Puan pernah nggak langsung membuka TikTok, Instagram, atau X hanya karena timbul rasa bosan akibat menunggu sesuatu? Kebiasaan seperti ini sangat umum terjadi karena otak Puan terbiasa mencari stimulasi setiap kali ada waktu kosong.
Mungkin, Puan sering kali menganggap rasa bosan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak dari Puan yang yang berlomba-lomba untuk menghilangkan perasaan tersebut dengan menjadi produktif
Alih-alih mencerminkan bahwa diri Puan tidak produktif, rasa bosan dapat memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat dari banyaknya informasi yang silih berdatangan, memunculkan ide baru, hingga membantu Puan mengenali apa yang benar-benar bermakna.
Oleh karena itu, sesekali merasa bosan bukanlah hal yang buruk, selama terjadi dalam kadar yang wajar. Jika Puan merasa demikian, lalu Puan tahu nggak sih apa itu boredom dan fakta lain dari boredom yang mungkin belum Puan ketahui.
Apa Itu Boredom?
Dalam psikologi, boredom adalah kondisi emosional ketika individu ingin terlibat dalam suatu aktivitas, tetapi kesulitan menemukan sesuatu yang terasa menarik atau bermakna.
Melansir penelitian The Unengaged Mind: Defining Boredom in Terms of Attention, rasa bosan ternyata bukan soal tubuh yang sedang diam atau tidak melakukan apa-apa.
Justru, rasa bosan muncul ketika perhatian Puan gagal terhubung dengan aktivitas yang sedang dijalani. Oleh sebab itu, Puan tetap bisa merasa bosan meski jadwalnya sedang padat.
University of California San Diego juga menjelaskan bahwa boredom merupakan sinyal adaptif. Emosi ini mendorong manusia mencari pengalaman atau tujuan yang lebih memuaskan ketika aktivitas saat ini tidak lagi memberikan keterlibatan yang cukup.
Dengan kata lain, rasa bosan membantu Puan mengevaluasi apakah sesuatu masih memiliki makna atau menarik bagi diri sendiri atau tidak.
Kenapa Kita Selalu Menghindari Rasa Bosan?
Di era digital, rasa bosan menjadi semakin sulit dirasakan karena hampir setiap jeda bisa langsung diatasi hanya lewat membuka HP.
Saking terbiasanya dengan notifikasi, video berdurasi pendek, musik, hingga podcast membuat otak Puan jadi jarang punya waktu untuk benar-benar “diam”.
Padahal, memberi jeda sejenak tanpa stimulasi juga penting supaya otak punya ruang untuk istirahat dan mengolah berbagai hal yang Puan alami. Jika terus dilawan dengan berbagai paksaan, toleransi terhadap rasa bosan menjadi semakin rendah.
Psikolog Sandi Mann menjelaskan bahwa ketika tidak menemukan stimulasi dari lingkungan sekitar, otak akan mulai mencarinya dari dalam diri melalui proses mind wandering atau pikiran yang mengembara.
Namun, proses ini sering terhenti karena mungkin beberapa dari Puan langsung mengambil HP sebelum otak sempat membaca kondisi tersebut.
Manfaat Bosan yang Jarang Disadari
Bosan tidak selalu berkonotasi buruk. Justru, Puan harus membiarkan nervous system untuk merangkul dan menjadikan rasa bosan tersebut sebagai bagian dalam diri Puan. Berikut manfaat rasa bosan yang jarang Puan sadari.
1. Membantu Meningkatkan Kreativitas
Salah satu penelitian tentang boredom yang cukup terkenal dilakukan oleh psikolog Sandi Mann pada tahun 2014. Dalam eksperimennya, para peserta diminta melakukan aktivitas yang sengaja dibuat membosankan sebelum mengerjakan tugas yang membutuhkan kreativitas.
Hasilnya cukup menarik. Peserta yang lebih dulu merasa bosan justru menghasilkan lebih banyak ide. Bahkan, idenya dinilai lebih fresh dan orisinal dibandingkan kelompok yang tidak mengalami kondisi tersebut.
Menurut Mann, 2014, rasa bosan mondorong otak mencari stimulasi alternatif melalui imajinasi dan daydreaming. Proses inilah yang membantu otak lebih mudah menghubungkan berbagai ide-ide baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan, sehingga sisi kreativitas dalam diri Puan pun ikut bangkit.
2. Memberi Ruang untuk Refleksi Diri
Saat Puan sedang tidak fokus mengerjakan sesuatu, otak akan mengaktifkan jaringan yang disebut Default Mode Network (DMN). Jaringan ini bekerja saat Puan sedang merenung, mengingat beragam memori, membayangkan masa depan, atau sekadar membiarkan pikiran mengembara.
Menurut penelitian Beaty dkk. dan Andrews-Hanna, DMN memang lebih aktif ketika otak sedang beristirahat dari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh.
Oleh karena itu, tidak heran kalau ide atau solusi sering muncul di momen-momen yang terlihat sepele, misalnya saat mandi, jalan kaki, atau duduk diam tanpa melakukan apa pun.
Di saat perhatian tidak terus-menerus dipenuhi informasi dari luar, otak punya ruang untuk menghubungkan berbagai gagasan dengan cara yang lebih kreatif.
3. Membantu Mengenali Aktivitas yang Benar-Benar Bermakna
Menurut penjelasan dari University of California San Diego, rasa bosan sebenarnya bisa dimaknai sebagai kompas emosional. Saat bosan muncul, otak sedang memberi sinyal bahwa aktivitas yang Puan lakukan sudah tidak terasa menarik, bermakna, atau cukup melibatkan perhatian kita.
Jadi, rasa bosan tidak selalu berarti kita harus buru-buru mencari hiburan baru. Justru, momen ini bisa menjadi pengingat untuk berhenti sejenak dan mencari aktivitas yang lebih sesuai dengan minat, tujuan, atau hal-hal yang benar-benar penting buat kita.
Cara Melatih Diri agar Tidak Takut Bosan
Belajar menerima rasa bosan sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan yang sederhana. Misalnya, jalan kaki tanpa mendengarkan musik, duduk beberapa menit tanpa membuka media sosial saat sedang menunggu, atau menikmati secangkir kopi tanpa sambil melakukan hal lain.
Momen-momen kecil seperti ini memberi ruang bagi pikiran untuk mengembara secara alami.
Semakin sering kita memberi jeda dari banjir stimulasi, semakin banyak kesempatan bagi otak untuk berlatih fokus, memunculkan imajinasi, dan mengolah pengalaman sehari-hari. Jadi, sesekali merasa bosan bukan berarti membuang waktu, tetapi memberi otak waktu untuk "bernapas".
Rasa Bosan Bukan Berarti Musuh, Namun Seorang Teman yang Harus Dirangkul
Rasa bosan sering dipandang sebagai waktu yang terbuang, padahal penelitian menunjukkan sebaliknya. Dalam kondisi yang stabil atau masih terkendali, boredom membantu memunculkan kreativitas, memberi ruang untuk refleksi, dan mengurangi kelelahan akibat overstimulasi digital.
Jadi, lain kali saat memiliki beberapa menit tanpa kegiatan, mungkin Puan tidak perlu langsung mengambil HP. Justru, di momen-momen hening itulah otak seakan memiliki celah untuk berpikir lebih jernih dan menemukan ide yang selama ini terhalang oleh distraksi.
Sekilas Tentang Puan Bisa
Puan Bisa adalah komunitas perempuan muda yang mendukung pengembangan karir, self-improvement, dan mental health. Sejak pertama kali didirikan tanggal 1 Oktober 2020 sampai saat ini, Puan Bisa aktif melakukan kegiatan kreatif dan edukatif yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran perempuan muda (khususnya usia 16-23 tahun) dalam mengembangkan kemampuan dan rasa cinta akan dirinya.
Advani, M. (2023, May 5). SQ Online. SQ Online. https://sqonline.ucsd.edu/2020/11/the-science-of-boredom/
Eastwood JD, Frischen A, Fenske MJ, Smilek D. The Unengaged Mind: Defining Boredom in Terms of Attention. Perspect Psychol Sci. 2012 Sep;7(5):482-95. doi: 10.1177/1745691612456044. PMID: 26168505.
Mann, S., & Cadman, R. (2014). Does Being Bored Make Us More Creative? Creativity Research Journal, 26(2), 165–173. https://doi.org/10.1080/10400419.2014.901073
Beaty, R. E., Benedek, M., Wilkins, R. W., Jauk, E., Fink, A., Silvia, P. J., Hodges, D. A., Koschutnig, K., & Neubauer, A. C. (2014). Creativity and the default network: A functional connectivity analysis of the creative brain at rest. Neuropsychologia, 64, 92–98. https://doi.org/10.1016/j.neuropsychologia.2014.09.019

Komentar
Posting Komentar