Langsung ke konten utama

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri dari Drama Our Unwritten Seoul

Ilustrasi: magnific.com Puan pernah gak, merasa teman-teman lain sudah mencapai banyak goals hidup mereka, sedangkan Puan justru merasa hilang arah dan masih mencari tahu ingin mencapai hal apa? Semua perasaan itu mungkin terasa familiar bagi banyak anak muda. Kita hidup di tengah masyarakat dengan harapan atau ekspektasi yang tinggi. Tanpa kita sadari, pencapaian orang lain justru bisa menjadi standar untuk mengukur diri sendiri. Padahal, setiap orang punya waktu dan potensinya masing-masing. Our Unwritten Seoul , sebuah drama korea yang ceritanya sangat relate dengan anak muda saat ini, bisa jadi tontonan ringan yang pastinya meninggalkan kesan mendalam bagi Puan. Kisah dua saudara kembar, yaitu Yoo Mi-ji dan Yoo Mi-rae dalam drama ini mengajarkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah proses panjang yang butuh keberanian.  Berhenti Membandingkan Diri Drama ini menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak selalu baik seperti apa yang terlihat dari luar. Seseorang yang terlihat ...

Belajar Berdamai dengan Diri Sendiri dari Drama Our Unwritten Seoul

Ilustrasi: magnific.com

Puan pernah gak, merasa teman-teman lain sudah mencapai banyak goals hidup mereka, sedangkan Puan justru merasa hilang arah dan masih mencari tahu ingin mencapai hal apa?

Semua perasaan itu mungkin terasa familiar bagi banyak anak muda. Kita hidup di tengah masyarakat dengan harapan atau ekspektasi yang tinggi. Tanpa kita sadari, pencapaian orang lain justru bisa menjadi standar untuk mengukur diri sendiri. Padahal, setiap orang punya waktu dan potensinya masing-masing.

Our Unwritten Seoul, sebuah drama korea yang ceritanya sangat relate dengan anak muda saat ini, bisa jadi tontonan ringan yang pastinya meninggalkan kesan mendalam bagi Puan. Kisah dua saudara kembar, yaitu Yoo Mi-ji dan Yoo Mi-rae dalam drama ini mengajarkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah proses panjang yang butuh keberanian. 


Berhenti Membandingkan Diri

Drama ini menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak selalu baik seperti apa yang terlihat dari luar. Seseorang yang terlihat sukses, bisa jadi memendam banyak masalah dan tekanan batin. Seseorang yang tampak ceria dan baik-baik saja, juga bisa jadi sedang berusaha keras bertahan dan melupakan masa lalunya. 

Hal ini disadari oleh kedua tokoh utama dalam drama ini. Berawal dari sebuah peristiwa, akhirnya kedua saudara kembar itu memutuskan untuk bertukar peran sementara waktu. Mi-ji yang sering kali iri dengan kehidupan Mi-rae yang sangat sukses di Seoul, ternyata sadar bahwa hidup Mi-rae tidak seindah yang dibayangkannya. Mi-ji menyadari bahwa orang-orang yang hidupnya terlihat sukses juga punya kesulitannya masing-masing dan terus berjuang menghadapinya. Di sisi lain, Mi-rae juga jadi lebih memahami kondisi hidup Mi-ji di desa.

Puan, terkadang kita juga terlalu sering membandingkan perjalanan hidup kita dengan orang lain. Dampak buruknya, kita bisa merasa bahwa hidup kita tertinggal dan tidak sukses seperti yang lain. Perlu Puan sadari bahwa setiap orang punya ujian dan tantangan hidupnya masing-masing.


Menerima Diri Sendiri dan Semua Luka di Masa Lalu

Salah satu pesan yang dapat Puan refleksikan dari drama ini adalah tentang self-acceptance atau penerimaan diri. Menerima diri sendiri bukan berarti kita berhenti berkembang atau pasrah dengan keadaan, melainkan memberikan ruang kepada diri sendiri dan mengakui kelemahan dan ketidaksempurnaan tanpa menyalahkan diri sendiri secara berlebihan. 

Pada cerita dalam drama Our Unwritten Seoul, Mi-ji pernah terpuruk karena cedera di masa lalu. Akibat cedera itu, Mi-ji kehilangan kepercayaan diri dan merasa sangat tidak berguna. Namun, di sisinya selalu ada nenek yang senantiasa menemaninya. Nenek menjelaskan bahwa bertahan hidup dan menerima semua luka itu adalah sebuah keberanian, “Anything you do to survive is brave”. 


Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai. Ada kalanya Puan berhenti dan memilih jalan yang berbeda. Sama seperti Mi-ji, yang akhirnya berani untuk terus melangkah menjalani hidup, meskipun tidak sesuai dengan mimpinya dulu. Hal yang selalu ia afirmasikan kepada diri sendiri adalah “Yesterday is over, tomorrow is yet to come, and today is yet unknown”. 

Nilai-nilai dari drama ini memberikan kesan mendalam, yaitu tentang memaafkan masa lalu, menerima diri apa adanya, dan berani melangkah ke depan. Gimana, Puan? Tertarik untuk menonton drama ini?


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 


Referensi

Gramedia Blog (2025, June 18). ‘Park Bo-young Perankan 4 Karakter Sekaligus di Our Unwritten Seoul!’. https://www.gramedia.com/blog/park-bo-young-perankan-4-karakter-sekaligus-di-our-unwritten-seoul/ 

IDN Times (2025, July 3). ‘5 Insight tentang Berdamai dengan Diri Sendiri di Our Unwritten Seoul’. https://www.idntimes.com/korea/kdrama/insight-tentang-berdamai-dengan-diri-sendiri-di-our-unwritten-seoul-c1c2-01-drrnp-0p1nbv


Writer and Editor: Maryam

Komentar

Rubik Puan Popular

How to Find Your Spark Again, One Little Thing at a Time

Pernah nggak, Puan merasa dulu ada banyak hal yang bisa bikin Puan excited , tapi sekarang hal-hal itu terasa nothing special? Dulu bisa berjam-jam ngelakuin hal yang disuka, sekarang baru beberapa menit sudah ingin berhenti. Dulu punya banyak hal yang ingin dicoba, sekarang ditanya “lagi suka kegiatan apa?” malah bingung mau jawab apa. Puan masih menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah, kerja, mengerjakan tugas, ketemu temen, scrolling media sosial. Everything seems fine. Tapi somehow, ada bagian dari diri Puan yang terasa berbeda. Seolah-olah spark yang dulu membuat hari-hari terasa lebih hidup perlahan menghilang.  Dan mungkin, Puan mulai bertanya-tanya, “What happened to me?”  1. Stop Trying to Become Your Old Self Ketika merasa kehilangan spark , kita sering kali ingin kembali menjadi diri kita yang dulu. Padahal, Puan udah melewati banyak hal sejak saat itu. Wajar kalau ada bagian dari diri Puan yang berubah. Karena itu, menemukan kembali spark bukan berarti harus meng...

Takut Nggak Konsisten? Perfeksionis yang Bikin Gak Mulai-Mulai

Pernah nggak sih Puan berpikir, “Nanti dulu deh, aku mulai pas bisa rutin,” lalu hari berganti minggu, dan rencana itu tetap di daftar? Kalau iya, mungkin bukan soal niat Puan yang kurang, melainkan standar Puan yang kebanyakan. Perfeksionisme sering muncul sebagai suara kecil yang bilang, “kalau nggak bisa konsisten tiap hari, mending jangan mulai sama sekali. Ironisnya, sikap itu justru bikin kita nggak pernah benar-benar jalan.”  Banyak dari kita kepikiran, “kalau nggak bisa konsisten tiap hari, mending jangan mulai.” Takut bolong atau melewatkan satu atau beberapa hari dari target yang dipasang, takut malu, takut dikatain nggak disiplin. Jadi kita menunggu kondisi ideal, mood sempurna, jadwal bersih, semua alat siap, padahal kondisi ideal itu jarang datang. Akhirnya banyak proyek, kebiasaan, atau ide baik yang mati di awal karena diperlakukan seperti syarat kelulusan, bukan proses.  Masalahnya, konsistensi itu bukan syarat yang harus dipenuhi sebelum mulai. Konsistensi dib...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id) Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis. Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian. "Done is Better than Perfect" Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis. Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat...

3 Buku Fiksi Bertema Mental Health untuk Puan Baca

Source: Bookshop.org Hai Puan!  Puan suka baca buku? Atau suka dengan isu-isu terkait mental health? Pengetahuan seputar topik mental health bukan hanya bisa didapatkan dari buku ilmiah atau nonfiksi, tetapi juga dari buku fiksi. Selain bisa menghibur Puan, buku fiksi juga bisa bikin Puan larut dan merasakan emosi serta perasaan dari tokoh-tokohnya.  Nah, buat Puan yang lagi cari rekomendasi buku fiksi tentang mental health, baca terus artikel ini sampai habis ya! 1. Challenger Deep karya Neal Shusterman Cerita dalam buku ini berdasarkan kisah dari putranya sendiri yang mengalami gangguan mental. Challenger Deep bercerita tentang Caden Bosch, yaitu seorang siswa SMA yang mengidap skizofrenia. Masalah tersebut membuatnya sering mengalami halusinasi. Alur cerita terbagi ke dalam dua dunia: kehidupan sekolah Caen sehari-hari dan sebuah pelayaran di atas kapal laut menuju Challenger Deep (titik terdalam di Palung Mariana). Perjalanan di atas kapal merupakan gambaran dari halusinas...

Tak Pernah Salah? Menggali Lebih Dalam Fenomena Dunning-Kruger Effect

source: https://thedecisionlab.com/biases/dunning-kruger-effect K ali ini kita akan mengenal istilah baru lagi Puan, yaitu  Dunning-Kruger Effect .  Dunning-Kruger Effect  adalah fenomena dalam psikologi yang dapat didefinisikan sebagai bias kognitif dimana seseorang keliru menilai kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Individu yang mengalami  Dunning-Kruger Effect  akan merasa kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya. Bias ini dikaitkan dengan ketidakmampuan metakognitif untuk mengenali kemampuan mereka sendiri. Teori Dunning-Kruger Effect ini dikembangkan oleh David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999, dua profesor psikologi dari Cornell University. David dan Justin awalnya terinspirasi kasus McArthur Wheeler, seorang pria yang merampok 2 bank yang menutupi wajahnya dengan perasan air jeruk dan yakin bahwa wajahnya tidak terlihat dan tidak terekam oleh kamera pengawas, sama seperti menulis dengan tinta perasan air jeruk maka tulisannya ti...