Langsung ke konten utama

I'm Not Mad at You, I'm Just in Pain.

sumber: pexels.com Kebanyakan dari Puan pasti pernah ngalamin saat lagi menstruasi: perut kram, pinggang pegal, dan rasanya ingin rebahan aja gitu seharian. Belum lagi dengan emosi yang tidak stabil, hal sekecil apapun pasti bisa berpotensi bikin Puan sebal, padahal biasanya Puan bisa lebih santai menghadapi hal yang sama. Kadang, Puan sendiri juga pasti bingung kan kenapa jadi lebih sensitif dari biasanya. Susah fokus ngerjain tugas karena sakit, diajak ngobrol rasanya nggak punya energi, atau tiba-tiba ingin nangis tanpa tahu harus menjelaskan apa. Di tengah rasa nggak nyaman itu, Puan mungkin jadi bertanya-tanya, “Kenapa rasanya jadi sedih banget ya? Kok jadi gampang banget emosi?” Padahal, ada kalanya tubuh Puan memang sedang menghadapi banyak perubahan. Rasa sakit, perubahan suasana hati, dan kondisi emosional bisa datang berbarengan; apalagi saat sedang menstruasi. And why is that? It's Not Just About the Cramps Selama menstruasi, rasanya bukan cuma perut yang ikut merasakan ...

Perfectionism Paralysis: Saat Keinginan Jadi Sempurna Malah Bikin Puan Nggak Mulai-Mulai

Ilustrasi seseorang yang mengalami perfectionism paralysis (rri.co.id)

Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis.

Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian.

"Done is Better than Perfect"

Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis.

Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat adalah menyadari kalau draf pertama dari segala hal itu pasti berantakan. Penulis terkenal, pebisnis sukses, sampai kreator konten hebat pun memulai sesuatu dengan hasil yang biasa saja. Bedanya, mereka berani mengeksekusi dulu, baru merapikannya belakangan.

Baca juga: 
Takut Nggak Konsisten? Perfeksionis yang Bikin Gak Mulai-Mulai

Cara Lepas dari Pengaruh Perfeksionisme

Kalau Puan sering gagal mulai gara-gara pengen langsung sempurna, coba pakai trik-trik ini:

  1. Pakai Aturan 5 Menit
    Paksa diri Puan untuk mengerjakan tugas itu cuma selama 5 menit. Kalau setelah 5 menit Puan masih merasa berat, Puan boleh berhenti. Trik ini ampuh karena bagian tersulit dari sebuah pekerjaan sebenarnya adalah memulainya. Begitu Puan udah jalan 5 menit, biasanya Puan bakal lanjut terus.

  2. Pisahin Proses "Mencipta" dan "Meredaksi"
    Jangan mencoba menulis sambil nyari tata bahasa di saat yang bersamaan. Itu seperti Puan lagi menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan. Keluarkan dulu semua ide yang ada di pikiran Puan, baru setelah itu masuk ke tahap merapikan (editing).

Ubah Mindset: Kegagalan itu Data, Bukan Identitas

Kalau hasil kerja Puan belum bagus, itu bukan berarti Puan yang gagal sebagai manusia. Itu cuma berarti Puan dapat evaluasi untuk diperbaiki di kesempatan berikutnya.

Fokusin ke peningkatan (progress), bukan kesempurnaan (perfection). Sesuatu yang selesai meski belum sempurna jauh lebih bernilai daripada ide jenius yang cuma ada di dalam kepala dan nggak pernah jadi kenyataan.

Jadi, tugas atau ide apa nih yang dari kemarin cuma Puan pernah bayangin tanpa pernah Puan mulai? Coba ambil langkah kecilnya sekarang, yuk!


Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.


Referensi

Drillinger, M. (2025, February 24). 7 steps to Breaking the ‘Perfectionism, Procrastination, Paralysis’ cycle. Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/7-steps-to-breaking-the-perfectionism-procrastination-paralysis-cycle


Author & Referensi: Zalfa Zahiyah P.W


Komentar

Rubik Puan Popular

Puan Bisa Festival 2026 : Dorong Perempuan Muda Meninjau Keputusan Hidup Berdasar Integritas Diri

  Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 Jakarta, 15 Oktober 2026  Di tengah dinamika dunia kerja dan persaingan dalam proses pencarian kerja, perempuan muda kerap menghadapi tekanan untuk terus meningkatkan kemampuan, mencapai standar kesuksesan tertentu, dan menentukan arah karir sejak dini. Kondisi ini dapat menimbulkan kebingungan dalam mengenali potensi diri serta menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Menanggapi tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026 untuk mengajak perempuan muda mengenali potensi diri dan menyusun arah karir secara lebih terarah. Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020 dan berdedikasi untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi,...

Intip antusiasme Para Puan Dalam Meninjau Keputusan Hidupnya di Puan Bisa Festival 2026!

Sumber: Dokumentasi Puan Bisa Festival 2026 J akarta, 13 Oktober 2026. Perempuan muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tekanan untuk sukses secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Tekanan ini juga tercermin dalam dunia kerja; laporan McKinsey & Company dan LeanIn.Org (2025) mencatat sekitar 60% perempuan di level kepemimpinan melaporkan mengalami burnout secara konsisten. Di tengah berbagai tuntutan tersebut, proses menentukan arah hidup, mulai dari pendidikan dan karier hingga pembentukan identitas diri, dapat menjadi tantangan tersendiri. Menjawab tantangan ini, Puan Bisa Festival 2026 mengusung tema “Brave to Step Back: RISE”, yang mengajak perempuan muda untuk mengambil jeda, merefleksikan pilihan, dan menentukan arah hidup secara lebih sadar melalui pendekatan Self-Determination Theory (SDT). Diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Puan Bisa Festival 202...

Fenomena Doom Scrolling, Kebiasaan yang Bikin Burn Out

  " Scroll bentar deh.." Terus tanpa sadar mata mulai berat, tangan pegal, dan lupa waktu sendiri. Pernah ngalamin hal serupa? Kalau iya, berarti Puan lagi ngalamin yang namanya doom scrolling . Doom scrolling itu kalau Puan terus-terusan mengonsumsi informasi, terutama berita negatif yang ada pada sosial media. Menurut Cambdrige Dictionary , kata "Doomscr oll" mengacu kepada tindakan  terlalu sering menatap layar  untuk membaca berita buruk atau kurang  berbobot.  Nah, dari sini mungkin banyak Puan yang jadi ngerti apa itu doom scrolling , istilah yang belakangan sering muncul di internet. Kalau kita teliti, lagi  penyebabnya nggak bakalan lepas dari ketergantungan kita  pada handphone .  Hampir setiap hari kita menerima banyak pesan notifikasi. Terlepas  isinya penting atau tidak terlalu penting secara refleks pasti kita cek kalau dibiarkan menimbulkan rasa cemas atau anxiety,   seakan ada hal tertinggal jika kita tidak membuka lay...

Intentional Pause: Berhenti Sejenak Bukan Berarti Menyerah

  Sumber: pexels.com Halo, Puan! Puan pernah gak sih merasa harus selalu produktif? Baru selesai satu target, Puan udah langsung memikirkan target berikutnya. Apalagi kalau Puan lihat pencapaian orang lain di media sosial, rasanya jadi pengen ikut lari lebih cepat biar gak ketinggalan. Bahkan ketika sedang beristirahat pun, bisa muncul perasaan bersalah karena merasa gak cukup produktif. Tanpa sadar, Puan telah hidup dalam ritme yang menuntut semuanya serba cepat, cepat sukses, cepat berkembang, cepat mengambil keputusan, dan cepat mencapai tujuan. Padahal, sometimes, the most productive thing you can do is simply pause. Di tengah kehidupan yang serba cepat ini, mengambil jeda secara sadar atau intentional pause bisa menjadi cara untuk refleksi dan kembali terhubung dengan diri sendiri. Bukan sekadar berhenti dari kesibukan, tapi memberi ruang untuk berpikir, merefleksikan keadaan, dan menentukan step atau goals berikutnya dengan lebih bijak. Intentional pause dapat membantu Puan...

Pura-pura Bahagia itu Bahaya, Kenali Dampaknya!

  Sumber: BeautyJournal.id Pernahkah Puan mendengar istilah " fake it until you make it "? Banyak orang melakukan ini dengan harapan meyakinkan diri dengan mengatakan kalimat afirmasi seperti kamu bahagia, beban yang kamu hadapi kecil, kamu bisa, dan kamu tidak akan sedih akan membuat diri kita merasa lebih baik. Namun, apakah benar? Konsep " fake it until you make it " sama dengan konsep pura-pura bahagia. Terlebih di zaman yang serba digital ini, sikap pura-pura bahagia semakin mudah untuk dilakukan. Contohnya seperti saat kita mengirimkan pesan seringkali kita menggunakan emoji senyum, padahal kita tidak benar-benar tersenyum dan bahagia, bisa jadi kita sedang dalam mood  yang buruk. Dampak dari Berpura-pura Bahagia Puan, berpura-pura bahagia tidak selamanya bisa dilakukan, dengan berpura-pura baik-baik saja tidak akan menjadikan kita benar-benar kuat, sebaliknya hal tersebut akan menghisap energi kita hingga lenyap jika diteruskan. Oleh karena itu, yuk simak dam...