sumber: Pinterest Pernahkah Puan bertanya-tanya kenapa beberapa orang selalu terlihat mempesona, penuh percaya diri, dan memiliki aura yang membuat semua mata tertuju pada mereka? Apakah itu merupakan bawaan dari lahir atau ada rahasia di baliknya? Well , jawabannya hanya terletak pada satu hal, yaitu ‘ It Girl Mindset ’. Sebenarnya, apa sih ‘It Girl Mindset ’ itu? Yuk, simak pembahasannya pada artikel ini! Pengertian It Girl Mindset Melansir dari halaman Plum Healthy Fine , It Girl digambarkan sebagai perempuan yang memiliki percaya diri, modis, dan menjadi idaman bagi banyak orang. Mereka ini merupakan simbol dari kekuatan dan keanggunan dengan menjadi diri sendiri sebagai ciri khasnya. Seorang It Girl biasanya bangga untuk menjadi dirinya yang paling autentik. Oleh karena itu, banyak orang yang mengagumi mereka dan ingin menjadi seperti mereka. It Girl juga tidak bertindak dengan ragu-ragu, fokus pada tujuan serta pengembangan diri, dan tidak peduli dengan tanggapan buruk o...