Langsung ke konten utama

Phubbing: Kebiasaan Buruk yang Menurunkan Kualitas Interaksi dengan Lawan Bicara

Ilustrasi seseorang yang merasakan phubbing. (halodoc.com) Di era digital seperti sekarang, HP telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir sepanjang waktu tangan kita tidak terlepas dari HP. Meski memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, penggunaan HP yang berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas interaksi dengan orang di sekitar.  Salah satu perilaku yang semakin sering ditemui adalah phubbing , yaitu kebiasaan lebih fokus pada smartphone daripada orang yang sedang diajak berbicara secara langsung. Apa Itu Phubbing? Sederhananya, phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara yang sedang berada di hadapan kita dengan sibuk menyibukkan perhatian pada HP. Perilaku ini tentunya tidak mencerminkan etika berkomunikasi yang baik, loh Puan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perilaku phubbing tidak hanya digambarkan dengan seseorang yang sibuk membalas chat . Adapun kebiasaan lainnya, seperti membuka media sosia...

Menghilangkan Demotivasi ala Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Image by: Grasindo


Puan, pernah nggak sih ngerasa kalo hidup lagi di titik terendah? Nggak tau arah tujuan, motivasi hilang, overthinking berlebihan, dan rasanya pengen nyerah aja?

Kalo Puan pernah atau lagi ada di posisi itu, tenang aja ya, Puan nggak sendirian kok. Apa yang Puan hadapi, persis banget kaya tokoh utama di buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna ini. 


Pengertian Demotivasi

Demotivasi yaitu suatu keadaan yang dialami seseorang ketika merasa kehilangan semangat, antusias, dan minat untuk melakukan aktivitas apa pun di dalam hidupnya. Pemicunya ada beberapa hal, seperti mental yang lelah, masalah hidup yang berat, keberadaan yang kurang dihargai, tekanan dari sekitar, atau merasa tidak percaya diri. 


Hanya buku, tapi bisa jadi alasan bertahan hidup

Dalam buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" ini bukan cuma cerita biasa, tokoh utama justru menemukan kembali alasan bertahan hidupnya saat makan mie ayam. Unik nggak sih, Puan?

Emang bisa seporsi mie ayam jadi alasan bertahan hidupnya seseorang?

Pastinya bisa dong, Puan! Terkadang hal kecil yang kita anggap remeh bisa jadi penyelamat paling berarti. Di dalam buku ini banyak cara tentang bagaimana menemukan makna hidup untuk menghilangkan demotivasi lewat hal-hal sederhana. Nih, Priska spill cara menghilangkan demotivasi ala buku ini:

1. Menghargai apapun hal yang dicapai

Nunggu pencapaian besar buat bahagia? Ah, ngapain. Hal-hal kecil yang udah dicapai juga patut disyukuri. Sekecil pencapaian karena Puan hari ini sudah mandi pagi atau karena hari ini sudah mengerjakan tugas. Yuk, mulai hargai pencapaian kecil yang Puan lakukan hari ini!

2. Coba menerima hidup yang apa adanya

Kadang hidup nggak selalu mulus, nggak sesuai apa yang kita inginkan. Namun, Namun, sebenarnya kita juga bisa untuk belajar menerima takdir dan bersyukur atas hal-hal kecil yang telah Tuhan berikan.

Hm, menerima bukan berarti menyerah sama keadaan loh ya, justru ini tuh kesempatan buat menyadari kalo Puan masih berproses. 

3. Semua orang punya lukanya masing-masing yang nggak terlihat

Jadi, manusia itu nggak lepas dari luka ataupun kesedihan. Setiap orang pasti punya lukanya masing-masing yang kadang nggak keliatan. Sesama orang yang punya luka, yuk saling menjaga.

4. Mencari alasan sederhana untuk bertahan

Cari alasan buat tetap bertahan dari sulitnya hidup, nggak perlu yang mewah kok. Justru sesederhana waktu kamu nikmatin makanan favoritmu, reachout teman lama, atau kasih makan hewan yang ditemuin di jalan.

5. Istirahat dan duduk sejenak

Puan perlu istirahat dari gaduhnya kehidupan, duduk dulu sejenak. Renungi bahwa Puan perlu berdamai dengan diri sendiri, pahami jika semua masalah itu nggak harus cepat selesai, dan kasih apresiasi buat diri sendiri.


Demotivasi bisa datang kapan aja dan normal banget kok dialamin oleh setiap orang. Namun, jangan sampai demotivasi bikin Puan, lakuin hal-hal yang kurang baik buat diri Puan sendiri ya. Ada banyak hal sederhana di hidup ini yang pantas dirayakan dan dinikmati, loh!

Yuk, coba cara sederhana menghilangkan demotivasi ala buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” dan jangan lupa bikin cara sedehana buat bangkit versi diri Puan sendiri ya ✨


Referensi:

Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Kharisna
Demotivasi bukan Kemalasan Pahami Sinyal Psikologis yang Satu Ini
Mengenal Apa Itu Demotivasi
5 Insight dari Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna



Author & Editor: Citra Sofia Virnanda



Komentar

Rubik Puan Popular

Phubbing: Kebiasaan Buruk yang Menurunkan Kualitas Interaksi dengan Lawan Bicara

Ilustrasi seseorang yang merasakan phubbing. (halodoc.com) Di era digital seperti sekarang, HP telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, hampir sepanjang waktu tangan kita tidak terlepas dari HP. Meski memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan mengakses informasi, penggunaan HP yang berlebihan juga dapat memengaruhi kualitas interaksi dengan orang di sekitar.  Salah satu perilaku yang semakin sering ditemui adalah phubbing , yaitu kebiasaan lebih fokus pada smartphone daripada orang yang sedang diajak berbicara secara langsung. Apa Itu Phubbing? Sederhananya, phubbing merupakan perilaku mengabaikan lawan bicara yang sedang berada di hadapan kita dengan sibuk menyibukkan perhatian pada HP. Perilaku ini tentunya tidak mencerminkan etika berkomunikasi yang baik, loh Puan. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk perilaku phubbing tidak hanya digambarkan dengan seseorang yang sibuk membalas chat . Adapun kebiasaan lainnya, seperti membuka media sosia...

Sambut Tahun Ajaran Baru, Hoshizora Foundation Kembali Perluas Kesempatan Anak Lanjut Sekolah Lewat Pembukaan Beasiswa Mimpi Anak Negeri 2026

Poster pembukaan pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (hoshizora.org) Yogyakarta, Juli 2026 – Setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan berkualitas. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Hoshizora Foundation kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mimpi Anak Negeri (BMAN) 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa/i kelas IV SD hingga kelas X SMA yang akan segera memasuki tahun ajaran baru 2026/2027. Fokus menargetkan anak-anak dari keluarga pra sejahtera di seluruh Indonesia, Hoshizora Foundation membuka kesempatan dukungan pendidikan bagi siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan memiliki keinginan kuat meraih cita-cita, walaupun di tengah keterbatasan ekonomi.  Beasiswa Mimpi Anak Negeri merupakan salah satu program utama Hoshizora Foundation sejak 2006 yang tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan secara berkelanjutan kepada pener...

Mengupas High Functioning Anxiety Lewat Buku “I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki”

  Menjadi perempuan muda yang aktif, punya banyak kegiatan organisasi, dan tetap menjaga nilai akademik biar selalu lancar tentu jadi hal yang membanggakan. Gak heran kalau kita selalu berusaha memberikan yang terbaik dan tetap tersenyum ramah di tengah padatnya jadwal sehari-hari. Tapi jujur deh, pernah gak sih Puan merasa kalau semua keproduktifan dan senyuman itu sebenarnya cuma tameng biar kita kelihatan tangguh? Begitu malam tiba dan sendirian di kamar, rasa hampa dan lelah yang luar biasa itu sering kali datang dan susah untuk dihindari. Fenomena ketika kita tetap bersikap normal di luar padahal yang sebenarnya sedang merasa cemas ini disebut sebagai masking atau high functioning anxiety . Isu inilah yang dibahas secara gamblang dalam buku “I Want To Die but I Want To Eat Tteokbokki” karya Baek Sehee. Setiap Luka Punya Hak untuk Merasa Sakit Sering kali kita merasa cemas atau bersalah karena menganggap masalah kita sepele dibanding orang lain. Padahal, buku ini mengingatkan ...

Tidak Semua Zona Nyaman Perlu Ditinggalkan

                                                                                   Image by: Pinterest   Puan pernah denger nggak sih satu nasihat ini: “keluar dari zona nyaman kalau mau berkembang.” Masalahnya, tidak semua orang bertahan di zona nyaman itu stagnan. Dan tidak semua orang yang keluar dari zona nyaman benar-benar bertumbuh. Jadi, pertanyaannya bukan lagi harus keluar atau tidak, tapi: Apakah Puan tahu kapan harus tetap tinggal, dan kapan harus melangkah? Baca Juga:   Dealing dengan Comparison Trap Saat Lebaran Zona Nyaman Tidak Selalu Musuh Zona nyaman sering digambarkan sebagai tempat yang “menjebak.” Padahal, dalam banyak kasus, justru di sanalah Puan dapat membangun stabilitas. Zona nyaman bisa berarti: rutinitas ...