Langsung ke konten utama

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect






source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect

K

ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu Dunning-Kruger Effect. Dunning-Kruger Effect adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami Dunning-Kruger Effect akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri.

Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya tidak terlihat.

Orang dengan Dunning-Kruger Effect cenderung enggan dianggap tidak memiliki kemampuan, sehingga mereka meningkatkan penilaian terhadap dirinya dan mengabaikan kelemahan, Hal ini disebabkan karena ego. Mereka tidak menyadari bahwa kemampuan yang dimiliki masih kurang dibandingkan orang lain karena merasa sudah cukup banyak mempelajari sesuatu dan berhasil bertahan dalam suatu kejadian. Karena tidak menyadari sepenuhnya, akhirnya mereka memiliki titik buta. Dalam kata lain, mereka tidak dapat melihat bahwa mereka salah, dan menganggap dirinya telah melakukan yang terbaik.

Siapa saja yang bisa terkena efek ini, Puan? Kenyataannya adalah bahwa efek Dunning-Kruger mempengaruhi semua orang. Tidak ada yang bisa mengklaim suatu keahlian. Selain itu, efek Dunning-Kruger bukanlah pertanda kecerdasan rendah. Orang pintar juga mengalami fenomena ini.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari efek Dunning-Kruger?
Yuk, pelajari tips berikut ini:

Perkaya wawasan dan pengetahuan dengan terus belajar
source: nugasin.com

Alih-alih merasa tahu segalanya tentang suatu topik, teruslah menggali lebih dalam. Setelah Puan mendapatkan pengetahuan yang lebih besar, maka semakin besar pula kemungkinan Puan untuk mengenali banyaknya hal yang masih harus dipelajari.

Minta pendapat orang lain
source: dailysia.com

Tidak ada yang salah dari meminta pendapat dan kritik dari orang lain ya, puan! kritik dan saran yang membangun dari orang lain dapat dijadikan evaluasi untuk Puan. Meskipun, terkadang sulit untuk mendengarnya, namun umpan balik tersebut dapat membantu Puan mengetahui bagaimana orang lain memandang kemampuan diri Puan sendiri. Jadi, jangan merasa paling benar sendiri ya Puan. Terkadang pendapat orang lain sangat perlu untuk kita pertimbangkan

Mengenali Kekurangan Diri Sendiri
source: https://shorturl.at/XIt06
            
Mengenali kekurangan diri sendiri adalah perjalanan penting menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita. Ketika kita berani menghadapi dan mengakui kelemahan yang ada dalam diri, itu bukanlah tanda kelemahan, tetapi sebuah tindakan keberanian yang membuka pintu menuju pertumbuhan pribadi. Dalam konteks Dunning-Kruger Effect, kesadaran akan kekurangan diri adalah perisai terhadap jebakan kesombongan intelektual yang sering kali menghalangi kita dari pembelajaran yang lebih baik.

Dengan kesadaran akan efek ini dan usaha yang konsisten untuk terus belajar dan berkembang, kita dapat mengurangi risiko terjebak dalam perangkap Dunning-Kruger dan menjadi lebih efektif dalam mencapai tujuan dan meningkatkan kemampuan kita.


Referensi:

Pasha, D. (2024). Malang Inspirasi. Dunning-Kruger Effect, Perilaku Sok Tahu Sok Hebat yang Menyebalkan. Diakses pada 27 Mei 2024 dari https://malanginspirasi.com/2024/03/29/dunning-kruger-effect-perilaku-sok-tahu-sok-hebat-yang-menyebalkan

Horo, T.B. (2022). Ruangguru. Efek Dunning-Kruger: Alasan Mengapa Orang Merasa Paling Baik. Diakses pada 27 Mei 2024 dari https://www.ruangguru.com/blog/dunning-kruger-effect

Sastika, S.P.N. (2022). Satu Persen. Dunning-Kruger Effect: Alasan Orang Merasa Lebih Pintar dari Kenyataannya. Diakses pada 27 Mei 2024 dari https://satupersen.net/blog/dunning-kruger-effect


Author: Maya Zahwa Aulia

Editor: Maya Zahwa Aulia

Komentar

Rubik Puan Popular

Raih Motivasi dan Kenikmatan Kerja: Mengatasi Rasa Jenuh dengan Tips-Tips Menarik!

Hey, Puan! Pernah nggak sih kamu merasa seperti waktu berjalan terlalu lambat saat melakukan pekerjaanmu? Yah, rasa bosan memang suatu hal yang bisa membuat kita bingung, apakah harus melanjutkannya atau berhenti saja. Tapi tahu nggak, terlalu memikirkannya justru bisa membuat pekerjaan kita nggak maksimal. Jangan khawatir, Puan! Rasanya jenuh saat bekerja itu wajar. Bayangkan aja, melakukan hal yang sama tiap harinya pasti bisa membuat rasa jenuh datang. Nah, biar Puan nggak bingung lagi menghadapi rasa jenuh yang kadang datang, simak deh tips-tips menarik berikut ini! Yuk, kita mulai dengan langkah awal untuk mengatasi rasa jenuh saat bekerja: 1. Ingat tujuan awalmu saat memulai pekerjaan ini Ketika Puan mengingat kembali tujuan awal yang mendorongmu memulai pekerjaan ini, ada kemungkinan besar semangat dan motivasi akan kembali menggelora. Hal ini pastinya akan mengurangi rasa jenuh saat Puan menjalankan tugas-tugasmu. 2. Berikan waktu untuk dirimu sendiri, coba ambil cuti liburan! ...

Mindfulness 101: Finding Your Focus in a World Full of Distractions

  sumber: magnific.com Puan pernah ngalamin nggak, lagi ngerjain tugas, terus ada satu notifikasi masuk, kemudian cek notifnya, balas satu chat, eh lanjut buka TikTok dan akhirnya lupa kalau tadi sebenarnya Puan lagi ngapain? Di tengah dunia yang full of distractions ini, perhatian kita rasanya gampang banget berpindah dari satu hal ke hal lainnya. Belum selesai satu informasi, sudah muncul informasi baru. Belum selesai proses berita satu, sudah ada berita lainnya. Tanpa sadar, kita bisa menghabiskan banyak waktu dengan gadget tanpa benar-benar sadar sedang melakukan apa. Di sinilah mindfulness bisa menjadi salah satu cara untuk membantu Puan lebih sadar terhadap bagaimana Puan menggunakan teknologi dan ke mana perhatian Puan pergi. Mindfulness Itu Apa, Sih? Mindfulness secara sederhana adalah kemampuan untuk menyadari dan benar-benar hadir terhadap apa yang sedang kita lakukan saat ini, tanpa langsung menghakimi pikiran atau perasaan yang muncul. Menurut Meegasdeniya dan Dulnath (...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Emotional Agility: Cara Bijak Mengelola Emosi

Sumber:  aventislearning.com Puan, bagaimana kalau emosi bukan musuh yang harus dihindari, melainkan sahabat yang bisa memandu kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak? Setiap hari Puan berhadapan dengan emosi yang beragam: senang, cemas, marah, kecewa, sampai rasa tidak berdaya. Sering kali, Puan diajarkan untuk menekan emosi tertentu dan menampilkan emosi lain agar terlihat “baik-baik saja”. Masalahnya, cara ini justru membuat jadi makin lelah. Emosi jadi menumpuk dan akhirnya meledak. Di sisi lain, ada juga yang membiarkan emosi menguasai dirinya. Sedikit kritik bisa membuat patah semangat, atau kegagalan kecil terasa seperti bencana yang besar. Padahal, emosi bukan musuh yang harus dihindari maupun hal yang harus ditaati. Yang kita butuhkan bukan “ positivity berlebihan ”, melainkan keterampilan untuk merespons emosi secara sehat dan fleksibel. Keterampilan inilah yang disebut emotional agility . Apa Itu Emotional Agility? Konsep ini diperkenalkan oleh psikolog Susan Dav...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...