Pernah nggak sih Puan punya ide tulisan atau tugas yang bagus banget di kepala, tapi begitu mau ngetik kalimat pertama, Puan malah diam berjam-jam? Puan terus-terusan rapihin format, milih font, atau mikirin kata pembuka yang paling pas, sampai akhirnya Puan capek sendiri dan memilih buat buka TikTok? Kalau pernah, Puan lagi ngerasain yang namanya Perfectionism Paralysis.
Secara psikologis, perfeksionisme itu sering kali disguise alias penyamaran dari rasa takut gagal. Puan netapin standar yang sangat tinggi, lalu otak Puan merasa terintimidasi sendiri dengan standar itu. Karena takut hasilnya nggak sempurna atau takut dinilai jelek, otak akhirnya mengambil jalan pintas: mending nggak usah dikerjain sekalian.
"Done is Better than Perfect"
Kata-kata di atas mungkin bukan cuma kata-kata mutiara biasa, tapi penenang paling ampuh buat perfectionism paralysis.
Padahal, prinsip utama self-improvement yang sehat adalah menyadari kalau draf pertama dari segala hal itu pasti berantakan. Penulis terkenal, pebisnis sukses, sampai kreator konten hebat pun memulai sesuatu dengan hasil yang biasa saja. Bedanya, mereka berani mengeksekusi dulu, baru merapikannya belakangan.
Baca juga: Takut Nggak Konsisten? Perfeksionis yang Bikin Gak Mulai-MulaiCara Lepas dari Pengaruh Perfeksionisme
Kalau Puan sering gagal mulai gara-gara pengen langsung sempurna, coba pakai trik-trik ini:
Pakai Aturan 5 Menit
Paksa diri Puan untuk mengerjakan tugas itu cuma selama 5 menit. Kalau setelah 5 menit Puan masih merasa berat, Puan boleh berhenti. Trik ini ampuh karena bagian tersulit dari sebuah pekerjaan sebenarnya adalah memulainya. Begitu Puan udah jalan 5 menit, biasanya Puan bakal lanjut terus.Pisahin Proses "Mencipta" dan "Meredaksi"
Jangan mencoba menulis sambil nyari tata bahasa di saat yang bersamaan. Itu seperti Puan lagi menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan. Keluarkan dulu semua ide yang ada di pikiran Puan, baru setelah itu masuk ke tahap merapikan (editing).
Ubah Mindset: Kegagalan itu Data, Bukan Identitas
Kalau hasil kerja Puan belum bagus, itu bukan berarti Puan yang gagal sebagai manusia. Itu cuma berarti Puan dapat evaluasi untuk diperbaiki di kesempatan berikutnya.
Fokusin ke peningkatan (progress), bukan kesempurnaan (perfection). Sesuatu yang selesai meski belum sempurna jauh lebih bernilai daripada ide jenius yang cuma ada di dalam kepala dan nggak pernah jadi kenyataan.
Jadi, tugas atau ide apa nih yang dari kemarin cuma Puan pernah bayangin tanpa pernah Puan mulai? Coba ambil langkah kecilnya sekarang, yuk!
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Referensi
Drillinger, M. (2025, February 24). 7 steps to Breaking the ‘Perfectionism, Procrastination, Paralysis’ cycle. Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/7-steps-to-breaking-the-perfectionism-procrastination-paralysis-cycle
Author & Referensi: Zalfa Zahiyah P.W

Komentar
Posting Komentar