Langsung ke konten utama

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari

Sumber:  Magnific   Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.  Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.  Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan  tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui. Apa Itu Boredom? Dalam psikologi, boredom a...

Rasa Bosan Bisa Dijadikan Teman? Ini Manfaat Boredom yang Jarang Disadari


Sumber: Magnific 

Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong. 


Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif


Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna. 


Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui.


Apa Itu Boredom?

Dalam psikologi, boredom adalah kondisi emosional ketika individu ingin terlibat dalam suatu aktivitas, tetapi kesulitan menemukan sesuatu yang terasa menarik atau bermakna. 


Melansir penelitian The Unengaged Mind: Defining Boredom in Terms of Attention, rasa bosan ternyata bukan soal tubuh yang sedang diam atau tidak melakukan apa-apa. 


Justru, rasa bosan muncul ketika perhatian Puan gagal terhubung dengan aktivitas yang sedang dijalani. Oleh sebab itu, Puan tetap bisa merasa bosan meski jadwalnya sedang padat.


University of California San Diego juga menjelaskan bahwa boredom merupakan sinyal adaptif. Emosi ini mendorong manusia mencari pengalaman atau tujuan yang lebih memuaskan ketika aktivitas saat ini tidak lagi memberikan keterlibatan yang cukup. 


Dengan kata lain, rasa bosan membantu Puan mengevaluasi apakah sesuatu masih memiliki makna atau menarik bagi diri sendiri atau tidak.


Kenapa Kita Selalu Menghindari Rasa Bosan?

Di era digital, rasa bosan menjadi semakin sulit dirasakan karena hampir setiap jeda bisa langsung diatasi hanya lewat membuka HP. 


Saking terbiasanya dengan notifikasi, video berdurasi pendek, musik, hingga podcast membuat otak Puan jadi jarang punya waktu untuk benar-benar “diam”. 


Padahal, memberi jeda sejenak tanpa stimulasi juga penting supaya otak punya ruang untuk istirahat dan mengolah berbagai hal yang Puan alami. Jika terus dilawan dengan berbagai paksaan, toleransi terhadap rasa bosan menjadi semakin rendah. 


Psikolog Sandi Mann menjelaskan bahwa ketika tidak menemukan stimulasi dari lingkungan sekitar, otak akan mulai mencarinya dari dalam diri melalui proses mind wandering atau pikiran yang mengembara. 


Namun, proses ini sering terhenti karena mungkin beberapa dari Puan langsung mengambil HP sebelum otak sempat membaca kondisi tersebut. 


Manfaat Bosan yang Jarang Disadari

Bosan tidak selalu berkonotasi buruk. Justru, Puan harus membiarkan nervous system untuk merangkul dan menjadikan rasa bosan tersebut sebagai bagian dalam diri Puan. Berikut manfaat rasa bosan yang jarang Puan sadari.


1. Membantu Meningkatkan Kreativitas

Salah satu penelitian tentang boredom yang cukup terkenal dilakukan oleh psikolog Sandi Mann pada tahun 2014. Dalam eksperimennya, para peserta diminta melakukan aktivitas yang sengaja dibuat membosankan sebelum mengerjakan tugas yang membutuhkan kreativitas. 


Hasilnya cukup menarik. Peserta yang lebih dulu merasa bosan justru menghasilkan lebih banyak ide. Bahkan, idenya dinilai lebih fresh dan orisinal dibandingkan kelompok yang tidak mengalami kondisi tersebut.


Menurut Mann, 2014, rasa bosan mondorong otak mencari stimulasi alternatif melalui imajinasi dan daydreaming. Proses inilah yang membantu otak lebih mudah menghubungkan berbagai ide-ide baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan, sehingga sisi kreativitas dalam diri Puan pun ikut bangkit.


2. Memberi Ruang untuk Refleksi Diri

Saat Puan sedang tidak fokus mengerjakan sesuatu, otak akan mengaktifkan jaringan yang disebut Default Mode Network (DMN). Jaringan ini bekerja saat Puan sedang merenung, mengingat beragam memori, membayangkan masa depan, atau sekadar membiarkan pikiran mengembara. 


Menurut penelitian Beaty dkk. dan Andrews-Hanna, DMN memang lebih aktif ketika otak sedang beristirahat dari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh.


Oleh karena itu, tidak heran kalau ide atau solusi sering muncul di momen-momen yang terlihat sepele, misalnya saat mandi, jalan kaki, atau duduk diam tanpa melakukan apa pun. 


Di saat perhatian tidak terus-menerus dipenuhi informasi dari luar, otak punya ruang untuk menghubungkan berbagai gagasan dengan cara yang lebih kreatif.


3. Membantu Mengenali Aktivitas yang Benar-Benar Bermakna

Menurut penjelasan dari University of California San Diego, rasa bosan sebenarnya bisa dimaknai sebagai kompas emosional. Saat bosan muncul, otak sedang memberi sinyal bahwa aktivitas yang Puan lakukan sudah tidak terasa menarik, bermakna, atau cukup melibatkan perhatian kita.


Jadi, rasa bosan tidak selalu berarti kita harus buru-buru mencari hiburan baru. Justru, momen ini bisa menjadi pengingat untuk berhenti sejenak dan mencari aktivitas yang lebih sesuai dengan minat, tujuan, atau hal-hal yang benar-benar penting buat kita.


Cara Melatih Diri agar Tidak Takut Bosan

Belajar menerima rasa bosan sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan yang sederhana. Misalnya, jalan kaki tanpa mendengarkan musik, duduk beberapa menit tanpa membuka media sosial saat sedang menunggu, atau menikmati secangkir kopi tanpa sambil melakukan hal lain. 


Momen-momen kecil seperti ini memberi ruang bagi pikiran untuk mengembara secara alami.


Semakin sering kita memberi jeda dari banjir stimulasi, semakin banyak kesempatan bagi otak untuk berlatih fokus, memunculkan imajinasi, dan mengolah pengalaman sehari-hari. Jadi, sesekali merasa bosan bukan berarti membuang waktu, tetapi memberi otak waktu untuk "bernapas".


Rasa Bosan Bukan Berarti Musuh, Namun Seorang Teman yang Harus Dirangkul

Rasa bosan sering dipandang sebagai waktu yang terbuang, padahal penelitian menunjukkan sebaliknya. Dalam kondisi yang stabil atau masih terkendali, boredom membantu memunculkan kreativitas, memberi ruang untuk refleksi, dan mengurangi kelelahan akibat overstimulasi digital. 


Jadi, lain kali saat memiliki beberapa menit tanpa kegiatan, mungkin Puan tidak perlu langsung mengambil HP. Justru, di momen-momen hening itulah otak seakan memiliki celah untuk berpikir lebih jernih dan menemukan ide yang selama ini terhalang oleh distraksi.



Sekilas Tentang Puan Bisa

Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya. 

Referensi:

Advani, M. (2023, May 5). SQ Online. SQ Online. https://sqonline.ucsd.edu/2020/11/the-science-of-boredom/


Eastwood JD, Frischen A, Fenske MJ, Smilek D. The Unengaged Mind: Defining Boredom in Terms of Attention. Perspect Psychol Sci. 2012 Sep;7(5):482-95. doi: 10.1177/1745691612456044. PMID: 26168505.


Mann, S., & Cadman, R. (2014). Does Being Bored Make Us More Creative? Creativity Research Journal, 26(2), 165–173. https://doi.org/10.1080/10400419.2014.901073


Beaty, R. E., Benedek, M., Wilkins, R. W., Jauk, E., Fink, A., Silvia, P. J., Hodges, D. A., Koschutnig, K., & Neubauer, A. C. (2014). Creativity and the default network: A functional connectivity analysis of the creative brain at rest. Neuropsychologia, 64, 92–98. https://doi.org/10.1016/j.neuropsychologia.2014.09.019


Author & Editor: Caesi Rosprianti

Komentar

Rubik Puan Popular

How to Stay Productive While Grieving

  Source: https://pin.it/5b4AbRDlY   Pernah nggak, Puan merasa harus tetap menjalani aktivitas seperti biasa, sementara hati dan pikiran masih memproses duka? Ketika sedang berduka, hal-hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, membalas chat atau sekadar fokus selama beberapa menit saja bisa terasa jauh lebih berat dari biasanya. Bukan karena Puan malas atau nggak mampu, tetapi karena grief dapat menguras energi kita. Namun, di sisi lain, hidup harus tetap berjalan. Ada tugas yang harus dikumpulkan, pekerjaan yang perlu diselesaikan, atau tanggung jawab yang nggak bisa begitu saja ditinggalkan. Lalu, bagaimana caranya tetap produktif tanpa memaksa diri untuk "baik-baik saja"? 1. Redefine What "Productive" Means Hal pertama yang perlu Puan perhatikan adalah definisi produktif itu sendiri. Produktif saat sedang berduka nggak melulu berarti menyelesaikan semua pekerjaan dalam satu hari. Karena ketika sedang berduka, kapasitas seseorang memang bisa berubah dari se...

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Konsisten: Kunci Keberhasilan Perubahan

Image by: Tamasia.co.id Puan, pernahkah ngerasain susah banget buat konsisten? Misalnya, sudah bikin resolusi tahun baru untuk tidak begadang, tapi setelah dua bulan, balik lagi deh ke kebiasaan scroll TikTok sampai tengah malam. Kok susah banget ya buat tetap konsisten? Kenapa kita susah konsisten? Sebelum bahas lebih jauh, yuk pahami dulu apa itu konsistensi. Menurut KBBI, konsisten berarti tetap, nggak berubah-ubah, taat asas, atau selaras. Namun, kita sering menyamakan konsistensi dengan kesempurnaan. Contohnya, seseorang punya target tidur jam 9 malam setiap hari. Namun suatu waktu ia harus ngerjain tugas sampai jam 11, lalu langsung merasa gagal. Padahal sebenarnya, kalau dia masih bisa tidur sebelum jam 12, itu tetap jauh lebih baik daripada begadang. Nah, mindset “harus selalu sempurna” inilah yang sering bikin kita cepat menyerah saat ada satu hari bolong. Konsistensi bukan berarti 100% Puan, konsistensi itu nggak harus 100% setiap hari, kok. Ada kalanya kita cuma bisa kasih...

“I Wish I Knew When I Was 20” Memahami Hidup Mulai dari Usia 20 Tahun

  Buku "What I Wish I Knew When I Was 20" karya Prof. Tina Seelig (Amazon.com) Menginjak usia 20 terlihat menyenangkan karena Puan telah memiliki kebebasan atas diri sendiri. Di usia muda, tubuh Puan masih bertenaga maksimal dan optimal, pikiran masih fresh , ide-ide yang dikeluarkan masih up to date , intinya Puan lagi ada di masa-masa emas untuk mengembangkan suatu hal. Namun, yang jarang terlihat adalah masa saat Puan merasa clueless akan hidup Puan sendiri untuk memutuskan karir dan perjalanan hidup Puan ke depannya. Baca juga: Motivasi Bukan Ditunggu, tapi Dicari Lewat Aksi Lalu, apa saja sebenarnya hal yang harus dipahami untuk menjalani hidup saat menginjak usia 20 tahun? Mengutip dari buku “What I Wish I Knew When I Was 20” karya Prof. Tina Seelig ada beberapa hal yang dapat Puan lakukan: Jangan Menunggu, Tapi Ciptakan! Seringkali Puan berpikir untuk menunggu kesempatan datang, menunggu orang lain yang membukanya, menunggu offering yang datang. Padahal, Puan bisa men...