Puan pernah gak, merasa teman-teman lain sudah mencapai banyak goals hidup mereka, sedangkan Puan justru merasa hilang arah dan masih mencari tahu ingin mencapai hal apa?
Semua perasaan itu mungkin terasa familiar bagi banyak anak muda. Kita hidup di tengah masyarakat dengan harapan atau ekspektasi yang tinggi. Tanpa kita sadari, pencapaian orang lain justru bisa menjadi standar untuk mengukur diri sendiri. Padahal, setiap orang punya waktu dan potensinya masing-masing.
Our Unwritten Seoul, sebuah drama korea yang ceritanya sangat relate dengan anak muda saat ini, bisa jadi tontonan ringan yang pastinya meninggalkan kesan mendalam bagi Puan. Kisah dua saudara kembar, yaitu Yoo Mi-ji dan Yoo Mi-rae dalam drama ini mengajarkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah proses panjang yang butuh keberanian.
Berhenti Membandingkan Diri
Drama ini menunjukkan bahwa kehidupan seseorang tidak selalu baik seperti apa yang terlihat dari luar. Seseorang yang terlihat sukses, bisa jadi memendam banyak masalah dan tekanan batin. Seseorang yang tampak ceria dan baik-baik saja, juga bisa jadi sedang berusaha keras bertahan dan melupakan masa lalunya.
Hal ini disadari oleh kedua tokoh utama dalam drama ini. Berawal dari sebuah peristiwa, akhirnya kedua saudara kembar itu memutuskan untuk bertukar peran sementara waktu. Mi-ji yang sering kali iri dengan kehidupan Mi-rae yang sangat sukses di Seoul, ternyata sadar bahwa hidup Mi-rae tidak seindah yang dibayangkannya. Mi-ji menyadari bahwa orang-orang yang hidupnya terlihat sukses juga punya kesulitannya masing-masing dan terus berjuang menghadapinya. Di sisi lain, Mi-rae juga jadi lebih memahami kondisi hidup Mi-ji di desa.
Puan, terkadang kita juga terlalu sering membandingkan perjalanan hidup kita dengan orang lain. Dampak buruknya, kita bisa merasa bahwa hidup kita tertinggal dan tidak sukses seperti yang lain. Perlu Puan sadari bahwa setiap orang punya ujian dan tantangan hidupnya masing-masing.
Menerima Diri Sendiri dan Semua Luka di Masa Lalu
Salah satu pesan yang dapat Puan refleksikan dari drama ini adalah tentang self-acceptance atau penerimaan diri. Menerima diri sendiri bukan berarti kita berhenti berkembang atau pasrah dengan keadaan, melainkan memberikan ruang kepada diri sendiri dan mengakui kelemahan dan ketidaksempurnaan tanpa menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.
Pada cerita dalam drama Our Unwritten Seoul, Mi-ji pernah terpuruk karena cedera di masa lalu. Akibat cedera itu, Mi-ji kehilangan kepercayaan diri dan merasa sangat tidak berguna. Namun, di sisinya selalu ada nenek yang senantiasa menemaninya. Nenek menjelaskan bahwa bertahan hidup dan menerima semua luka itu adalah sebuah keberanian, “Anything you do to survive is brave”.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai. Ada kalanya Puan berhenti dan memilih jalan yang berbeda. Sama seperti Mi-ji, yang akhirnya berani untuk terus melangkah menjalani hidup, meskipun tidak sesuai dengan mimpinya dulu. Hal yang selalu ia afirmasikan kepada diri sendiri adalah “Yesterday is over, tomorrow is yet to come, and today is yet unknown”.
Nilai-nilai dari drama ini memberikan kesan mendalam, yaitu tentang memaafkan masa lalu, menerima diri apa adanya, dan berani melangkah ke depan. Gimana, Puan? Tertarik untuk menonton drama ini?
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi
Gramedia Blog (2025, June 18). ‘Park Bo-young Perankan 4 Karakter Sekaligus di Our Unwritten Seoul!’. https://www.gramedia.com/blog/park-bo-young-perankan-4-karakter-sekaligus-di-our-unwritten-seoul/
IDN Times (2025, July 3). ‘5 Insight tentang Berdamai dengan Diri Sendiri di Our Unwritten Seoul’. https://www.idntimes.com/korea/kdrama/insight-tentang-berdamai-dengan-diri-sendiri-di-our-unwritten-seoul-c1c2-01-drrnp-0p1nbv
Writer and Editor: Maryam

Komentar
Posting Komentar